
Noven meremas berkas lamaran pekerjaannya ,saat ia baru saja keluar dari sebuah perusahaan yang didatanginya.
Noven terlihat begitu kesal karena lamaran pekerjaannya lagi-lagi ditolak .
Bahkan pihak perusahaan tidak menerima berkas lamaran perkerjaan noven untuk dititipkan sementara waktu .
Noven duduk diatas sepeda motornya yang masih terparkir ,dengan keadaan ia termenung seperti banyak hal yang ia pikirkan ,seakan ia telah berputus asa .
"Menyerahlah !"
Tiba-tiba terdengar suara wanita yang tak begitu jauh dari telinganya.
"Noven Sahitara"
Wanita itu menyebut nama lengkap noven ,saat noven menoleh kearahnya.
"Susi ! Kenapa ia berada disini ?!"
Desir hati noven yang bertanya demikian.
"Tenang Saja ,aku tidak mengikutimu. Sewaktu aku lewat sini aku melihatmu ,makanya aku sekedar mampir untuk mengetahui keadaanmu"
Ujar susi yang seolah menjawab pertanyaan dihati noven .
"Ahhk..! Kenapa bisa kebetulan ? Padahal aku berharap tidak ketemu dia lagi"
Sahut noven didalam hatinya.
"Kenapa kita bertemu lagi ? Karena ini takdir kita nov"
Jelas susi seolah kembali menjawab suara hati noven .
"Sudahlah buk ,Tinggalkan aku sendiri !"
Jawab noven .
"Aku tidak bisa meninggalkanmu ,apa lagi keadaanmu seperti ini"
Sahut susi .
"Apa maksud ibuk ?"
Seru noven menatap susi ,namun susi membalasnya dengan senyuman sembari menghampiri noven semakin dekat .
"Menikahlah denganku !"
Jawaban susi sangat mengejutkan .
"Maaf Buk ,aku tak bisa !"
Ujar noven sambil memalingkan wajahnya dari susi .
"Kamu tidak bisa menolakku begitu saja ,kita telah melakukannya !"
Seru susi .
"Melakukan apa ? Aku merasa tidak melakukannya !"
Ujar noven menyahuti dengan cepat .
"Noven ! Kamu jangan munafik. Lagi pula apa kurangnya aku ?"
Ujar susi ,yang kemudian noven menatapnya dengan tajam .
"Ya..Noven ,lihat aku baik-baik ! Aku cantik ,kaya ,berpendidikan. Banyak laki-laki diluar sana yang ingin menikahiku ! Tapi aku hanya ingin menikah denganmu ,betapa bodohnya kamu menolakku !"
Jelas susi dengan rasa percaya dirinya .
__ADS_1
"Ya..Aku bodoh ,maka menikahlah kamu dengan laki-laki yang menginginkanmu"
Sahut noven dengan serius .
"Hemz..!"
Susi berdengus sinis mendengar jawaban noven ,susi tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepala ,seolah ia tak percaya dengan jawaban noven .
"Ya noven..Kamu bodoh memang bodoh ,benar-benar sangat bodoh ! Kamu munafik dan terlebih juga kamu tak sadar diri nov !"
Kata-kata susi terhenti sesaat untuk menghela nafasnya ,kemudian melanjutkan kata-katanya :
"Ya kamu tak sadar diri ! Asal kamu tau ya ,laki-laki diluar sana yang menginginkan aku itu sangat tampan ,terlebih juga sangat mapan ! Sedangkan coba lihat dirimu sendiri ! Sedikitpun kamu itu tak setampan semua laki-laki Itu ,Dan kerjaanmu pun tidak jelas"
"Kamu ingat waktu pertama kali kita bertemu ?"
Ujar susi dengan tatapan tajamnya.
"Ya aku ingat !"
Jawab noven singkat.
"Kamu kelaparan waktu pertama kali kita bertemu ,aku yang menyelamatkanmu ! Aku memberimu makan ,aku memberimu perkerjaan ,begitu juga dengan sahabatmu seperti kiris dan raga"
"Tapi apa balasanmu ?! Kamu benar-benar lupa diri nov"
Kata-kata susi begitu sangat menusuk .
"Ya aku ingat semua itu ,aku sangat berterima kasih karena ibuk telah menyelamatkanku dari kesulitanku ,dan aku juga sangat berterima kasih atas semua kebaikan ibuk kepada saya juga kiris dan raga. Maaf..Bila selama ini aku tidak tau membalas semua kebaikan ibuk"
Ucap noven dengan begitu rendah hati .
"Ada satu cara untuk membalasnya !"
Ucap susi lirih di iringi dengan tatapan noven yang menyelidik .
Kamu tak perlu susah payah mencari perkerjaan lagi ,aku akan memberikan apa pun untukmu ,dengan begitu kamu disegani banyak orang ,sebagai pria yang sukses. Bagaimana ?"
Jelas susi dengan mulut manisnya .
"Mohon maaf buk..Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada anda ,saya benar-benar tak bisa ,saya bukan orang yang pantas buat anda"
Ujar noven dengan lembut dan rasa hormatnya .
"Noven..Kamu jangan bodoh ! Kamu masih mengharapkan keyla kan ? Makanya kamu menolakku ,ingat noven ! Keyla sudah benar-benar melupakanmu ,bahkan ia telah menyesal mengenalmu ,jadi apa yang kamu harapkan dari dia ?! Baginya kamu adalah sampah !"
Celoteh susi saat noven menyalakan sepada motornya bersiap untuk pergi .
"Terserah apa kata ibuk ,saya permisi pergi !"
Ujar noven berpamitan ,lalu melajukan sepeda motornya .
"Aaakkhh..!! Pemuda itu benar-benar bodoh ,dikasih enak malah tak mau"
Celoteh susi dengan kesalnya ,saat bayangan noven telah berada dikejauhan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Akkhhh..!!"
Teriak noven dengan kekesalannya saat keluar dari sebuah perusahaan.
Noven nampak begitu putus asa ,karena lagi-lagi lamaran perkerjaannya ditolak .
Noven kembali menyalakan sepeda motornya meninggalkan perusahaan yang menolak lamaran perkerjaannya .
Sepanjang perjalanan pikirannya begitu kacau ,karena semua lamarannya perkerjaannya tak jua membuahkan hasil .
__ADS_1
Dirinya tampak begitu lelah akan perjalanannya mengelilingi kota itu untuk mencari perkerjaan ,ditambah lagi tubuhnya yang terus dipanggang sinar matahari membuatnya dehidrasi .
Noven memarkirkan sepeda motornya disuatu tempat dan ia sedikit termenung .
Ia membuka tasnya yang berisikan surat lamaran perkerjaannya dan dilihatnya lah berkas-berkas lamaran perkerjaannya dengan tatapan yang sendu .
"Aaakkhh..!!"
Dengan teriakan kekesalan ia melempar semua berkas lamarannya tersebut .
"kenapa ini kau buang ? tak ada guna lagi ?"
Tanya seorang pemuda yang bertubuh gendut sembari memungut berkas-berkas lamaran perkerjaan yang telah berserakan karena telah dilempar noven .
"Ya itu tak ada gunanya !"
Jawab noven sambil menoleh kearah pemuda tersebut itu ,yang tak lain adalah sahabatnya dudung .
Dudung saat itu kebetulan lewat ,ia melihat noven dan kemudian menghampirinya .
"Dua belas tahun kau bergelut dengan buku ,dua belas tahun orang tuamu mati-matian buat menyekolahkan mu ,sekarang kau bilang ini tak ada guna ?!"
Ujar dudung sembari menunjukkan berkas-berkas lamaran tersebut dihadapan noven.
Noven memejamkan matanya sesaat akan seruan dudung yang begitu menusuk hatinya .
"kau pernah bilang padaku kalau kau pengen sukses ,pengen buat orang tuamu bangga ,pengen bahagiakan orang tuamu ! Lewat usaha ,do'a dan lewat inilah kau bisa mewujudkannya !"
Seru dudung kembali menunjukkan berkas-berkas lamaran perkerjaan noven .
"Tapi tetap saja itu tak ada guna dung ,aku sudah berusaha ,aku sudah berdo'a ,aku sudah masukkan lamaran perkerjaan disemua perusahaan dikota ini ! Tapi tak berpengaruh ,tak ada hasilnya"
Ucap noven dengan keputus asaannya .
Dudung menghela nafasnya sejenak mendengar perkataan noven ,lalu dudung pun kembali berkata :
"kau ingat tidak nov ?
aku ,kamu dan kiris dulu berjuang sama-sama mencari perkerjaan dimana pun dikota ini. sampai-sampai aku sama kiris putus asa ,aku sama kiris tidak mau lagi mencari perkerjaan karena tak ada hasilnya ,tak juga diterima perkerjaan dimana pun.
Tapi ada kalimat ajaib darimu yang membangkitkanku sama kiris untuk kembali mencari perkerjaan lagi !
kau ingat tidak ,kalimat apa itu ?!"
Noven menggelengkan kepalanya ,tanda ia tak ingat sama sekali dengan kalimat yang dimaksud dudung .
"Sekarang aku kembalikan kalimat itu padamu ! Berusahalah ,tuhan pasti ngasih jalan atau dimana ada kemauan pasti ada jalan."
Noven memejamkan matanya mendengar kalimat yang diucapkan dudung ,yang pernah diucapkannya dulu .
Dia begitu menyesal karena keputus asaannya membuatnya melupakan kalimat yang menjadi podaman hidupnya .
Noven pun berjalan menghampiri sahabatnya dudung ,kemudian ia menepuk bahunya dudung ,sembari berkata :
"Maaf dung..Kalau aku melupakan kalimat itu ,Terima kasih..kau datang disaat yang tepat ,Kalau tidak ada dirimu ,aku tidak tau bagaimana"
Ujar noven dengan bangga ,karena memiliki sahabat seperti dudung .
...----------------...
***▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda : "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922***
__ADS_1