Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(127) Angkringan


__ADS_3

Di hari itu Noven tengah berbaring dikamar kost-Nya, matanya menatap ke langit-langit plafon kamarnya, pikirannya melayang jauh, sepertinya ada sesuatu menjadi beban pikirannya.


..."Aaaakkhh..!!"...


...Teriak Noven sembari bangun dengan posisi duduk dari tempat berbaringnya dengan mengacak-acak rambutnya....


..."Sialan..! Aku tak bisa terus-terusan menganggur seperti ini "...


...Keluh Noven disela-sela kekesalannya....


Rupanya Noven hari itu tengah berpikir bagaimana agar cepat mendapat pekerjaan, biar bagaimanapun ia membutuhkannya, Noven memang begitu ia tidak terbiasa untuk terus-terusan menganggur, bila ia menganggur seperti itu akan terus-menerus menjadi beban pikirannya.


Noven pun mengambil telepon genggam miliknya yang terletak disebelahnya, ia melihat jam yang ada ditelepon genggamannya. maklum saja..Seperti anak kost pada umumnya,,Dikamar kost itu tidak memiliki jam dinding atau pun kalender, makanya bila ia ingin tahu jam, tanggal dan hari hanya mengandalkan telepon genggamnya untuk mengetahuinya.


..."Hmft..Sudah jam empat sore !"...


...Ucap Noven setelah melihat di telepon genggamnya....


Noven terdiam sesaat sepertinya ia memikirkan sesuatu. Tak lama ia tersenyum sendiri, lalu mengangguk-angguk dengan sendirinya, sepertinya ia menemukan sebuah ide.


..."Oke..Sepertinya aku harus bergerak !"...


...Ucap Noven sembari dengan mengambil sebuah keputusan....


Noven yang saat itu mengenakan celana kolor, ia pun segera melapisinya dengan celana panjang, lalu dengan baju kaos yang ia kenakan, ia selimuti dengan jaket yang yang kenakan.


Lalu tanpa berpikir lebih lama, Noven segera keluar dari kamar kost-Nya dan segera menguncinya. Kemudian seperti biasanya anak kunci kamar kost-Nya ia selipkan di tumpukan sepatu didepan kamar kost-Nya yang ia telah sepakati dengan Raga, agar bila Raga pulang sebelum Noven pulang, Raga dapat membuka pintu kamar kost tersebut.


Noven pun memulai berjalan kaki menyusuri jalan raya. Ia sengaja tidak menggunakan sepeda motornya, bukan karena malu akibat bututnya sepeda motor tersebut, karena ia hanya ingin menggunakan sepeda motornya hanya untuk kepentingan darurat saja.


Bukan tanpa alasan..! Karena Noven hanya ingin menghemat bensin yang ada di sepeda motornya yang kian menipis akibat tidak adanya pemasukan uang.


^^^"Silahkan mas..!"^^^


^^^Ucap seorang penjual angkringan saat Noven menghampiri angkringannya.^^^


..."Ya.. Terima kasih pak"...


...Sahut Noven dengan cengengesan karena tidak enak hati, karena si penjual angkringan pasti salah mengartikan akan kedatangannya....


Ya.. Memang saat itu Noven tengah memasuki sebuah angkringan yang tengah berjualan, dengan niat untuk mencari pekerjaan.


^^^"Ayo mas duduk sini !"^^^


^^^Ucap penjual angkringan dengan menarik sebuah bangku untuk mempersilahkan Noven duduk.^^^


^^^"Ini menunya mas.. Silahkan di pilih-pilih !"^^^


^^^Sambung si penjual angkringan dengan penuh harap.^^^


..."Maaf pak..! Saya kesini bukan mau makan"...


...Jawab Noven yang merasa tidak enak hati....


^^^"Kalau mau bungkus juga boleh mas !"^^^


^^^Sambung si penjual angkringan yang masih berharap.^^^


..."Maaf sekali lagi pak..! Saya bukan mau makan, saya bukan mau bungkus makanan "...


...Sahut Noven kembali memperjelas....


^^^"Aaa..!"^^^


^^^Sahut si penjual angkringan dengan ekspresi yang terkejut, seketika harapannya pupus akan ada dagangannya yang laku.^^^


..."Saya kesini mau bertanya, apa bapak masih butuh orang buat kerja disini ?"...

__ADS_1


...Tanya Noven kini dirinyalah yang berharap....


^^^"Wadduuh..!"^^^


^^^Sahut orang penjual angkringan dengan menepuk jidatnya juga mengusap-usap kepalanya karena ia tidak kalah terkejutnya dengan pertanyaan Noven.^^^


^^^"Mas lihat sendiri kan tempat saya sepi !?"^^^


^^^Jawab penjual angkringan sembari menunjuk arah bangku-bangkunya untuk tempat orang makan memang terlihat begitu sepi tanpa ada seorangpun yang makan disana, hanya ada dirinya dan satu rekan kerjanya yang berada disana.^^^


..."Hmz..Hmz..!"...


...Noven berdehem dengan menggaruk-garuk kepalanya, melihat sepinya jualan orang tersebut....


Noven pun menjadi terlihat bingung dengan situasi keadaan saat itu.


Noven merasa telah salah perhitungan karena mencari pekerjaan ditempat jajahan angkringan yang sepi.


Karena kalau sepi begitu buat si penjual saja sudah tekor, bagaimana mungkin bisa membayar gaji karyawan ?!


..."Duh..! Saya tidak kepikiran lagi kalau tempat ini sepi, jadinya tak enak hati lah menanyakan pekerjaan disini "...


...Gerutu hati Noven yang telah salah perhitungan....


..."Yasudah pak..! Maaf,, Saya tidak memperkirakan situasi dan kondisi dulu. Karena saya sudah sangat butuh sekali pekerjaan demi untuk menyambung hidup. Eh.. Malah saya salah perhitungan ! Sekali lagi maaf ya pak"...


...Ucap Noven yang merasa keliru karena tidak melihat situasi sekitar....


^^^"Oh.. Tidak apa-apa kok mas,, Saya maklum !"^^^


^^^Sahut si penjual angkringan memaklumi.^^^


^^^"Mas tadi bilang demi untuk menyambung hidup ! Memang mas disini tinggal sendirian ?"^^^


^^^Sambung si penjual angkringan bertanya.^^^


..."Tidak juga pak, saya tinggal sama teman saya yang sesama perantau dari desa yang sama "...


^^^"Oh begitu ! Rupanya mas ini perantau !? Memang tidak enak mas tinggal dengan orang yang berkerja sedangkan kita yang menganggur terlihat menumpang hidup dengannya, walaupun teman sekampung"^^^


^^^Sahut penjual angkringan memahami keadaan Noven.^^^


..."Betul sekali pak"...


...Jawab Noven membenarkan....


^^^"Apalagi mas sama teman mas sama-sama merantau,,Otomatis kalian jauh-jauh niatnya merantau untuk mencari rezeki yang tidak bisa kita dapatkan dikampung, syukur-syukur bisa jadi orang sukses..."^^^


..."Amien !"...


...Noven pun langsung mengharapkan ucapan si penjual angkringan yang terakhir menjadi kenyataan....


^^^"Ya Amien..! Tapi kalau salah satu diantara kalian menganggur,, Bagaimana.. Begitu rasanya..!? Terpaksa kita harus bekerja apa saja dulu untuk menutupi kebutuhan sampai mendapatkan pekerjaan yang di inginkan "^^^


..."Iya pak ! Itulah yang ada dipikiran saya "...


...Sahut Noven dengan pemikiran yang sama dengan penjual angkringan....


..."Bapak benar-benar faham dengan pikiran saya "...


...Ucap Noven dengan tersenyum tulus....


^^^"Ya.. Tentu saja ! Karena saya pernah berada di posisimu !"^^^


^^^Jawab penjual angkringan.^^^


..."Bapak pernah diposisi saya ?! Berarti bapak..."...

__ADS_1


...Sahut Noven dengan terpotong....


^^^"Ya..Saya juga seorang perantau!"^^^


^^^Jawab penjual angkringan mengangguk pelan tanda mengiyakan perkataan Noven yang sempat terpotong.^^^


^^^"Saya sudah lama merantau ke kota sejak dari bujangan sampai sekarang sudah punya istri dan dua anak. Anak pertama sudah SMA kelas tiga sedangkan anak kedua saya sudah SMP kelas dua"^^^


^^^Ujarnya sambil penjual angkringan dengan tersenyum bangga.^^^


..."Berarti bapak sudah lama sekali merantau di kota ini, otomatis bapak sudah menetap disini"...


...Ujar Noven dengan analisanya....


^^^"Benar sekali.. Saya sudah mengubah kependudukan saya bertempat disini bersama istri. Karena istri juga bukan asli orang sini dia juga perantau "^^^


^^^Sahut si bapak penjual angkringan membenarkan.^^^


..."Istri bapak orang mana ?"...


...Tanya Noven sedikit penasaran....


Lalu si penjual angkringan menjawab pertanyaan Noven yang dimana istrinya penjual angkringan tersebut berasal.


..."Wahh..! Inilah yang namanya jodoh, kita tidak bisa menebak"...


...Sahut Noven yang terkesima....


^^^"Ya benar. Alhamdulillah saya juga sudah punya usaha walaupun sekedarnya "^^^


^^^Sahut si penjual angkringan dengan tersenyum pasti.^^^


..."Ya..Jauh-jauh merantau ke kota ini malah ketemu jodoh yang bukan orang sekampung juga bukan orang asli sini, malah jauh dari tempat berbeda dengan bapak. Tapi menikah disini dan membangun keluarga disini dan telah memiliki sebuah usaha ! Ini benar-benar memukau pak !"...


...Tambah Noven yang menganggumi sedikit kisah-kisah dari penjual angkringan....


^^^"Intinya kalau kita merantau, jangan malu kerja apa pun asalkan itu halal"^^^


..."Dan juga menghasilkan uang !"...


...Sambar Noven yang menambahkan perkataan si penjual angkringan....


^^^"Ya.. Tepat sekali ! Buat apa kerja kalau tidak menghasilkan uang !?"^^^


..."Hahahahaha..!!"...


Setelah penjual angkringan berkata demikian, Lalu Noven dan penjual angkringan pun tertawa bersama.


...----------------...


...▶TO BE CONTINUED▶...


Note  :


***      Tanda: "..." Berbicara/Suara***


^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^


.


..."Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"...


Maka dari itu mohon dukungannya berupa


Like, Commet, +Favorit, Vote Kalau berkenan berilah hadiah 🙏


..."Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"...

__ADS_1


Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2