
Setelah Menunggu Satu Bulan ,Dina & Meli Bertemu Noven Dan Kiris Waktu Itu .
Akhirnya Dina Dan Meli Menerima Panggilan Interview Di Sebuah Perseroan Terbatas (PT) Tempat Sewaktu Mereka Memasukan Lamaran Kerja Bersama Noven Dan Kiris .
Setelah Menerima Panggilan Tersebut Di Sebuah PT Itu ,Dina Dan Meli Pun Mengikuti Tahapan Psikotes ,Interview Dan Medical Check-Up Di PT Tersebut Namun Akhirnya Mereka Lulus Dan Diterima Berkerja Di PT Tersebut .
Betapa Gembiranya Dina Dan Meli Selama Lebih Satu Bulan Ini Mereka Berusaha Semaksimal Mungkin Mencari Pekerjaan Dan Akhirnya Mereka Mendapatkan Sebuah Perkerjaan .
☆
Untuk Merayakan Dina Dan Meli Lulus Berkerja Di PT Tersebut ,Dina Dan Meli Berinisiatif Mentraktir Kawan Seperjuangannya Sebagai Para Pelamar Kerja..Yaitu Noven Dan Kiris .
Meli Pun Segera Menelepon Noven..
"Halo..Nov !"
"Iya Mel ,Kenapa ?"Jawab Noven melalui telepon genggamnya.
"Malam Ini Kita Keluar Yuk..Ajak Kiris Juga Ya.." Ucap mengundang.
"Keluar Kemana ?" Noven pun penasaran.
"Aku Sama Dina Mau Mentraktir Kau Sama Kiris Makan Ditempat Biasa.."
"Oh..Tumben Nih Mau Traktir !? Kau Tak Lagi Kesambet Kan ??" Noven pun bercanda.
"Aku Serius..!!" Sebut Meli dengan nada serius.
"Hahahaha..Iya..iya..Memang Kenapa Nih Mau Traktir ,Lagi Menang Lotre Ya..?" Noven pun bercanda dengan tertawa.
"Ikh..Becanda Mulu Sih" Jawab Meli dengan kesal.
Noven pun langsung menyahuti "Iya Deh..Aku Serius.."
"Begini Aku Sama Dina Diterima Kerja" Ujar Meli.
"Akh..Serius !! Tempat Kita Sama-sama Masukin Lamaran Kan ?!" Sahut Noven dengan terkejut.
"Iyalah..Tempat Aku ,Dina ,Kamu Sama Kiris Masukin Lamaran !" Meli pun memperjelas.
"Duh...Tidak Adil ,Aku Sama Kiris Saja Belum Di Panggil Di PT Itu ,Nah..Kamu Sama Dina Sudah Diterima Aja Di PT Itu" Keluh Noven demikian.
"Hahahaha..Rejeki Orang Beda-beda Bro" Sahut Meli tertawa.
"Iya..iya..Kamu Sama Dina Yang Terbaik" Noven pun memuji.
"Hahahaha..."Meli hanya tertawa.
Noven pun kembali bicara "Oh Ya..Selamat Ya ,Buatmu Sama Dina. Mudah-mudahan Kamu Sama Dina Awet Kerjanya Disana"
"Ok Makasih Ya..Buatmu Sama Kiris Pokoknya Jangan Putus Asa ,Rejeki Sudah Ada Yang Ngatur Kok..Mungkin Waktunya Aja Belum Tepat" Meli pun memberi semangat.
"Iya..iya..Makasih Buat Motivasinya" Jawab Noven dengan senang.
"Ya..iya..Nanti Kamu Sama Kiris Datang Ya Jam Tujuh Malam Ditempat Biasa" Ucap Meli kembali mengundang.
Noven pun menjawab "Ok..Siap Boss !"
Kemudian Panggilan Telephon Mereka Pun Terputus .
Mendengar Kawan Seperjuangannya Sebagai Pelamar Kerja Telah Mendapat Perkerjaan ,Noven Pun Menjadi Lega Dan Ikut Senang ,Sembari Berkata Didalam Hati :
"Huuhhhf..Alhamdulillah Akhirnya Meli Dan Dina Dapet Perkerjaan ,Tinggal Aku Dan Kiris Masih Tetap Harus Berjuang"
.
.
.
.
.
Hari Pun Berganti Malam ,Saatnya Noven Bergegas Pergi Ketempat Biasa Menemui Meli Dan Dina .
Noven Sudah Mengabari Kiris Kalau Meli Dan Dina Mengajaknya Ketempat Biasa ,Kiris Pun Mengatakan Ia Akan Segera Datang Tapi Mungkin Agak Terlambat Karena Kiris Ada Sedikit Urusan Bersama Dudung .
Noven Akhirnya Pergi Terlebih Dahulu Menemui Meli Dan Dina .
Sesampainya Disana Noven Sudah Melihat Meli & Dina Tengah Menunggu Kedatangannya Dengan Kiris Sembari Menikmati Minuman Masing-masing ,Lalu Noven Pun Menghampirinya Kemudian Duduk Bersama Meli Dan Dina .
"Loh..Kok Sendirian Nov ,Kirisnya Mana ?" Tanya Dina melihat Noven datang seorang diri.
"Dia Lagi Ada Urusan Sama Teman ,Nanti Juga Dia Nyusul" Jelas Noven demikian.
"Oh..Mungkin Kiris Masih Sibuk" Meli pun menambahkan.
"Pengangguran Bisa Sibuk Pula" Sahut Dina dengan heran.
"Hahahaha..Ya Sudahlah Nanti Juga Dia Nyusul" Ujar Noven yang tertawa.
__ADS_1
"Oh..Ya Nov ,Buruan Kamu Pesan"
Ucap Meli yang menawarkan ,Kemudian Noven Dihampiri Seorang Karyawan Kedai Ditempat Itu ,Lalu Noven Mempesan Sebuah Minuman ,Kemudian Karyawan Tersebut Segera Pergi Untuk Menyiapkan Minuman Noven .
"Kok..Pesan Minuman Saja ?" Tanya Meli pada Noven.
"Lah..Kenapa Kalian Juga Belum Pesan Makanan ?" Noven pun berbalik bertanya.
"Orang Nanya ,Kok Balik Nanya ?" Sambung Dina demikian.
"Bertanya Itu Sah-sah Saja Kan ?" Noven pun menambahkan.
"Iya Deh..Terserahmu Saja" Ujar Dina yang mengalah.
"Ya Kita Nunggu Kamu Pesan Makanan Dulu ,Baru Kita Juga Pesan Makanan..Bagaimana Sih !" Sahut Meli menjelaskan.
"Sama" Ucap Noven yang menyamai.
"Hahahaha..Sudah-sudah Kalau begitu Kita Pesan Makanannya Tunggu Kiris saja Dulu" Dina pun menengahi perdebatan mereka dengan tertawa.
☆
Tak Selang Beberapa Saat ,Minuman Noven Pun Datang ,Lalu Noven Mulai Menikmati Minumannya Namun Secara Bersamaan Akhir Kiris Datang Bersama Dudung Menghampiri Noven ,Meli Dan Dina .
"Eh..Itu Kan Kiris !" Seru Dina.
"Yang Gemuk Itu Temannya Ya ?" Ucap Meli melihat pria gemuk jalan bersama Kiris.
"Ya Temanku Juga" Sahut Noven menatap pria gemuk itu.
"Oh..Iyalah" Sahut Meli mengangguk pelan.
"Tidak Apa-apa Kan ,Dia Gabung Sama Kita ?" Ujar Noven meminta.
"Dengan Senang Hati Kok ,Temanmu Berarti Teman Kita Juga" Sahut Dina terlihat senang.
"Sekalian Traktir Dia Juga Ya" Noven pun meminta.
Meli pun langsung menjawab "Oh..Kalau Itu Aman ,Tenang Saja"
Tak Lama Kemudian Kiris Dan Dudung Sudah Bergabung Dengan Noven ,Meli Dan Dina .
"Sorry Ya..Kita Agak Telat !" Ucap Kiris setibanya.
"Akh..kamu seperti tidak niat datang kesini" Ucap Meli sedikit kecewa.
"Ya..maaf ! Tadi Ada Urusan Dikit !"
"Silahkan Duduk Mas..!"
Kata Dina Kepada Dudung Yang Masih Tengah Berdiri .
"Oh..iya ,Makasih Mbak !"
Jawab Dudung Sembari Duduk .
"Tidak Apa-apa Kan Mbak-mbak .Kalau Aku Ikut Ganggu Acara Kalian ?"
Kata Dudung Melanjutkan Pembicaraan .
Meli pun berkata "Kok Bahasanya Ganggu Sih !? Tidak Apa-apa Mas Gabung Sama Kita ,Malah Kita Senang Dapat Temen Baru ,Kan Temannya Noven Sama Kiris Teman Kita Juga"
"Oh..iya terima kasih Mbak" Jawab Dudung tersenyum puas.
"Jangan Panggil Mbak Dong, Panggil Nama Saja ,Biar Akrab !" Sebut Dina dengan lembut.
"Oh..iya Maaf Mbak ,Aku Lupa Memperkenalkan Diri Saking Terpesonanya Dengan Kecantikan Dan Kebaikan Mbak Berdua" Dudung pun merayu.
"Akh..Sudah mengeluarkan jurus maut saja Dung" Noven pun menggoda.
"Jurus Maut Rayuan Gombal" Goda Kiris menambahkan.
"Hahahhahahaaa..."
Noven ,Kiris ,Meli Dan Dina Pun Tertawa Bersama .
"Oh..iya Mas ,Aku Dina" Dina pun memperkenalkan diri.
"Aku Meli" Meli pun menyebut namanya.
Dudung pun memperkenalkan dirinya "Panggil Saja Aku Dudung"
Dina Dan Meli Pun Berjabat Tangan Dengan Dudung Secara Bergantian .
"Dudung ?! Namanya Lucu Ya" Sebut Dina tersenyum lepas.
"Iya Mbak Selucu Orangnya" Dudung memuji dirinya dengan tersenyum.
"Iya Deh..Orangnya Memang Lucu Kok" Meli pun menambahkan dengan tersenyum.
"Sama Seperti Mbak ,Namanya Cantik Secantik Orangnya" Lagi-lagi Dudung merayu.
__ADS_1
Kiris pun bercelatuk "Kalau Yang Ini Jurus Mau Mematikan"
"Hahahhahahaaa.."
Noven ,Kiris ,Dan Meli Tertawa Bersama .
"Sudah Akh..Massa Begitu Sama Teman Sendiri" Sahut Dina membela Dudung.
Lagi-lagi Kiris berceletuk "Cieee..Dudung Dibela !"
"Hahahahaha.."
Gelak Tawa Mereka Kembali Terdengar .
"Inisial Nama Mereka Pun Sama-sama 'D' ,Pertanda Jodoh Tuh !" Seru Noven mencomblangkan.
"Hahahaha..iya Benar .Dina ,Dudung" Ucap Meli dengan tertawa
Kiris pun kembali menggoda "Cieee..Jodoh"
"Hahahhahahaaa.."
Lagi-lagi Noven ,Kiris Dan Meli Kembali Tertawa ,Yang Terus-terusan Menggoda Dudung Dan Dina .
☆
Tak Lama Mereka Ngobrol ,Akhirnya Mereka Memesan Makanan Dan Segera Menikmati Makanannya .
Setelah Selesai Makan Mereka Kembali Masing-masing Memesan Minuman Lagi Untuk Menemani Perbincangan Mereka .
Dudung ,Dina Dan Meli Pun Terlihat Tak Canggung Lagi Satu Sama Lain ,Mereka Begitu Terlihat Cepat Akrab .
"Eh..Din ,Mel ,sepertinya kalian berdua kelihatannya bukan orang sini Kan ?!" Kata Dudung yang menerka.
"Iya Dung ,Aku Sama Meli Cuma Perantau Disini" Jelas Dina demikian.
"Memang Kalian Berdua Asli Orang Mana ?" Dudung pun kembali bertanya.
"Kita Asli Orang Makasar ,Kita Berdua Ke Jakarta Coba Mengadu Nasib Sambil Kuliah" Jawab Meli menjelaskan.
"Wah..Hebat ! Jadi Kalian Kerja Sambil Kuliah !?" Sahut Dudung begitu kagum
"Ya Begitulah Dung" Sahut Meli mengiyakan.
"Kamu Sendiri Asli Orang Sini Ya ?" Dina berbalik bertanya.
"Tidak ! Aku Asli Orang Medan ,Cuma Dari Kecil Aku Sudah Tinggal Disini" Jawab Dudung menjelaskan.
"Jadi Kamu Lahir Disini ?!" Tanya Meli.
"Tidak Juga..!" Sahut Dudung singkat.
Lalu Dudung Menceritakan Asal Muasalnya Pada Dina Dan Meli .
Dudung Bercerita Kalo Dulu Ia Lahir Di Medan ,Lalu Ketika Ia Kelas Tiga Sekolah Dasar (SD) Ia Sekeluarga Pindah Ke Jakarta Dan Membeli Sebuah Rumah Karena Alasan Pemindahan Ayahnya Berkerja Di Jakarta .
Namun Tak Lama Setelah Dudung Menginjak Kelas Enam SD ,Kisah Pahit Menimpa Kehidupannya ,Yaitu Ayahnya Meninggal Dunia .
Sejak Saat Itu Ibu Dudung Hanya Berdagang Dan Ketika Dudung Akan Tamat Dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ,Ibunya Pergi Ke Malaysia Meninggalkan Negaranya Indonesia Menjadi TKI Untuk Berkerja Sebagai Pembantu Rumah Tangga Demi Menghidupi Dan Menyekolahkan Anaknya ,Hingga Sekarang Ibunya Masih Di Negeri Sebrang. Semantara Dudung Hanya Tinggal Bersama Pamannya Yang Kebetulan Juga Menetap Di Jakarta .
Setelah Dudung Menginjak Sekolah Menengah Atas (SMA) ,Ia Memutuskan Untulk Kembali Tinggal Di Rumah Sederhana Peninggalan Ayahnya.
Mendengar Cerita Pilu Dari Seorang Teman Barunya Dudung ,Mata Dina & Meli Mulai Berkaca-kaca Karena Sedih Bercampur Terharu .
☆
"Kalau Noven Sama Kiris ,Mereka Orang Palembang" Ujar Dudung menyinggung sahabatnya.
"Iya..Kiris Memang Orang Palembang ,Tapi Dia Lahirnya Disini .Beda Sama Noven Memang Merantau Langsung Dari Tempat Pelosok Yang Ada Didaerah Palembang" Meli pun memperjelas.
"Tapi Jangan Salah Ya ,Biar Begini Aku Juga Bisa Bahasa Palembang" Seru Kiris menegaskan.
"Coba Kalau Bisa !?" Dina pun menguji.
"Apo Dio Kau !" Ujar Kiris berbahasa palembang.
"Nah..Apo Kendak Kau !" Noven menambahkan dengan bahasa palembang.
"Kenapa Pulak Kelen !" Seru Dudung berbahasa medan.
"Lila Bura'ne !" Meli pun berbahasa makasar.
"Hahahhahahaaa..."
Tawa ,canda Riang Pun Menghiasi Obrolan Mereka .
Walaupun Mereka Berbeda Suku Namun Mereka Terlihat Sangat Akur Juga Sangat Akrab Seperti Tidak Ada Batasan Suku Antar Mereka .
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
__ADS_1
Tanda : "..." Berbicara/Suara