Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.84 Segalanya ada hikmahnya


__ADS_3

Sore itu, semua orang tampak berkumpul di kamar rawat Fatur. Mulai dari Aileena, Ussy, Dendy, Ariel, bahkan paman dan bibi Aileena pun ada di sana. Sejak tadi Aileena begitu penasaran melihat luka di kepala, pundak, hingga kaki Fatur tapi ia belum juga membuka suara untuk menceritakannya.


Hingga saat semua orang berkumpul, barulah Fatur menceritakan kronologisnya. Aileena tentu saja kesal. Bukan karena melihat Fatur terluka, tapi karena ia tidak segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan sebagaimana mestinya.


Dendy juga sudah menghubungi Fatahillah dan Malika untuk mengabari mengenai keberadaan Aileena yang telah mereka temukan bahkan sudah bertemu dengan putra semata wayang mereka.


Kini giliran Fatur yang mengajukan pertanyaan, bagaimana bisa Aileena datang bersama anak teman papanya itu.


"Ai juga nggak ngerti, mas. tiba-tiba aja Ussy sama Ariel jemput aku di rumah bibik, terus ajak Ai pergi tanpa bicara mau kemana dan ngapain. Ai tadi sampai bingung terus kesel sendiri. Ai makin bingung waktu mobil Ariel masuk ke basemen rumah sakit. Terus Ai makin terkejut lagi saat liat mas berbaring di sini. Ini juga Ai penasaran, kok mas bisa di rawat di sini." tukas Aileena mengeluarkan segala kebingungannya. Ia kini sedang duduk di kursi tepat di samping brankar Fatur sambil menggendong Fareezky.


Lalu tatapan Fatur beralih ke Ariel yang sedang duduk di sofa kamar itu.


Ariel menggaruk pelipisnya sambil tersenyum tipis.


"Itu ... tadi sebenernya Ariel sedang berada di rumah Ussy. Jujur, tujuan Ariel tuh pingin liat mbak Aileena yang merupakan sepupu Ussy. Pas kami lagi ngobrol, tiba-tiba ada pesan masuk dari papa berupa foto sama identitas seseorang. Karena itu Ariel baru tau kalau mbak Aileena ternyata calon istri bang Fatur. Padahal, Ariel baru aja mau PDKT eh ternyata mbak Aileena-nya udah ada calon. Naseb ... naseb ... " tukas Ariel seraya terkekeh.


Semua orang tergelak mendengar penuturan Ariel, namun tidak dengan Fatur. Wajahnya justru masam dan tertekuk. Aileena yang menyadari itu pun tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, tampak beberapa dokter masuk ke ruangan dokter. Sesuai perkataannya, Fatur baru akan melanjutkan pengobatannya bila Aileena telah ketemu. Karena itu beberapa dokter memulai pemeriksaan. Fatur juga akan menjalani CT scan malam harinya. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, kini Fatur dipersilahkan istirahat bersamaan dengan jam besuk yang berakhir. Orang-orang yang tidak berkepentingan, dipersilahkan pulang. Sebenarnya Aileena ingin sekali menunggui Fatur, tapi apalah daya, ia memiliki anak yang masih bayi. Rumah sakit bukan tempat yang bagus untuk anak-anak khususnya bayi sehingga ia pun pulang ke rumah. Namun, ia telah berjanji, ia akan kembali keesokan harinya.


Keesokan harinya, sesuai janjinya, Aileena datang kembali ke rumah sakit. Ia mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan itu. Aileena membelalakkan matanya saat melihat siapa saja yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"Aileena ... "


"Mbak Ai ... "


Seru Khanza, Malika, Santi, dan Rere bersamaan. Sedangkan Fatahillah, Andreas, dan Radika hanya menatap Aileena seraya tersenyum tipis.


"Kalian ... " seru Aileena terkejut.


"Ikh loe ini pergi kok nggak bilang-bilang sih, Ai? Tau nggak, gara-gara loe ilang semua jadi khawatir sibuk nyariin loe apalagi tuh calon laki loe itu. Bulan madu gue jadi terpaksa ditunda gara-gara Rama harus gantiin calon laki loe itu di kantor. Ini aja dia nggak bisa ikut karena sibuk banget." omel Khanza dengan kedua tangan memegangi pundak Aileena.


Aileena terkejut mendengar fakta-fakta yang baru ia ketahui. Semalam saja ia sudah sangat terkejut karena Fatur mengabaikan pengobatannya karena terlalu sibuk mencari dirinya. Dan kini fakta lain ia temukan, sebab ternyata semua orang sibuk mencari dirinya. Ia pikir, orang-orang takkan begitu memusingkan keberadaannya yang menghilang. Namun, yang terjadi sebaliknya. Ternyata semua orang mencarinya. Hati Aileena menghangat. Bahkan ia sampai meneteskan air mata haru karena merasa begitu disayangi dan dipedulikan.


"Maaf ... " cicit Aileena disela isakannya.


"Aileena ... " cicit Malika seraya berjalan mendekati Aileena yang masih berdiri di tengah-tengah ruangan.


"Tante Ika ... " cicit Aileena dengan tersenyum sendu.


"Maaf ... maafkan Tante. Kamu pergi karena Tante kan! Maafkan Tante, Ai. Tante mohon maaf banget sama kamu atas sikap Tante yang membuatmu tak nyaman dan bersedih hati hingga membuatmu lebih memilih pergi. Tante juga mohon maaf mewakili mendiang orang tua Tante yang sudah membuat orang tua kamu susah. Tante benar-benar tak tahu, Ai. Andai Anne nggak ninggalin surat itu untuk Tante, mungkin selamanya Tante akan terjerat kecewa pada orang yang salah. Maafkan Tante, Ai. Tante benar-benar mohon maaf sama kamu." lirih Malika seraya terisak.


Brug ...

__ADS_1


Tiba-tiba Malika bersujud di kaki Aileena membuat Aileena panik.


"Tante, apa yang Tante lakukan? Ayo berdiri! Kita nggak boleh bersujud selain kepada Allah." ujar Aileena seraya membantu Malika berdiri.


Malika menggeleng, "Dosa dan salah terlalu besar, Ai. Sedangkan kalian, orang-orang yang sangat baik. Tante merasa sangat berdosa pada kamu dan orang tuamu, Ai. Maafkan Tante, nak, maafkan Tante. Tante salah, Tante banyak bersalah pada kalian." ujarnya sesegukan.


"Udah Tan, Ai nggak marah kok. Ibu dan ayah juga. Mereka juga nggak pernah marah sama Tante. Bahkan ibu masih menganggap Tante sahabat terbaiknya. Aileena juga nggak marah sama Tante. Ai paham bagaimana perasaan Tante. Karena itu Ai memilih undur diri sebab Ai tidak ingin menjadi sumber pengingat luka yang pernah terjadi di masa lalu Tante." tukas Aileena dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.


"Ya Allah, Anne, mas Irfan, rasa bersalahku makin besar ke kalian karena aku telah membuat putri kalian bersedih. Mereka beruntung memiliki anak berhati mulia seperti mu, nak." ujar Malika seraya mengusap pipi Aileena dengan sayang. "Aileena, Tante mohon, jangan pergi lagi. Tante takkan sanggup melihat Fatur terpuruk lagi karena kepergianmu. Dia begitu mencintai dan menyayangimu, nak."


"Om juga mohon maaf, nak. Sebenarnya om tau apa yang dilakukan orang tua Malika pada Anne dan Irfan. Tapi saat itu om terlalu takut untuk mengungkapkan semuanya. Apalagi om telah berjanji pada orang tua Om dan orang tua Malika agar tidak mengungkapkan semuanya pada Malika. Seandainya om cepat mengungkapkan semuanya, semua pasti takkan jadi rumit seperti ini. Om mohon, kau mau memaafkan om." tukas Fatahillah yang ikut meminta maaf. Bagaimana pun, ia juga bersalah menutupi kenyataan ini.


"Sudahlah om, Ai juga udah maafin semuanya. Tidak ada gunanya memelihara benci dan dendam. Kita ambil saja hikmahnya dari segala skenario yang Tuhan beri. Salah satunya ... " ucapan Aileena terhenti membuat semua orang penasaran kelanjutan kalimatnya. " ... salah satunya pertemuan Ai dan mas Fatur. Kalau peristiwa itu tidak terjadi, pasti Ai dan Mas Fatur takkan mungkin ada di dunia ini." ucap Aileena seraya tersenyum malu-malu.


Fatur yang mendengarkan dari tempat tidurnya pun tersenyum lebar membenarkan apa yang dikatakan Aileena. Yakinlah, semua yang terjadi pada diri kita akan ada hikmahnya. Entah kita sadar atau tidak.


Tok tok tok


Tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk dari luar. Lalu beberapa perawat masuk ke dalam.


"Maaf, Bu, pak, sebentar lagi jadwal operasi tuan Faturrahman Elhaq jadi kami akan segera membawanya ke ruangan UGD." ucap salah satu perawat membuat semua orang di ruangan itu membelalakkan matanya tak terkecuali Aileena.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🙏...


__ADS_2