Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.96 Ke Kantor Fatur


__ADS_3

Waktu terus berputar, tak terasa kini Fatur telah pulih sepenuhnya. Karena itu, Fatur berencana untuk datang ke kantornya. Sudah cukup lama ia meninggalkan kantor, tentu sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, ia tidak bisa terus-terusan melimpahkan pekerjaannya pada Rama.


"Mas, mas serius mau mulai kerja lagi hari ini? Nanggung banget mulai kerja hari Kamis, kenapa nggak sekalian entar Senin aja." tukas Aileena seraya merapikan kemeja Fatur dan memakaikan dasinya.


Hobi terbaru Fatur saat ini adalah menikmati wajah cantik istrinya. Jadi setiap mereka saling berhadapan seperti ini, maka Fatur akan memanfaatkannya untuk menikmati setiap inci kecantikan wajah istrinya itu. Apalagi ia akan mulai bekerja kembali, tentu intensitas pertemuan mereka akan berkurang jadi ia akan memanfaatkan waktu kebersamaan mereka sebaik mungkin.


"Hmmm ... mas udah kebanyakan libur, Ai-yang. Nggak mungkin kan semua pekerjaan mas, mas serahin ke Rama. Mas juga kasihan sama dia, pengantin baru tapi belum sempat bulan madu. Eh, kita juga ya!" tukasnya sambil tersenyum.


"Gimana kalau nanti kita kasih mereka hadiah paket bulan madu aja, mas sebagai ungkapan terima kasih udah bantuin kamu selama kamu vakum." Aileena memberi saran sambil menepuk-nepuk pundak Fatur agar kelihatan lebih rapi.


"Ide kamu boleh juga, Ai-yang. Nanti kita cari destinasi yang bagus buat mereka juga. Sekalian cari buat kita juga soalnya mas berencana setelah mereka kembali bulan madu, mas ingin minta mereka mempersiapkan acara resepsi pernikahan kita. Kamu setuju kan, Ai-yang?" tanya Fatur seraya mengusap pelan pipi Aileena.


"Ai sih terserah, mas aja. Ai ngikut aja mana baiknya. Mas juga jangan lupa diskusiin ini sama mama dan papa. Ai nggak mau entar kita dicap anak nggak berbakti dan tidak menghargai keberadaan mereka karena tidak melibatkan mereka di hari besar keluarga ini." tukas Aileena memeringatkan. Fatur pun mengiyakan sebagai jawaban sebab apa yang dikatakan Aileena memang ada benarnya.


"Siap Bu guru." ujar Fatur sumringah dengan tangan terangkat ke sisi kepala seperti sikap sedang memberi hormat upacara.


"Anak pintar." puji Aileena sambil terkekeh. "Oh ya mas, masa cuti Ai udah hampir habis, entar Senin Ai udah harus aktif lagi ngajar, boleh kan!" tanyanya sambil bergelayut manja di lengan Fatur.


"Mas nggak melarang apapun yang kamu inginkan, sayang sebab mas yakin kamu pasti mampu mengatur waktu antara bekerja dan keluarga." sahutnya tidak mempermasalahkan keinginan Aileena untuk kembali bekerja. "Kamu atur saja sebagaimana mestinya, mas pasti dukung kok termasuk dalam mengasuh baby Fareez kita yang tampan." imbuhnya lagi.


"Ah, mas Fatur, Ai jadi makin sayang deh." ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Hahaah ... kode nih! Hmm ... oh iya, entar malam kan jadwal mas yang memimpin pertempuran, pantas aja istri mas jadi ... " ujarnya sambil terkekeh.


"Eh ... eh ... eh ... kok menjurus ke sana ih, dasar masnya aja yang mulai me-sum." Aileena mendelik sambil memeletkan lidahnya lalu berlari dari hadapan Fatur.

__ADS_1


"Udah nggak usah nyangkal, jujur aja. Mas akan memimpin dengan senang hati kok. Ikhlas jiwa dan raga untuk bunda Aileena tercinta." pekik Fatur seraya tergelak saat melihat wajah Aileena yang bersemu merah.


...***...


Siangnya Aileena berencana mengantarkan makan siang untuk Fatur. Ia pun memilih naik taksi untuk pergi kesana sambil menggendong Fareezky. Setibanya di kantor Fatur, ia justru mendapatkan tatapan aneh dari para karyawan yang tidak mengenal Aileena apalagi kedatangannya sambil menggendong Fareezky dan membawa sebuah rantang makanan. Mereka pikir mungkin Aileena adalah istri dari salah satu karyawan Fatur. Jadi mereka pun menanyakan tujuan kedatangannya.


"Maaf Bu, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya salah seorang wanita yang merupakan resepsionis di kantor itu.


"Oh, bisa saya menemui bapak Fatur?" tanya Aileena ramah membuat wanita itu mengerutkan keningnya.


"Maaf Bu, apa sudah buat janji?" tanyanya lagi.


Aileena menggeleng, "Tidak. Katakan saja dimana ruangannya." tukasnya sembari tersenyum.


"Maaf Bu, Anda tidak bisa menemui pak Fatur tanpa membuat janji terlebih dahulu." sergahnya dengan senyum di bibirnya.


Setelah mengatakan itu, ada beberapa karyawan wanita yang mendengarnya tergelak kencang.


"Mbak, mau kalau deketin orang ya nggak segitunya keles pake ngaku-ngaku istri, bos. Bos kami itu masih single, mbak. "


"Iya jadi orang nggak tau malu banget sih! Cantik-cantik tapi gila. Nggak sadar diri udah punya anak masih mau deketin cowok single." imbuh yang lain.


Tak lama kemudian terdengar tangis Fareezky. Aileena mencoba menenangkannya tetapi tak bisa. Aileena sadar, pasti Fareezky menangis bukan hanya karena haus tapi ingin bertemu ayahnya seperti biasa.


"Cup ... cup ... cup ... sebentar ya sayang, bunda telepon ayah dulu biar jemput kita!" ujar Aileena mencoba menenangkan Aileena.

__ADS_1


"Mbak, maaf ya, mendingan mbak pulang deh! Mbak tau nggak sih, mbak itu udah mengganggu kinerja kami di sini." tukas karyawan yang lain.


Aileena menghela nafas panjang hendak menghubungi Fatur. Baru saja ia hendak menghubungi Fatur, terdengar suara yang familiar di telinganya membuat Aileena sontak mengulas senyum.


"Ada apa ramai-ramai di sini?" suara Rama terdengar di telinga Aileena, ia pun segera membalik badannya. Karena tubuhnya tertutup orang-orang jadi ia tidak bisa melihat kedatangan Fatur dan Rama yang baru saja keluar dari lift.


"Itu pak, ada seorang perempuan sambil menggendong anaknya mengaku-ngaku sebagai istri pak Fatur. Sudah kami minta untuk segera pulang karena tangisan anaknya mengganggu pekerjaan kami, tapi ia tetap tidak mau beranjak dari tempatnya." ujar salah seorang karyawan.


Setelah mendengar itu, Fatur yang dari tadi diam langsung berlari mencari Aileena. Ia yakin perempuan yang dikatakan karyawannya itu adalah Aileena dan Fareezky.


"Ai-yang, kok nggak bilang mau kesini?" tanya Fatur saat sudah melihat keberadaan Aileena dan Fareezky membuat karyawan yang tadi menghalangi kedatangan Aileena tiba-tiba memucat.


"Ai mau anterin makan siang, tapi ... ya gitu deh nggak ada yang percaya kalau Ai istri, mas Fatur." ujarnya seraya mencebikkan bibirnya.


"Maafin mas ya karena belum sempat mengumumkan pernikahan kita ke karyawan, mas. Karena itu, mas pingin cepat-cepat buat resepsi untuk kita supaya semua orang tau kalau Aileena itu milik mas dan mas itu milik Aileena." ujarnya sambil tersenyum manis membuat semua orang yang melihatnya melongo sebab Fatur merupakan orang yang pelit senyum.


"Iya, Ai ngerti kok. Nih, mas, Fareezky udah kangen ayahnya. Nggak mau diam dia. Tau banget di ada di kantor ayahnya." ujar Aileena seraya menyerahkan Fareezky ke dalam dekapan Fatur.


"Ukh, anak ayah kangen ya! Sama dong. Yuk, ikut ayah ke ruangan ayah." ajak Fatur seraya menggendong Fareezky, sedangkan tangannya yang lain menggandeng tangan Aileena.


"Semuanya, dengarkan saya, lain kali kalau melihat ibu ini, segera persilakan ke ruangan saya sebab dia istri saya. Namanya Aileena dan ini putra kami, namanya Fareezky. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi. Bukankah di bagian resepsionis ada interkom, manfaatkanlah benda itu sebagai mana mestinya. Bukannya menolak kedatangan tamu tanpa menanyakannya terlebih dahulu. Beruntung istri saya orang yang penyabar, kalau tidak, bila ia meminta memecat kalian karena tingkah tak sopan kalian, maka saya pasti akan segera mengabulkannya." tegas Fatur dengan sorot mata tajam ke arah para karyawannya.


"Maafkan kami, pak. Maafkan kami, Bu. Kami mohon maaf atas kelancangan dan ketidaksopanan kami." ucap orang-orang yang tidak mempercayai Aileena adalah istri Fatur.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2