Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(25) Beauty And The Beast


__ADS_3

 


~●Dudung●~


 


"Akh..Aku Off Hari Ini Membosankan..!!


Mana Noven Sama Kiris Hari Ini Kerja Bangunan ,Hero Masih Kerja Di Kantor ,Sodos Lagi Ngajar Di Kampus ,Maman Juga Masih Kuliah..!


Akh..Benar-benar Off Hari Ini Tidak Tepat Waktu.


Mmm...Apa Aku Coba Hubungi Meli Sama Dina Ya..!? Mungkin Mereka Lagi Off Juga,


Mmm..Coba Saja Dulu Deh !"



Hari Itu Dudung Libur Berkerja ,Namun Ia Dirundung Kejenuhan Karena Ia Tidak Kemana-mana Dan Tidak Melakukan Apapun Hari Itu .


Dudung Bingung Hari Itu Mau Keluar Buat Nongkrong Atau Pun Jalan-jalan Tetapi Tidak Ada Teman ,Karena Sahabat-sahabatnya Semuanya Sedang Sedang Sibuk Hari Itu .


Seperti Noven & Kiris Memang Beberapa Hari Sebelumnya Berkerja Sebagai Kenek Bangunan Disuatu Tempat ,Sedangkan Hero Masih Berkerja Dikantor ,Sodos Pun Masih Mengajar Dikampus ,Dan Maman Juga Masih Kuliah Dikampus .


Akhirnya Dudung Memutuskan Untuk Menghubungi Meli Atau Pun Dina ,Berharap Mereka Hari Itu Juga Libur Berkerja Dengan Bermaksud Mengajak Jalan Bersama .



Lalu Kemudian Dudung Menelepon Meli ,Namun Nomor Meli Tidak Aktif .


Kemudian Dudung Pun Menelepon Dina :


"Halo..Assalamuallaikum Din"


"Ya Dung ,Waillaikumsalam" Dina pun membalas salam Dudung.


"Din ,Meli Lagi Kerja Ya ?" Tanya Dudung lewat telepon genggamnya.


Dina pun menjawab "Iya ,Kenapa ?"


"Soalnya Tadi Aku Telephon Nomornya Tapi Tidak Aktif" Jawab Dudung menjelaskan.


"Oh..iya Meli Masih Kerja" Dina pun membenarkan.


"kamu sendiri ?" Tanya Dudung demikian.


Dina pun langsung menjawab "Aku Off Hari Ini"


"Ah..Serius Din !" Sahut Dudung dengan senang.


"Buat Apa Juga Bohong" Ujar Dina membenarkan.


"Bagus kalau begitu" Ujar Dudung dengan senang.


"Memang Kenapa Dung ?!" Tanya Dina penasaran.


Dudung pun langsung bertanya "Lagi Sibuk Tidak Hari Ini ?"


"Tidak" Jawab Dina demikian.


"Bagus Deh" Sahut Dudung senang.


"Memang Kenapa Sih ?" Tanya Dina penasaran.


"Yuk Kita Jalan ,Aku Lagi Suntuk Nih" Ajak Dudung penuh harap.


"Oh..Kebetulan ,Aku Juga Lagi Suntuk Sendiri Kost" Jawab Dina dengan senang.


"Ya sudah ,aku jemput sekarang Ya" Dudung pun meminta.


"Oke ,tunggu !" Sahut Dina bersemangat.


Setelah Panggilan Telephon Terputus ,Dengan Penuh Semangat Dudung Pun Langsung Bersiap-siap Untuk Menjemput Dina Di Kost-Nya Untuk Jalan-jalan Bersama .


Tak Selang Berapa Lama Dudung Pun Langsung Melesat Pergi Dengan Sepeda Motornya Menuju Kost-kosan Dina .


Setelah Beberapa Waktu ,Dudung Pun Telah Sampai Kost-kosan Dina .


Setelah Menunggu Dina Di Luar Kost-Nya ,Akhirnya Dina Pun Keluar Dari Kamar Kost-Nya Membuat Dudung Begitu Terpukau Atas Kecantikan Dina .


"Masyallah..! Cantiknya..!"


"Akh..Berlebihan !" Sahut Dina demikian.


"Benar Din ,Sumpah !" Dudung pun membenarkan.


"Sudah Ah..Jangan Merayu, Mending Kita Langsung Pergi" Sahut Dina mengajak.


Dudung pun bersemangat "Ok..Boss !"


Lalu Dina Pun Duduk Di Sepeda Motor Dudung ,Kemudian Dudung Melajukan Sepeda Motornya Yang Sedang Membonceng Dina Untuk Pergi Ke Suatu Tempat .


Dudung Terlihat Begitu Bahagia Membonceng Wanita Secantik Dina ,Jauh Di Dalam Hati Dudung Sangat Bersyukur :


"Ya..Allah..Mimpi Apa Semalam ,Kok Bisa-bisanya Aku Bonceng Cewek Secantik Ini .


Alhamdulillah..Tidak Sia-sia Aku Punya Muka Jelek"


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah Hari Itu Dudung Dan Dina Semakin Akrab Dan Sering Jalan Bersama Kemudian Saling Jatuh Cinta .

__ADS_1


Dudung Awalnya Ragu Untuk Menyatakan Cinta Pada Dina Karena Ia Merasa Dina Tidak Menyukai Pria Jelek Sepertinya ,Akan Tetapi Sahabatnya Noven Dan Kiris Terus Memberinya Semangat ,Motivasi ,Arahan Dan Kepercayaan Diri Agar Dudung Berani Mengungkapkan Isi Hatinya .



Hari Itu Seperti Biasanya Dudung Mengantar Dina Pulang Ke Kost-Nya ,Selepas Mereka Jalan Bersama .


Didepan Kost-Nya Dina ,Dudung Dengan Percaya Diri Dan Penuh Keberanian ,Akhirnya Dudung Pun Menyatakan Cinta Kepada Dina .


"APA !! Kamu mau aku jadi kekasihmu Dung..!?" Sahut Dina begitu terkejut.


Tiba-tiba Nyali Dudung Menciut Mendengar Perkataan Dina .


"Kamu Sadar Tidak Sih...!?"


Dengan Mata Berkaca-kaca ,Dudung Pun Menjawab :


"Maafkan Aku Din ,Aku Sadar Kalau Aku Tidak Pantas Buatmu, Aku Sadar Kalau Aku Jelek Tidak Cocok Sama Cewek Secantikmu, Maafkan Aku Kalau Perasaanku Ke Kamu Sudah Membuatmu Tersinggung, Kalau Kamu Tidak Suka Aku, Tidak Apa-apa Kok, Aku Janji Tak Akan Mengganggu Kehidupanmu Lagi"


Kemudian Dudung Membalikkan Badannya Dari Hadapan Dina Lalu Beranjak Pergi .


"Dudung..!! Tunggu..!!"


Suara Dina Memanggil Dudung ,Namun Dudung Tak Menghiraukan Suara Panggilan Dina ,Ia Terus Saja Melangkah Pergi Menuju Sepeda Motornya Dan Langsung Melesat Pergi .


.


.


.


.


.


"Nomor Dudung Gak Aktif Nih..!!"


Ucap Kiris Setelah Menghubungi Nomor Dudung .


"Tumben Nomornya Tidak Aktif" Tambah Noven demikian.


"Ya..Tak seperti biasanya" Sahut Kiris membenarkan.


Noven pun langsung mengajak "Yuk..Mending Kita Kerumahnya Saja"


Kemudian Noven Dan Kiris Berangkat Menuju Rumahnya Dudung .


Sesampainya Disana Pintu Rumah Dudung Sedikit Terbuka ,Lalu Noven Dan Kiris Langsung Masuk Kedalam Rumah ,Menuju Kamar Dudung .


Sesampainya Dikamar ,Noven Dan Kiris Tengah Melihat Dudung Yang Sedang Menangis Sesegukan .


"Woy Badak Kenapa Kau !?"


Ucap Kiris Langsung Merangkul Dudung Yang Sedang Menangis .


"Akh..Massa Orang Medan Cengeng ,Nangis Gara-gara Cewek Lagi" Ucap Noven menambahkan.


Kiris pun menambahkan "Iya..Malu Tuh Sama Badanmu Yang Besar"


Sambil Menangis Dudung Pun Berbicara :


"Kau nyatakan cinta ke Dina ?! Pasti diterima ya ,Buktinya kau girang sekali" Sahut Kiris terkejut sembari bercanda.


"Aku Sedih Ris..Bukannya Kegirangan, Aku Ditolak Dina..Sakiiitt..Bro" Jawab Dudung merasakan kepedihan.


"Wah..Bodoh sekali Dina, Massa Cowok seganteng Dudung ditolak sih !?" Sahut Noven demikian.


"Yang Ganteng Tuh Kamu Nov ,Bukan Aku, Buktinya Dina Menolakku Karena Aku Jelek ,Gendut Pula"


Jawab Dudung Yang Tangisnya Semakin Menjadi-jadi .


"Memang Siapa Yang Menolakmu !?"


Tiba-tiba Terdengar Suara Seorang Wanita Yang Masuk Ke Kamar Dudung .


"Dina..!!"


Ucap Dudung Dengan Lirih ,Bertapa Terkejutnya Ia Melihat Sosok Wanita Itu Adalah Dina .


"Aku Tanya ,Yang Menolakmu Siapa ?!" Tanya Dina mengulang.


"Kamu kan yang menolakku" Sahut Dudung sedikit bingung.


"Jangan Fitnah Deh !" Ujar Dina dengan lantang.


"Tau Tuh ! Dudung Tukang Fitnah Nih"


"Ris..!!"


Kata Noven Seakan Memberi Peringatan Pada Kiris Agar Diam .


"Aku tidak Menolakmu Dung !! Kamu saja yang merasa Begitu" Kata Dina dengan lembut.


"Terus Yang Tadi...!?" Kata-kata Dudung pun terpotong.


Dina pun langsung menjawab "Maksudmu ,Yang Aku Bilang..Kamu Sadar Tidak Sih"


Dudung Pun Mengangguk .


"Itu Bukan Kalimat Menolakmu..Gendut. Kamu Saja Yang Sensitif Orangnya " Sahut Dina memperjelas.


"Tau Nih..Si Gendut Sensitif Saja !"


"Ris..!!"


Lagi-lagi Noven Memperingati Kiris Untuk Diam .


"Terus Apa ?!" Dudung pun bingung.


"Maksudku ,Kamu Sadar Tidak Sih..Kalau Aku Sudah Lama Menunggumu Memintaku Jadi Kekasihmu..Gendut !" Dina kembali memperjelas.


"Jadi Kamu Terima Aku Jadi Cowokmu Din ?!"


Jawab Dudung Tiba-tiba Wajahnya Yang Sedih Menjadi Berbinar-binar Mendengar Kata-kata Dina .


Dina pun menjawab "Iya..Aku Terima Kamu Jadi Cowokku"

__ADS_1


"Ciiihhhuuuuyyyy...!!!"


Teriak Dudung Yang Begitu Kegirangan ,Mendengar Dina Menerimanya Menjadi Kekasihnya .


"Eh..Badak Santai Saja Kau !!"


Kata Kiris Yang Sedikit Risih Dengan Teriakan Dudung .


"Cup !"


"Cup !"


Dudung Yang Kegirangan ,Langsung Mengecup Pipi Kedua Sahabatnya Noven Dan Kiris Yang Tepat Di Sebelah Kanan Dan Kiri Dudung .


"Issh..Najis Deh !"


Ucap Kiris Setelah Dudung Mengecup Pipinya .


"Nyesal Aku Duduk Sebelahmu Dung !"


Ucap Noven Setelah Pipinya Di Kecup Dudung .


Kemudian Dudung Pun Langsung Memeluk Dina Yang Ada Didepannya .


"Ciee..Yang Baru Jadian Girang sekali !!"


Sorang Wanita Tiba-tiba Muncul Di Kamar Dudung .


"Meli !"


Jawab Dudung Yang Terkejut Ketika Melihat Meli.


"Kalian Pasangan Serasi Deh !!"


Ada Satu Sosok Wanita Lagi Yang Tiba-tiba Muncul Di Kamar Dudung .


"Keyla ! Kamu Juga Disini !?"


Ucap Dudung Melihat Keyla Juga Ada Disana .


Dudung Dan Dina Pun Segera Melepas Pelukannya .


"Kok kalian Semua Bisa Ada Disini !?" Ucap Dudung heran.


"Jadi Begini Ceritanya Dung..."


Kemudian Noven Yang Disebelah Keyla Menjelaskan Kenapa Mereka Semua Bisa Ada Dirumah Dudung .


Awalnya Saat Itu Noven Dan Kiris Tengah Nongkrong Bersama ,Kemudian Menghubungi Dudung Dengan Maksud Mengajak Nongkrong Bersama ,Tetapi Nomor Telephon Dudung Tidak Dapat Dihubungi .


Kemudian Noven Pun Segera Menelepon Dina ,Untuk Menanyakan Dudung apakah Ia Sedang Bersama Dina .


Dina Pun Lalu Menjelaskan Kalau Dudung Tadi Bersamanya Dan Sempat Menyatakan Cinta Padanya ,Tapi Dudung Sepertinya Salah Faham Lalu Pergi Begitu Saja ,Sebenarnya Dina Tidak Bermaksud Menolak Cintanya Dudung .


Lalu Noven Menyuruh Dina Untuk Segera Kerumah Dudung ,Lalu Dina Yang Kebetulan Bersama Meli Kemudian Pergi Bersama Ke Rumah Dudung .


Saat Noven Dan Kiris Mau Beranjak Dari Tempat Nongkrongnya Tiba-tiba Keyla Datang Bermaksud Untuk Bergabung Nongkrong Bersama ,Lalu Keyla Pun Ikut Serta Pergi Bersama Noven & Kiris Ke Rumah Dudung .


"Dan Aku Sama Dina Dan Meli ,Sebenarnya Sudah Dengar Pembicaraanmu Sama Noven Dan Kiris Dari Tadi ,Tapi Kita Menahan Diri Dulu Keluar Di Hadapanmu"


Ujar Keyla Melanjutkan Kata-kata Kekasihnya Noven .


"Tak Nyangka Dung ,Badanmu Besar Saja Tapi Cengeng !"


"Hahahahaha..."


Mereka Pun Tertawa Bersama setelah mendengar celetukan Meli


"Dung ,Kamu Sama Dina seperti Cerita Beauty And The Beast Di Dunia Nyata" Ujar Noven mengingat sebuah dongeng.


"Hahahaha..Iya Dung ,Siap-siap Saja Kau Pacaran Sama Dina ,Pasti Banyak Minta Pelet Samamu !" Seru Kiris menambahkan.


"Aku Tulus Cinta Sama Dudung Ris..Bukan Karena Di Pelet" Dina pun memperjelas.


"Hahahaha..Iya..iya Percaya Kok" Sahut Kiris tertawa.


"Makasih Sayang"


Dina Pun Tersenyum Mendengar Kata-kata Dudung Dan Langsung Memeluknya .


Melihat Hal Yang Begitu Romantis Di Depannya Keyla Pun Langsung Memeluk Kekasihnya Noven .


Kiris Yang Terbawa Suasana Langsung Refleks Memeluk Meli .


"Aaawww..!!"


Meli Sedikit Berteriak Karena Terkejut Kiris Tiba-tiba Memeluknya ,Kemudian Meli Pun Menepis Tangan Kiris .


"Awas..!! Jangan Coba-coba !!"


Kiris pun berkata dengan mengiba "Maaf Mel ,Aku Terbawa Suasana"


"Hahahahaha..!!"


Noven ,Keyla ,Dudung Dan Dina Tertawa Melihat Kiris Dan Meli .


"Eh..Kan Ada Yang Baru Jadian ,Traktirannya...?!" Ujar Meli mengingatkan.


Dudung langsung berkata "Ya Sudah ,Buat Memperingati Hari Jadianku Sama Putri Cantik Ini ,Aku Akan Traktir kalian Semua !"


"Horeee..!!"


Sorak Noven ,Keyla ,Kiris Dan Meli .


Kemudian Noven ,Keyla ,Dudung ,Dina ,Kiris Dan Meli Pergi Ke Sebuah Kedai Untuk Makan Bersama-sama .


Suasana Hari Itu Pun Berjalan Dengan Penuh Keceriaan Di Kedai Itu Berkat Kisah Cintanya Beauty And The Beast .


▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda : ~●..●~ Bicara Dalam Hati


      Tanda : "..." Berbicara/Suara

__ADS_1


__ADS_2