
Selepas mendatangi Adnan di lapas, Aileena dan Fatur pun segera kembali ke rumah. Dalam perjalanan pulang, Aileena terbayang-bayang raut sedih penuh kerinduan Adnan pada putranya. Apalagi ini merupakan kali pertama Adnan dapat merengkuh tubuh mungil putranya dalam dekapan dan gendongannya. Tangisan lirih hingga sesegukan membuat hati kecil Aileena serasa diremas. Mengapa tidak, sebab ia memiliki andil terjadinya perpisahan antara ayah dan anak itu walaupun tak sepenuhnya salahnya sebab itu merupakan konsekuensi dari perbuatannya yang cenderung egois tanpa berpikir baik buruknya. Apalagi akibat perbuatannya, ia sampai menghilangkan nyawa seseorang. Ah lebih tepatnya 2 nyawa sebab janin yang ada di dalam kandungan Delima telah pergi terlebih dahulu disusul ibunya.
Di lapas tadi juga, Rere menyampaikan sekaligus meminta doa restu kalau ia akan segera bertunangan dengan Radika. Pun Radika, ia menyampaikan keinginannya menjadikan Rere sebagai tunangannya dan akan segera ia nikahi setelah Rere lulus kuliah alias wisuda. Awalnya Adnan terkejut sebab setahunya, Radika itu merupakan sosok yang juga mencintai mantan istrinya itu. Tapi sepertinya ia sudah berhasil move on dan pilihannya kini jatuh kepada adik kandungnya sendiri. Adnan dapat melihat kesungguhan di mata Radika, hingga akhirnya ia pun merestui dan mendoakan agar hubungan Rere dan Radika terjalin baik dan bahagia. Ia juga berpesan agar menjaga Rere dan tidak menyakitinya apalagi melakukan perbuatan yang akan ia sesali seumur hidup, seperti apa yang pernah ia lakukan. Penyesalan itu datangnya selalu di akhir jadi jangan sampai Radika mengalami seperti yang ia alami, pun Rere juga demikian. Radika pun berjanji pada Adnan akan selalu setia dan berusaha membahagiakan Rere semampunya.
Melihat istrinya yang termenung sepenjang perjalanan, tak pelak membuat Fatur penasaran. Dalam hati, terselip rasa khawatir kalau istrinya itu masih menyimpan rasa pada mantan suaminya. Bagaimanapun perjalanan hidup mereka bersama tidaklah sebentar. Sebelum menikah pun mereka telah menjalin hubungan selama 2 tahun jadi total waktu kebersamaan mereka adalah 5 tahun, sedangkan dirinya baru beberapa bulan saja. Apalagi melihat kondisi Adnan yang nelangsa, ia sebagai seorang lelaki saja iba, apalagi Aileena yang notabene merupakan mantan istrinya yang pernah mencintainya dan membersamai lelaki itu. Bagaimana bila suatu hari, rasa iba itu malah kembali menumbuhkan rasa yang pernah terkubur benci? Membuat cinta yang hilang kembali bersemi? Ah, Fatur khawatir hal itu kembali terjadi! Dalam hati, Fatur membatin semoga rasa cinta Aileena hanya berlabuh padanya dan takkan berpaling kembali ke belakang. Sebab bila hal itu sampai terjadi, mungkin ia akan hancur dan terpuruk hingga tak berdaya menatap dunia.
"Ai ... " panggil Fatur membuyarkan lamunan Aileena.
Aileena lantas menoleh dan tersenyum manis pada suaminya.
"Hmm ... ada apa mas?" sahut Aileena lembut.
"Mikirin apa sih? Sampai segitunya." tanya Fatur dengan pandangan matanya tetap fokus ke depan, sedangkan kedua tangannya berada di kemudi.
"Nggak mikirin apa-apa kok, mas. Kenapa?" tanya Aileena balik. Ia memang sempat terpikir tentang nasib Adnan yang sungguh tak terduga, tapi bukan hal baik bila membahas tentang mantan suami dengan suami masa kini. Ia hanya tak mau membuat suaminya itu khawatir atau berburuk sangka pada dirinya karena memikirkan nasib mantan suaminya.
"Beneran?"
"Kalau nggak bener kenapa?" goda Aileena dengan tersenyum smirk dan sedikit ... menggoda sekaligus mengalihkan pembicaraan yang tersirat bahaya di dalamnya.
"Ck ... sepertinya ada yang udah nggak sabar di serang entar malam deh!" ujar Fatur seraya terkekeh.
__ADS_1
"Kalau iya, kenapa? Malam ini kan malam pertama mas mimpin, jadi penasaran bagaimana rasanya dijajah suami gantengku ini." ujar Aileena sambil tertawa genit dan mengedipkan sebelah matanya.
"Astaga Ai-yang, kalau ini di rumah udah mas serang kamu." lirih Fatur setengah menggeram. Sungguh, ekspresi istrinya saat ini membuat menaranya ingin meronta keluar dari tempat persembunyiannya.
Mendengar geraman tertahan Fatur, sukses membuat Aileena tergelak. Ia bahkan sampai mencubit pipi Fatur karena geram melihat ekspresi suaminya. Sebagai perempuan dewasa, tentu saja ia sudah tak sabar menantikan malam istimewa itu. Malam dijajah suami. Apalagi menara suaminya itu sangatlah perkasa. Ia yang memimpin saja bisa mencapai puncak berkali-kali, apalagi suami perkasanya ini yang memimpin.
"Ahhh ... mas, jangan ragu-ragu." goda Aileena seraya mendes@h membuat pelipis Fatur pening seketika.
"Istri mas udah mulai nakal, ya! Beruntung ada Fareezky, kalau nggak mas hajar kamu di mobil ini." cibir Fatur dengan tatapan mata mendelik sebal , namun sekian detik kemudian mereka justru tergelak bersama. Untung saja Fareezky sedang tertidur lelap sejak sekeluarnya dari lapas.
...***...
Di sebuah rumah sakit, tampak seorang pemuda dengan pakaian lusuh dan berantakan tengah duduk bersandar di sebuah kursi tepat di samping brankar. Di atas brankar itu terbaring seorang perempuan pucat dengan selang infus tertancap di lengannya.
Digenggamnya jemari tangan yang terpasang jarum infus itu dengan raut wajah penuh penyesalan. Entah bagaimana cara ia meminta maaf pada gadis itu, ia tak tahu. Ia bingung sendiri. Ini salahnya. Murni kesalahannya. Antika sudah mencoba menghindarinya, tapi ia dengan berkeras memaksa Antika untuk menjadi kekasih gelapnya. Ia melimpahi Antika dengan sejuta perhatian hingga akhirnya gadis itu berhasil ia luluhkan dan jatuh ke pelukannya. Antika juga sudah hampir menyerah karena tak enak hati dengan Rere, tapi Rasyid berhasil meyakinkannya kalau itu tidak masalah. Ia bahkan mengatakan ia sebenarnya tidak mencintai Rere, tapi justru sebaliknya Rere lah yang mencintai dirinya. Ia menjadi kekasih Rere sebab ia merasa berhutang budi pada Rere yang pernah menyelamatkan dirinya yang hampir meregang nyawa di jalanan akibat kecelakaan.
Semua karena dendam yang salah. Dendam yang tidak beralasan. Dendam pada orang yang tiada bersalah sama sekali. Ini semua salahnya. Seandainya ia lebih pintar sedikit saja, pasti semua takkan terjadi seperti ini. Ayahnya memang salah karena tidak jujur mengenai masalah yang menimpanya, tapi ia lebih salah lagi karena membuat seorang gadis terpuruk akibat dendam yang salah. Ia membalas dendam pada kesalahan yang tak pernah ada. Gadis itu hidupnya sudah malang, lalu kini ia menambahi penderitaan gadis itu dengan menghamilinya dan menolak bertanggung jawab.
"An ... Antika ... kamu sudah sadar?" seru Rasyid saat melihat mata Antika mengerjap beberapa kali.
Rasyid pun segera menekan tombol yang ada di atas headboard,, tak lama kemudian seorang dokter ditemani seorang perawat datang ke kamar itu. Diperiksanya kondisi Antika. Karena kondisinya sudah stabil, dokter dan perawat itu pun keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Bola mata Antika bergulir kesana-kemari mencari sosok ibunya.
"Antika, hei, kau mencari siapa?" tanya Rasyid penasaran sebab dari tadi Antika sepertinya enggan mengeluarkan suara.
"Ibu." sahutnya singkat.
"Ibu sedang melihat adikmu sebentar."
"Antika ... maafkan aku, aku tau aku salah padamu, aku mohon maafkan aku. Aku ... aku akan bertanggung jawab atas kehamilanmu." ujar Rasyid sambil menatap lekat Antika yang sedang menatap kosong langit-langit.
"Tidak perlu. Aku tidak memerlukannya. Silahkan pergi! Aku ingin sendiri." tegas Antika tanpa mau menatap wajah Rasyid sama sekali. Rasyid pun terhenyak atas penolakan Antika. Bagaimana bisa gadis ini justru tidak mau ia bertanggung jawab.
"Aku tau, An, kesalahanku begitu besar. Tapi aku punya alasannya walaupun ternyata alasan itu pun tidak dapat dibenarkan karena kau tidak pernah bersalah. Aku mohon An, maafkan aku. Izinkan aku bertanggung jawab atas kehamilanmu." lirih Rasyid dengan wajah memelas.
Antika menatap lekat wajah Rasyid.
"Dengan cara apa?" tanya Antika dengan wajah sendunya.
"Aku akan menikahimu." jawab Rasyid tegas tanpa keraguan.
"Tidak perlu kalau kau terpaksa. " cetus Antika. Ia sudah merasa tertolak sebelumnya membuat hatinya patah. Apalagi cara penolakan Rasyid tempo hari cukup menyakiti hatinya. Dan kini tiba-tiba laki-laki itu mengatakan akan bertanggung jawab. Entah apa yang merasuki laki-laki itu hingga tiba-tiba berubah pikiran.
__ADS_1
...***...
...Happy reading 🥰🙏💪...