
Malam makin larut, raga yang sudah sangat lelah harusnya bisa membuat Fatur mudah untuk memejamkan matanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia begitu sukar untuk terpejam apalagi terlelap. Ternyata penuturan mamanya tentang masa lalunya cukup mengguncang jiwanya. Dua orang yang dipercayai mamanya ternyata pengkhianat yang membuat mamanya sempat terpuruk dan fakta yang lebih mengejutkan dirinya adalah ternyata kedua orang itu adalah orang tua dari pujaan hatinya, Aileena.
Lalu ia mengingat pertanyaan yang ia lontarkan. Jawabannya sungguh di mengejutkan membuatnya bimbang hingga sekarang.
'Lalu apa hubungannya dengan sikap mama yang seperti itu kepada Aileena?' tanya Fatur penasaran. Walaupun ia sudah bisa menebak apa jawaban dari sang mama tapi ia tetap ingin meminta kejelasan.
Malika menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar seraya menatap lekat mata Fatur.
"Irfan dan Anne adalah orang tua dari Aileena. Aileena adalah anak dari orang yang sudah menghancurkan hati dan perasaan mama. Bahkan mungkin bila papa tidak ada saat itu terjadi bisa jadi hidup mama lebih hancur lagi." ucap Malika dengan mata yang sudah sembab.
"Apakah mama sudah memastikannya?" Fatur masih mencoba berharap orang itu bukanlah orang tua dari Aileena.
"Mama sudah mencari taunya, bahkan jauh sebelum kamu mempertemukan mama dan Aileena."
"Maksud mama?"
"Hari itu mama pernah melihat dia datang ke cafe bersama mantan mertuanya itu. Mama terkejut saat melihat wajahnya. Untuk memastikan dugaan mama, mama meminta seseorang mencari tau dan ternyata benar, Aileena adalah anak dari Irfan dan Anne. Dan hal lebih mengejutkan lainnya adalah ternyata perempuan itulah yang kamu kenalkan ke mama sebagai orang yang kamu cintai. Hal itulah yang membuat mama menjadi tak sanggup bersikap beramah tamah padanya. Mama akui, dia wanita yang bukan hanya cantik tapi juga baik, tapi kenangan itu ... ternyata masih membelenggu jiwa mama. Papa sudah meminta mama mengikhlaskannya tapi ... itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Mama udah usaha, tapi ternyata sulit." ungkap Malika sendu dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi papa juga sudah tau?" tanya Fatur dan Malika mengangguk pelan.
__ADS_1
...***...
Terhitung sudah satu Minggu Fatur tidak menghubungi Aileena semenjak ia mengetahui fakta tentang masa lalu mamanya. Ia bingung. Ia begitu merindukan Aileena dan Fareezky, tapi dadanya masih terasa sesak begitu pula lidahnya, masih terasa Kelu. Ia selalu terbayang tangis pilu mamanya. Ia tak dapat menyalahkan mamanya yang tampak tidak menyukai Aileena sebab namanya luka takkan semudah itu untuk sembuh. Padahal waktu telah berlalu sekian tahun dan kedua orang yang menyakiti mamanya juga sudah tidak ada di dunia ini lagi, namun luka itu masih saja ada dan kembali menganga saat mamanya melihat Aileena. Itu sudah menjelaskan betapa hati mamanya dulu pernah begitu hancur.
Fatur menarik rambutnya frustasi. Ia bingung harus melakukan apa dan membuat keputusan bagaimana. Sebab ia bukan hanya harus memikirkan perasaan dirinya dan Aileena, tapi juga mamanya. Jiwa Fatur kini bagai ditimpa beban ribuan ton. Tidak mudah mengambil keputusan. Aileena adalah perempuan yang sangat ia cintai. Entah bila berpisah dari Aileena, apakah ia sanggup kembali jatuh hati dan menjalin kasih. Tapi ia juga tidak bisa mengabaikan perasaan orang yang melahirkannya ke dunia. Ia tidak bisa bersikap egois.
"Bos ... " tiba-tiba Rama masuk ke ruangannya dengan tergesa-gesa. Raut wajah gusar begitu terlihat jelas di wajahnya.
"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Fatur seraya menegakkan tubuhnya.
"Proyek di Bali bermasalah. Sepertinya supplier bermain-main dengan kita dengan mengirimkan bahan yang kualitasnya jauh di bawah standar akibatnya tiang bangunan tidak kokoh dan roboh menimpa beberapa pekerja. Ada yang selamat, tetapi ada beberapa yang kritis. Bos harus segera turun tangan sebelum masalah ini makin mencuat dan membuat citra perusahaan kita menjadi buruk." ucap Rama membuat Fatur menegang memikirkan nasib para pekerjanya.
"Ram, tolong loe pesan tiket penerbangan tercepat ke Bali terus kirim ke gue linknya. Gue siap-siap dulu. Urusan disini gue percayain semua sama loe." ucap Fatur seraya berlarian.
Rama pun menjawab hanya dengan kata oke kemudian langsung membuka aplikasi penjualan tiket penerbangan dan membeli tiket penerbangan tercepat ke Bali. Setelah selesai, ia juga membooking kamar hotel untuk Fatur selama di sana. Setelah semuanya selesai, ia pun segera menghubungi Fatur.
...***...
Sementara itu, di rumah Aileena ia tampak melamun dalam. Sudah beberapa hari Fatur tidak menghubunginya. Tak dapat ia tampik, rasa rindu itu mulai menelusup di sanubarinya. Ia pun heran, tidak biasanya Fatur melupakannya seperti ini. Biasanya, entah pagi, siang, sore, ataupun malam, Fatur selalu menyempatkan diri untuk menghubunginya, namun kali ini justru tidak sama sekali. Hatinya gelisah, mungkinkah Fatur mulai bosan padanya karena itu ia tidak menghubunginya sama sekali. Aileena mencoba mengenyahkan pikiran buruk yang melintas di otaknya. Ia berusaha berpikiran positif. Mungkin Fatur tengah sibuk saat ini.
__ADS_1
Saat sedang melamun, mbok Ningsih pun menghampiri Aileena yang tampak sedang asik dengan dunianya sendiri.
"Minum teh, non!" ucap Mbok Ningsih seraya menyodorkan secangkir teh hangat dan cemilan keripik bayam pada Aileena.
"Eh, mbok. Makasih mbok." ucap Aileena seraya tersenyum.
"Lagi lamunin apa sih? Pasti melamunin den Fatur ya?" goda Mbok Ningsih.
"Ih, si mbok, sok tau banget sih! Emang mbok bisa baca pikiran Ai?" sahut Aileena mesem-mesem.
"Tau dong! Non Ai itu orangnya mudah ditebak. Nggak bisa menyembunyikan perasaan. Dari wajah non Ai aja kelihatan banget. Kangen ya?" Iya kan! Ayo, nggak usah bohong sama mbok, non! Keliatan banget dari wajah non kalau non Ai lagi kangen sama den Fatur. Emang den Fatur kemana sih, non?" cecar Mbok Ningsih membuat wajahnya memerah karena malu. Ia tak menyangka, mbok Ningsih bisa dengan mudah menebak perasaannya.
Aileena menghela nafas kasar, ia pun bingung saat ini. Ia akui dirinya merindukan Fatur, tapi ia masih enggan mencoba menghubungi Fatur. Ia juga takut mengganggu pekerjaan Fatur. Bisa saja saat ini ia sedang sibuk.
"Jujur ya mbok, Ai kangen sih sama Fatur. Tapi , Ai nggak berani menghubungi Mas Fatur terlebih dahulu. Takut ganggu juga. Udah seminggu mas Fatur nggak menghubungi Ai, mbok. Apa mungkin mas Fatur udah nemuin gadis yang lebih baik dari Ai ya mbok? Makanya mas Fatur nggak pernah lagi hubungi Ai. Padahal biasanya, mas Fatur nggak pernah melewatkan satu hari pun menghubungi Ai." Aileena menghela nafas lelah.
"Jangan berpikiran macam-macam dulu, non! Siapa tau den Fatur lagi sibuk. Non yang sabar ya!" mbok Ningsih menatap iba pada Aileena. Sedikit banyak ia tau alasan Fatur tidak menghubungi Aileena. Saudaranya, mbok Asih yang bekerja di rumah Fatur. Mbok Asih sempat mendengar sedikit pembicaraan antara Malika dan Fatur dan menceritakannya pada mbok Ningsih. Mbok Ningsih mengambil kesimpulan, Fatur sedang ingin menenangkan diri saat ini untuk menemukan solusi yang tepat.
...****...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🙏...