Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(53) Suara Hati


__ADS_3

"Jreng..Jreng..Jeng..Jeng..Jreng"


Terdengar alunan suara gitar ditelinga meli.


Meli mendengar alunan gitar berpadu nyanyian noven yang begitu menusuk relung hatinya.


"Andaikata ku bisa mendengar nyanyian mu dengan petikan gitarmu setiap hari nov !"


Bisik meli didalam hatinya.


Meli kala itu tengah berada diluar kamar kos noven ,ia yang semula datang ke kosan noven dan berniat ingin menemuinya.


Namun ketika berada dipintu kamar noven ,langkahnya terhenti dan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar kos noven kala ia mendengar lagu yang dinyanyikan noven dengan di iringi suara gitar yang dimainkan oleh noven sendiri.


Meli begitu menikmati alunan nyanyian tersebut dan tak ingin nyanyian itu terhenti ketika ia membuka pintu kamar kos noven.


"Jeng..Jeng..Jreng..!"


"Engeek..!"


"Meli !"


Ucap noven ketika ia baru saja berhenti memainkan gitarnya tiba-tiba meli membuka pintu kamar kos noven dan masuk kedalamnya.


"Kenapa ? Kaget !"


Ucap meli dengan tersenyum.


"Iyalah kaget ! Pas juga habis aku main gitarnya tiba-tiba kamu masuk"


Ujar noven menjelaskan.


"Hahaha..bisa se-pas begitu ya ?!"


Sahut meli sedikit tertawa.


"Tahu akh..kamu sudah seperti jelangkung saja ,datang tak dijumput ,pulang tak diantar"


Jawab noven dengan candaannya.


"Hahaha...Ada ya ,jelangkung secantik diriku ?"


Sahut meli dengan tersenyum cantik.


"Ya tidak ada sih..Kalaupun jelangkung secantik kamu ,pasti semua cowok sudah main jelangkung"


"Berarti tidak main cewek lagi ya"


"Hahahahaha.."


Noven dan meli pun tertawa bersama ,saat noven menjawab meli dengan candaannya dan meli pun menyahutinya dengan canda pula.


"Hahaha..Ya benar mel ,kalau jelangkung secantik kamu ,semua cowok tidak main cewek lagi tapi main jelangkung"


"Serem"


"Hahahahaha.."


Noven dan meli kembali tertawa saat noven memperjelas maksud meli ,kemudian meli pun kembali menyahutinya.


"kamu juga sih mel..Datang bukannya ngucap salam dulu ,malah mengejutkan orang"


Ujar noven mengingatkan meli.


"Iya..Deh ,Asalamuallaikum..."


"Sudah Telat !"


"Hahaha.."


Meli pun tertawa saat noven menjawab dengan cepat salam meli.


"Kok jawabannya begitu ,harus jawab yang benar"


"Ya..Waillaikumsalam.."


Noven pun menjawab salam meli dengan benar saat meli mengingatkan noven dengan jawaban yang benar.


"Nah..Kalau jawabnya benar ,kan adem dengarnya"


"Ya ustadzah"


"Hahahaha..."


Meli pun tertawa lagi saat noven menyebutnya dengan ustadzah saat ia mengomentari jawaban salam noven.


"Sudah akh..Ketawanya ,capek tahu"


Ucap meli setelah ia tertawa.


"Ya..Siapa juga yang nyuruh kamu ketawa"


Sahut noven.


"Hahaha..Ya..Ya..Tapi kan tertawa lah sebelum tertawa itu dilarang"


Sebut meli dengan sedikit tertawa dan kembali berkomentar.


"Ya..Kata warkop DKI"

__ADS_1


Jelas noven.


"Hahaha..Ya kata-kata yang Legandaris"


Sahut meli tertawa mengingat kata-kata yang diselipkan oleh film komedi warkop DKI.


"Tau tak arti DKI ?"


Tanya noven.


"Maksudnya Dono Kasino Indro kan ?!"


Jawab meli dengan benar kepanjangan DKI dari film komedian warkop.


"Bukan .Artinya Dengan Kamu Indahnya.."


Jawab noven dengan tersenyum lebar sembari tertawa


"Iih..Gombalanmu tidak mempan !"


Ucap meli dengan ketus.


"Cuma gombalan kiris yang mempan ya ?!"


Sahut noven tersenyum lebar.


"Iih..Apaan sih !"


"Ciee..Ada yang malu-malu"


Noven menggoda meli yang terlihat canggung dengan jawabannya.


"Tapi..Asli ,Kiris itu baik ,setia ,pemberani walaupun orangnya emosian tapi dia pengertian ,juga perhatian"


Ujar noven memuji sahabatnya kiris .


"Iya sih..benar nov"


Kata meli sedikit tertegun membenarkan noven ,tapi hati meli berkata lain .


"kau benar nov ,kiris orang yang sempurna sebagai lelaki ,tapi biar bagaimana pun perasaanku masih tertuju padamu .aku masih berharap suatu hari nanti ,kamu jatuh cinta padaku dan kita dapat bersatu"


Bisik meli didalam lamunannya.


"Hei..!"


"Ya.."


Noven pun memudarkan lamunan meli yang terkaget.


"Hahaha..kamu melamunkan kiris ya ?"


Noven kembali menggoda meli dengan tertawa.


Jawab meli ketus.


"Pasti iyalah ,secara kita kan baru saja bahas kiris"


Kata noven membenarkan kata-katanya.


"Noven goblok ,aku melamunkan kamu bukan kiris !"


jawab meli didalam hati.


"aku telepon kiris Akh..!"


Seru noven sembari mengambil Ponsel gengamnya.


"tidak usah goblok !"


Seru meli sembari merampas ponsel genggam noven.


"Mel ,kembalikan Handphoneku !"


Pinta noven .


"tidak mau !"


Jawab meli singkat.


"Mel.."


Seru noven.


"Tapi janji jangan telepon kiris"


Ucap meli dengan serius.


"Iya deh"


Jawab noven.


"Janji dulu !"


Seru meli tegas.


"Ya..Janji tidak akan telepon kiris !"


Noven pun menuruti permintaan meli.

__ADS_1


"Nih..Ambil !"


Meli pun memberikan ponsel genggam noven.


"Ya..terima kasih"


Jawaban noven manis ,sembari ia mengambil kembali ponsel genggamnya ditangan meli.


"Eh..kau ngapain lagi nov !"


Seru meli tiba-tiba merampas kembali ponsel genggam noven ,karena ia menyadari kalau noven tengah mengetik pesan tertulis dari ponsel genggamnya.


"Iiihh..Kan..kau ngetik WA (WhatsApp/Pesan tertulis) Sama kiris"


Ucap meli dengan sedikit kesal.


"Kan tadi janjinya cuma tidak boleh nelepon kiris ,berarti kalau WA boleh kan"


Ujar noven membenarkan dirinya.


"Ya..Tetap sama saja nov !"


Jawab meli.


"Ya Deh..Sekarang ini aku tidak akan telepon kiris ,tak akan Wa kiris dan sejenisnya .JANJI !"


Ujar noven kembali berjanji ,Meli pun tersenyum mendengarnya kemudian mengembalikan kembali ponsel genggam milik noven.


Noven mengambil kembali ponsel genggam miliknya ,dan noven pun meletakkan ke lantai ponsel genggam miliknya.


Meli pun tersenyum senang karena noven tidak mengingkari janjinya.


"Kenapa sih kamu tak mau kiris kesini ?"


Tanya noven


"Ya..tidak mau saja karena mungkin kiris masih kelelahan"


Jawa meli berbeda dengan isi hatinya.


"Karena aku lagi pengen berdua sama kamu saja nov !"


Jawab meli didalam hatinya.


"Oh..kamu pengertian juga ya jadi cewek ,Soalnya kemarin kan kalian berdua habis jalan ke wisata air terjun"


Ujar noven mengingat alasan kiris keletihan.


"Eh..Bagaimana jalannya kemarin pasti senang ?!"


Tanya noven dengan tersenyum.


"Iya ,pastinya senang sekali"


Jawab meli dengan tersenyum senang.


"Tempatnya dingin sekali..Sumpah ,Disana juga ramai orangnya ,banyak juga kedai-kedai didekat air terjun itu ,pas lah buat bersantai menikmati pemandangan disana sambil minum-minuman hangat dan makan-makanan hangat .Mana pemandangan disana bagus sekali..Keren deh pokoknya"


Seru meli dengan girangnya menceritakan tempat wisatanya kemarin .


"Waw..Pasti bagus sekali tempatnya !"


Sahut noven dengan terkesan.


"Iya...Bagus sekali tempatnya ,tak akan nyesel deh kalau kesana"


Seru meli memastikan tempat itu begitu indah.


"Jadi pengen deh kesana"


Ucap noven dengan harap.


"Kapan-kapan kita kesana yuk !"


Ajak meli menyarankan.


"Ayok..Sekalian ajak yang lainnya juga"


Jawab noven dengan gembira .


"Iya..Kita ajak semuanya biar pada tau keindahan tempat Favorite Aku !"


Sahut meli dengan senangnya .


"Oh..iya ,Itu tempat Favorite Kamu ya..Sudah lama kan kau pengen kesana !? Pasti kau senang sekali karena keinginanmu sudah tercapai ,kiris lagi yang wujudkan keinginanmu"


Seru noven dengan tersenyum.


Meli pun tersenyum sembari mengangguk tanda meng-iyakan noven .


Noven yang masih tersenyum dengan cerita tempat wisata air terjun tersebut ,meli memandangi noven dalam-dalam ,sambil tersenyum meli pun menyampaikan sesuatu dengan suara hatinya.


"Nov ,aku memang senang sekali karena keinginanku telah terwujud ketempat air terjun itu ,tapi aku lebih senang lagi kalau aku kesana cuma berdua samamu"


...----------------...


***▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :

__ADS_1


      Tanda : "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922***


__ADS_2