Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(104) Pelukan Kerinduan


__ADS_3

..."Fira !"...


...Tegur Noven saat ia masih duduk berdua di pagi hari didepan rumah sakit....


^^^"Ya..Ada apa Nov ?"^^^


^^^Sahut Fira menoleh pada Noven yang berada di sampingnya.^^^


..."Tadi saat kita diruangan rumah sakit ,kau bilang begitu sulit melupakanku ,kenapa demikian ?"...


...Tanya Noven mengingat pengakuan Fira....


^^^"Ya..Maafkan aku ,karena aku masih mencintaimu !"^^^


^^^Jawab Fira membuat pengakuan yang mengejutkan.^^^


^^^Noven begitu terkejut mendengar pengakuan Fira ,bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah menikah dan mempunyai seorang anak ,mengaku masih mencintainya ?!.^^^


^^^Bagai sebuah aliran listrik yang menyambar mengejutkan sekujur tubuhnya ,Noven benar-benar tak menyangka dengan pengakuan Fira.^^^


Matahari pun mulai menunjukkan sinarnya yang terselip menembus dibeberapa dedaunan disebuah pohon dekat Noven dan Fira yang duduk disebuah bangku.


Sinar matahari pagi itu yang terselip dedaunan pohon menembus hingga mengenai wajah Noven dan Fira yang sinar matahari tersebut bagaikan pecahan cahaya menghinggapi kulit mereka berdua.


..."Aku tidak mengerti kenapa kamu masih mencintaiku ?! Bukankah kamu mempunyai suami dan memiliki seorang anak ?!"...


...Ucap Noven yang tak mengerti dengan jalan pikiran Fira....


^^^"Hemz..! Rupanya Raga belum menceritakan semuanya !"^^^


^^^Ujar Fira sedikit tersenyum.^^^


..."Hah ! Apa maksudmu ?! Apa yang tidak Raga ceritakan ?!"...


...Sahut Noven yang semakin tidak mengerti....


Fira menghela nafasnya sejenak ,ia merasakan sinar matahari mulai menghangatkan hari itu yang mulai menghapus embun yang berterbangan. Namun Noven masih melihat ke arahnya dengan menunggu sebuah jawaban.


^^^"Aku sudah bercerai satu tahun yang lalu Nov"^^^


^^^Jawab Fira membuat pengakuan yang lebih mengejutkan lagi bagi Noven.^^^


..."Apa ?! Kamu sudah bercerai ?!"...


...Sahut Noven yang begitu sangat terkejut....


Bagaimana mungkin Noven tidak terkejut ,sosok lelaki yang sangat dibanggakan kedua orang tua Fira sebagai menantunya ,kini telah bercerai dengan Fira.


^^^"Ya..Aku sudah bercerai dengannya sudah satu tahun yang lalu"^^^


^^^Jawab Fira menambahkan.^^^


..."Berarti pernikahan kalian cuma bertahan dua tahun lebih ?!"...


...Sahut Noven menebak....


^^^"Benar Nov ,pernikahan kami hanya bertahan dua tahun. Hemz..Terlalu cepat melalui jenjang pernikahan"^^^


^^^Kata Fira dengan hati yang lara.^^^


^^^"Lelaki bajingan itu bahkan tidak mempedulikan lagi anaknya setelah kami bercerai"^^^

__ADS_1


^^^Sambung Fira menyinggung mantan suaminya.^^^


Noven hanya terdiam mendengar perkataan Fira ,sepertinya Noven tidak ingin menyinggung pernikahan Fira yang ternyata telah kandas.


^^^"Dia itu itu memiliki kepribadian yang buruk. Sejak kami menikah ia selalu berkelakuan kasar padaku dan ia tidak pernah mau berkerja ,setiap hari ia hanya menghabiskan uang orang tuanya dengan mabuk-mabukan ,berjudi juga bermain wanita"^^^


^^^Ucap Fira menjelaskan pribadi mantan suaminya.^^^


..."Cukup kamu beri tahu agar ia tidak mengulangi keburukannya itu"...


...Sahut Noven memberi masukan....


^^^"Dia tidak sepertimu ,yang bila diberi tahu akan menerimanya"^^^


^^^Jawab Fira mengingat pribadi Noven dahulu.^^^


..."Hemz..Kau masih mengingat aku yang dulu"...


...Ucap Noven tersenyum tipis....


^^^"Tentu saja. Bagaimana mungkin semudah itu aku lupa"^^^


^^^Sahut Fira dengan menatap Noven.^^^


"Terima kasih Fira..Aku merasa beruntung telah mengenalmu. Berkat kamu ,aku telah meninggalkan keburukan ku"


Ucap Noven didalam hatinya dengan tersenyum tipis.


Ya..Dahulu sebelum Noven bertemu dengan Fira ,ia merupakan pribadi yang buruk.


Dulu Noven dikenal sebagai pemuda yang buruk ,yang suka mabuk-mabukan ,berjudi juga berkelahi. Hingga semua orang menganggap sosok Noven takkan pernah berubah.


..."Sayang sekali ,padahal pria itu menantu kebanggan orang tuamu"...


...Ucap Noven menyayangkan pilihan orang tua Fira dengan senyum tertahan....


^^^"Tapi orang tuaku telah menyesalinya ,mereka merasa bersalah atas kandasnya pernikahanku"^^^


..."Orang tuamu menyesal ?!"...


...Cetus Noven terkejut mendengar hal yang sudah di duganya semenjak dahulu....


^^^"Ya..Mereka telah menyesal karena memilih menantu berdasarkan materi"^^^


^^^Sahut Fira memperjelas.^^^


^^^"Sehingga kini mereka menyerahkan sepenuhnya pilihan kepadaku ,untuk memilih pria yang kelak akan menjadi suamiku selanjutnya"^^^


^^^Sambung Fira menjelaskan.^^^


^^^"Hemmz..Bukankah sudah terlambat !? Kenapa mereka tidak dari dulu seperti itu"^^^


^^^Ucap Fira menyesalkan perpisahannya dengan Noven dahulu.^^^


^^^"Bagaimana mungkin ada seorang lelaki yang mau menikahi seorang janda beranak satu"^^^


^^^Sambung Fira terlihat sedih.^^^


..."Sudahlah ,jangan di sesalkan. Yang terjadi ,biarlah berlalu. Kelak pasti ada lelaki yang sangat baik untukmu ,juga untuk anakmu"...


...Ujar Noven menenangkan kesedihan Fira....

__ADS_1


Fira pun menatap Noven dengan sayu ,tertegun cukup lama. Lalu kemudian Fira membuka bibirnya dengan berkata :


"Apakah lelaki itu bukan kamu ?!"


..."Maafkan aku Fira ,kisah kita telah usai"...


...Sahut Noven mematahkan harapan Fira....


Seketika itu juga air mata Fira pun terjatuh membuat hati Noven tergetar ,Noven seakan tak kuasa melihat air mata itu.


Air mata yang dulu jatuh karena cinta mereka tak direstui ,air mata yang dulu jatuh saat mereka berpisah ,kini air mata itu pun terjatuh lagi saat kedua hati itu kembali bertemu ,setelah bertahun-tahun kisah mereka telah usai tanpa komunikasi di antaranya.


^^^"Noven Sahitara !"^^^


..."Ya..Safira Azahra !"...


Noven pun menjawab Fira yang saat itu menyebut nama lengkapnya ,yang dengan menyebutnya suara Fira terdengar bergetar dengan menatapnya dalam-dalam.


^^^"Izinkan aku...!!"^^^


^^^Ucap Fira dengan terpotong perkataannya.^^^


..."Izinkan untuk...??"...


...Sahut Noven dengan menatap wajah wanita yang dulu ingin di nikahinya....


^^^"Izin aku untuk memelukmu. Aku sangat merindukan pelukanmu !"^^^


^^^Jawab Fira sendu dengan kembali air matanya menetes.^^^


..."Tentu saja Safira Azahra !"...


...Sahut Noven tersenyum menyebut nama lengkap Fira dengan membuka kedua tangannya....


Lalu seketika pun Fira langsung memeluk tubuh Noven dalam sekali sentakan ,ia memeluknya dengan sangat rapat-rapat.


Noven pun membalas pelukan Fira dengan mengusap lembut punggungnya secara perlahan-lahan.


^^^"Aku merindukanmu Noven Sahitara. Sangat..Sangat merindukanmu !"^^^


^^^Ucap Fira dengan air mata yang terus menetes dan semakin tertumpah ,ia pun semakin mengeratkan pelukannya.^^^


..."Aku tahu Safira Azahra ,luapkan lah kerinduanmu"...


...Sahut Noven yang masih memeluk Fira....


Fira pun semakin mengeratkan pelukannya dengan air mata terus mengalir ,seakan pelukan itu tak ingin di lepaskannya lagi.


Pelukan yang dulu sering di rasakannya ,kini pelukan itu mungkin tak akan pernah di rasakannya lagi ,karena mungkin ini pelukan yang terakhir kalinya.


^^^Namun disisi lain yang tak jauh dari sana ,Keyla dan Raga tengah memperhatikan Noven dan Fira yang sedari tadi.^^^


^^^Tak jauh dibelakang Noven dan Fira ,Rupanya Keyla dan Raga cukup lama melihat kerinduan antara dua insan yang dulu saling begitu mencintai.^^^


..."Aku seolah melihat pelukan yang saling begitu mencintai"...


...Ucap Keyla yang tengah memperhatikan kekasihnya yang bersama mantannya....


^^^"Tidak ,itu hanya sebuah pelukan kerinduan"^^^


^^^Sahut Raga dengan lebih seksama memperhatikannya.^^^

__ADS_1


__ADS_2