
Waktu terus bergulir, tak terasa perjalanan rumah tangga Aileena dan Fatur sudah menjejaki pertengahan tahun ke tiga. Suka duka telah mereka lalui bersama. Sama seperti rumah tangga lainnya, pertengkaran kecil, silang pendapat, atau adu argumen kadang menghiasi hari-hari mereka. Namun mereka tidak pernah memendam masalah berlama-lama. Bukankah selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan. Mereka juga tidak mau membesar-besarkan masalah. Tak butuh waktu lama, mereka pasti bisa menangani masalah apalagi Fatur merupakan sosok yang tak bisa berlama-lama didiamkan oleh sang istri. Sedangkan Aileena merupakan sosok yang mudah memaafkan asalkan masalah itu tidak fatal. Hanya dengan sedikit bujukan berbau perhatian dan romantis, maka Aileena akan segera memaafkan.
Begitu pula bila salah satu dari mereka melakukan kesalahan, maka mereka akan segera meminta maaf, bila yang ngambek susah dibujuk, maka cara akhirnya adalah melakukan olahraga ranjang. Apalagi bila yang merajuk adalah Fatur, maka Fatur akan sengaja berlama-lama ngambek agar istrinya mau memberikan pelayanan ekstra sebagai bayarannya. Hahahah ...
"Assalamu'alaikum." ucap Fatur saat memasuki rumah.
Fatur mengernyit bingung saat melihat semua ruangan tampak gelap padahal jarum jam baru menunjukkan pukul 8 malam. Tidak biasanya istrinya sudah tidur.
"Wa'alaikum salam." sahut mbok Ningsih sesaat setelah membukakan pintu rumah.
"Kok gelap semua, mbok? Ai udah tidur?" tanya Fatur penasaran.
"Itu den, bundanya anak-anak yang minta matiin. semua lampu. Mbok juga bingung, dari tadi si non uring-uringan mulu. Makan malam juga gitu, cuma beberapa sendok terus ditinggalin." cerita Mbok Ningsih membuat Fatur bertanya-tanya adakah ia membuat kesalahan. Tapi ia tidak mengingat sama sekali. 'Jadi apa?' gumamnya dalam hati.
"Ya udah mbok, saya ke kamar dulu. Takutnya nggak sadar buat kesalahan." ujar Fatur seraya terkekeh.
Mbok Ningsih pun ikut terkekeh seraya mengangguk.
"Maklum den, bawak'an hamil juga, masalah kecil pun bisa jadi sensitif." tukas Mbok Ningsih yang juga diiyakan oleh Fatur.
Fatur pun segera berlalu menuju ke kamar mereka di lantai dua. Setelah membuka pintu, Fatur kembali mengernyitkan dahinya saat melihat kamarnya pun gelap-gelapan. Ditekannya sakelar lampu hingga ruangan yang tadinya gelap gulita jadi terang benderang.
Seketika Fatur panik saat tidak melihat istrinya di kamar itu. Lalu ia bergegas memeriksa ke kamar mandi, namun ia juga tidak menemukan istrinya. Mendadak hati Fatur dirundung panik. Ia takut istrinya pergi meninggalkannya seperti dahulu. Fatur mang kerap mendadak panik saat tidak mengetahui keberadaan istrinya atau kehilangan kabar istrinya cukup lama. Ia seakan trauma , Aileena kembali meninggalkannya.
Dengan langkah panjang, Fatur berjalan menuju kamar Fareezky. Ia hendak membuka pintu kamar putranya itu, tetapi pintu itu justru tidak bisa dibuka karena terkunci dari dalam. Ia pun segera menuruni tangga dengan segera dan mengambil kunci cadangan di laci almari yang ada di ruang keluarga. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Fatur segera menuju ke kamar Fareezky lagi dan dengan perlahan membuka pintu itu dengan kunci yang ia bawa. Setelah pintu terbuka, Fatur dapat bernafas lega saat melihat sang istri tengah berbaring menyamping menghadap sang putra. Tak mau mengganggu, apalagi ia belum mandi, jadi Fatur segera kembali ke kamar mereka untuk mandi meninggalkan Aileena yang tengah cemberut.
Sebenarnya Aileena hanya berpura-pura tidur. Ia pikir Fatur akan segera mendekati dirinya, tapi ternyata tidak. Aileena pun tanpa sadar terisak. Entah mengapa, akhir-akhir ini ia begitu sensitif dan melow. Saat menonton acara Uang Kaget saja ia bisa tiba-tiba menangis apalagi saat melihat sinetron ikan terbang yang menampilkan istri disakiti, ia bisa tiba-tiba marah dan melemparkan remote tv karena kesal pada pemeran antagonis pun pemeran wanita yang dianggapnya begitu lemah dan cengeng. Sudah tidak tahu lagi, berapa banyak remote tv yang dilemparnya hingga hancur karena kesal. Sudah tau bikin kesal tapi masih di tonton.
__ADS_1
Saat sedang terisak, tiba-tiba sebuah tangan kekar menyeka air matanya dengan lembut. Pemilik lengan itu juga mencium puncak kepala Aileena membuat Aileena makin terisak. Takut membangunkan Fareezky yang tengah tertidur, Fatur segera menggendong Aileena menuju kamar mereka. Aileena tidak menolak, tangannya justru melingkari leher Fatur dengan kepala bersandar di dada pelukabke Fatur. Rasa nyaman dan hangat seketika menyeruak di sekujur tubuh Aileena saat tubuhnya menempel sempurna di tubuh Fatur yang sedang menggendongnya. Namun, rasa hangat dan nyaman itu tiba-tiba hilang saat Fatur membaringkan Aileena di tempatnya membuat bibir Aileena kembali mengerucut.
"Ai-yang marah sama, mas? Kali ini mas buat salah apa lagi, hm?" tanya Fatur hati-hati sebab akhir-akhir ini ini tingkat sensitivitas Aileena melonjak drastis.
"Ikh, mas lupa ya hari ini hari apa?" tanya Aileena dengan kening berkerut dan bibir mengerucut.
"Hari apa? Hari ini hari Rabu, terus?" Fatur mencoba mengingat-ingat moment yang berhubungan dengan hari itu. Hari pernikahan, bukan. Hari ulang tahun, juga bukan. Jadi apa? Batin Fatur bertanya-tanya.
"Ck ... mas pikun banget sih! Ini kan hari pas mas lamar Ai, terus atas permintaan mas, kita bertunangan di hari itu juga. Masa' mas lupa sih?as udah nggak sayang, Ai ya jadi lupa gitu aja moment spesial kita?" tukas Aileena masih cemberut membuat Fatur terperangah tak percaya ternyata istrinya ini tipe pengingat segala hal. Fatur lantas tersenyum lebar lalu mengambil kaki Aileena dan meletakkannya di atas pangkuannya. Lalu Fatur mulai memijit kaki Aileena yang sekarang makin mudah pegal.
"Maaf, mas lupa banget sayang. Maafin mas dong, jangan ngambek lagi ya! Kata siapa mas nggak sayang, kalau nggak sayang, pasti mas udah cari yang lain."
"Apa? Mas mau cari yang lain? Mas jahat ih, mas mau jadi kayak mas Adnan juga ya? Mas mau duain Ai juga ya?" cetus Aileena dengan mata berkaca-kaca.
"Astaga, maaf , mas salah ngomong lagi ya!" gusar Fatur karena tak menyangka kata-katanya membuat Aileena makin sedih. "Nggak lah sayang, sampai mati pun mas cuma mau Aileena seorang yang jadi pendamping mas. Kamu itu nggak ada duanya, sayang dan tak akan tergantikan. Jadi please, jangan marah sama mas ya!" ujar Fatur serba salah.
Lalu Fatur berdiri dengan mengangkat kaki sebelah dan menjewer telinganya sendiri di hadapan Aileena.
"Oke, tapi ada syaratnya ... "
Fatur sontak bersemangat mendengar ia akan dimaafkan walaupun dengan syarat.
"Apa syaratnya, Bun? Pasti ayah kabulin deh!"
"Ayah harus masakkin bunda nasi goreng spesial tapi harus pake baju daster." ujar Aileena sambil memainkan alisnya naik turun membuat Fatur ternganga tak percaya mendengarkan permintaan istrinya itu.
"Pake daster? Aduh Bun, nggak bisa syarat yang lain apa? Oke kalau masakkin nasi gorengnya, tapi masa' ayah yang ganteng maksimal dan atletis ini harus pake baju daster, apa kata dunia entar?" protes Fatur yang tidak setuju kalau ia harus memakai daster. Bisa mak-mak netijen bayangkan, liat cowok tubuh berotot dan wajah tampan berjambang tapi pakai baju daster, gimana rupanya?
__ADS_1
"Kalau nggak mau, bunda bakal marah sampai seminggu ke depan. Mas juga nggak boleh tidur di kamar. Silahkan tuh bobok di sofa!"
"Please, Bun, jangan gitu dong! Ayahkan nggak bisa tidur kalau nggak meluk guling kesayangan, ayah. Siapa lagi kalau bukan bunda Aileena Nurliah tercinta." mohon Fatur lagi.
"Pokoknya nehi nehi ... mau nurut oke, nggak juga nggak masalah." tukas Aileena tegas.
Fatur menghela nafas panjang, pasrah. Fatur mengibarkan bendera putih kalau udah begini. Tak ada jalan lain selain menuruti permintaan istrinya tercinta.
Akhirnya Fatur pun menyetujui permintaan Aileena walaupun dengan terpaksa.
"Iya, Bun, iya, sini , mana dasternya. Apa aja akan ayah lakuin asal bunda Ai-yang tercinta tersenyum lagi." ujarnya sambil menoel hidung Aileena gemas.
Aileena pun terkekeh saat melihat suaminya mengenakan daster.
"Ukh, bikin gumush deh!" goda Aileena sambil terkekeh seraya mendudukkan bokongnya di kursi dapur.
"Unda ... " panggil Fareezky sambil mengucek matanya. Ia terbangun dari tidurnya lalu segera menuju dapur saat mendengar suara tawa dari arah dapur. "Yayah ... kok Yayah pake baju Unda sih?" tanya Fareezky bingung saat melihat Fatur mengenakan daster.
Aileena menutup mulutnya karena menahan tawa melihat Fatur yang salah tingkah saat tertangkap basah sedang mengenakan daster sembari memasak.
"Den Fatur ... "
"Tuan Fatur ... "
Seru mbok Ningsih dan Nina bersamaan yang juga tak kalah terkejut melihat majikannya mengenakan daster.
Aileena pun lantas tertawa renyah saat melihat wajah cemberut Fatur. Ia sudah bagaikan maling yang tertangkap basah. Tampak salah tingkah. Namun, wajah cemberut itu hanya bertahan beberapa saat saja. Saat ia melihat tawa lepas Aileena, rasa kesalnya tiba-tiba menguap entah kemana bergantikan kebahagiaan karena masih bisa melihat tawa lepas istrinya tercinta.
__ADS_1
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...