Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.102 Cuap cuap cinta


__ADS_3

Hari resepsi pernikahan Aileena dan Fatur telah tiba. Sebuah ballroom hotel kini telah disulap menjadi begitu mewah dan indah dengan nuansa putih. Tampak Aileena dan Fatur tengah berdiri di tengah-tengah pelaminan menyalami tamu satu persatu dengan senyum lebar yang tak pernah surut dari wajahnya. Raut bahagia, lega, puas, begitu jelas terlihat dari pasangan raja dan ratu sehari itu.


Teman-teman hingga rekan kerja Fatur cukup terkejut dengan undangan pernikahan dadakan dari Fatur itu. Bagaimana tidak, ia mengundang setelah semua persiapan hampir selesai. Ia memang sengaja melakukannya. Pernikahan Fatur ini tentu mematahkan kabar yang mengatakan bahwa Fatur penyuka sesama jenis. Ia mendapatkan julukan itu sebab di usia yang hampir menginjak kepala 3 itu, ia belum pernah satu kali pun terlihat dekat dengan seorang perempuan. Banyak rekan bisnis baik dirinya maupun orang tuanya yang mencoba menjodohkan putri mereka dengan Fatur, tapi Fatur tak pernah tertarik satu kali pun.


Awalnya orang-orang yang mengenal Fatur mengira, pernikahan ini hanyalah settingan atau cara untuk mematahkan gosip tapi setelah melihat betapa cantik pasangan Fatur dan betapa romantis sikap Fatur pada Aileena selama acara berlangsung, mereka akhirnya mengakui kalau Fatur selama ini sedang memang menunggu pasangan yang tepat . Dan kini, pasangan sejatinya telah datang, pantas saja Fatur tidak berminat dengan gadis manapun yang dijodohkan dengan dirinya sebab pasangan Fatur sangatlah cantik. Wajahnya juga keibuan dan anggun membuat siapa saja yang memandangnya jadi terpesona.


"Ai-yang capek?" tanya Fatur pada Aileena yang berdiri di sisinya. Hari makin larut tapi para tamu sepertinya tak kunjung habis. Bahkan masih banyak yang sedang bercengkrama saat bertemu seseorang yang mereka kenal.


"Iya nih, kaki Ai udah mulai pegel. Kira-kira Fareez nangis nggak ya, mas? Udah berapa jam ini ditinggalin sama mbak Nina." cemas Aileena.


"Mau balik ke kamar?" tanya Fatur lagi. Ia pun cukup khawatir pada Aileena pun Fareezky yang sudah ditinggalkan beberapa jam.


"Tapi nggak enak sama tamu, mas. Masa' udah mau ditinggal aja."


"Hai pengantin baru, selamat ya!" tiba-tiba 2 pasang tamu naik ke atas pelaminan dan memberikan selamat.


"Ah, tuan Diwangga, tuan Aglian, terima kasih sudah datang. " ucap Fatur saat melihat pengacara kondang dan pengusaha ternama memberikan selamat padanya. Mereka merupakan kenalan dari Andreas karena itu mereka turut diundang. (Yang udah baca Pesona Mantan Istri yang Disakiti pasti tau dong sama Diwangga dan Aglian. 😁)


"Ah, Bu Aileena guru di SD Mercubuana, bukan?" tebak Anggi saat melihat Aileena.


"Benar Bu. Ibu orang tuanya si kembar itu kan? Karin dan Kevin?"


"Iya Bu, benar. Wah, pantesan aja pas liat undangan namanya kayak nggak asing. Ternyata ibu guru yang nikah. Selamat ya Bu, semoga sakinah, mawadah, dan warohmah." ujar Anggi tulus.


"Aamiin ya rabbal alamin. Makasih ya, Bu. " sahut Aileena.


"Kamu kenal, sayang?" tanya Diwangga sambil merangkul pinggang Anggi.


"Kenal sih, tapi nggak terlalu ya Bu kan si kembar belum kelas 5. Tapi Bu Aileena ini memang guru kesayangan di SD Mercubuana, mas karena itu banyak anak-anak yang kenal termasuk para wali murid." ujar Anggi menjelaskan.


"Ah, Bu Anggi terlalu berlebihan." sahut Aileena sambil mengulum senyum.


"Sekali lagi kami ucapkan selamat, ya!" Lalu Diwangga, Anggi, Aglian, dan Luna pun bersalaman dengan Aileena dan Fatur secara bergantian.

__ADS_1


...***...


Pesta telah usai, Aileena dan Fatur kini telah berada di kamar mereka. Karena terlalu lelah, Aileena pun langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


"Ukh, lelahnya!" desah Aileena sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Fatur melepaskan tuxedo yang melekat di tubuhnya, berikut dasi dan sepatu. Lalu ia duduk di samping Aileena dan meletakkan kakinya di atas pangkuannya.


"Mandi dulu donk, Ai-yang. Entar mas pijitin deh kakinya yang pegal." ujar Fatur seraya memijit kaki Aileena.


"Beneran mas mau pijitin? Bukan pijit plus-plus kan!" ujar Aileena seraya memiringkan tubuhnya.


"Kalau pijit plus-plus kenapa? Kan lebih enak. Double nikmatnya." ujar Fatur sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Itu mah maunya, mas."


"Maunya Ai-yang juga kan!" godanya


"Ai capek."


"Alamak, laki gue udah jadi kang me-sum." ejek Aileena seraya terkekeh.


"Me-sum sama istri sendiri boleh dong! Dari pada sama istri orang."


"Kalo sampai berani sama perempuan lain, mau gadis kek, janda kek, istri orang kek, awas lho mas. Entar menaranya Ai kebiri biar nggak bisa berdiri lagi." ancam Aileena seraya mendelik tajam.


"Wow, istri mas bisa jadi psyco juga toh! Kamu tenang aja Ai-yang'nya Mas yang paling cantik aduhai, hal itu takkan pernah terjadi. Kalau sampai terjadi, Ai bebas mau ngapain aja menara mas."


"Emang mas nggak takut?"


"Nggak. Ngapain takut. Yang takut itu justru yang suka selingkuh. Kalau mas mah nggak mungkin. Mas akan selalu setia sampai maut memisahkan kita. Janji." ucap Fatur sungguh-sungguh.


"Love you, mas. " ucap Aileena dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Love you, too my precious wife."


Setelah acara cuap-cuap cinta, pasangan pengantin itu pun segera membersihkan diri. Malam ini, khusus membahagiakan sang suami, Aileena pun mengenakan gaun lucknut yang sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari khusus di pakai di malam spesial ini. Sekeluarnya dari kamar mandi, Fatur membelalakkan matanya dengan mulut menganga. Bagaimana ia tidak terkejut, saat melihat sang istri yang biasanya mengenakan daster kini malah mengenakan baju lucknut yang super tipis menerawang berwarna hitam membuat kulit putih mulus Aileena terlihat begitu menggoda iman.


"Hhmmm ... sepertinya ada yang sudah tidak sabar minta terkam, hm!" goda Fatur seraya mendekatkan. Tubuhnya yang hanya dibalut handuk putih dari pinggang hingga ke atas lutut terlihat begitu menggoda. Apalagi saat tetes-tetes air mengalir dari rambut hingga ke sepanjang kulit Fatur.


Aileena menggigit bibirnya, wajahnya memerah, sebenarnya ia sedikit malu, tapi bukankah Fatur suaminya sendiri. Akan ada pahala yang besar telah menanti bila seorang istri berinisiatif terlebih dahulu menyenangkan suami.


"Kalau itu bisa membuat suamiku senang, why not." desis Aileena seraya mengerlingkan sebelah matanya.


"Malam pertama untuk kesekian kali." ujar Fatur seraya terkekeh.


"Biarpun ini untuk kesekian kali tetap Ai yang pertama."


"Sure. Karena Faturrahman Elhaq hanya untuk Aileena Nurliah seorang."


"Jadi ... kapan kita mulai?"


"Detik ini juga." lirih Fatur di depan wajah Aileena.


Lalu Fatur mulai menyergap bibir merah Aileena, melu@tny@ lembut makin dalam makin menuntut. Sebelah tangannya terulur mengusap punggung Aileena seduktif, melambungkan asa menautkan jiwa. Lalu tangan sebelahnya lagi menekan tengkuk Aileena untuk memperdalam ciuman mereka.


Tangan itu kini bergerak makin liar, pun bibirnya meninggalkan jejak-jejak asmara di beberapa sisi dan sudut . Gairah kedua insan itu kini makin bergelora. Seperti musafir yang begitu dahaga, mereka sudah tak sabar menuntaskan segala hasrat yang telah membuncah. Hingga tibalah mereka di puncak kenikmatan. Surgawi dunia. Surganya pasangan halal.


"Terima kasih, Ai-yang'nya Mas. Kau memang selalu nikmat. Love you so much." bisik Fatur sebelum memberikan kecupan sayang di dahi Aileena.


...***...




...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2