
Keyla mengajak Noven untuk kawin lari dari panggilan telepon genggam mereka. Tentu Noven sangat terkejut dengan ajakan Keyla, sesuatu yang terbilang nekad untuk dilakukan.
Noven berpikir sesaat..Ia menghela nafasnya dalam-dalam, Noven mencoba mencerna matang-matang di kepalanya tentang ajakan Keyla yang membuatnya berpikir keras.
Noven berpikir ini adalah kesempatan bagus, terlebih mereka saling mencintai dan mungkin dengan perbuatan nekad Keyla membuat orang tuanya sadar bahwa mereka tidak dapat dipisahkan, kemudian secara perlahan-lahan akan diterima oleh orang tua Keyla pernikahan yang sudah terjadi itu. Seperti kebanyakan pelaku kawin lari lainnya. Terlebih mereka telah mempunyai seorang anak yang lucu menjadikan orang tua Keyla sebagai kakek-nenek.
..."Bagaimana Nov ? Kau setuju kan dengan ideku ??" Tanya Keyla tentang ide kawin larinya....
^^^"Aku berpikir ini kesempatan bagus, terlebih kau tidak ingin menikah dengan Tenky" Ucap Noven.^^^
..."Jadi..?? Kapan kau akan menjemputku ?" Tanya Keyla menganggap Noven telah menyetujui idenya dan meminta segera membawanya pergi dari rumah itu....
^^^"Jangan terburu-buru.." Sahut Noven.^^^
..."Kau harus menjemputku sekarang lalu kita pergi dari sini sebelum aku menjawab lamaran Tenky !" Ujar Keyla menegaskan....
^^^"Hm..Key !" Ucap Noven membuat Keyla terdiam menunggu kata-kata yang keluar selanjutnya.^^^
^^^"Kita jangan jadi pengecut dengan lari dari keadaan.." Sambung Noven membuat Keyla begitu terkejut akan perkataannya.^^^
..."Mak.. Maksudmu ?" Tanya Keyla yang bingung dengan perkataan Noven....
^^^"Temui Tenky bersama orang tuanya" Jawab Noven membuat Keyla terkejut mendengarnya.^^^
Betapa Keyla tidak terkejut ?! Noven yang diharapkannya menjadi imam dalam rumah tangganya, malah menyarankan Keyla menemui Tenky bersama orang tuanya. Sama saja Noven menyarankan Keyla jadi menikahi Tenky.. Atau mungkin Noven telah membuang jauh harapannya untuk bersatu bersama Keyla ?!
..."Kenapa kau tidak ingin menikah denganku ? Kau ingin aku menikah dengan Tenky ?" Ujar Keyla lirih....
^^^"Hhuuuhhft...!!" Noven menarik nafasnya dalam-dalam, ia mencoba menegarkan batinnya, ia akan mengatakan sesuatu secara perlahan.^^^
^^^"Aku sangat ingin menikah denganmu, aku juga tidak ingin kau menikah dengan Tenky, karena bagiku ia bukan pria yang baik untukmu. Tapi aku tidak ingin kita menjadi pengecut dengan lari dari kenyataan, tentu itu akan menambah nilai buruk di mata orang tuamu" Ucap Noven memulai kata-katanya.^^^
__ADS_1
^^^"Bisa saja kita kawin lari dan memulai kehidupan baru, lalu kita kembali kepada orang tuamu dengan membawa cucu untuknya dengan hasil pernikahan kita. Aku tau, orang tuamu mau tidak mau pasti akan menerima pernikahan kita. Tapi aku tidak ingin kelak anak kita tau kalau kita telah kawin lari, lambat laun anak kita pasti tau itu, dan itu akan menjadi contoh yang buruk. Contoh bahwa orang tuanya seorang pengecut yang lari dari keadaan, contoh orang tua yang tidak bertanggung jawab atas kelakuannya. Anak kita tidak ingin tau bagaimana kisah cinta kita, yang ia tau kita memberikan contoh yang buruk untuknya yang kelak ia juga akan kena dampak sosialnya di mata orang sekitarnya atas perbuatan kita di masa lalu" Jelas Noven memberi penerangan kepada Keyla tentang apa yang akan terjadi kelak bila mereka melakukan kawin lari.^^^
Keyla pun terdiam mendengar perkataan Noven, sesaat air matanya menetes mendengar apa yang dikatakan Noven benar adanya, banyak terjadi dilingkungan masyarakat. Keyla tidak ingin kelak anaknya dan Noven merasakan dampak seperti itu dan menyalakan orang tuanya.. Namun di satu sisi Keyla sangat ingin mengikat tali pernikahan dengan Noven dan ia sama sekali tidak ingin menikah dengan Tenky. Bagai buah simalakama Keyla begitu tertekan.
..."Lalu yang harus kulakukan..?" Tanya Keyla yang terdengar sudah frustasi....
^^^"Sudah kukatakan, Temui Tenky bersama orang tuanya" Jawab Noven mengulangi sarannya tadi.^^^
..."Kau sadar tidak Nov !? Itu sama saja aku menyetujui pernikahanku dengan Tenky !" Seru Keyla terdengar kesal....
^^^"Hm.. Tentu saja tidak ! Kau menemuinya bukan berarti kau menerima lamarannya. Tradisi lamaran tidak diwajibkan untuk menerima lamaran orang yang melamar, kau bisa menerima lamarannya, kau juga bisa menolak lamarannya, tentu kau juga bisa menunda pernikahannya" Jawab Noven menjelaskan.^^^
Keyla pun termenung menelaah apa yang dikatakan Noven, ia berpikir harus menolak atau menunda pernikahan tersebut, karena tidak mungkin Keyla menerima lamaran tersebut. Tentu nantinya ada gejolak dari kedua orang tuanya.
^^^"Apa kau sudah mengambil keputusan ??" Tanya Noven seketika memudarkan lamunan Keyla.^^^
..."Baiklah aku menemui mereka !" Ucap Keyla memantapkan hatinya untuk menemui lamaran tersebut....
Keyla pun kembali ke kamarnya untuk kembali berdandan, karena dandanannya sebelumnya telah terhapus oleh air matanya yang mengalir. Selain untuk mempercantik dirinya, dandanan itu mampu menutupi bekas tangisnya yang membuat matanya cukup sembab karena air mata.
Setelah Dandan Keyla kembali ke dapur untuk mengambil minuman dan beberapa cemilan yang telah dibuat Bik Inem pembantu di rumahnya. Keyla membawa minuman itu, ke ruang tamu untuk disuguhkan kepada Tenky bersama orangtuanya juga orang tua Keyla.
..."Eh.. Itu calon pengantinnya sudah datang !" Ucap Ibunya Keyla saat melihat anaknya telah datang mendekatinya....
Kemudian Keyla yang telah sampai di meja mereka lalu meletakkan minuman dan cemilannya yang dibawanya diatas meja lalu disuguhkan kepada mereka yang ada disana.
..."Om,, Tante,, Apa kabar ?" Keyla pun menyapa orang tua Tenky kemudian langsung mencium tangan kedua orang tua Tenky....
..."Baik dong..! Duh..Keyla Tante lihat makin cantik saja nih.." Jawab ibu Tenky sembari memuji....
^^^"Iya dong cantik,,Kan calon menantu kita Mom !" Sahut Ayah Tenky yang merupakan orang jepang sedangkan istrinya orang pribumi.^^^
__ADS_1
..."Hahahaha..!" Mereka pun tertawa manja tanda menyetujui pernyataan Ayahnya Tenky....
..."Iya dong..! Keyla kan sebentar lagi mau menikah, jadi dia perawatan Ekstra" Jawab ibunya Keyla, lagi-lagi membuat yang lainnya tertawa....
^^^"Silahkan Pak,,Buk,,Mari dinikmati !" Ucap Ayah Keyla menawarkan minuman dan cemilan yang disuguhkan oleh Keyla.^^^
^^^"Baik pak, terima kasih banyak !" Sahut Ayah Tenky lalu meminum suguhan tersebut, di ikuti oleh istri dan anaknya dan memakan sedikit cemilannya.^^^
Lalu mereka pun berbincang begitu banyak dengan canda tawa dan suka ria, sedangkan disisi lain Keyla begitu deg-degan dengan apa yang akan ia katakan, sebab itu akan menjadi keputusannya dimasa depan.
Kemudian Ayah Tenky kembali membuka pembicaraannya melamar Keyla untuk anaknya...
^^^"Bagaimana Key ?! Apa kamu menerima lamaran nak Tenky ??" Tanya Ayahnya Keyla saat anaknya membungkam mulutnya.^^^
..."Mm..!!" Sahut Keyla yang terlihat bingung dengan jawabannya....
..."Jawab dong Key,, Jangan diam saja !?" Ujar Ibu Keyla mendesak....
Keyla pun memejamkan matanya sesaat, menarik nafasnya dalam-dalam kemudian ia membuka mulutnya perlahan untuk berkata :
..."Maaf Om,,Tante,, Juga Tenky. Sejujurnya aku belum siap menikah sekarang !"...
Sontak saja mereka semua yang ada di sana terkejut mendengarnya. Mereka tidak pernah sedikitpun terlintas dipikiran mereka bahwa Keyla akan berkata demikian, bagaimana tidak !? Semua sudah dipersiapkan sedemikian rupa, tiba-tiba Keyla berkata seperti itu.. Sama saja seperti menolak. Tentu saja jawaban Keyla menuai reaksi yang tidak enak, karena jawaban itu sangat-sangat membuat yang lain kecewa terutama Tenky.
...---------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
...Note :...
^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^
__ADS_1