Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(120) "Ya.. Mereka hanya bisa mengira..!"


__ADS_3

^^^Waktu demi waktu terus berlarut sedangkan obrolan Noven dan Rio terus berlanjut seperti tidak dimakan waktu.^^^


^^^Begitu banyak yang mereka bicara, dari saat masa-masa kecil, masa-masa remaja, menceritakan tentang teman-teman mereka hingga bercerita tentang perjalanan Group Band yang telah mereka rintis.^^^


^^^Begitu banyak suka cita yang mereka bicara membuat mereka tertawa dan kadang berduka membawa mereka kembali ke fase-fase nostalgia yang dalam.^^^


^^^Sungguh itu perjalanan hidup yang tidak terlupakan.^^^


..."Eh.. Ngomong-ngomong gaji di sana besar ya ?!"...


...Tanya Rio memastikan isu yang didengarnya....


"Ya.. Besar. Besik di kota ini kan memang besar "


Jawab Noven membenarkan.


^^^Seperti yang diketahui gaji besik adalah gaji rata-rata pendapatan karyawan di kota atau disebut sebagai gaji upah minimum kerja (UMK).^^^


..."Wajar saja kau sama Raga betah di sana, ternyata hidup kalian enak ya ?!"...


...Seloroh Rio....


"Hahahaha..!! Enak tak enak dienakin"


Sahut Noven dengan sedikit tertawa.


..."Jadi pengen kesana juga !!"...


...Ujar Rio muncul keinginan dihatinya....


"Ngapain ?! Tak usah !"


Sahut Noven tegas.


..."Ya.. Kerja lah. Biar bisa hidup enak juga seperti kalian "...


...Jawab Rio dengan bersemangat....


"Eh.. Yang ada kamu kesini nambah-nambahin pengangguran saja disini !"


Ucap Noven mengutarakan firasatnya.


..."Tidak lah ! Aku kan pengen kerja bukan pengen nganggur "...


...Ujar Rio memperjelas maksudnya....


"Eh.. Asal kau tahu disini lebih banyak pengangguran dari pada lowongan kerja ! Disini itu banyak orang yang udah lama nganggur tapi terus-menerus cari kerjaan tapi tidak juga dapat, padahal orang-orang itu sangat lincah mencari pekerjaan dan mempunyai surat pengalaman. Apa lagi kamu yang nanti masih baru di kota ini juga belum ada pengalaman kerja !!?"


"Lagi pula kan orang tua mu bukan orang susah, jadi tidak keberatan juga untuk menafkahi mu. Beda sama aku dan Raga yang besiknya memang orang susah.


jadi mau tidak mau kami harus mencari nafkah sendiri sekaligus membantu ekonomi keluarga "


Jelas Noven memperjelas keadaan.


^^^Rio memang memiliki keluarga dari kalangan menengah walau tidak kaya, setidaknya kehidupan keluarga Rio lebih mencukupi dibandingkan keluarga Noven dan Raga yang banyak mengalami kekurangan ekonomi.^^^


^^^Maka dari itu tujuan Noven dan Raga merantau adalah untuk membantu perekonomian keluarga, tidak seperti Rio yang ingin merantau karena ingin merasakan hidup enak dengan bebas.^^^


..."Kan rezeki orang beda-beda Nov, mungkin rezeki ku bagus di sana. lagian aku juga tidak akan berhenti mencari pekerjaan sampai dapat "...


...Lanjut Rio mengutarakan....


"Dengan target gaji besik !?"


Sambung Noven.


..."Ya jelas !"...


...Jawab Rio singkat....

__ADS_1


"Urung kan saja niat mu kawan !"


Sahut Noven lugas.


..."Lah.. Memang kenapa Nov ??!"...


...Tanya Rio heran....


"Aku takut kamu kecewa, karena tidak mendapatkan sesuai keinginan mu "


Jawab memberi bayangan.


..."Makanya aku mau kesana biar mendapatkan sesuai keinginanku "...


...Sahut Rio dengan penuh keyakinan....


"Terserah kamu saja Yo..!"


Jawab Noven yang tidak tahu harus berkata apa lagi.


..."Eh.. Ada tidak kerjaan buat aku di sana ??"...


...Tanya Rio langsung ke pokok pembicaraan....


"Aku saja nganggur, malah nanya pula !"


Jawab Noven secara reflex menepuk jidatnya.


..."Oh iya lupa, kalau kawan ku ini pengangguran..Hahahahaha..!!!"...


...Ucap Rio dengan tertawa....


..."Tanya sama Raga Nov, kalau ada kerjaan kabarin aku !"...


...Sambung Rio ....


Sahut Noven mengutarakan.


..."Ya..Kamu tahu sendiri Nov, kita mau kerja apa ?? Kan kamu sama Raga tahu sendiri bagaimana keadaan kampung kita !!"...


...Jawab Rio mengingatkan bahwa dikampung mereka memang sangat susah untuk mencari pekerjaan....


^^^Bukan tanpa alasan Rio berkata demikian.. Karena kampung mereka hanyalah sebuah pedesaan kecil yang tidak memiliki perusahaan-perusahaan raksasa, berkembang maupun perusahaan ternama dan usaha-usaha yang berkembang.^^^


^^^Karena pada dasarnya penghasilan rata-rata orang-orang yang dikampung mereka adalah petani atau pun pedagang, walaupun ada juga seperti Polisi, Tentara, Guru dan sebagainya.^^^


^^^Tetap saja semua itu tidak menyediakan pekerjaan bagi para pengangguran ditempat mereka.^^^


"Iya sih"


Ucap Noven membenarkan Rio.


..."Jangan lupa ya.. Tanyain ke Raga info lowongan pekerjaan !!?"...


...Ucap Rio mengulangi permintaannya....


"Ya.. Nanti ku tanya sama Raga"


Sahut Noven memastikan.


..."Ya sudah.. Begitu saja ya pengangguran, aku pamit dulu, ada urusan !"...


...Ucap Rio yang ingin menyudahi percakapan mereka....


"Iya Anak Band"


Sahut Noven mengiyakan.


..."Selamat bersenang-senang dan bersantai-santai pengangguran By...!!!"...

__ADS_1


"Tutt..!!"


...Kemudian panggilan telepon itu diakhiri oleh Rio....


"Dasar Anak sialan !"


Gerutu Noven pada Rio, yang seenaknya meledek dan mematikan pembicaraan mereka ditelepon seluler.


^^^Noven pun termenung sesaat mengingat isi pembicaraan mereka tadi, lalu secara perlahan Noven mencabut sebatang rokok dari bungkusnya kemudian membakarnya dan menghisapnya perlahan-lahan untuk menikmatinya.^^^


^^^Pikiran Noven pun berkecamuk, begitu banyak hal yang mendera pikirannya.^^^


Perlahan namun pasti Noven menghisap rokoknya sembari bertanya-tanya dipikirannya :


"Kenapa ya..Kebanyakan orang mengira aku dan Raga sudah hidup enak di rantau ?"


"Kenapa ya.. Kebanyakan orang mengira gaji kami besar disini dan memiliki uang lebih untuk dinikmati ?"


"Kenapa ya.. Kebanyakan orang mengira kalau disini kenyataan lebih enak dari pada dikampung ?"


"Kenapa ya.. Kebanyakan orang mengira kalau cari kerja disini lebih gampang dari pada dikampung ?"


Pikiran Noven pun bertanya-tanya tentang semua orang-orang di kampungnya yang sudah menghubunginya berpikir demikian !!


"Ya sudahlah..! Mereka hanya bisa mengira tidak mengalami apa yang kami alami disini "


"Ya.. Mereka hanya bisa mengira..! Mereka tidak tahu bahwa kami di rantau tidaklah hidup enak seperti apa yang mereka pikirkan"


"Ya.. Mereka hanya bisa mengira..! Gaji kami disini memanglah besar tapi itu sepadan dengan biaya hidup disini, walaupun kami sudah sangat berhemat tetap saja gaji kami pas-pasan untuk sebulan disini bahkan lebih sering sudah habis sebelum gajian lagi.


Jadi mana mungkin ada uang lebih untuk dinikmati !!? Belum lagi untuk mengirim dikampung !


Ya.. Kalau gaji segitu dikampung memang sangatlah besar, karena biaya hidup di sana juga kecil tidak seperti disini"


"Ya.. Mereka hanya bisa mengira..! Seenak- enak hidup disini tidaklah seenak hidup dikampung.


Bagaimana mungkin kita bisa hidup enak ketika jauh dari keluarga, jauh dari kampung halaman, jauh dari lingkungan, jauh dari hal-hal yang sudah terbiasa buat kita"


"Ya.. Mereka hanya bisa mengira..! Ya.. Cari kerja disini memang gampang dari pada dikampung !


Tapi tidak segampang yang mereka pikirkan.


Biar bagaimanapun tetaplah susah mencari pekerjaan disini, karena para pencari kerja lebih banyak dari pada penyedia kerja.


Ya..Memang tidak sepadan.


Lagi pula kandidat yang dibutuhkan penyedia lowongan kerja tidak memenuhi kapasitas dan keinginan penyedia lowongan kerja !


Contohnya..! Lowongan kerja yang dibutuhkan adalah orang-orang yang mempunyai Skill di bidangnya, orang-orang masih muda dan orang-orang yang punya pengalaman.


Alhasil menghasilkan banyak pengangguran.. Yang orang-orang berharap datang dari kampung mendapatkan pekerjaan, tapi mereka dapatkan hanya harapan palsu.


'Saya mau melamar kerja tapi tidak ada pengalaman, makanya saya melamar kerja biar saya dapat pengalaman. Tapi saya tidak ada pengalaman !' Jadi saya tidak bisa kerja '


Atau..


'Lowongan kerja untuk yang masih muda dan ada pengalaman..!! Tapi kan orang-orang yang masih muda belum punya pengalaman !!'


'Sedangkan orang-orang yang punya pengalaman sudah tidak muda lagi tapi tidak bisa diterima lagi karena tidak muda lagi '


Seperti itulah pikiran yang melanda para pengangguran kepada penyedia lowongan kerja.


Hahahaha..!! Sungguh aneh tapi nyata !"


"Yang jelas mereka tidak tahu sepak terjang kami di perantauan, mereka tidak tahu bahwa kami sering kelaparan, sering kekurangan disini, bahkan mereka tidak tahu arti menahan sebuah rindu !"


"Rindu keluarga, rindu kampung halaman, rindu orang-orang dikampung, rindu akan suasana dikampung "


Tanpa sadar terjatuh lah air mata Noven kebawah, membasahi tempat perantauan, membasahi mimpi-mimpi para perantau dengan meluapkan kerinduan yang telah lama tertahankan dalam bentuk air mata ketulusan.

__ADS_1


__ADS_2