
Saat itu Noven dan kawan-kawan masih bersantai dibawah bangunan yang rindang diantara banyak kerumunan orang.
Karena saat ini jam istirahat mereka, Noven dan yang lainnya benar-benar memanfaatkan waktu istirahatnya. Banyak diantaranya tertidur setelah menikmati makan siang mereka dan sedikit berbincang.
Namun Noven, Dedi dan satu orang lagi bernama Oji tidak tidur, mereka bertiga hanya mengobrol dengan menikmati secangkir kopinya masing-masing.
Mereka berbincang tentang diri masing-masing serta pengalamannya hingga menyerempet pekerjaan mereka saat ini.
^^^"Saya tidak menyangka kalau ada mandor seperti Luek"^^^
^^^Ucap Oji salah seorang diantara mereka bertiga.^^^
..."Iya. Dia benar-benar tidak ada sifat dan jiwa pemimpin"...
...Tambah Noven....
"Iya benar. Gundal saja yang benar-benar bos tidak juga seperti dia !"
Sahut Dedi membandingkan.
^^^"Orang seperti itu biasanya baru merasakan menjadi mandor, makanya belagu, haus akan dihargai "^^^
^^^Ujar Oji menilai.^^^
"Benar. Sepertinya banyak yang tidak betah kerja disini, akan banyak keluar dari pekerjaan kalau kelakuan Luek seperti itu "
Jelas Dedi memprediksi.
..."Aku pun merasa demikian. Nanti akan ada juga waktunya orang yang menghajar dia karena terbawa emosi karena kelakuan dia seperti itu "...
...Ucap Noven memprediksi hal yang akan terjadi....
"Benar Nov, aku sependapat denganmu !"
Sahut Dedi membenarkan.
^^^"Lihat saja nanti kalau itu terjadi pasti bakal aku ketawain"^^^
^^^Tambah Oji.^^^
..."Hahahaha...!!!"...
...Mereka bertiga pun tertawa mendengar pengakuan Oji....
Tanpa terasa waktu telah berlalu..Waktu istirahat mereka telah habis, karena matahari telah bergeser dari tengah, waktu telah menunjukkan pukul 13:00 WIB.
Noven, Dedi dan Oji pun membangunkan teman-teman mereka yang masih tertidur karena rasa lelah yang menggerogotinya.
Akhirnya mereka semua terbangun, tanpa basa-basi lagi mereka semua kembali ke pekerjaannya seperti semula, tapi kali ini masing-masing dari mereka telah membawa air minum dari tempat peristirahatan mereka tadi agar kali ini mereka tidak kehausan seperti sebelumnya.
Mereka pun bekerja seperti sebelumnya dengan berpindah-pindah tempat, dari tempat yang ini ke tempat yang lainnya.
Hingga tanpa terasa waktu telah menunjukkan jam pulang, mereka pun menyudahi pekerjaannya dan segera pulang ketempat masing-masing.
...∆...
Waktu demi waktu, hari demi hari, Minggu demi Minggu telah dilalui...
Noven dan yang lainnya bekerja seperti biasa walau Luek prilakunya tidak juga berubah terhadap bawahan, tapi tidak mengapa ! Karena mereka sudah terbiasa dengan perilaku Luek yang tidak menganggap dan menghargai bawahan.
Dan hari ini pun Noven dan kawan-kawan telah menyelesaikan pekerjaannya karena waktu telah menunjukkan jam pulang.
Noven pun berjalan menuju parkiran tempat kawasan proyek konstruksi untuk mengambil sepeda motornya.
Setelah mengambil sepeda motornya dengan mengendarainya Noven pun meninggalkan parkiran tersebut, namun saat ia melewati gerbang pintu utama untuk masuk ke PT proyek konstruksi itu ia melihat seseorang lelaki tengah berjalan kaki.
Sepertinya ia mengenali orang tersebut, Noven pun menghampirinya lalu memberhentikan sepeda motornya yang tengah melaju pas didekat lelaki tersebut.
__ADS_1
..."Kau jalan kaki Ji ?"...
...Tegur Noven ternyata benar ia mengenali lelaki tersebut yang tak lain teman kerjanya sesama Helper bernama Oji....
^^^"Eh..Noven !"^^^
^^^Sahut Oji yang terkejut karena tiba-tiba ada Noven disebelahnya.^^^
^^^"Iya Nov, saya tidak ada kendaraan juga tidak ada yang jemput"^^^
^^^Jawab Oji.^^^
..."Oh..Rencana kamu mau berjalan kedepan sampai jalan raya terus baru naik angkot ?"...
...Ucap Noven menerka....
^^^"Tidak kok,,Soalnya rumahku juga dekat di jalan raya, jadi aku pulang pergi kerja jalan kaki saja"^^^
^^^Jawab Oji demikian.^^^
..."Oh begitu !"...
...Sahut Noven mengerti....
Memang seperti diketahui dari gerbang pintu utama masuk PT proyek konstruksi tersebut jaraknya cukup jauh untuk sampai ke jalan raya, diantara jarak itu hanya dipenuhi tanah merah juga sedikit rerumputan juga tampak ada rawa-rawa kecil. Namun bila kita berjalan kaki untuk menempuh jalan raya, dipastikan akan cukup membuat kaki pegal-pegal.
..."Yuk naik ! Biar sekalian ku antar saja"...
...Ucap menawarkan....
^^^"Akh.. Serius nih !?"^^^
^^^Sahut Oji yang seakan tidak percaya.^^^
..."Kalau tidak serius buat apa aku nawarin !? Daripada kau jalan kaki !?"...
^^^"Okelah.. Dengan senang hati !"^^^
^^^Sahut Oji langsung menaiki sepeda motor Noven.^^^
^^^"Mumpung ada yang mau nganter ngapain jalan kaki"^^^
^^^Bisik hati Oji yang terlihat senang karena mendapat tumpangan.^^^
Noven pun menyalakan sepeda motornya yang sempat ia matikan tadi, lalu Noven langsung menjalankan sepeda motornya dengan membonceng Oji.
Sambil Mereka mengobrol di motor, Tidak lama kemudian sampailah mereka dijalan raya setelah melewati banyak tanah merah yang berdebu karena begitu keringnya akibat panasnya matahari.
..."Dimana rumahmu Ji ?"...
...Tanya Noven setelah mereka berada dijalan raya....
^^^"Lurus saja Nov, sebentar lagi sampai"^^^
^^^Jawab Oji mengarahkan.^^^
..."Oke"...
...Sahut Noven yang menjalankan sepeda motornya dengan pelan agar nanti rumah Oji tidak kelewatan....
^^^"Eh Nov, rumah saya !"^^^
^^^Seru Oji dengan menunjukkan sebuah rumah yang dekat dengan jalan raya.^^^
Noven pun memberhentikan sepeda motornya tepat di depan rumah Oji, kemudian ia mematikan mesin motornya.
^^^"Terima kasih ya Nov, sudah mengantarku"^^^
__ADS_1
^^^Ujar Oji dengan tersenyum.^^^
..."Biasa saja kali, orang cuma ngantar saja"...
...Jawab Noven....
^^^"Tapi tetap juga harus berterima kasih "^^^
^^^Sahut Oji berpendapat.^^^
..."Iya sih. Oh iya..Kau tiap pergi pulang kerja jalan kaki ?"...
...Tanya Noven....
^^^"Iya"^^^
^^^Jawab Oji.^^^
..."Benarkah ?! Gila..! Aku salut denganmu"...
...Sahut Noven terkejut....
^^^"Mau tidak mau lah ! Yang penting aku kerja, daripada nganggur"^^^
^^^Ujar Oji mengutarakan.^^^
..."Iya sih, benar sekali ! Biar bagaimanapun aku benar-benar salut denganmu, semangat tinggi. Tidak semua orang rela jalan kaki pergi pulang kerja sepertimu yang jarak jauh, apalagi kita ini kerja di lapangan otomatis kita kerja capek, kerja nguli, panas-panasan lagi....
...Sedangkan kamu rela pergi kerja jalan kaki, pulang juga jalan kaki. Otomatis sebelum kerja, kau sudah capek duluan....
...Pulang kerja capek, ditambah capek lagi karena jalan kaki. Aku yakin kalau orang-orang diluar sana pasti lebih memilih tidur dirumah atau mending cari kerja lain daripada berada seperti diposisimu....
..."You are the best bro..!"...
...Jelas Noven dengan penilaian akan kakagumannya pada Oji....
^^^"Hahahaha..!! Tak usah pakai bahasa inggris juga kali, saya orang Indonesia !"^^^
^^^Sahut Oji dengan tertawa.^^^
..."Hahahaha..!! Iya..Iya.. Benar ! Itu cuma ungkapan kekaguman saja"...
...Ujar Noven tertawa dengan mengakui kekagumannya....
...----------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
...Note :...
^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^
^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^
.
..."Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"...
Maka dari itu mohon dukungannya berupa
Beri Bintang pada Novel ini, Like, Commet, +Favorit, Share, Vote dan tonton iklannya, Kalau berkenan berilah hadiah 🙏
..."Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"...
^^^Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1