
Hari demi hari, waktu demi waktu terus berlalu tanpa Keyla berada disisinya, sosok yang begitu dirindukannya dan Noven pun telah semakin pulih sepenuhnya dari luka tembak yang dideritanya, tapi belum jua sembuh dari luka yang ada dihatinya akibat keputusan Keyla yang lebih memilih menjauhinya dan menikah dengan Tenky.
Namun ada satu hal yang lain mengganjal di pikiran Noven, Yaitu...Pekerjaan..!!
Ya.. Noven belum juga mendapat pekerjaan semenjak tragedi penembakan yang hampir merenggut nyawanya.
Noven telah dikeluarkan dari Pekerjaan sebelumnya akibat ia mengalami koma yang cukup panjang, setelahnya Noven memutuskan untuk mengamen agar dapat mencukupi kebutuhannya.
Sedangkan hasil ngamen yang didapatnya belum jua cukup untuk memenuhi kebutuhannya, belum lagi ia harus mengirim uang ke orang tuanya demi membantu perekonomian keluarga.
..."Duh.. Kemana lagi nih harus cari Pekerjaan ?!"...
...Keluh Noven ditengah terik matahari yang membakarnya....
Ya.. Noven Kala itu sedang berjalan menyusuri kota sembari menenteng gitar kesayangannya.
kala itu Noven memang menyusuri kota untuk mencari pekerjaan sambil mengamen demi sesuap nasi. Noven keluar masuk kedai makan dan Cafe serta pasar untuk mengamen dan mencari pekerjaan dengan mengendarai sepeda motor andalannya yang butut.
Karena tak jua mendapatkan pekerjaan dan dirinya pun sudah letih terus mencari dan mencari ditambah hari telah menjelang sore, Noven pun memutuskan untuk pulang kembali ke kostnya dengan sepeda motornya.
.
.
.
.
Sesampainya di kos Noven mengambil air putih lalu meminumnya dan habislah Beberapa gelas untuk melepas dahaga yang dialaminya setelah perjalanan yang melelahkan.
Namun... Tiba-tiba saja telepon genggamnya berdering.
..."Ya..!"...
...Jawab Noven langsung mengangkat telepon genggamnya yang berdering, karena ada seseorang yang meneleponnya....
^^^"Apa kabar Bro ??!"^^^
^^^Seru orang tersebut terdengar akrab saat berbicara melalui telepon seluler.^^^
..."Eh..Rio ! Sehat.. sehat..!!"...
...Jawab Noven memberi tahu keadaannya dengan sumringah....
^^^"Baguslah. Itulah yang paling penting "^^^
^^^Sahut Rio antusias.^^^
..."Memang. Walaupun banyak uang kalau tidak sehat tetap saja tidak bisa menikmatinya "...
...Balas Noven....
^^^"Hahahahaha.. Seratus !!!"^^^
^^^Ujar Rio sangat membenarkan jawaban Noven.^^^
Rio adalah salah satu teman Noven dan Raga yang ada dikampung mereka, dan merupakan salah satu anggota Band yang dinaungi Noven dan Raga, Band yang mereka bangun dengan mimpi-mimpi.
^^^"Eh..Raga Mana ?"^^^
^^^Rio menanyakan sahabatnya yang menyusul Noven di perantauan.^^^
..."Biasalah.. Kerja "...
...Jawab Noven lugas....
^^^"Baguslah.. Biar cepat kaya. Hahahaha..!!!"^^^
^^^Sahut Rio dengan tertawa.^^^
__ADS_1
..."Kaya tidak, lesu iya"...
...Ujar Noven ....
^^^"Tidak apa-apa lah, yang penting dapat duit !"^^^
..."Iya benar sih"...
...Jawab Noven mengiyakan jawaban Rio....
^^^"Ya sudah aku titip salam saja sama dia"^^^
^^^Rio mengutarakan salamnya pada Raga .^^^
..."Pasti"...
..."Eh.. Gimana kabar Band -Mu ?"...
...Tanya Noven setelah memastikan salam Rio....
^^^"Band -Ku ? Band -Kita !"^^^
^^^Sahut Rio mengoreksi.^^^
..."Bukan lah. Band -Mu sama Hendra !"...
...Sahut Noven mencoba mengoreksi....
^^^"Itu tetap Band kita, biar bagaimanapun kamu dan Raga tetap bagian dari Band kita. Anggap saja kau dan Raga sedang jalan-jalan ke luar saja yang suatu saat nanti tetap kembali pulang ke Band ini. Band yang telah kita bangun sama-sama "^^^
^^^Jawab Rio meyakinkan.^^^
Ya..Band yang dinaungi Noven, Raga, Rio dan Hendra telah banyak melewati lika-liku perjalanan, dari mengikuti Event, Festival dan menjadi Band Cafe. Yang mereka berharap Band ini mengalami suatu mendapatkan karir Profesional di bidang musik.
Tapi nasib berkata lain..Band tersebut harus ditinggalkan Noven untuk merantau ke kota besar untuk bekerja karena faktor ekonomi, lalu disusul juga oleh Raga, yang akhirnya hanya menyisakan Rio dan Hendra didalam kubu Band tersebut. Band yang belum sempat mendapatkan popularitasnya namun harus ditinggalkan dua personilnya.
Karena polemik yang dialami oleh Band ini, terpaksa Rio dan Hendra harus mencari pengganti Noven dan Raga, dan akhirnya terisi lah kekosongan Band tersebut.
..."Ok.. Kalau begitu tunggu saja aku sama Raga kembali"...
...Sahut Noven dengan sedikit tertawa....
^^^"Hahahaha..!! Tunggu sampai lebaran monyet "^^^
"Hahahahahahaha..!! "
Mereka pun tertawa bersama setelah Rio menimpali jawaban Noven.
^^^"Eh..Nov ,Ada kerjaan tidak disana ?"^^^
^^^Tanya Rio disela-sela obrolan mereka.^^^
..."Kerja ?! Saya saja nganggur, nanya kerja pula !"...
...Jawab Noven dengan menepuk jidatnya....
^^^"Oh.. Maaf-maaf.. Aku tidak tahu !"^^^
^^^Jawab Rio yang memang tidak mengetahui kalau Noven sudah tidak berkerja lagi.^^^
..."Ok.. Tidak apa-apa "...
...Sahut Noven lembut....
^^^"Kok, kamu tak kerja lagi Nov ?!"^^^
^^^Rio bertanya kembali.^^^
..."Biasalah.. Mungkin rezeki ku tak di sana lagi "...
__ADS_1
...Jawab Noven mengutarakan....
^^^"Memang terakhir kerja dimana?"^^^
^^^Tanya Rio sedikit penasaran.^^^
..."Terakhir di Restoran "...
...Jawab Noven....
..."Enak Dong..! Bisa makan enak-enak !"...
...Sahut Rio ....
..."Tidak begitu juga yo..! Kalau makan sudah dijatahi. Misalnya ada makan siang, ada juga makan malam. Bukan bisa makan sepuasnya, kalau begitu cepat bangkrut Restorannya "...
^^^"Hahahaha..!! Iya.. Iya..! Benar juga, karyawan kan tidak kamu sendiri,, kalau semua karyawan bisa makan sepuasnya, bangkrut dong Restorannya ! Hahahaha..!!"^^^
^^^Sahut Rio dengan logikanya setelah Noven membeberkan jatah makan karyawan di Restoran.^^^
^^^"Kalau minum ?"^^^
^^^Tanya Rio kembali.^^^
..."Palingan dijatah tiga gelas sehari. Ya terserah mau minuman apa !? Misalnya kopi, teh, Es.. Macam-macamlah, tergantung maunya apa !?"...
...Jelas Noven....
^^^"Termasuk air putih ??!"^^^
^^^Tanya Rio memastikan.^^^
..."Tidak lah ! Kalau air putih sepuasnya Bro..! Sampai kembung juga boleh !"...
^^^"Hahahaha..! Iya ya..! Kalau air putih tiga gelas juga tidak akan cukup, ujung-ujungnya tidak jadi niat mau ngopi "^^^
^^^Sahut Rio dengan logika tertawa mendengar jawaban Noven.^^^
^^^"Jadi buat makan sama bayar kos bagaimana ?"^^^
..."Tenang.. Kan masih ada Raga "...
...Jawab Noven setelah Rio bertanya kembali disela-sela obrolan seru mereka....
^^^"Oh..Iya. Lupa kalau masih ada si kunyuk "^^^
^^^Sahut Rio menjuluki Raga.^^^
..."Ya.. Mau bagaimana lagi, toh aku juga tidak ada penghasilan"...
...Noven kembali menyahuti....
^^^"Enak ya..Kamu santai-santai saja tapi masih bisa makan dan tidur dengan nyenyak "^^^
^^^Seloroh Rio yang meledeki hidup Noven yang ditanggungi oleh Raga.^^^
..."Ya.. Sekali-kali jadi bos. Hahahaha..!!!"...
...Sahut Noven menutupi ketidak enakan hatinya pada Raga....
Rio memang tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Bagaimana Noven kehilangan pekerjaan, Bagaimana sepak terjang Noven dan Raga hidup di perantauan.
Memang saat ini tempat tinggalnya Noven memang dibiayai Raga, karena mereka tinggal sekamar di sebuah Kos-kosan yang otomatis Raga lah yang membiayai kos-kosan tersebut karena saat ini hanya ia yang bekerja tidak seperti Noven yang saat ini hanyalah seorang pengangguran.
Tapi biar pun begitu tetap saja Noven tidak enak hati karena saat ini ia menumpang dengan Raga.
Makanya Noven sering kali membeli makannya sendiri dari hasil ngamennya yang tidak seberapa, tentunya hasil ngamen itu tidak cukup untuk membayar kos-kosannya.
Memang Raga sering kali ingin membelikan Noven makan karena ia merasa menjadi tanggung jawabnya karena ialah yang bekerja. Seperti dulu Noven yang selalu membelikan ia makan dan membayar kos-kosan sewaktu menganggur.
__ADS_1
Ya.. Mereka memang saling bahu-membahu di perantauan, karena itulah sifat perantau yang jauh dari kampung halaman.