Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.99 Pertempuran


__ADS_3

Malam makin larut, Fatur tampak sedang berganti pakaian setelah selesai menggosok gigi. Sekeluarnya dari kamar mandi, tatapan mata Fatur tidak dapat beralih dari Aileena yang tengah mengusapkan body lotion di kakinya. Adam's apple Fatur tampak naik turun dengan gelisah saat melihat bagaimana eloknya tangan Aileena mengusap body lotion itu di kakinya dari pangkal paha hingga ujung kaki. Apalagi saat ini Aileena tengah menggunakan gaun kebanggaan para emak-emak apalagi kalau bukan daster yang membuat kaki jenjang Aileena terpampang indah saat bagian ujungnya tersingkap ke atas.


Fatur pun bergegas mendekati Aileena dan memutar tubuh Aileena agar menghadap dirinya. Lalu Fatur meraih hand body lotion yang berada di tangan Aileena dan menuangkan isinya di telapak tangannya. Kemudian diusapkannya body lotion itu ke sepanjang kaki Aileena sembari memberikan sedikit pijitan membuat kaki Aileena terasa nyaman. Melihat Aileena merasa nyaman, Fatur pun menawarkan melakukannya di atas ranjang, Aileena pun menyetujuinya. Baru saja Aileena hendak berdiri, tapi Fatur langsung menghentikannya. Fatur justru menggendong Aileena dan membaringkannya dengan lembut di atas kasur.


Aileena pun menyandarkan punggungnya di headboard sambil tersenyum manis. Fatur segera naik ke atas kasur dan melanjutkan pekerjaannya. Menuangkan body lotion ke telapak tangan dan mengusapkannya dari pangkal paha hingga ujung kaki disertai pijitan-pijitan kecil membuat kaki Aileena yang memang awalnya terasa pegal kini menjadi lebih nyaman dan tidak pegal lagi.


"Udah mas, cukup. Makasih." ujar Aileena mencoba menghentikan kegiatan Fatur tapi Fatur menggeleng. Ia justru makin menyingkap daster itu ke atas membuat pangkal paha Aileena tersingkap jelas bahkan segitiga berwarna merah menyala milik Aileena kini terlihat jelas. Hal itu sontak membuat pandangan Fatur yang awalnya memang sudah berkabut kian menggelap. Aileena sampai melototkan matanya melihat apa yang dilakukan Fatur tersebut.


"Mas ... mulai me-sum deh!" Aileena mendelik dengan tangan mencoba menurunkan kembali ujung daster itu, tapi Fatur justru mencegahnya.


"Jangan !!!" sergahnya. "Bukankah malam ini waktunya pertempuran yang sebenarnya." ujar Fatur menyeringai membuat Aileena menggigit bibir bawahnya.


Lalu tanpa tedeng aling-aling, Fatur menarik kaki Aileena hingga tubuhnya telentang sempurna. Fatur pun merangkak naik ke atas tubuh Aileena dan mengungkungnya dengan nafas yang sudah mulai memburu. Sepertinya kegiatan oles-oles dan usap-usap tadi sudah berhasil membangkitkan g@irah Fatur. H@srat bercintanya berkobar hebat membuat Fatur langsung menyatukan bibir mereka.


Saat bibir mereka saling bertaut, giliran tangan yang beraksi. Bawahan yang sudah tersingkap memudahkan Fatur menelusup kan telapak tangannya ke dalam daster bercorak bunga itu. Fatur melepaskan bibirnya saat telapak tangannya meraih aset kembar Aileena yang tanpa penghalang. Hal itu tentu membuat Fatur menyeringai puas, ternyata istrinya pun tengah menunggu moment spesial ini.


"Udah siap-siap, hm?" goda Fatur seraya menaik turunkan alisnya.


Aileena tersipu malu sambil menggigit bibir bawahnya.


"Mas buka, boleh?" Fatur meminta izin melepaskan daster yang sedang Aileena kenakan.


Aileena mengangguk malu-malu.


Fatur pun segera melepaskan daster itu, membuat dada Fatur kian bergemuruh saat memandang tubuh indah Aileena yang hanya tertutup bagian intinya saja.


Fatur pun menundukkan wajahnya dan mulai *****@* kembali bibir Aileena. Aileena membuka sedikit bibirnya, memberi celah untuk Fatur menyusupkan lidahnya dan menikmati setiap sudut di rongga mulutnya.


Tangan kanan Fatur kini telah berada di atas puncak salah satu aset kembar Aileena. Direm@snya benda kenyal itu dengan lembut membuat Aileena menggelinjang sambil mendes@h. Sedangkan tangan kirinya kini tengah merayap ke area bawah kemudian menelusup ke area inti sambil mengusap-usap kedelainya dengan ujung jari membuat Aileena makin menggelinjang hingga membusungkan dadanya.


"Ahhh ... massss ... " racau Aileena saat rasa nikmat itu menguasai saraf hingga ke sendi-sendinya.


Puas bermain di bibir, kini bibir Fatur bergerak menelusuri rahang dan berhenti sebentar di leher. Dikecupnya leher indah itu hingga meninggalkan beberapa jejak merah keunguan. Lalu bibirnya kembali bergerak dan berhenti di tulang selangka. Dikecupnya juga area itu membuat Fatur kian bersemangat.

__ADS_1


Lalu kini tibalah wajahnya di depan aset kembar Aileena. Tanpa ragu-ragu, Fatur meraup salah satu aset kembar itu dan menghisapnya selayaknya seorang bayi yang tengah kelaparan membuat Aileena makin meracau kencang. Apalagi saat Fatur meninggalkan jejak-jejak asmaranya di dada Aileena membuat Fatur kian terbakar gair@h pun Aileena.


Peluh kini telah membasahi keduanya, tapi keduanya belum mencapai ke inti permainan walaupun Aileena sudah mengalami beberapa kali pelepasan. Kini Fatur telah memposisikan dirinya di atas Aileena. Dengan nafas sama-sama memburu, Fatur mulai menyatukan menara miliknya ke dalam gorong-gorong Aileena yang pintunya sudah terbuka lebar. Dihentaknya gorong-gorong itu dari kecepatan rendah hingga ke kecepatan tinggi. Semakin kuat hentakkan, semakin kuat pula suara des@han dan er@ngan kedua insan itu. Entah sudah berapa menit waktu berlalu, tapi Fatur belum juga tiba mencapai puncaknya.


"Aah ... aah ... ahh ... iya mas ... terus mas ... iya ... " racau Aileena saat Fatur meningkatkan tempo kecepatannya.


"Ahh ... ahh ... Ai-yang, you're so delicious. Kau sungguh nikmat, Ai. " racau Fatur saat ia sudah hampir mencapai puncaknya.


Tak lama kemudian, kedua insan itu mengerang bersamaan saat Fatur berhasil melakukan pelepasan terbaiknya. Perut Aileena terasa hangat saat benih-benih itu memenuhi rahimnya. Tapi sayang, benih itu tidak dapat mereka tumbuhkan saat ini. Namun bila kondisi Aileena sudah kian membaik dan aman, Aileena berjanji akan segera menumbuhkan benih-benih cinta itu menjadi sosok bayi kecil yang akan mewarnai hari-hari indah mereka.


"Terima kasih, Ai-yang. Kau memang nikmat. Bahkan terlalu nikmat. Terima kasih atas segalanya. I love you more and more than you know." bisik Fatur tepat di atas wajah Aileena yang masih berusaha menetralkan nafasnya.


Aileena tersenyum bahagia, "Terima kasih kembali mas suami. Kau pun sangat nikmat. Pertempuran malam ini membuktikan kalau mas suami Ai memang perkasa." ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan menggoda lagi atau mas jajah lagi sampai pagi biar nggak bisa jalan sekalian!" ancam Fatur.


Aileena menyeringai, "Siapa takut." jawabnya menantang.


Merasa kembali ditantang, Fatur pun memulai lagi pertempuran malam itu. Entah berapa lama mereka bertempur, tapi yang pasti keduanya puas dan bahagia. Beruntung malam itu, Fareezky tidak cengeng. Seolah tau ayah dan bundanya tengah membutuhkan quality time khusus di atas ranjang.


...***...


"Hai, Sapi." sahut Rere cengengesan.


"Asem. Seneng bener loe Re manggil gue sapi. Untung gue nggak gendut, kalo gendut beneran jadi si hewan memamah biak deh gue." cetus Safira dengan bersungut-sungut.


Rere terkekeh mendengar celetukan Safira lalu ia mencubit gemas pipi Safira.


"Uluh uluh , sapi gue ngambek." ledek Rere sambil menjulurkan lidahnya.


"Re, gue ada gosip terbaru lho! Mau dengar nggak?" bisik Safira sambil berjalan beriringan menuju taman samping. Mereka memang sering nongkrong di taman samping kampus sebelum memulai mata kuliah.


"Gosip apaan sih?" tanya Rere dengan gaya kepo mode on. Tak munafik, Rere juga suka mendengarkan gosip-gosip terbaru. Bukan untuk ikut menghujat atau berniat jelek, tapi hanya sekedar ikutan penasaran saja.

__ADS_1


"Re, tau nggak, Antika hamil." bisik Safira seraya menghempaskan bokongnya di sebuah bangku panjang.


Rere membelalakkan matanya tak percaya, "Serius loe?"


"Bukan serius lagi, tapi Aquarius." cetus Rere dongkol. "Iyalah, gue serius. Gue denger ini dari sumber terpercaya." jawab Safira dengan penuh keyakinan.


"Astaga ... kira-kira sama siapa ya?"


"Sama siapa lagi kalo bukan sama si mantan loe yang b@jingan itu."


"Hah? Serius?"


"Ck ... gue bilang Aquarius eh maksudnya serius, Rere Maumere untungnya nggak kere." jawabnya sambil meliukkan bibirnya. "Awalnya mantan loe nggak mau tanggung jawab jadi Antika melakukan percobaan bunuh diri. Tapi kayaknya keluarga mantan loe bertindak jadi kini Rasyid bakal nikahin Rere sebagai bentuk pertanggungjawabannya." jelas Safira


"Informasi dari mana loe? Jangan menyebarkan sesuatu yang belum terbukti kebenarannya, Pi. Entar jatuhnya fitnah." Rere mencoba memperingatkan Safira agar tidak berbicara sembarangan yang belum tentu terbukti kebenarannya.


"Sebenarnya rumah Antika itu nggak jauh dari rumah gue, lebih tepatnya di sebelah rumah sepupu gue. Jadi tadi sebelum ke kampus kan gue mampir dulu tuh di rumah sepupu gue jadi dia cerita tentang Antika gitu sama gue." ujar Safira menjelaskan.


"Astaga, gue nggak nyangka banget si Rasyid sampai berbuat kayak gitu. Untungnya gue pas pacaran sama dia nggak sampai kayak gitu. Rasyid juga nggak pernah macem-macem ke gue. Entah apa yang merasukinya sampai nekat kayak gitu. Beruntung dia udah mau tanggung jawab, kalau nggak, kasian tuh Antika."


"Kasian? Loe nggak marah atau dendam gitu ke dia?" tanya Safira penasaran. Ia aneh saja, biasanya seorang yang putus dari kekasihnya karena adanya orang ketiga pasti akan berakhir membenci, tapi Rere justru tampak biasa saja.


Rere terkekeh mendengar sungutan sahabatnya itu.


"Itu hanya terjadi kalau loe punya perasaan sama si mantan, sedangkan gue sejujurnya nggak ada perasaan sama sekali sama dia. Justru gue dulu cuma manfaatin Rasyid buat pelarian gue." ungkap Rere jujur.


"Hah? Serius loe?" seru Safira tak percaya.


"Sepuluh rius malah." ujar Rere seraya terkekeh. "Justru dengan putusnya gue sama dia, gue bisa dapetin orang yang gue suka." ujar Rere santai sambil mengedipkan sebelah matanya. "Loe datang ya, Minggu malam entar ke acara pertunangan gue. Awas nggak datang!" ancam Rere seraya mengedipkan lagi sebelah matanya membuat Safira tercengang.


"Wow, waktunya barengan dong sama nikahannya si Rasyid!" seru Safira dengan mata melotot.


Rere hanya terkekeh melihat ekspresi absurd temannya itu.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2