Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(68) Pengamen


__ADS_3

"Kemana ya Noven ?"


Ucap Keyla dengan wajah sendunya yang belum juga bertemu dengan Noven .


..."Entahlah ,sudah tiga hari dia tak pulang"...


...Jawab Raga yang mengatakan Noven sudah tiga hari tak pulang ke kosnya ....


^^^"Jangan-jangan Noven sudah pergi dari kota ini !"^^^


^^^Sahut Dudung yang menerka .^^^


"Kamu jangan jawab begitu ,kasihan Keyla"


Seru Dina mengingatkan .


..."Ku rasa ada benarnya Noven pergi dari kota ini"...


...Ucap Kiris membenarkan Dudung ....


^^^"Itu belum pasti ! Kalau pun Noven pergi ,ia pasti pamitan sama Raga"^^^


^^^Jawab Hero yang kemudian Raga mengangguk tanda membenarkan.^^^


"Iya ku rasa ,ada benarnya Noven masih disini"


Sahut Meli membenarkan .


..."aku rasa Noven masih disini ,hanya saja dia ada sesuatu yang membuatnya tidak pulang ke kos !"...


...Ujar Maman menganalisa ....


^^^"Ya semoga saja kita cepat bertemu dengan Noven"^^^


^^^Ucap Sodos berharap.^^^


"Ya..Mudah-mudahan Noven baik-baik saja"


Sambung Rosa membenarkan harapan Sodos.


Ya hari itu muda-mudi ini sedang berkumpul di sebuah Food Court tempat jajaran orang-orang berjualan makanan .


Mereka yang berjumlah sepuluh orang berkumpul membahas yang telah terungkap beberapa hari ini ,dengan sembari mempertanyakan keberadaan Noven yang menghilang tiga hari ini dari kos-kosannya .


^^^Disisi lain..Dudung ,Dina ,Meli Dan Rosa telah mengetahui kelicikan Susi Dan Ibunya Keyla ,atas fitnahan yang terjadi pada Noven.^^^


^^^Mereka juga telah mengetahui termasuk Maman Dan Sodos ,dalang dari percobaan pembunuhan Noven ,yaitu Ibunya Keyla.^^^


^^^Mereka mengetahui itu dari Keyla Dan Hero sendiri ,yang telah bercerita semuanya.^^^


"Eh..Kalian tahu tidak orang itu ?! sepertinya aku tidak asing lagi ?!"


Seru Meli yang tiba-tiba memudarkan lamunan mereka semuanya yang tengah terdiam .


Lalu mereka semua menoleh ke arah seseorang yang ditunjuk Meli .


Seseorang tersebut nampak dari kejauhan dengan samar-samar memakai topi tengah memainkan gitar Dan bernyanyi dihadapan orang banyak yang tengah berkerumun dalam satu meja .


..."Ya..Itu pengamen kan ?!"...


...Jawab Dudung yang memperhatikan seseorang itu memang nampak jelas seorang pengamen yang tengah menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya dihadapan banyak orang ....


"Ya aku tahu dung ,orang itu lagi ngamen ! Tapi sepertinya aku kenal sama pengamen itu !?"


Sambung Meli ,sementara yang lain tengah bertanya-tanya ,siapakah pengamen kenalan Meli tersebut .


^^^"aku juga sangat kenal dengan pengamen itu !"^^^


^^^Ucap Raga dengan tersenyum misterius ,ia sudah tau pasti dengan pengamen tersebut.^^^


"Memang kamu kenal dari mana dengan pengamen itu ga ,kok Meli juga kenal ya ?!"


Sahut Kiris keheranan bahwa Raga Dan Meli kekasihnya mengenali pengamen itu .


..."Bukan cuma aku sama Meli kenal sama pengamen itu ,tapi kalian semua mengenal pengamen itu !"...


...Jawab Raga membuat yang lainnya terkejut ....


^^^"Jangan-jangan itu..."^^^


^^^Sambung Maman dengan terpotong.^^^


"ITU NOVEN !!"


Sahut Keyla dengan tiba-tiba menyadari ,membuat yang lainnya semakin terkejut .


..."Kamu yakin Key ?!"...


...Tanya Hero meyakinkan adiknya ....


"tidak salah lagi kak ,itu Noven !!"


Jawab Keyla mengulang mencoba meyakinkan.


^^^"Ya benar itu pasti Noven !"^^^


^^^Sambung Rosa meyakinkan.^^^


..."Ya tidak salah lagi ,dari gayanya aku hafal benar kalau itu Noven !"...


...Ujar Sodos menambahkan ....


"Ya sudah deh ,biar pasti coba jumput pengamen itu kesana"

__ADS_1


Ucap Dina menyarankan .


^^^Lalu berdirilah Raga dari kursinya kemudian berjalan mendekati pengamen itu.^^^


Setelah sesampainya disana Raga berdiam diri dibelakang pengamen itu ,ia tak ingin mengganggu pengamen tersebut yang tengah menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya .


Tak lama selesailah pengamen itu bernyanyi lalu ia menadahkan sebuah plastik dan orang-orang dihadapannya memberikan uang dengan memasukkan uang ke dalam plastik tersebut .


Setelahnya pengamen itu itu berencana pindah tempat ,lalu membalikkan badan dan itu membuatnya terkejut .


..."Raga !!"...


...Sebut pengamen itu dengan melihat Raga yang kini tersenyum dihadapannya ....


"Ngamen kau ?"


tanya Raga dengan tersenyum kecil .


..."Hahaha..Iya Ga"...


...Ujar pengamen itu dengan tertawa kecil ....


"Ya tuhan..Noven..tak di sangka !"


Ucap Raga menggeleng-gelengkan kepala .


^^^Dan ternyata benar dugaan mereka bahwa pengamen yang mengenakan topi tersebut adalah Noven.^^^


..."Biasa saja lah"...


...Sahut Noven cengengesan menggaruk-garuk kepalanya ....


..."ngapain kau disini ?"...


...Sambung Noven bertanya ....


"Makan lah..Biasanya orang kesini ngapain lagi kalau tidak makan ??"


Ucap Raga dengan tersenyum kecil .


..."Ya..Tapi tidak semuanya makan ,contohnya aku..Ngamen"...


...Jawab Noven membanting jawaban Raga ,lalu mereka pun tertawa bersama ....


"Yuk..Ikut aku !"


Ajak Raga .


..."Kemana ?"...


...Sahut Noven penasaran ....


"sudah ikut saja !"


"Nov..Berapa kau dapat ?"


Tanya Raga penasaran dengan hasil ngamennya Noven .


..."Nih..!"...


...Seru Noven membuka plastik yang berisikan uang yang diberikan orang-orang tadi ....


"Wah Lumayan juga ya !"


Ucap Raga terkejut melihat hasil jumlah Noven mengamen .


Noven hanya tersenyum kecil mendengar Raga sembari merapikan uang itu .


..."Ini belum seberapa ! Ada lagi Nih !"...


...Ucap Noven sembari menunjukkan uang yang cukup banyak didalam tas kecilnya ....


"Wah..Gila Nov ,itu hasil kau hari ini ngamen ?!"


Seru Raga melihat jumlah uang tersebut didalam tas kecil Noven .


..."tidak hari ini juga lah ,ini hasil tiga hari aku ngamen"...


...Jawab Noven santai yang mengumpulkan hasil ia mengamen tiga hari ini....


"Oh..Tiga hari..Tapi lumayan juga sih ,banyak juga"


Sahut Raga mengerti .


"Tapi kok duit ngamenmu seratus ribu ,lima puluh ribu gitu lembarannya ?? Biasanya kalau orang ngamen duitnya recehan !?"


Ucap Raga cukup heran melihat lembaran uang hasil mengamen Noven ,nominal angka lembaran yang besar .


..."Ya di tukarlah recehannya ke market sama pom bensin ,tak mungkin kan orang ngasih pengamen duit seratus ribu ,lima puluh ribu"...


...Sahut Noven menjelaskan bahwa uang recehnya ia tukar ke market atau pun pom bensin ....


"Iya sih ,benar juga"


Jawab Raga membenarkan ,namun Noven hanya tersenyum .


"Kalau begitu kapan-kapan kita ngamen bareng yuk ?!"


Sambung Raga .


..."Ayuk lagian sudah lama juga kita tidak main musik bareng ,walaupun cuma ngamen sih"...


...Seru Noven yang mengingat kalau dulu waktu dikampungnya ia bersama Raga Dan kedua temannya memilik Grouf Band yang cukup aktif dikampungnya ....

__ADS_1


"Iya sih ,jadi kangen masa itu"


Sahut Raga terkenang akan masa yang ia lalui bersama Band-Nya .


..."Tapi kedua teman kita itu sudah bikin Band baru dan mereka juga aktif"...


...Sahut Noven ,karena ia Dan Raga masih berhubungan dengan kedua temannya itu ....


"Iya sih ,semoga saja mereka sukses"


Seru Raga .


..."Mudah-mudahan deh"...


...Sahut Noven tersenyum ....


"Nov..aku bingung bukannya kau kerja di Card Wash ? Tapi kok tadi kau ngomong sudah tiga hari kau ngamen ! Malah tak pulang-pulang ke kos lagi"


Tanya Raga mengetahui yang sebenarnya Noven kerja disebuah pencucian mobil .


..."Hahahaha..!"...


...Noven pun hanya tertawa ....


..."begini Ga ,sebenarnya aku sudah tiga hari ini tidak kerja di Card Wash itu karena aku kehabisan duit buat naik angkot ,mana motorku rusak lagi"...


...Sambung Noven menjelaskan ....


"kau kerja cuma kehabisan duit buat ongkos ?! bagaimana sih ?!"


Tanya Raga keheranan .


..."Ya begini ,kau kan tahu sendiri kalau dari kos kita ketempat Card Wash itu cukup jauh naik angkot ,otomatis ongkosnya nambah kan ?! Nah..Sedangkan di Card Wash itu kerjanya bagi hasil Persenan ,Kalau ramai ya banyak dapat duitnya ,kalau sepi ya begitu lah ! Lagian duitnya selama ini cuma cukup buat ongkos juga makan ,tidak lebih ! Karena aku sudah habis duit ,ya sudah deh aku ngamen saja"...


...Jelas Noven menceritakan ....


"Terus kenapa kau tidak pulang ke kos"


Tanya Raga kembali .


..."Ya begitu..Keterusan aku ngamennya ,aku kan ngamennya dari tempat ke tempat sampai tengah malam sampai-sampai ketiduran dijalan ,bangun tidur terus ku lanjut lagi ngamennya"...


"Sampai segitunya kau ngamen ! Oh..ya ,kalau kau ketiduran dijalan ,berarti kau tidak mandi tiga hari ini ?"


Tanya Raga penasaran .


..."Ya mandi lah..Enak saja tidak mandi tiga hari, memang aku orang gila ?!"...


...Sahut Noven ....


"Hahaha..mungkin saja ,kau sudah gila"


Sahut Raga dengan tertawa .


..."Sembarangan kau ,aku mandinya ditempat pom bensin atau ditempat-tempat umum"...


...Jelas Noven ....


"Oh..begitu ,sudah seperti gelandangan kamu ya"


Ucap Raga ,namun Noven menanggapinya dengan tertawa ,begitu pun Raga yang juga ikut tertawa .


"Nov ,kalau kau tadi ngomong kehabisan duit ,kenapa kau tidak ngomong padaku ?!"


Sambung Raga .


..."Akh..aku tak bisa minta-minta begitu ,kalau bisa aku usahakan ,ya sudah ku usahakan dulu"...


...Sahut Noven ....


^^^"Hm..Noven dari dulu memang tak berubah ,dia dari dulu memang tak mau bergantung ke siapa pun. Hm..Lo benar-benar luar biasa Nov ,aku kagum padamu"^^^


^^^Bisik Raga dalam hatinya setelah mendengar jawaban Noven.^^^


"Eh..kau libur kerja hari ini ga ?"


Tanya Noven memudarkan lamunan Raga .


..."Hm..aku tidak berkerja ditempat Susi lagi ,Kiris juga !"...


...Sahut Raga serius ....


"Akh..yang benar ,kenapa kau sama Kiris tak kerja disana lagi ?!"


Sahut Noven keheranan .


..."Ceritanya panjang ,nanti kami ceritakan !"...


...Jawab Raga ....


"Kami ! Berarti kau tidak sendirian disini ?!"


Sahut Noven menela'ah ,namun Raga hanya tersenyum penuh arti .


...----------------...


**▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda : "..." Berbicara/Suara


...Instagram : @novriejhum_1922**...

__ADS_1


__ADS_2