Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(85) "Setelah Sejauh ini ?!"


__ADS_3

Pada hari itu Noven berkerja di sebuah restauran seperti biasa.


Begitu banyak kesibukan yang ia lakukan di restauran tersebut.


Hingga selesailah perkerjaannya pada hari itu ,membuat Noven merasa kelelahan.


^^^"Kamu belum pulang Nov ?"^^^


^^^Ucap seseorang kepada Noven yang kala itu termenung sendiri disebuah meja di restaurant itu kala restaurant tersebut telah sepi dari pelanggan karena telah tutup.^^^


Noven pun menoleh ke arah suara itu ,lalu Noven pun tersenyum kemudian berkata :


"Eh pak Yusuf..Iya pak ,saya lagi belum mau pulang saja"


Seseorang tersebut bernama Yusuf ,ia adalah pemilik restaurant itu.


Pak Yusuf pun duduk di kursi satu meja berhadapan dengan Noven ,lalu pak Yusuf sibuk dengan ponsel genggamnya ,begitu pun dengan Noven ,cukup lama mereka seperti itu.


..."Pak Yusuf belum mau pulang ?"...


...Tegur Noven seketika lalu meletakkan ponsel genggamnya diatas meja....


^^^"Sama sepertimu ,belum mau pulang saja"^^^


^^^Jawab pak Yusuf.^^^


..."Oh..iya pak"...


...Sahut Noven terseyum....


^^^"Nov ,lebaran nanti kamu pulang kampung tidak ?"^^^


^^^Tanya pak Yusuf disela-sela kediaman mereka.^^^


..."Kurang tahu juga pak !"...


...Jawab Noven terlihat bingung....


^^^"Kok kurang tahu ,kenapa ?"^^^


^^^Tanya pak Yusuf sembari meletakkan ponsel genggamnya diatas meja.^^^


..."Soalnya malu kalau mau pulang"...


...Jawab Noven tertunduk....


^^^"Malu ? Kamu tidak rindu orang tua mu dikampung ?"^^^


^^^Sahut pak Yusuf kembali.^^^


..."Kalau dibilang rindu ,pastinya rindu pak. Cuma kalau pulang kampung hanya cukup buat ongkos saja buat apa ?! Aku juga belum ada tabungan sama sekali"...


...Ujar Noven memperjelas sifatnya....


^^^"Memangnya kamu di perantauan ini sudah berapa lama ?!"^^^


^^^Tanya pak Yusuf mengerutkan dahinya.^^^


..."Sudah tiga tahunan lebih pak !"...


...Jawab Noven singkat....


^^^"Selama tiga tahun itu kamu sudah berapa kali pulang kampung ?!"^^^


^^^Pak Yusuf pun kembali bertanya.^^^


^^^"Belum pernah pulang sama sekali pak !"^^^


^^^Jawab Noven jujur.^^^


^^^"Selama tiga tahun lebih belum pernah pulang sekali pun ?!"^^^


^^^Sahut pak Yusuf mengulang kata Noven dengan kaget.^^^


..."Ya pak"...


...Sahut Noven kembali tertunduk....


"Sungguh seorang pemuda pejuang dalam kehidupannya ,membuatku tertarik akan kisahnya di perantauan ini !"


Bisik pak Yusuf mengangguk-angguk kagum.

__ADS_1


^^^"Orang tuamu tidak pernah menyuruhmu pulang ya Nov ?"^^^


^^^Ucap pak Yusuf kembali bertanya.^^^


..."Kalau orang tua saya sudah terlalu sering nyuruh saya pulang pak ,malah orang tua mau ngirimi saya uang buat ongkos pulang. Tapi tetap saja saya yang tak mau pulang"...


...Jelas Noven demikian....


^^^"Kamu tak mau pulang kampung cuma karena tak ada uang untuk dibawa pulang ,itu saja ?!"^^^


..."Ya begitulah pak"...


...Sahut Noven membenarkan....


^^^"Sebenarnya ,apa tujuan kamu di perantauan ini Nov ?!"^^^


^^^Ucap pak Yusuf dengan nada cukup serius.^^^


..."Kalau ditanya tujuan ,saya tak tau pasti pak. Tapi yang jelas saya ingin menjadi orang yang sukses"...


...Sahut Noven menjelaskan....


^^^"Menjadi orang yang sukses ? Apakah di kampungmu ,kamu tidak bisa sukses ?! Bukankah banyak orang yang sukses di kampungnya"^^^


^^^Ucap pak Yusuf dengan logikanya.^^^


^^^"Sepertinya begitu pak ,lagian sudah dua puluh dua tahun aku di kampung ,tapi tetap begitu-begitu saja ,dipandang orang sebelah mata. Maka dari itu aku memutuskan merantau untuk mengubah nasibku"^^^


Pak Yusuf sedikit tertegun dengan pernyataan Noven ,lalu pak Yusuf pun kembali berkata :


"Kamu belum mau pulang Nov ?!"


..."Belum pak ,lagian kan besok masuk sore ,jadi tak apa-apa kan kalau saya bangun kesiangan"...


...Jawab Noven cengengesan....


^^^"Bagaimana kamu bisa sukses ,kalau kamu bangun kesiangan. Keburu di patok ayam rejekimu ,hahahaha..!"^^^


^^^Ujar pak Yusuf tertawa dengan mengingat pepatah lama.^^^


..."Ya begitulah ,makanya saya belum sukses pak"...


^^^"Ya sudahlah ,lebih bagus kamu buatkan bapak kopi hitam biar makin lama kita ngobrolnya"^^^


^^^Pinta pak Yusuf.^^^


..."Siap pak !"...


...Sahut Noven kemudian berdiri dari kursinya....


^^^"Sekalian buat juga minum mu"^^^


^^^Ujar pak Yusuf menyarankan.^^^


..."Pastinya pak"...


...Jawab Noven cengengesan....


Noven pun bergegas ke tempat barista minuman di restaurant tersebut ,lalu ia pun membuat dua gelas minuman.


Setelah selesai membuat minuman tersebut Noven pun meletakkan minuman itu diatas meja tempat pak Yusuf dan Noven kembali duduk dihadapan pak Yusuf.


^^^"Sruuup..! Ah..!"^^^


^^^"Enak juga kopi hitam buatanmu Nov !"^^^


^^^Ucap pak Yusuf memuji ,setelah meminum kopi hitamnya.^^^


..."Hahaha..! Terima kasih pak ,pujiannya"...


...Sahut Noven sedikit tertawa dengan meminum minumannya....


^^^"Kamu minum kopi susu Nov ,bukannya banyak minuman enak yang bisa kamu bikin di barista?!"^^^


..."Ya dimana pun tempat ,minuman ini lah yang menemaniku"...


...Jawab Noven kembali menyeruput kopi susunya....


^^^"Hahahaha..!! Kalau begitu ,kamu sama seperti saya"^^^


^^^Ujar pak Yusuf sedikit tertawa.^^^

__ADS_1


..."Jelas kita beda lah pak ,bapak minumnya kopi hitam sedangkan saya minum kopi susu !"...


...Jelas Noven membandingkan....


^^^"Ya saya tahu kalau minuman kita beda ,cuma yang saya maksud sama itu ,dimana pun tempat kita ,selalu meminum ini"^^^


^^^Sahut pak Yusuf menjelaskan.^^^


..."Oh iya pak..Berarti bapak selalu minum kopi hitam dimana pun ?"...


...Ucap Noven mengulang maksud pak Yusuf....


^^^"Ya tepat sekali ! Dengan begini kita punya satu persamaan Nov !"^^^


^^^Sahut pak Yusuf dengan nada serius.^^^


..."Satu persamaan pak ?!"...


...Ucap Noven mengerutkan dahinya....


^^^"Ya..Satu persamaan itu ,ialah satu prinsif ! Dengan begitu saya menilai kamu orang seperti saya ,orang yang teguh pendirian"^^^


^^^Jelas pak Yusuf ,membuat Noven mengangguk-angguk membenarkan.^^^


Noven sebenarnya tak menyadari bahwa ia seorang yang teguh pendirian ,dengan pak Yusuf menilai seperti itu ,membuat Noven mengingat-ingat tentang dirinya dan ia pun berpikir "Pak Yusuf benar".


^^^"Noven ,tadi kamu bilang kalau kamu ingin jadi orang yang sukses ,tapi nyatanya selama tiga tahun lebih ini kamu tidak punya tabungan sama sekali ,setelah sejauh ini apa kamu masih bisa sukses ?!"^^^


^^^Jelas pak Yusuf melontarkan pertanyaan yang sangat mengena dihati Noven.^^^


Mata Noven terpejam sesaat dengan menarik nafasnya dalam-dalam ,pertanyaan yang di lontarkan pak Yusuf ditela'ahnya dalam-dalam ,pertanyaan tersebut berkecamuk di pikirannya, sesaat pertanyaan itu membuat Noven menyerah dan putus asa.


"Pak Yusuf benar ! Setelah sejauh ini apa aku masih bisa sukses ?!"


Bisik Noven dalam pikirannya membuat ia tak mengerti akan jalan hidupnya.


Pertanyaan tersebut membuat Noven terdiam ,pikirannya melambung tinggi.


Noven teringat bagaiman tiga tahun ini ia lewati dengan susah payah membuat ia kembali berbisik di pikirannya :


"Aku ingat begitu susahnya mencari perkerjaan dan begitu mudahnya kehilangan perkerjaan ,begitu susahnya mencari uang dan begitu cepatnya uang itu habis.


Kenapa bisa demikian ?!


Padahal sudah sering kali ku sangat menghemat, makan pun sering satu kali sehari bahkan aku pernah sering kali menahan lapar.


Setelah sejauh ini ,kemana uangku ?!


Setelah sejuh ini ,apa aku bisa sukses ?!"


...----------------...


*▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda: "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


..........


Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..


Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .


Jangan ketinggalan berikan Rate 5...


Jangan lupa berikan Vote...


Serta Tambahkan Favorite Novel "Dunia Perantauan" agar dapat Notifikasi Update Novel ini..


Wajib Follow Author-Nya..


& budayakan like nya sebelum membaca...


Thank you very much*...


****************

__ADS_1


__ADS_2