Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(136) Segarnya Air Minum


__ADS_3

Matahari semakin naik kyan tinggi membuat panasnya terasa di ubun-ubun kepala, sementara Noven, Dedi dan yang lainnya masih memukul-mukul kotoran Welding dengan capingnya seakan tak peduli dengan matahari yang membuat mereka semakin dehidrasi.


..."WOOOYYY..!!!"...


Tiba-tiba terdengar suara pria memanggil rombongan Noven.


Mereka semua pun menoleh kearah suara tersebut.


Setelah dilihat pria itu adalah Gundal sebagai pemborong utama ditempat yang dinaungi rombongan Noven.


Gundal menggerakkan tangannya memberi mereka kode agar mendekat.


Noven, Dedi dan lainnya pun mendekati Gundal.


^^^"Kok kalian nampak lemas semua ? Baru tau ya kerja gini capeknya minta ampun !?"^^^


^^^Ucap Gundal dengan tersenyum memaklumi pekerjaan yang tidak biasa mereka lakukan.^^^


..."Ini bukan masalah pekerjaannya pak, tapi kita disini kehausan semua sedari tadi. Mana panasnya minta ampun lagi !"...


...Jawab Noven menerangkan....


^^^"Kalau haus tinggal minum dong !"^^^


^^^Sahut Gundal menyepelekan.^^^


"Minum apa ? Kita tidak tau dimana tempat minumnya !"


Jawab Dedi menyela.


^^^"Loh ! Jadi kalian dari tadi tidak minum ?!"^^^


^^^Tanya Gundal heran.^^^


"Bagaimana kita mau minum, kan tadi saya bilang tidak tau dimana tempat minumnya !"


Sahut Dedi mengulangi perkataannya tadi.


^^^"Kalau tidak tau kan bisa tanya sama Luek"^^^


^^^Jawab Gundal.^^^


..."Masalahnya tadi saya sudah tanya sama pak Luek dimana tempat minumnya, bukanya jawab Eh..Orangnya malah pergi !"...


...Ucap Noven mengadukan perilaku Luek....


^^^"Oh.. Mungkin saja Luek tak dengar"^^^


^^^Ujar Gundal mengalaskan.^^^


"Jelas-jelas saya lihat waktu Noven nanya dia dengar kok, kelihatan dia langsung natap Noven, kan kalau begitu pasti dia dengar !"


Sahut Dedi membela Noven.


^^^"Sudahlah tidak usah diributkan"^^^


^^^Ucap Gundal tidak ingin memperkeruh suasana.^^^


^^^"Ini sudah mau jam 12 , kok kalian masih kerja ?"^^^


^^^Tanya Gundal.^^^


"Iya nih, sudah jam 11:57 !"


Jawab Dedi yang melihat jam di handphonenya, diikuti Noven dan yang lainnya juga memperhatikan jam di handphone masing-masing.


"memangnya kenapa pak ?"


Tanya Dedi tidak mengerti dengan maksud Gundal.


^^^"Jam 12 kan kalian istirahat !"^^^

__ADS_1


^^^Jawab Gundal bahwa itu menunjukkan jam istirahat.^^^


"Masa pak ! Kok kami tidak tau !"


Sahut Dedi bingung.


^^^"Bagaimana sih ! Memang Luek tidak bilang sama kalian ?!"^^^


^^^Tanya Gundal bingung bahwa mereka tidak mengetahui jam istirahat.^^^


..."Pak Luek mana bilang apa-apa, sekali ngomong langsung merintah kerja"...


...Jawab Noven mengutarakan perilaku Luek....


^^^"Masa sih ?!"^^^


^^^Sahut Gundal seakan tak percaya.^^^


"Benar pak, pak Luek tak ada ngomong apa-apa, tak ada jelasin apa-apa, sekali ngomong nunjuk, merinta ! Bukan cuma Noven, kita semua digituin sama dia ! Kalau bapak tak percaya tanya saja sama yang lain"


Jelas Dedi mengadukan perilaku Luek.


^^^"Masa ! Benar begitu ?!"^^^


^^^Tanya Gundal kepada yang lainnya, dan orang-orang di sana pun membenarkan semua perkataan Noven dan Dedi.^^^


^^^"Aduh..! Gimana sih Luek !"^^^


^^^Ucap Gundal sembari menepuk jidatnya yang terlihat syok mendengar semua pengaduan mereka.^^^


^^^"Yasudah lah.. Sekarang kalian ikut saya semua !"^^^


^^^Ujar Gundal mengajak Noven, Dedi dan kawan-kawan.^^^


Lalu Noven dan yang lainnya mengikuti Gundal berjalan menuju ke suatu tempat.


Setelah sampai ditempat yang dituju, nampak banyak orang yang tengah berbaring, makan, ngopi di bawah sebuah bangunan yang rindang dengan aktivitas masing-masing.


...Tanya Noven melihat begitu banyak kumpulan manusia....


^^^"Tepat sekali ! Karena ini jam istirahat, semua orang kerja disini istirahat disini"^^^


^^^Jawab Gundal membenarkan Noven.^^^


..."Benar ?? Semua orang yang kerja dikawasan ini semuanya istirahat disini ??"...


...Jawab Noven memastikan pengakuan Gundal....


^^^"Oh ! Hahahaha..!"^^^


^^^Sahut Gundal dengan tertawa, sepertinya ia telah salah menjawab.^^^


^^^"Tidak semua orang yang kerja dikawasan ini, tapi orang-orang Group ku saja yang istirahat disini ! Tiap Group beda-beda tempat istirahatnya"^^^


^^^Jawab Gundal merevisi jawaban sebelumnya.^^^


"Oh.. Begitu rupanya pak"


Sahut Dedi dengan mengangguk tanda mengerti.


Setiap orang mempunyai satu pemimpin tertinggi masing-masing dikawasan itu, dan tempat kawasan kerja serta tempat istirahat mereka berbeda masing-masing tiap per-kepala pemimpin.


Karena Gundal adalah pemborong sekaligus pemimpin tertinggi Noven dan yang lainnya masih banyak lagi, maka ditempat inilah peristirahatan mereka.


..."Eh.. Rupanya dia sudah istirahat duluan disini !"...


...Ucap Noven menyadari keberadaan Luek diantara kerumunan orang di sana yang tengah berbaring dengan menikmati secangkir kopi serta sebatang rokok diantara jarinya....


"Iya nih ! Istirahat tak ngajak-ngajak"


Sahut Dedi yang juga menyadari keberadaan Luek.

__ADS_1


Tidak hanya Noven dan Dedi yang menyadari keberadaan Luek, namun Gundal dan orang-orang yang bekerja bersama Noven dan Dedi juga menyadari keberadaan Luek.


^^^"Disitu ! Disitu ! Ada Dispenser juga ada gula, kopi dan teh, kalau kalian mau minum atau mau bikin kopi atau teh "^^^


^^^Ucap Gundal menunjuk tempat-tempat Dispenser yang didekatnya terlihat ada gula, kopi juga teh.^^^


..."Tuh kan banyak air minum rupanya disini !"...


...Seru Noven yang melihat tempat-tempat yang ditunjuk Gundal....


"Iya nih ! Malah kita dibiarkan kehausan !"


Sahut Dedi yang merasa dipermainkan.


^^^"Sudahlah jangan sampai kalian ribut. Yang penting sekarang kalian tau dimana kalau mau ngambil air minum, juga tau jam istirahat dan dimana tempat istirahat"^^^


^^^Sahut Gundal menengahi keadaan.^^^


Noven, Dedi dan kawan-kawan hanya bisa menghela nafas menahan sabar. Biar bagaimanapun apa yang dikatakan Gundal ada benarnya dan juga tujuan mereka hanyalah untuk bekerja, bukan mencari ribut.


^^^"Sekarang kalian cari tempat istirahat kalian disini, manfaatkan waktu istirahat kalian sampai jam satu siang. Sekalian ambil makan siang kalian disana"^^^


^^^Ujar Gundal menunjukkan sebuah tempat yang begitu banyak nasi bungkus.^^^


..."Iya terima kasih pak !"...


...Jawab Noven dengan tersenyum....


Kemudian Gundal pun pergi menuju diantara keramaian orang. Noven, Dedi dan kawan-kawan juga berjalan menuju bangunan tersebut tempat orang-orang beristirahat, namun mereka agak memisahkan diri dari yang lainnya, karena terlihat orang-orang disana duduk dengan cara berkelompok.


Lalu Noven dan kawan-kawan mengambil air minum di sebuah Dispenser terdekat dengan botol minum masing-masing, mereka masing-masing segera melepas dahaganya yang dideritanya sedari tadi.


..."Alhamdulillah.. Akhirnya bisa juga merasakan segarnya air minum"...


...Ucap Noven setelah melepas dahaganya dengan sebotol air minum....


"Iya,, Rasanya ini air minum ternikmat yang pernah kurasakan"


Timpal Dedi yang juga meminum airnya.


Kemudian salah satu dari rombongan Noven pergi mengambil nasi bungkus ditempatnya mewakili semua teman-temannya.


Lalu semua nasi bungkus itu dibawanya ditempat Noven dan kawan-kawan, kemudian mereka makan bersama dengan sukacita.


Nampak wajah mereka semua berseri-seri setelah menahan haus begitu lamanya bagai di Padang Mahsyar, kini mereka bisa melepas dahaga itu. Ditambah mereka dapat mengisi perutnya yang kosong dengan sebungkus nasi yang begitu terasa nikmat.


Obrolan dan canda tawa pun mulai menghiasi tiap-tiap insan disana, setelah mereka merasakan kebersamaan dalam penderitaan.


...----------------...


...▶TO BE CONTINUED▶...


...Note  :...


^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^


^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^


.


"Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"


Maka dari itu mohon dukungannya berupa


Beri Bintang pada Novel ini, Like, Commet, +Favorit, Share, Vote dan tonton iklannya, Kalau berkenan berilah hadiah 🙏


..."Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"...


^^^Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕^^^


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2