
"Nov ,Bangun Nov ,Ada Temanmu Tuh !"
Ujar Raga Membangunkan Noven Yang Tengah Tertidur .
Lalu Perlahan-lahan Noven Pun Membuka Matanya ,Dan Dilihatnya Aceng Telah Berada Di Kamar Kos-Nya .
"Eh..Kau Ceng !"
Ucap Noven .
Aceng Pun Hanya Merespon Dengan Senyuman .
Lalu Noven Pun Bangun Dan Duduk Sejenak Kemudian Membuat Tiga Gelas Kopi Hangat .
"Sruuuppp...!!"
Noven ,Raga Dan Aceng Masing-masing Meminum Kopi Hangat Tersebut .
"Bagaimana Kabarmu Anak Rantau ?!" Ucap Aceng berbasah-basi.
"Baik ,Tumben Kesini Ceng ?!" Sahut Noven demikian.
"Kenapa ?! Aku tidak boleh kesini !? Sahut Aceng tersenyum.
"Dilarang pun kau tetap akan kesini kan ?!" Celetuk Noven.
"Hahahaha..Bisa Saja !" Aceng pun tertawa.
"Kau Kesini Pasti Ada Maunya ?!" Ucap Noven yang faham dengan kemauan Aceng.
"Iya Sih..Aku Mau Minta Tolong Samamu !" jawab Aceng berterus terang.
"Tolong Pinjemkan Duit Buatmu !?" Sahut Noven menduga.
"Hahahaha...Tau saja kau" Aceng pun tertawa membenarkan.
"Kalau kau sampai kesini ,Tak jauh-jauh Pasti itu !" Ucap Noven yang mengetahui kebiasaan Aceng
"Tolong Lah Bro ,Aku Tak Ada Pegangan Duit Lagi !" Seru Aceng mengiba.
"Kau Mau Pinjam Duit ,Buat Beli Sabu Kan !??" Seru Noven menerka.
"Tidak ,Buat Aku Beli Makan Bro" jawab Aceng beralasan.
"Sudah jujur saja ,kau tidak usah bohong ! Mukamu saja pucat begitu ! Sudah berapa hari kau tidak Makai ?!" Noven pun memperjelas.
"Hahaha..Jangan Suudzon denganku" Sahut Aceng tertawa.
"Tidak Usah Berbelit-belit Lah ,Tinggal Jawab Saja !" Ucap Noven berterus terang.
"Iya ,sudah tiga hari Bro" jawab Aceng jujur sembari tertunduk malu.
"Tuh Kan Akhirnya Ngaku Juga ! Jadi kau Mau Pinjam Duit Buat Makan Atau Buat Beli Sabu ??! Apa Dua-duanya" Ujar Noven menanyakan kebenarannya.
"Kalau Bisa Sih ,Dua-duanya Hehehe..." jawab Aceng cengengesan.
Lalu Noven Pun Mengeluarkan Uang Sejumlah Tiga Ratus Ribu Rupiah .
"Nih..Buatmu !!"
Ujar Noven Sembari Memberikan Uang Tersebut Kepada Aceng .
__ADS_1
Dan Aceng Pun Mengambil Uang Tersebut Dengan Cukup Ling-lung ,Karena Ia Tahu Noven Tak Menyukai Seseorang Yang Memakai Narkoba .
"Kok kau kasih aku duit sih ?!" Sahut Aceng terkejut tanpa diduganya.
Noven pun menjawab "Katanya Mau Duit ,Kenapa Aku Kasih kau Malah Bingung Begitu !?"
"Kau tidak lagi bercanda kan ??!" Sahut Aceng seakan tak percaya.
"Aku tidak kelihatan bercanda kan ??!" Tanya Noven dengan wajah tampak serius.
"Bukan begitu Bro ,aku tau kau tidak suka sama barang begituan ! Cuma kok kau semudah itu kasih aku duit ,Buat beli barang begitu ??!" Jelas Aceng yang masih kaget dengan tindakan Noven.
"Eh..Kapan aku ngomong duit yang ku kasih buat beli barang begituan ??!" Ucap Noven yang tak bermaksud uang itu untuk membeli narkoba.
"Tapi Kan..." Kata Aceng pun terpotong.
"Dengar !! Aku Kasih kau Duit Buat kau Beli Makan Bukan Buat Beli Begituan !! Kan kau Sendiri ngomong Kalau Buat Beli Makan !!?" Ucap Noven memperjelas.
"Tapi Sebenarnya Sih ,Buat Beli Barang Begituan !" jawab Aceng dengan jujur.
"Sekarang Aku Tanya ? Dengan Duit Ini ,Kau Beli Barang Begituan Berapa Kali Makai ??! Sudah kau Pakai Barang Itu Sampai Habis ,Tetap Saja kau Kurang Lagi Kan ,Sedangkan kau Akan Kelaparan Dalam Jangka Waktu Cukup Lama !!"
Aceng Pun Hanya Terdiam Mendengar Ucapan Noven ,Lalu Noven Pun Kembali Melanjutkan Perkataannya :
"Kalau kau Pakai Duit Ini Buat Makanmu Sahari-hari ,Sudah Bisa Berapa Kali kau Makan Dan kau Tidak Akan Kelaparan !"
"Iya Sih..Ada Benarnya kau Anak Rantau"
Ucap Aceng Dengan Nada Lirih Kepada Noven .
"Kau Dan Aku ,Sama-sama Anak Rantau !! Kita Merantau Pasti Ada Alasan Masing-masing Dan Tujuan Masing-masing ! Apa kau Jauh-jauh Merantau Kesini Cuma Buat Makai Barang Begituan Terus Ngumpulin Hutangmu ?! Apa Itu Tujuanmu !!?"
"Kok kau Jadi Menasehati Aku ?!"
Ucap Aceng Dengan Sedikit Mengerutkan Dahi .
"Aku Tidak Menasehati kamu ,Karena kau Bukan Anak Kecil Lagi Yang Perlu Di Nasehati ! Aku Cuma Mengingetkan Engkau !!"
Sahut Noven ,Kemudian Noven Kembali Berkata :
"Kedua Orang Tuamu Masih Ada Kan ?!"
"Ya Masih Lah !!" Jawab Aceng demikian.
Noven pun kembali bertanya "Orang Tuamu Masih Muda ??"
"Tidak Lah Nov ! Aku Saja Sudah Setua ini ,Apa Lagi Orang Tuaku" jawab Aceng menjelaskan.
Noven pun kembali berkata "Nah..Itu !! Orang Tuamu Itu Sudah Tua ,Dan Akan Semakin Menua !! Sekarang Aku Tanya Dengan Gaya Hidupmu Yang Begini ,Apa kau Bisa Membahagiakan Orang Tuamu !!?"
Aceng Pun Hanya Terdiam .
"Dan Aku Rasa Dengan Gaya Hidupmu Yang seperti ini ,Jangankan Buat Membahagiakan Orang Tuamu ,Bahkan Buat Bantu Orang Tuamu Saja Tidak Bisa Kan !!" Kata-kata Noven pun menyentuh nurani Aceng yang keras.
"Aku Juga Pengen Membahagiakan Orang Tuaku" Ucap Aceng lirih.
Noven pun melanjutkan perkataannya "Ya..Itu Pasti Bro..Kau Bisa Bantu Orang Tuamu ,Bahkan kau Juga Bisa Membahagiakan Orang Tuamu ,Mungkin Kelak kau Akan Sukses Dan kau Masih Punya Waktu Untuk Berubah !!"
Aceng Hanya Diam Dan Semakin Serius Mendengarkan Noven .
"Dengan Catatan !! kau Harus Ubah Gaya Hidupmu ! Tinggalkan Hal Yang Tidak Berguna Yang Akan Membuatmu Menyesal Nantinya .Mending kau Fokus Menata Masa Depanmu Dan Fokus Membahagiakan Orang Tuamu ,Serta Jadilah Kebanggaan Orang Tuamu ,Terus Jadilah Inspirasi Orang-orang Disekitar"
__ADS_1
"Thank You Nov ,Lo Benar" Ucap Aceng yang semakin tersentuh Akan Kata-kata Noven.
Noven tersenyum, lalu berkata "Itulah Gunanya Teman ,Saling Mengingatkan"
Aceng Pun Diam Untuk Beberapa Saat ,Begitu Pun Dengan Noven .
Aceng Pun Tersadar Dari Diamnya Yang Larut Dalam Lamunannya ,Kemudian Aceng Pun Berkata Kepada Noven :
"Ya Sudah Aku Pulang Dulu Ya Nov"
"Eh..Kok Buru-buru Sih !? Kopimu Saja Belum Habis ,Kan Mubazir !"
Jawab Noven Semabari Menunjuk Kopinya Aceng .
"Sruuuuppp..Guk !"
Aceng Pun Menyeruput ,Menelan Habis Kopinya Dengan Sedikit Tergesah-gesah .
Lalu Aceng Pun Berpamitan Pergi Dari Kos-kos-Nya Noven Dan Raga .
"Aku Pulang Dulu Ya Nov..Aku Pulang Dulu Bro ,Sekali Lagi Thank You Nov !"
Ucap Aceng Yang Berpamitan Pada Noven Dan Raga ,Kemudian Berlalu Pergi .
*
"Kok Bisa kau Ngasih Pinjam Duit Sama Tuh Orang ?! Kan Duitmu Tinggal Empat Ratus Ribu Lagi ,Sedangkan kau Ngasih Tuh Orang Tiga Ratus Ribu ,Berarti Duitmu Tinggal Seratus Ribu Lagi Kan !?"
Ucap Raga Yang Bertanya Empat Mata Kepada Noven .
"Hehehe..Iya Sih ,Duitku Tinggal Seratus Ribu Lagi"
Jawab Noven Dengan Mengusap Kepalanya .
"Jadi kau Baru Sadar Kalau Kebanyakan Ngasih Duit Ke Orang Itu !? Kok kau Bodoh sekali Nov ?!! Massa Banyakan Dia Yang Megang Duit Yang kau Kasih, Dari Pada kau Sendiri !!" Ujar Raga yang tak mengerti jalan pikiran Noven.
"Iya Sih..! Tapi Tidak Apalah ! Aku Ikhlas ,Dia Juga Kan Lagi Butuh" Ucap Noven yang lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri.
"Ya..Dia Butuh Duit ,kau Juga Butuh Duit Dan Aku Juga Butuh Duit ! Setiap Orang Itu Butuh Duit Nov !! Masih Mending Kalau Dia Gunakan Duit Itu Buat Dia Makan ,Kalau Sampai Dia Buat Beli Sabu Bagaimana ?!" Seru Raga memperjelas.
"Itu Balik Ke Dia Sendiri Sih ! Kalau Aku Ngasih Duit Ke Dia ,Tujuannya Buat Dia Makan Tapi Kalau Sampai Dia Beli Begituan !!? Dunia Akhirat ,Aku Tidak Akan Ikhlas" Ujar Noven begitu pasrah.
"Terserah kau Lah Nov ,Kita Juga Kan Tidak Tau Apa Yang Ada Dipikirannya !" Sahut Raga menerka-nerka.
"Kalau Kita Ngasihnya Ikhlas Dan Bertujuan Baik ,Inshallah Duit Itu Di Belanjakannya Ke Hal Yang Baik-baik" Ujar Noven tersenyum ikhlas.
"Huuuft..kau Kok Sampai Segitunya Bantu Teman ?!" Tanya Raga heran.
"Itulah Gunanya Teman ,Saling Membantu"
Ucap Noven Dengan Tersenyum .
**
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda : "..." Berbicara/Suara
Follow Instagram : @novriejhum_1922
__ADS_1