Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(134) Belagu


__ADS_3

Pagi yang cerah itu Noven berangkat dengan sepeda motornya menuju tempat kerja yang telah ia dapatkan dari Kiris.


Ya hari itu Noven langsung bekerja, ia tampak bersemangat karena setelah sekian lama ia tidak bekerja dengan gaji standar UMK kota selain sebagai Cleaning Service di kampus tempat Keyla dan kawan-kawan menuntut ilmu.


Dan hari ini ia akan memulai lagi bekerja dengan gaji seperti itu.



Noven telah sampai ditempat kerja barunya. Ia pun memarkirkan sepeda motornya di tempat parkiran yang tersedia.


Lalu Noven turun dari sepeda motornya dan segera menemui seseorang yang dikatakan Kiris agar bisa menuntun Noven menemui seseorang pemimpin yang menaungi tempat kelompok Noven bekerja, orang tersebut bernama Gundal.


Setelah bertemu dengan pemimpin tersebut, orang yang menuntun Noven pun pamit beranjak pergi.


^^^"Kita disini cuma borongan sistemnya, kalau habis borongan ya habis"^^^


^^^Ucap Gundal kepada Noven.^^^


..."Jadi kerjanya tak akan lama pak ?"...


...Tanya Noven sedikit menyesal meninggalkan pekerjaan di angkringan hanya untuk pekerjaan yang singkat....


^^^"Tenang..! Biarpun begitu bukan berarti kita kerjanya sebentar, karena kalau borongannya habis, kita akan dapat borongan lagi dan begitu seterusnya sampai Kita jenuh sendiri"^^^


^^^Jawab Gundal menghapus kekhawatiran Noven.^^^


..."Jadi masih banyak borongannya ?"...


...Tanya Noven....


^^^"Tentu. Karena proyek ini baru buka, otomatis kita kerjanya lebih lama dari karyawan kontrak"^^^


^^^Jawab Gundal.^^^


..."Bisa begitu pak ?"...


...Tanya Noven heran....


^^^"Karena karyawan kontrak kan palingan enam bulan, paling lama satu tahun. Habis kontrak, belum tentu disambung kontrak, bagi rezekinya yang bagus bisa disambung, kalau tidak bagus rezekinya ya tidak akan disambung. Kalau kita kerja terus, sampai apa yang kita bangun diproyek ini selesai, karena kita tidak terikat pada PT proyek konstruksi ini, asal hasil kerja kita diterima oleh PT proyek ini, otomatis diterima lah sama PT, kalau kita tidak bisa kerja, kenapa kita harus ngambil borongan ini ? Hahahaha..!^^^


^^^Selagi kita sanggup kita tetap akan kerja. Jadi tergantung diri sendiri, lama atau tidaknya kita bekerja"^^^


^^^Jelas Gundal bahwa mereka tidak terikat langsung pada PT yang menaungi proyek konstruksi itu.^^^


..."Oh.. Begitu. Saya mengerti pak !"...


...Sahut Noven mengerti atas pemaparan Gundal....


^^^"Baguslah kalau begitu"^^^


^^^Sahut Gundal tersenyum.^^^


Kemudian Gundal Terlihat celingak-celinguk, melihat sekitar, lalu ia memanggil seseorang yang tidak jauh darinya.


^^^"Ini namanya Luek, kamu ikut dia ya..Biar dia yang mengarahkanmu"^^^


^^^Ucap Gundal kepada Noven sembari menunjuk orang bernama Luek yang telah berada didekatnya.^^^


Kemudian Noven pun diajak Luek menuju pekerjaannya meninggalkan Gundal ditempat.


Setelah melihat kesuatu tempat terdapat orang-orang yang cukup banyak tengah mengetok-ngetok kotoran bakas Las Welding dengan sebuah alat berupa palu dengan kedua sisi berbentuk lancip yang biasanya disebut Caping.


^^^"Kamu kesana ! Kerjakan seperti yang mereka kerjakan"^^^


Perintah Luek dengan menunjukan tempat itu.


..."Tapi capingnya mana ?"...


...Tanya Noven yang tidak memiliki alat tersebut....


^^^"Oh.. Kamu tahu namanya !? Cari sendiri capingnya"^^^


^^^Sahut Luek yang cukup kaget dengan pengetahuan Noven yang tahu nama alat itu dengan memerintah.^^^


Setelah menunjukan tempat yang akan dikerjakan Noven, ia pun segera pergi meninggalkan Noven.

__ADS_1


..."Huhft..! Itu sih namanya bukan mengarahkan tapi memerintah. Masa langsung memerintah, tanpa basa-basi dulu "...


...Keluh Noven dengan perilaku Luek....


Memang sedari tadi Luek berjalan bersama Noven tidak berkata sepatah kata pun, sekali berkata langsung memerintah..! Memang Anj*ng tuh orang, aku yang nulis aja mulai kesal ! Hampir kubanting nih Hp !!


Memang seseorang mengarahkan harusnya, basa-basi dulu dengan yang diarahkan atau menjelaskan bagaimana pekerjaan disana, apa saja yang harus dikerjakan, seperti apa keadaan disana, peraturan, tata tertib, keselamatan, gaji, tanggal berapa gajian, bonus, Off, makannya, dimana minumnya, jam kerja, sistemnya.. Masih banyak lagi yang bisa dibahas.


Minimal ada itikad baik, bukan belaga sok Bos..!


*****


Kembali ke cerita.....


Noven pun berjalan mendekati orang-orang yang bekerja mengetok-ngetok kotoran Welding tersebut.


..."Permisi..!"...


...Ucap Noven kepada salah satu orang yang didekatinya....


^^^"Kamu pasti disuruh Luek kesini ?"^^^


^^^Tanya orang tersebut.^^^


..."Iya, tahunya langsung disuruh kesini"...


...Jawab Noven....


^^^"Kamu baru bekerja hari ini kan ?"^^^


^^^Tanya orang itu lagi^^^


..."Iya"...


...Noven menjawab....


^^^"Sama aku juga baru bekerja hari ini. Aku pun langsung diperintahkan si Luek saja ngerjain ini ! Mana orangnya tidak ada menjelaskan apa-apa atau bagaimana kerjanya, ngomong apa kek,, Minimal kan basa-basi dulu ! Ini sekali ngomong langsung merintah, mana main tunjuk saja ! Belagu sekali tuh orang, sepertinya dia sudah lama tidak dipukul sama orang, makanya bertingkah"^^^


^^^Celoteh orang tersebut yang terlihat kesal dengan si Luek.^^^


...Sahut Noven yang merasa senasib dengan orang tersebut....


^^^"Iya tuh. Lihat saja nanti kalau dia dipukul orang, biar tahu rasa sakitnya dipukul"^^^


^^^Ujar orang tersebut setuju dengan Noven.^^^


..."kalau sampai kejadian, syukuri deh !"...


...Sahut Noven yang juga kesal dengan Luek....


^^^"Iya harus tuh ! Eh..Aku Dedi !"^^^


^^^Ucap orang tersebut menyebutkan namanya, sembari mengulurkan tangannya.^^^


..."Aku Noven !"...


...Ujar Noven menyebutkan namanya dengan menyambut uluran tangan Dedi....


Noven dan Dedi pun berjabat tangan dengan memperkenalkan nama masing-masing.


..."Oh ya Ded, Capingnya dimana ?"...


...Noven menanyakan sebuah alat....


^^^"Caping ??"^^^


^^^Sahut Dedi yang tidak mengerti maksud Noven.^^^


..."Alat yang kau pegang itu namanya Caping !"...


...Jawab Noven seraya menunjuk alat yang dipakai Dedi....


^^^"Oh ini namanya caping ?!"^^^


^^^Sahut Dedi yang baru mengerti dengan menunjukkan alat itu.^^^

__ADS_1


..."Iya"...


...Jawab Noven lugas....


^^^"Kau tahu nama alat ini, berarti kau pengalaman bekerja ditempat seperti ini ?"^^^


^^^Tanya Dedi yang memang baru pertama kali bekerja seperti itu.^^^


..."Ya memang aku pernah bekerja seperti ini sebelumnya, dengan posisi yang sama, walaupun aku kerja disini baru hari ini. Setidaknya aku mengerti apa saja dikerjakan Helper Welder seperti kita dan mengerti maksudnya"...


...Jelas Noven mengurai pengalamannya....


^^^"Baguslah.. Kalau begitu aku ikuti kau saja kerjanya, biar aku tidak kelihatan bodoh bekerja seperti ini"^^^


^^^Ungkap Dedi.^^^


..."Boleh saja, dengan senang hati"...


...Sahut Noven diiringi dengan senyum Dedi tanda persetujuan....


^^^"Jadi dimana kau dapatkan caping itu ?"^^^


^^^Noven bertanya kembali.^^^


^^^"Tadi aku cari disekitar sini. Orang-orang yang kerja disini pun semuanya cari disekitar sini"^^^


^^^Jelas Dedi mengatakan orang-orang yang kerja sepertinya juga mencari alat bernama caping itu disekitar tempat saat ini ia bekerja.^^^


..."Jadi cari-cari saja, tidak disediakan alatnya ? Kalau tak ketemu bagaimana ?"...


...Tanya Noven heran ditempat itu tidak menyediakan alat secara langsung....


^^^"Ya memang tidak disediakan alatnya, yang mengarahkan kita saja begitu modelnya"^^^


^^^Jawab Dedi mengumpat si Luek.^^^


^^^"Pokoknya kita disini usaha sendiri,, Kalau alatnya tidak ketemu, ya..Cari sampai ketemu Hahahaha..!"^^^


^^^Sambung Dedi mengumpat dengan tertawa.^^^


..."Hahahaha..! Iya..Iya betul !"...


...Sahut Noven tertawa membenarkan, Dedi pun tertawa lagi menanggapinya....


..."Yasudah Ded, aku cari dulu alatnya !"...


...Ucap Noven yang juga ingin berinisiatif....


^^^"Oke.. Selamat berjuang Nov !"^^^


^^^Sahut Dedi dengan mengacungkan jempolnya, Noven pun tersenyum lalu segera bergerak mencari caping tersebut.^^^


...----------------...


...▶TO BE CONTINUED▶...


Note  :


Tanda: "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922


.


..."Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"...


Maka dari itu mohon dukungannya berupa


Beri Bintang pada Novel ini, Like, Commet, +Favorit, Share, Vote dan tonton iklannya, Kalau berkenan berilah hadiah 🙏


..."Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"...


...Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2