Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(118) Amanah


__ADS_3

"Nov, belum tidur?"


Tegur Raga yang terbangun dari tidurnya, ketika itu ia melihat Noven yang tengah duduk sambil menikmati sebatang rokok ditengah malam.


^^^"iya Ga, belum ngantuk"^^^


^^^Jawab Noven dengan tersenyum kecil.^^^


...Raga pun langsung bangun dari tempat tidurnya kemudian duduk menghampiri Noven sembari menarik sebatang rokok dari bungkusnya....


"Kopi ?"


Tanya Raga sembari membakar rokok yang terselip di bibirnya lalu menghisapnya dalam-dalam lalu menyemburkan asap rokok tersebut yang terlihat menggumpal.


^^^"Boleh"^^^


^^^Jawab Noven dengan tersenyum pertanda ia senang dengan tawaran tersebut.^^^


...Raga pun langsung sigap bergerak dengan membuatkan dua gelas kopi, lalu ia taruh dua gelas kopi itu didekat Sahabatnya Noven....


"Minum dulu..Sruupp.. Aahh !!"


Tawar Raga sembari menyeruput kopinya.


^^^"Oke.. terima kasih Ga"^^^


^^^Noven pun juga meminum kopi yang dibuatkan Raga.^^^


...Lalu kedua sahabat itu pun termenung dengan menikmati segelas kopi dengan menghisap rokok yang terselip di jari mereka masing-masing sesekali menempel dibibir mereka dengan mengeluarkan asap kenikmatan disaat dinginnya angin malam mulai menyerang....


"kamu kenapa Nov ?"


Tanya Raga spontan.


^^^"Apanya kenapa ? Dasar orang memang tak bisa tidur"^^^


^^^Jawab Noven mencoba mengelak dari pertanyaan Raga.^^^


"Aku tahu ada yang kamu pikirkan. Ssshhh.. "


Sahut Raga dengan menghisap rokoknya dalam-dalam.


^^^Noven pun tertawa ringan dengan menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Raga.^^^


"Sudahlah Nov..Tak usah disembunyikan, aku tahu kamu itu gimana, kita kenal bukan sehari dua hari "


Cetus Raga menegaskan.


...Noven pun sedikit termenung, ia tahu dirinya dan Raga sudah lama berteman bahkan dari kecil, jadi Raga pun tahu Bagaimana dengan Noven....

__ADS_1


^^^Dengan menghisap rokok yang cukup dalam, Noven pun berkata "Saya ingat dengan Nenek Rosmala Ga !"^^^


"Nenek Rosmala ?!"


Sahut Raga sedikit kaget lalu menarik nafas dalam-dalam.


"Nenek Rosmala kan sudah lama meninggal, kalau ingat sama beliau harusnya kita mendo'akannya bukan hanya termenung"


Sambung Raga mengingatkan.


...Nenek Rosmala adalah Adik kandung dari Kakeknya Noven yang berarti Bibik dari Ayahnya Noven, beliau sudah cukup lama meninggal Dunia, beliau dikebumikan tidak jauh dari tempat tinggalnya sendiri....


^^^"Saya tahu Ga. Saya sering mendo'akan beliau juga mengirim Al-fatihah atas nama beliau"^^^


^^^Sahut Noven dengan nada rendah.^^^


^^^"Tapi Ga..!! Ada hal lain kupikirkan tentang beliau"^^^


^^^Sambung Noven.^^^


"Apa ??"


Sahut Raga dengan sedikit mengerutkan dahi.


^^^"Amanah"^^^


^^^Jawab Noven singkat.^^^


^^^"Ya"^^^


^^^Raga pun menyahuti jawaban itu kemudian Noven mengiyakannya.^^^


Sesaat suasana pun menjadi hening seketika. Noven pun tampak terlihat berpikir, seperti ada sesuatu yang merasuki pikiran, sepertinya ada beberapa hal yang kembali teringat dipikirannya. Noven pun tampak menghela nafas dalam-dalam untuk melanjutkan perkataannya.


^^^"Sebelum saya pergi merantau ke kota ini, saya berkunjung ke tempat Nenek Rosmala. Beliau waktu itu masih hidup, beliau tampak terlihat begitu sehat, gagah, lincah dan berwibawa"^^^


^^^"Saya berbicara banyak hal dengan beliau. Beliau tampak ceria, wajahnya berseri-seri sungguh aku tak bisa melupakan itu"^^^


"Lalu ?!"


Sahut Raga mendengar Noven dengan seksama.


^^^"Beliau berpesan..!!"^^^


^^^"Hutang Ayahmu pada bibikmu harus tetap dibayar karena itu akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat. Walaupun bibikmu adalah adik sepupu dari Ayahmu, walaupun bibikmu dan nenek telah mengikhlaskannya, hutang tetaplah hutang yang harus di selesaikan. Nenek tahu Ayahmu tak mempunyai uang untuk membayar hutang yang cukup besar itu, karena harus membiayai kalian.. hutang tetaplah hutang yang harus dibayar demi kebaikan ayahmu kelak diakhirat"^^^


^^^"Saat itu aku pun menjawab Nenek Rosmala..'Tapi nek .. ayah tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk melunasi hutangnya'"^^^


^^^"Nenek Rosmala saat itu menjawab lagi, kata beliau..'Kamu bisa membantu Ayahmu, biar bagaimanapun kamu anak tertua, kamu memiliki beban ayahmu. Noven.. sebentar lagi kamu akan berangkat ke kota besar untuk mencari kerja demi meringankan beban keluarga. Maka ringankanlah beban ayahmu..kamu bisa melunasi hutang Ayahmu dengan atas nama Ayahmu demi kebaikan akhirat ayahmu "^^^

__ADS_1


^^^"Saat itu aku mengiyakan perkataan Nenek Rosmala, aku menyanggupinya, karena memang benar apa yang dikatakan beliau"^^^


^^^"Nenek Rosmala juga langsung melanjutkan perkataannya, beliau berkata..'Kamu tahu sendiri bahwa bibikmu adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suaminya juga kekurangan ekonominya tapi harus menanggung seorang anaknya yang seumuran denganmu tapi begitu nakalnya tanpa mempedulikan ibunya yang janda. Kamu tahu Zaki seorang lelaki yang sangat nakal, berbeda denganmu'"^^^


^^^"Ya Zaki memang begitu nakal, ia selalu mabuk-mabukkan, berjudi dan selalu pulang pagi semenjak Ayahnya telah meninggal dunia. Kelakuan Zaki memang selalu membuat pusing ibunya yang sudah tua tapi tetap berkerja untuk mencukupi kebutuhan mereka"^^^


^^^Ujar Noven menjelaskan keluarga Nenek Rosmala.^^^


^^^"Nenek Rosmala juga berkata begini 'Kamu tidak harus terburu-buru untuk melunasinya, tunggu saat rezeki mu lapang entah kapan saja, barulah membayarnya. Bibikmu memang mengharapkan hutang itu dibayar, tapi selain meringankan beban Ayahmu, anggap saja sekalian membantu ekonomi bibikmu."^^^


^^^"Saat itu Ga, aku memastikan pada Nenek Rosmala untuk secepat mungkin melunasinya"^^^


^^^"Saat itu Nenek Rosmala tersenyum lalu berkata lagi..'Kapan kamu berangkat ke kota ?' Aku pun menjawab sekitar tiga hari lagi"^^^


^^^"Nenek waktu itu langsung berkata begini..'Saat nanti kamu sudah di kota dan nenek sudah meninggal tapi kamu tidak bisa datang, jangan dipaksakan. Tapi saat kamu kembali lagi ke desa ini, entah kapan pun itu.. Nenek mohon berziarah lah ke kuburan nenek !'"^^^


^^^"Jujur saja Ga, aku benar-benar terkejut mendengarnya, seolah-olah beliau sudah ada firasat akan segera meninggalkan dunia ini !"^^^


^^^" Nenek Rosmala lagi-lagi berkata..'Nenek sudah memesan tanah untuk pemakaman Nenek. Di sana.. ditempat pemakaman umum di sana ! Sambil Nenek menunjukkan arah pemakaman umum itu dengan wajah sumringah 'Jangan lupa ziarah ke kuburan nenek ya ?' Waktu itu aku langsung mengiyakan permintaannya sambil memastikan untuk berziarah ke tempat peristirahatan terakhir beliau"^^^


^^^"Tapi sampai saat ini aku bahkan belum bisa membayar hutang itu bahkan sepeser pun, aku ini benar-benar tidak berguna"^^^


^^^Sambung Noven setelah ia bercerita begitu banyak tentang sosok Nenek Rosmala.^^^


...Noven pun terdiam untuk beberapa saat merenungi mengingat sosok Nenek Rosmala....


...Waktu pun berlalu sudah menunjukkan pukul 02:30 dini hari, keheningan dan rasa dingin semakin melengkapi kedua sahabat tersebut....


"Sudahlah Nov..Jangan terlalu dipikirkan soal hutang itu, anggap saja ini pacuan untukmu agar mendapatkan rezeki yang lebih. Nenek Rosmala juga tidak ingin membebankanmu, makanya ia meminta hutang itu kau bayar kapan saja bila kau ada rezeki lebih. Sudahlah.. Beliau sudah tenang di Alam sana, beliau juga pasti sangat mengerti dengan posisimu saat ini "


Hibur Raga melihat sahabatnya tampak berkecil hati.


^^^"Iya Ga !"^^^


^^^Jawab Noven dengan tersenyum tipis. Lalu tanpa terasa air matanya menetes di ikuti dengan munculnya bayangan sosok Nenek Rosmala yang duduk dihadapannya dengan tersenyum semeringah, Lalu perlahan-lahan sosok itu semakin kian memudar dari mata Noven, hingga hilang sepenuhnya.^^^


...----------------...


...**▶TO BE CONTINUED▶...


^^^Note  :^^^


^^^      Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^


Instagram : @novriejhum_1922


^^^"***Test Episode..Apa masih ada yang mau Lanjut....????!!!"^^^


^^^Komentar dibawah***...^^^

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


__ADS_2