
"Akh..!! Sial !! Harusnya Tadi Aku Tidak Lengah !!"
Ujar Hero Di Dalam Hatinya Dengan Sangat Menyesal Karena Ia Lengah Akhirnya Adiknya Di Jadikan Sandra Oleh Sang Ketua Preman .
"Aaakkhh..!! Kenapa Saat Genting Seperti Ini Aku Benar-benar Tak Berdaya !! Aaaaakkhhh..!!! Harusnya Aku Bisa Melindungi Keyla !!"
Ucap Noven Di Dalam Hati Menyesali Ketidak Berdayaan Nya Karena Tangannya Masih Terborgol Dan Kakinya Masih Terikat .
"Ingat..!! Sedikit Pun Kalian Bergerak ,Gadis Cantik Ini Akan Mati !!"
Ketua Preman Itu Kembali Mengancam Yang Sambil Menjadikan Keyla Sebagai Sandra Kemudian Sang Ketua Preman Perlahan-lahan Mundur Kearah Mobilnya Dengan Membawa Keyla .
Sementara Raga Masih Terdiam Berdiri Dengan Tenang Sambil Memperhatikan Pergerakkan Sang Ketua Preman Dengan Seksama .
Ketua Preman Terus Mundur Secara Perlahan Mendekati Mobilnya Dan Masih Membawa Keyla ,Dengan Sesekali Sang Ketua Preman Menoleh Kebelakang Kearah Mobilnya ,Tiba-tiba..
"*Wuuusshh..!!"
"ZLEEB..!!"
"AAAAAAAAAAKKKKKHHHHHH*......!!!!!!"
Sang Ketua Preman Mengerang Panjang Merasakan Kesakitan Nya Yang Di Deritanya Secara Tiba-tiba ,Karena Akibat Serangan Raga .
Saat Sang Ketua Preman Lengah Dengan Menoleh Kebelakang Kearah Mobilnya ,Raga Dengan Sigap Dan Sangat Cepat Melemparkan Pedang Yang Tergeletak Didepannya Dengan Menggunakan Kakinya ,Lalu Pedang Itu Melesat Cepat Menuju Kearah Sang Ketua Preman Dan Ujung Pedang Tersebut Tepat Mengenai Menusuk Tangan Sang Ketua Preman Yang Menodongkan Pistol Ke Kepala Keyla Hingga Pedang Itu Menembus Tangan Ketua Preman Dan Tentu Saja Pistol Yang Ditodongkan Nya Seketika Jatuh Tergeletak Ditanah .
"AAAAAAWWW..!!"
Keyla Pun Terkejut Dan Menjerit Kencang Menyaksikan Kejadian Yang Begitu Mengerikan Sangat Dekat Dengannya .
Hero Pun Dengan Sigap Berlari Kearah Keyla Kemudian Menendang Jauh Pistol Yang Tergeletak Disana Dan Langsung Memeluk Erat Adiknya Tersebut Untuk Menenangkan Dan Melindungi Adiknya .
"AAAAAAAAKKKKHHHH...!!!"
Sementara Ketua Preman Tersebut Terjatuh Sambil Mengerang Kesakitan Akibat Pedang Yang Menancap Ditangannya Belum Lagi Juga Sakit Ditangan Sebelahnya Ditembus Peluru Pistol Akibat Tembakan Hero .
☆
☆
☆
Tak Lama Kemudian Muncul Dudung ,Sodos Dan Maman Datang Ke Tempat Itu Dengan Membawa Bantuan Sejumlah Polisi Yang Cukup Banyak Dengan Membawa Persenjataan Lengkap .
Kemudian Para Polisi Menangkap Para Preman Itu Dan Segera Membebaskan Ikatan Di Kaki Noven Dan Borgol Di Tangannya .
Sodos Pun Menghampiri Noven ,Kemudian Bertanya :
"Bagaimana Keadaanmu ?!"
Secara Perlahan-lahan Noven Pun Berdiri Dengan Dibantu Sodos ,Sambil Menahan Luka Yang Dideritanya Akibat Kecelakaan Sewaktu Penangkapannya Lalu Noven Pun Menjawab :
"Aakh..!! Aku Tak Apa-apa !! Untung Saja Kiris ,Hero Dan Raga Cepat Datang"
"Sorry Nov ,Kita Datangnya Terlambat Karena Kami Harus Menghubungi Polisi Dan Juga Jarak Kami Jauh Dari Sini" Ujar Sodos beralaskan.
"Akh..!! Tenang Saja..Tanpa Kalian Datang Kesini Membawa Polisi ,Masalah Ini Pun Tak Akan Selesai ! Jadi Makasih Banyak Ya Untuk Bantuan Kalian !!"
Sodos Pun Menganggukkan Ucapan Noven ,Sambil Melihat Raga Sodos Pun Bertanya :
"Dia Yang Maksudmu Raga ??!"
"Ya..Dia Raga Sahabatku Dari Kecil" Sahut Noven dengan tersenyum.
"Sepertinya Dia Lebih Hebat Darimu !!?" Ujar Sodos menerangkan.
"Hahaha..Ya Benar ,Dia Bahkan Lebih Hebat Dari Yang Kau Kira. Bagaimana Kau Bisa Menebak Raga Orang Yang Hebat ?!" Sahut Noven dengan tertawa.
"Dia Terlihat Masih Sangat Tenang Di Situasi Seperti Ini !!"
Noven Pun Menganggukkan Perkataan Sodos ,Kemudian Noven Berkata :
"Benar..!! Dia Sangat Tenang ! Aku Rasa Dia Bahkan Semakin Bertambah Kuat Dan Hebat ,Apalagi Setelah Kau Melihat Aksinya Tadi"
"Aksi Apa ?!" Tanya Sodos penasaran.
"Ceritanya Panjang, Nanti Aku Ceritakan. Oh..Bagaimana kamu ,Maman Sama Dudung Bisa Tau Kita Disini Dengan Kalian Membawa Polisi ?!" Ujar Noven mengalihkan pembicaraan.
"Ceritanya Panjang ,Nanti Aku Ceritakan" Jawab Sodos mengulang kata Noven.
"Hahaha..Sialan Kau Baliki Kata-kataku"
__ADS_1
Sodos Pun Sedikit Tertawa Mendengar Noven Berkata Seperti Itu .
☆
Kemudian Raga Mendekati Noven Yang Sedang Dipapah Sodos ,Lalu Raga Pun Berkata Kepada Noven :
"Kenapa Kau Bisa Selemah Ini ?! Bisa-bisanya Kau Ditangkap Para Cecunguk Itu Dengan Tangan Terborgol Juga Kaki Terikat"
"Hahaha..Ceritanya Panjang, Ngomong-ngomong Aksimu Tadi Keren !" Puji Noven dengan tertawa.
"Hahaha..Kau Berlebihan" Sahut Raga tertawa pula.
"Apa Kau Sekarang Sudah Bisa Jawab Pertanyaanku Tadi ,Kan Kau Tidak Sibuk Lagi !?" Ucap Noven mengingat pertanyaannya tadi sewaktu Raga sibuk dalam pertarungannya.
"Pertanyaan Bagaimana Aku Bisa Disini ??!" Sahut Raga mengingat pertanyaan itu.
Noven pun menjawab "Ya.."
"Ceritanya Panjang, Nanti Aku Ceritakan"
Lalu Sodos Sedikit Tertawa Mengingat Jawaban Raga Sama Dengan Jawaban Noven Sewaktu Menjawab Pertanyaannya Tadi ,Kemudian Sodos Berkata :
"Hahaha..Kalian Benar-Benar Mirip"
"Oh..Iya Ga ,Ini Sodos Sahabatku Disini ,Dia Dosen Dikampus Terbesar Disini" Ujar Noven memperkenalkan Sodos.
"Oh..Pantas Saja Wajahmu Terlihat Pintar ,Ternyata Kau Dosen ! Aku Raga.."
Jawab Raga Sambil Melihat Kearah Sodos Kemudian Mengulurkan Tangan ,Sodos Pun Berjabat Tangan Dengan Raga Lalu Berkata :
"Terima Kasih Pujiannya..Aku Sodos ! Kau Sahabat Noven Dari Kecil Kan ,Berarti Kita Juga Bersahabat"
Raga pun menjawab "Ya Tentu Saja"
"Ga..!!"
Ucap Noven Seketika Memegang Bahu Raga ,Lalu Noven Menarik Nafas Panjang Kemudian Kembali Berkata :
"Makasih Banyak Ya ! Selain Kau Sudah Menjaga Keluargaku Dikampung ,Kau Juga Sudah Menyelamatkan Hidupku ,Juga Kau Sudah Menyelamatkan Keyla. Kau Memang Selalu Datang Tepat Waktu Ga ,Kau Selalu Ada Membantu Pas Saat Aku Terdesak, Kau Memang Sahabat Terbaikku"
Raga Pun Menghela Napas Panjang .
Ujar Raga Didalam Hati Ia Mengingat Kata-kata Itu Terlontar Dari Mulut Noven Sewaktu Di Bandara Sesaat Sebelum Kepergian Noven .
"Sahabat Sejati Itu Memang Selalu Datang Tepat Waktu ,Pas Saat Kita Benar-benar Butuh Bantuan" Ucap Sodos menambahkan.
Noven pun membenarkan "Kau Benar Dos !"
Raga Pun Melihat Mata Noven Yang Berkaca-kaca ,Walau Pun Noven Mencoba Menahannya Dan Menyembunyikannya Tapi Raga Bisa Melihatnya Dengan Jelas ,Lalu Berkata :
"Sudah Tidak Usah Baperan ,Aku Senang Bisa Bertemu Denganmu"
Noven juga berkata "Aku Juga Senang sekali Ga ,Bisa Bertemu Denganmu !"
Kemudian Noven Dan Raga Berpelukan Sekilas .
☆
Tak Lama Kemudian Datang Mobil Ambulance Datang Ketempat Ketempat Itu .
"Ayo Nov ,Kau Masuk Kedalam Mobil Ambulance Biar Bisa Dapat Penanganan Secepatnya Akibat Luka-luka !"
Seru Sodos ,Kemudian Raga Membantu Sodos Untuk Memapah Noven Ke Mobil Ambulance .
☆
☆
Semantara Keyla Yang Masih Dalam Pelukan Kakaknya Hero Dengan Sedikit Masih Ketakutan Setelah Melihat Kejadian Mengerikan Barusan .
Maman Pun Datang Mendekati Keyla Dan Kakaknya Hero ,Kemudian Maman Berkata :
"Key..Apa Kau Baik-baik Saja ?!"
"Aku Tidak Apa-apa Man !" Sahut Keyla demikian.
Maman pun menyahuti "Oh..Syukurlah"
Lalu Keyla Melihat Noven Yang Sedang Dipapah Sodos Dan Raga ,Kemudian Keyla Pun Melepaskan Pelukan Kakaknya Hero Dan Langsung Berlari Kehadapan Noven .
"Bagaimana Keadaan Kamu ?! Aku Khawatir !"
__ADS_1
Tanya Keyla Kepada Noven Sambil Memegang Wajah Noven .
"Tenang Saja ,Tidak Perlu Khawatir ,Aku Tidak Apa-apa Kok"
Ucap Noven ,Kemudian Ia Di Masukan Kedalam Mobil Ambulance Dengan Dibantu Sodos Dan Raga .
☆
☆
☆
"Ris..Bangun !!"
Ujar Dudung Membangunkan Sahabatnya Kiris Yang Masih Pingsan Sedari Tadi .
Kemudian Kiris Pun Bangun..
"Aakh..!!"
Ujar Kiris Yang Masih Menahan Pusing Dan Sakit Luka-luka Dideritanya ,Kemudian Secara Perlahan-lahan Dudung Membantu Kiris Berdiri Dan Dudung Pun Memapahnya .
"Sepertinya Aku Banyak Melewatkan Sesuatu Deh !?"
Ucap Kiris Ketika Ia Bangun Dan Sadar ,Ia Pun Melihat Sahabat-sahabatnya Dan Mobil Ambulance Juga Banyak Polisi Ditempat Itu .
"Ya..Kau Sepertinya Cukup Lama Pingsan !"
Jawab Dudung Yang Sedang Memapah Kiris .
"Sudah Sebaiknya Kau Ke Mobil Ambulance Sekarang Biar Dapat Perawatan Secepatnya"
Ujar Maman Yang Tiba-tiba Datang Membantu Dudung Memapah Kiris .
"Eh..Bagaimana Keadaan Noven ?!" Tanya Kiris yang masih mengkhawatirkan Noven.
"Noven Tidak Apa-apa Dia Sekarang Di Mobil Ambulance Sedang Mendapat Penanganan Dari Tim Medis" Jelas Maman membuat Kiris menjadi lega.
"Sudah Sekarang Kau Buruan Susul Noven ,Biar Kau Lihat Sendiri Keadaannya"
Ucap Dudung menambahkan ,Kemudian Kiris Pun Berjalan Masuk Ke Mobil Ambulance Dengan Dibantu Dudung Dan Maman .
☆
"Bagaimana Keadaanmu ?!"
Tanya Kiris Kepada Noven Setelah Ia Didalam Mobil Ambulance .
"Akh..! Aku Tidak Apa-apa Ris..Terima kasih Ya Buat Bantuanmu. Kalau Tidak Ada Kau, Aku Tak Tau Bagaimana Nasibku !" Ujar Noven dengan rasa terima kasih.
"Sudah Santai Saja ,Itu Gunanya Sahabat
Saling Membantu" Jawab Kiris dengan tersenyum.
"Kau Benar Ris ! Firasatmu Benar ! Ternyata Aku Tidak Bisa Menjaga Diri ! Sekali Lagi Terima kasih Ya Ris" Sahut Noven dengan sesal telah mengabaikan firasat Kiris.
Kiris pun kembali berkata "Sudah Santai Saja ,Kau Selamat Berkat Bantuan Yang Lain Juga. Kau Juga Bukannya Tak Bisa Jaga Diri ,Hanya Saja Kau Lagi Apes"
Mendengar Percakapan Noven Dan Kiris ,Salah Seorang Perawat Wanita Yang Juga Didalam Mobil Ambulance Itu Berkata :
"Oh..Iya Mas ,Selain Orang Tua Dan Keluarga Kandung ,Firasat Sahabatlah Yang Paling Benar ! Itu Kata Ayah Saya Sih !"
Noven pun langsung menyahutinya "Terima kasih..Kata Ayah Mbak ,Benar Sekali"
Kemudian Perawat Wanita Itu Pun Tersenyum Dan Berkata :
"Ya Mas..Sama-sama"
Begitulah Percakapan Noven Dan Kiris Didalam Mobil Ambulance ,Kemudian Mereka Dibawa Oleh Mobil Ambulace Tersebut Ke Sebuah Rumah Sakit .
☆
Tragedi Kejadian Itu Pun Selesai Sudah ,Kelima Preman Itu Pun Dibawa Oleh Pihak Polisi Untuk Segera Di Proses .
Kemudian Raga ,Hero ,Keyla ,Dudung ,Sodos Dan Maman Pun Menyusul Ke Rumah Sakit Dimana Tempat Noven Dan Kiris Dirawat .
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda : "..." Berbicara/Suara
__ADS_1