Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(54) Setia Menemani


__ADS_3

"*Tek !"


"Ssst*.."


Suara korek api gas terdengar saat noven menyalakannya kemudian membakar rokok yang ada disela jarinya sembari menghisap rokok tersebut ,lalu dihembuskannya lah asap dari rokok tersebut yang kemudian mengepul di udara.


"Uhuk..uhuk..!!"


Meli pun terbatuk-batuk karena asap rokok noven tak sengaja dihirupnya.


"Iih..Asap rokokmu ganggu deh !"


Ujar meli yang terkena dampak asap rokok.


"Maaf..Orang tak sengaja"


Ucap noven yang tersenyum rasa bersalah.


"tak sengaja ? kau menyalakan rokok itu sengaja tahu !"


Jawab meli dengan sedikit kesal.


Saat itu meli belum juga pulang ketempatnya ,ia masih berada didalam kamar kos noven .


"Kan aku sudah minta maaf mel !"


Ujar noven memelas.


"Iya deh..aku heran dengan kamu ,kiris ,dudung ,raga ,sodos ,hero ,semuanya ngerokok ,mana kencang semua ngerokok nya ! Cuma maman saja yang tidak merokok. memang kalian tidak bisa ya hidup tanpa rokok ?"


Tanya meli dengan sedikit keheranan.


"Tentu saja bisalah hidup tanpa rokok !"


Seru noven .


"Kalau bisa ,berhentilah ngerokok nya"


Sahut meli dengan cepat.


"tidak semudah itu juga mel"


Jawab noven dengan lembut.


"Katanya bisa hidup tanpa rokok !!?"


Meli mengulang kata yang di ucapkan noven.


"Setiap orang punya kebutuhan mel ,ya..Rokok ini kebutuhan kami"


Jawab noven kembali .


"Tapi kebutuhan kalian itu penyakit !"


Jawab meli dengan terbuka.


"Penyakit apaan ? Buktinya aku sehat kan !"


Ujar noven sembari membuka tangannya bermaksud menunjukkan ia baik-baik saja.


"Ya sekarang sehat ,kalau nanti-nanti sakit bagaimana !"


Meli pun berkata dengan jelas.


"Ingat ! Rokok Itu Membunuhmu !"


Sambung meli mengingatkan kata-kata disalah satu bungkus rokok .


"Ya Bisa saja ,tapi bukan rokok saja yang menyebabkan kematian"


Ujar noven menjelaskan .


"Buktinya kakek raga umurnya udah 102 tahun masih saja ngerokok ,tapi sekarang sudah Almarhum sih !"


Jelas noven menyambung kata-katanya .


"Kalau kakek raga tidak ngerokok dia bisa hidup lebih lama lagi"


Ucap meli menyambung kata-kata noven.


"Hidup ,mati itu sudah ada yang ngatur mel !"


Sahut noven lugas.


"Ya bener..Tuhan yang ngatur hidup mati orang ,tapi kita harus tetap menghindari penyakit dengan cara hidup sehat"


Jawab meli dengan kata-kata pamungkas.


"Ya sudahlah mel..kamu benar deh"


Kata yang dilontarkan noven untuk mengakhiri debat panasnya dengan meli .


"Lagian kenapa sih kamu ngerokok ?"


Meli pun bertanya.


"Karena bagiku rokok bisa mengurangi beban dipikiranku ,saat tak ada yang bisa menenangkan aku ,rokok ini yang membuatku tenang .Dan rokok juga yang selalu setia menemaniku disaat ,susah ,senang ,sedih ,di keramaian juga disaat aku kesepian"

__ADS_1


Jelas noven dengan padat.


"Gila..Itu rokok apa kekasihmu sih ?"


Sahut meli dengan tersenyum dan noven pun tertawa mendengarnya.


"Mel ,ada-ada saja sih"


Ucap noven dengan tertawa.


"*Sruup..!"


"Ah*..!"


Suara nikmat noven saat ia menyeruput kopinya .


"Aduh..Kopiku habis nih !"


Ujar noven saat ia menghabiskan kopinya dengan tegukan terakhir .


"Mel !"


Panggil noven .


"Apa ? Cengengesan saja !"


Jawab meli yang melihat noven senyam-senyum terhadapnya .


"Bikini aku kopi ya"


Jawab noven dengan harap .


"Oh..Minta bikini kopi ,kirain apa ?"


Sahut meli ketus.


"Ya lah mel..Minta bikini kopi ,kalau minta kamu jadi kekasihku ,pasti kamu nolak .Hahaha.. "


Ujar noven dengan leluconnya di iringi tawa.


"Iyalah..Pasti aku nolak ! Mana mau aku sama orang yang brantakan sepertimu !"


Sahut meli meninggi ,di iring dengan tawa noven .


"Seandainya kau tahu nov ,itu yang aku harapkan"


Bisik hati meli yang bertolak belakang dengan yang di ucapkannya .


Sebenarnya itulah yang diharapkan meli ,ia berharap noven memintanya menjadi kekasihnya dan ia akan menerimanya dengan senang hati .


Tapi sayang ,permintaan noven yang meminta meli menjadi kekasihnya hanyalah candaan belaka .


Pinta noven dengan memelas .


"tidak mau ,kok nyuruh-nyuruh sih"


Tolak meli berpura-pura ,padahal meli sangat ingin noven merasakan kopi buatannya. Namun hanya saja meli ingin noven terus memintanya.


"Mel ,tolonglah..kamu kan cewek ,sekalian aku pengen merasakan kopi buatanmu"


Ujar noven masih meminta pada meli .


Meli yang melihat noven yang terus-terusan meminta dengan memelas ,akhirnya meli tak tega untuk terus membuat noven memelas.


"Iya deh..aku bikini !"


Ujar meli dengan lembut .


"Terima kasih meli cantik"


Sahut noven dengan senyuman manisnya dibalas meli dengan tersenyum manis pula.


Tak selang beberapa lama meli menyeduh kopi ,akhirnya selesai jua dan diberikannya pada noven .


"Duh..Baik sekali mel ,terima kasih ya"


Ucap noven dengan senyuman saat menyambut kopi yang diberikan meli .


"Bukannya baik ,tapi kamu kan yang tadi minta ?"


Ujar meli menjawab noven .


"Hahaha..Biar bagaimana pun aku harus tetap berterima kasih"


Jawab noven dengan tertawa .


"Ya sama-sama noven"


Sambung meli dengan tersenyum cantik .


"Hahahaha.."


Lalu mereka pun tertawa bersama ,akibat merasa geli dengan kelakuan mereka barusan .


"Sruup..!"


"Kopi buatanmu enak sekali mel !"

__ADS_1


Puji noven setelah ia meminum kopi buatan meli .


"Iyalah..Siapa dulu yang bikin"


Sahut meli dengan manja .


"Ya..Ya..Ya..Soalnya yang bikin orang manis makanya kopi pahit pun terasa manis"


Jawab noven dengan senyum pujian.


"Iih..Bisa saja kamu !"


Sahut meli ,dan noven pun hanya tertawa menanggapinya .


"Sumpah..Enak sekali ,Kopi buatanmu ! Gila..Kiris beruntung sekali deh !"


Ujar noven yang memuji dengan menyelipkan nama kiris .


"Iih..Apaan sih !"


Sahut meli dengan malu ,namun lagi-lagi noven tertawa .


"kamu suka sekali ngopi ya ?"


Tanya meli dengan mata menyelidik .


"Kenapa nemangnya ?"


Noven berbalik bertanya .


"Ditanya malah balik nanya !"


Seru meli .


"Tinggal jawab saja tidak ada salahnya kan ?"


Lagi-lagi noven berbalik bertanya .


"Duh..Kebiasaan deh ! Nanya lagi. Soalnya kan kamu baru saja ngopi ,malah ngopi lagi !"


Jelas meli dengan bertanya .


"Oh..Itu ,soalnya tidak enak kalau ngerokok tidak ngopi"


Jelas noven .


"Oh..begitu ,jadi kalau ngerokok harus ngopi ?"


Ujar meli .


"tidak begitu jugalah..Soalnya kalau ngerokok itu enaknya sambil ngopi"


Jawab noven .


"Kenapa begitu ?"


Tanya meli sedikit heran .


"Ya karena kopi itu temannya rokok"


Jawab noven singkat dengan sedikit tertawa .


"Akh..kau makin aneh saja nov !"


"Hahahaha.."


Celetukan meli pun disambut tawa oleh noven .


"Kopi juga setia menemaniku disaat aku lagi hampa ,dan kopi bisa memberiku inspirasi, juga dapat membangkitkan semangatku"


Jelas noven dengan senyum khas-nya.


"Akh..Ada-ada saja kau nov ! Tadi kamu bilang rokok yang setia menemanimu sekarang kopi ,nanti apa lagi ? Gitar ?"


Sahut meli yang kemudian menyinggung gitar noven .


"Oh..Ya betul gitar ! Ya..Gitar juga bisa membangkitkan gairah hidupku ,Gitar pula selalu setia menemaniku disaat sedih dan senang ,gitarlah yang sering menghiburku disaat sedih dan sepi"


Noven pun menyampaikan tentang gitarnya saat meli menyinggung gitarnya tersebut.


"Ahk..Terserahlah nov ,Benda mati kamu bikin seolah-olah hidup"


"Hahahaha..!"


Noven kembali tertawa dengan celetukan meli .


"Nov ,Andai kamu tahu aku bisa lebih dari rokok yang kamu hisap ,kopi yang kamu nikmatin dan gitar yang kamu petik..Aku bisa lebih lagi untuk setia menemanimu nov"


"Kumohon nov ,kamu peka dengan perasaanku !"


Bisik lirih suara hati meli yang tak terdengar atau disadari noven .


...----------------...


▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :

__ADS_1


      Tanda : "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922


__ADS_2