
..."Minum dulu !"...
...Ucap Dedi yang lagi berdiri seraya memberikan segelas air putih pada Noven yang tengah duduk....
^^^"Gluk..Gluk..Gluk..!"^^^
^^^Noven pun langsung meminum air putih tersebut.^^^
Saat ini Noven dan Dedi tengah berada di Basecamp tempat beristirahat orang-orang yang sekelompok dengan mereka di PT proyek konstruksi tersebut.
Namun saat ini tempat itu sedang sepi hanya ada mereka berdua, dikarenakan waktu belum menunjukkan jam istirahat jadi belum ada satu orang pun ketempat tersebut.
..."Tenangkan diri saja dulu"...
...Ujar Dedi menyarankan Noven....
Noven pun mencoba menenangkan dirinya serta pikiran dan hatinya yang sedang dipenuhi emosi, setelah beberapa menit mereka berdua terdiam secara perlahan-lahan emosi Noven menurun dengan sendirinya.
^^^"Hhuuuaahh..!! Aku tak menyangka Ded, aku benar-benar terpancing emosi"^^^
^^^Ucap Noven setelah menarik panjang nafasnya.^^^
..."Wajar sajalah..! Aku saja emosi dengannya, dasar saja keduluan sama mu !"...
...Sahut Dedi yang mengakui bahwa ia juga terpancing emosi....
Noven pun menoleh pada Dedi, ia pun tak menyangka bahwa temannya itu juga terpancing emosi.
..."Memang orang seperti itu harus diberi pelajaran agar ia mempunyai kesadaran diri agar nantinya tidak semena-mena lagi terhadap bawahannya "...
...Ucap Dedi dengan pendapatnya....
^^^"Benar ! Karena pada dasarnya tiap orang itu tidak mau ditindas"^^^
^^^Sahut Noven membenarkan.^^^
..."Iyalah..! Siapa yang mau ditindas ?! Dasar saja hari ini dia kena batunya"...
...Sambar Dedi....
^^^"Ya.. Orang seperti itu lambat laun pasti bakal kena batunya juga"^^^
^^^Ucap Noven.^^^
..."Pas hari ini dia kenanya sama mu !"...
...Sambar Dedi....
^^^"Setelah hari ini kalau ia tidak berubah juga, pasti ia bakal kena batunya lagi"^^^
^^^Sambung Noven.^^^
..."Ya itu sudah jelas !"...
...Jawab Dedi membenarkan....
^^^"Ya..Biar bagaimanapun orang sombong dalam hal apapun, pasti akan kena dampaknya dari kesombongannya"^^^
^^^Ucap Noven.^^^
..."Benar.. Karena kesombongannya itu akan membahayakannya"...
...Ucap Dedi menambahkan....
^^^"Kau benar Ded !"^^^
__ADS_1
^^^Ujar Noven membenarkan.^^^
..."Pasti orang-orang sedang banyak membicarakan kejadian tadi nih !"...
...Ucap Dedi mengingat kejadian Noven dan Luek....
Noven hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang dikatakan Dedi.
..."Eh.. Bagaimana nih !? Pak Gundal sudah tau belum ya ?"...
...Tanya Dedi mengingat satu hal, apakah Gundal sudah mengetahui keributan ini ?...
^^^"Pasti juga nanti bakal tau sendiri"^^^
^^^Jawab Noven.^^^
..."Duh.. Bagaimana nih !? Kalau Pak Gundal tau bisa bahaya dengan pekerjaanmu !"...
...Ucap Dedi mengetahui bahwa pekerjaan Noven sedang terancam....
Benar saja..! Baru saja Dedi berkata demikian, tiba-tiba saja nampak Pak Gundal terlihat dengan arah yang tidak jauh sedang menuju ketempat mereka berdua.
..."Celaka Nov..! Baru saja dibilangin sudah muncul saja orangnya !"...
...Seru Dedi yang melihat penampakan Gundal....
Sementara Noven masih terdiam, sedangkan Gundal semakin mendekat hingga tibalah dihadapan mereka berdua.
..."Dedi, saya mau bicara dengan Noven. Kamu sekarang boleh kembali bekerja !"...
...Ucap Gundal sembari melihat kearah Dedi....
..."Ya..Baik Pak, saya kembali bekerja dulu !"...
...Jawab Dedi menurut....
...Sahut Gundal....
..."Ya permisi pak !"...
...Ucap Dedi berpamitan....
Gundal pun hanya mengangguk, Dedi pun sempat menoleh kearah Noven, namun Noven tersenyum tipis menanggapinya, seolah-olah Noven memastikan pada Dedi bahwa ia akan baik-baik saja.
..."Saya sudah mendengar semua cerita keributan mu sama Luek"...
...Ucap Gundal membuat Noven tertunduk lesu....
Noven hanya diam, dia mengerti arah pembicaraan Gundal dan ia juga sudah mengetahui pasti konsekuensi yang akan ia terima.
..."Biar bagaimanapun dan apapun alasannya, terlepas kamu benar dan salah, berkelahi ditempat kerja adalah sebuah kesalahan, apalagi yang kau pukul itu atasanmu sendiri"...
...Sambung Gundal mengutarakan....
^^^"Jadi maksudnya saya dipecat pak ?!"^^^
^^^Sahut Noven berterus-terang.^^^
..."Maaf ! Itulah konsekuensi yang harus kamu terima "...
...Jawab Gundal....
^^^"Ya tidak apa-apa pak,,Setiap pekerjaan hal itu adalah sebuah kesalahan mutlak yang tidak bisa ditolerir, saya mengerti ! Terima kasih karena sebelumnya saya telah diperkenankan bekerja ditempat ini walau untuk sekedar menyambung hidup "^^^
^^^Sahut Noven dengan nada sedikit bergetar, biar bagaimanapun ia butuh pekerjaan ini untuk sekedar menyambung hidup.^^^
__ADS_1
..."Sekali lagi saya minta maaf Nov, terlepas benar dan salahnya alasanmu, tetap saja itu menjadi contoh buruk buat pekerja lainnya"...
...Ujar Gundal yang sebenarnya juga tidak enak hati dengan Noven....
^^^"Ya pak saya mengerti ! Biar bagaimanapun Keputusan bapak tetap harus saya terima"^^^
^^^Sahut Noven kembali.^^^
..."Saya lihat kamu pemuda yang baik, pekerja keras, kamu rajin, kerjaan kamu juga bagus, tapi sayangnya rezeki kamu disini mungkin cukup sampai disini. Semoga nantinya kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang besar dan pekerjaan yang cocok denganmu"...
...Jelas Gundal dengan penilaiannya dan harapan nantinya untuk Noven....
^^^"Amin..! Semoga saja..! Terima kasih banyak pak !"^^^
^^^Sahut Noven dengan rasa terima kasih dan harapannya.^^^
..."Soal gajimu..! Karena bulan ini Kamu belum pas kerja satu bulan, jadi belum bisa dibayar sekarang. Karena gaji itu disini hanya keluar bulanan, walaupun kamu masih kerja atau tidak disini, jadi gaji itu belum bisa dibayar kalau belum satu bulan, walaupun satu kurang satu hari tetap saja gaji itu keluar satu bulan pas. Jadi kalau sudah gajian nanti saya telepon kamu biar kamu bisa datang kesini untuk mengambil gajimu"...
...Jelas Gundal mengenai gaji....
^^^"Iya pak, saya tunggu saja kabarnya dari bapak !"^^^
^^^Jawab Noven mengerti dengan maksud Gundal.^^^
..."Ya..Itu saja Nov"...
...Sahut Gundal tersenyum tanda mengakhiri pembicaraan antara mereka....
^^^"Kalau begitu sekali lagi terima kasih banyak pak, saya pergi sekarang"^^^
^^^Ujar Noven dengan kalimat yang mengakhiri pembicaraan mereka juga sekaligus mengakhiri pekerjaannya ditempat itu.^^^
Lalu Noven dan Gundal langsung berjabat tangan, kemudian Noven pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
^^^"Huuuuffftt...!! Baru juga merasakan gaji Besic kota sudah nganggur lagi. Nasib.. Nasib..! Yasudah lah tidak ada yang perlu disesalkan, seberapa keras juga aku bertahan kerja disini, kalau rezekinya cukup sampai disini ya.. Akhirnya akan keluar juga dari pekerjaan, sebaliknya seberapa malas dan sembrono nya kerja, kalau masih rezekinya tetap juga akan berkerja ditempat itu "^^^
^^^"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,, Allah telah mengatur setiap rezeki manusia dan telah memeluk mimpi-mimpi setiap hambanya"^^^
^^^"Karena bila engkau bersungguh-sungguh maka keinginanmu akan tercapai !"^^^
^^^Ucap Noven didalam hati dalam perjalanan menuju parkiran, ia mengambil hikmah dihari ini dan tetap mencoba meneguhkan mimpi-mimpi dengan mengambil sedikit cuplikan di kitab suci.^^^
Noven pun telah sampai diparkiran dan segera mengambil sepeda motornya dan pergi dari PT proyek konstruksi tersebut bersama harapannya yang seakan pupus.
Ya.. Seperti yang kalian pikirkan ! Noven sudah lama mengharapkan pekerjaan ini, Ya.. walau pekerjaannya kasar tapi yang diharapkan gajinya yang telah menyentuh standar UMK kota. Nilai gaji yang cukup besar sudah lama tidak ia terima Noven semenjak dari menjadi Cleaning Service dikampus, walaupun terdengar sederhana,, Tapi nilai gaji yang bisa dicapai ada sebuah kebanggaan sendiri dari pekerjanya..
Bagi kalian yang sudah sering keluar masuk dunia kerja, tentu kalian akan mengerti dengan maksud saya..
Ya.. Begitulah kejamnya dunia pekerjaan, tapi lebih kejam lagi "Dunia Perantauan"
Ini bukan hanya tentang nilai uang yang diterima,, Tapi ini adalah betapa susahnya bertahan di "Dunia Perantauan" yang mencoba bertahan hidup dengan gaji yang ia terima, sekaligus mengirim ke kampung dengan uang yang ia terima dengan berpura-pura terlihat baik-baik saja dan menyembunyikan penderitaan dari orang kampung terutama orang tua.
Ngenes bukan ?!..
Tapi bagaimana dengan posisi Noven yang sekarang sudah hilang lagi pekerjaannya..!?
Apakah harapannya pupus ?! Dan kembali ke kampung untuk bersandar kembali kepada orang tua atau ia tetap bertahan di "Dunia Perantauan" dengan sejuta harapannya ?!
Ikuti terus cerita Noven Sahitara dalam kejamnya Dunia dan kerasnya Perantauan..
...----------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
...Note :...
__ADS_1
^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^
^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^