Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.90 Janji


__ADS_3

Akhirnya, setelah bujuk rayu, mohon, melas dilancarkan Fatur, Aileena pun mau membantu Fatur mandi tapi dengan syarat tetap mengenakan celana boksernya. Adegan mandi yang biasanya membutuhkan waktu paling lama 30 menit, kini justru harus memakan waktu sampai 1 jam karena tingkah absurd Fatur yang baru diketahui Aileena. Bahkan kini bukan hanya tubuh Fatur yang basah, tapi juga Aileena.


"Mas, basah ih! Jahil bener jadi suami." kesal Aileena saat Fatur memercikkan air ke wajah Aileena.


"Kamu makin cantik kalau lagi basah-basahan gitu." ucapnya saat memandangi wajah Aileena yang basah akibat ulahnya. Sedangkan tangan Aileena sibuk mengusap tubuh Fatur dengan sabun.


"Gombal." ejek Aileena sambil mengerucutkan bibirnya.


Cup ...


Fatur malah mengecup bibir Aileena singkat membuat Aileena menjengit kaget.


"Mas, ih, ganggu terus. Kapan selesai mandinya, coba!" Aileena mulai geram dengan tingkah suaminya.


Bukannya berhenti, Fatur justru menarik tengkuk Aileena dan mendaratkan ciuman bertubi ke seluruh wajah Aileena hingga seluruh bagian wajahnya makin basah.


"Astagaaaa ... mas ih ... plak ... " Aileena menepuk keras pundak Fatur karena geram.


"Awww ... " pekik Fatur membuat Aileena gelagapan takut terjadi sesuatu padanya.


"Duh, mas, maaf ... maaf ... Ai nggak sengaja. Beneran. Mas sih, jahil banget!" ucapnya dengan ekspresi wajah penuh penyesalan.


"Minta maaf tapi nyalahin lagi." ejek Fatur.


"Kan mas yang salah duluan." ucapnya lalu Fatur menarik tubuh Aileena agar duduk di atas pangkuannya.


"Mas, ih, entar menaranya bangun tau rasa lo!"


Lalu Fatur menyandarkan dahinya di pundak Aileena dengan wajah masam.


"Nggak perlu dibilangin juga udah bangun dari tadi kok." ujarnya sambil nyengir. "Emang kamu nggak ngerasainnya, Ai-yang?" goda Fatur sambil menggerak-gerakkan pinggulnya membuat mata Aileena melotot dan wajah memerah.

__ADS_1


"Astaga ... itu salah mas ya! Awas kalo salahin, Ai! "


"Ai-yang ... " panggil Fatur dengan mata sayunya. Aileena sontak gelagapan. Dapat ia lihat kalau suami barunya itu sudah mulai berhasrat.


"Hmmm ... " Aileena hanya sanggup bergumam ketika Fatur kembali menyerang bibirnya yang sudah menjadi candu sejak pertama kali mencicipinya di rumah sakit. Ia tak pernah tau kalau efek berciuman itu begitu nikmat dan menyenangkan hingga membuatnya ingin mencobanya lagi dan lagi. Bersyukur kini mereka telah halal jadi mereka tidak perlu takut ataupun was-was melakukan sesuatu yang dapat membuat tubuh mereka seakan tersengat listrik ribuan volt. Maklumlah, Fatur termasuk perjaka Ting Ting kualitas super alias best quality. Benar-benar terjaga. Jadi seketika ia mencicipi sesuatu yang berlabel 18+, ia langsung merasakan candu. Itu baru mencicipi area atas yang terbuka, apalagi mencicipi area yang tertutup hingga terlindungi, bisa-bisa ia jadi gila karena kecanduan.


"Ai-yang, bantu mas tidurin menara mas lagi dong!" ucapnya dengan wajah memelas setelah adegan kecup-kecup basah selesai.


"Gi-gimana caranya?" tanya Aileena gelagapan sekaligus bingung seperti gadis perawan polos yang baru pertama kali mencoba hal-hal berbau m*sum.


"Ck ... yang pengalaman kan kamu, Ai-yang, mas aja baru kali ini ngerasain yang kayak gini. Selama ini belum pernah sama sekali. Jadi, please ... bantuin tidurin lagi yah!" ujar Fatur dengan seringai m*sumnya.


"Tidurin sendiri ih, kan salah mas sendiri." tolak Aileena dengan wajah memberengut.


"Yah, tega banget sih, Ai-yang'nya Mas! Kalau mas bisa, udah dari tadi tapi ya itu ... dari tadi masih mencuat gini aja, nggak mau baring lagi. Jadi mas mesti gimana dong? Bantuin yah yah yah! Katanya istri itu kan nggak boleh nolak keinginan suami, tapi mana buktinya, mas minta bantu aja nggak mau." ucap Fatur seraya menekuk wajahnya. "Ya udah kalau Ai nggak mau, mas mau lanjut mandi aja. Ai keluar aja dulu, ganti baju. Biar mas mandi sendiri." ujarnya dengan wajah masam udah seperti soto Lamongan. Mengapa soto Lamongan? Sebab biarpun asam tapi enak dimakan. 😜


Lalu ia menurunkan Aileena dari pangkuannya dan ia pun segera berdiri di bawah shower mengabaikan perbannya yang belum boleh basah.


"Eh, mas kok ngambek sih? Jangan marah dong! Bukan maksud Ai gitu. Tapi ... tapi ... "


"Kan kalau habis itu tu mas harus mandi wajib, otomatis sekujur tubuh sampai kepala juga harus disiram, kan perbannya belum boleh basah." jelas Aileena yang memang benar adanya.


Lantas Fatur berpikir ...


"Nanti deh, kan sore ini kita mau kontrol. Kalau perbannya udah boleh dibuka dan kepalanya udah boleh dibasahin, mas mau minta Ai ngapain aja, Ai akan lakuin deh! Jangan marah lagi ya! Please ... !!!" bujuk Aileena seraya tersenyum manis.


Mendengar perkataan Aileena barusan, wajah masam Fatur seketika bersinar cerah secerah sinar mentari.


"Janji?" ucap Fatur dengan senyum lebarnya.


"Janji." ucap Aileena dengan tersenyum senang.

__ADS_1


...***...


Kini Aileena sedang menggendong Fareezky yang sedang menangis, sedangkan Fatur duduk di sofa sembari memperhatikan Aileena yang tengah berusaha meredakan tangisan Fareezky.


"Cup ... cup ... cup ... Anak bunda kenapa, hm? Kok nangis sih? Kan mimimnya kan udah, sekarang dedek mau apa lagi, sayang?" ucap Aileena sambil menimang-nimang baby Fareezky.


"Fareez kenapa, yang?" tanya Fatur yang kini sudah berdiri.


"Nggak tau, mas, Fareez nangis mulu. Mimimnya tadi udah tapi masih aja nangis." ujar Aileena sembari mengayun-ayun Fareezky dalam gendongannya.


"Sini coba, Dedek Fareez ikut ayah." Lalu Fatur mengambil Fareezky ke dalam gendongannya dan ajaib dalam hitungan detik saja, Fareezky sudah berhenti menangis.


"Wah, anak ayah ternyata mau ikut ayah ya! Anak pintar. Anak ayah kok makin hari makin gemesin sih, pingin ayah gigit nih pipinya yang gembul." ucap Fatur sambil menimang Fareezky. Dipandanginya wajah lucu Fareezky sambil tersenyum bahagia.


"Tau nggak mas, waktu di Palembang kemarin, Fareezky juga gini. Nangis-nangis mulu. Baru diem waktu Ai puterin rekaman pas mas shalawatin Fareezky tempo hari. " ujar Aileena menceritakan pengalamannya saat di Palembang.


"Oh ya?" tanya Fatur tak percaya. Aileena mengangguk seraya mengiyakan. "Wah, ini nih bener-bener anak ayah nih! Kangen banget ya sama ayah? Sekarang dedek Fareez nggak boleh cengeng lagi ya! Dan nggak perlu takut juga sebab ayah akan menjaga dedek sama bunda selamanya. Ayah sayang banget sama dedek Fareez. Sama bunda juga. Ayah nggak akan biarin bunda dan dedek pergi lagi menjauh dari ayah." ucap Fatur penuh kesungguhan.


"Mas ... " panggil Aileena yang baru muncul sehabis mengambil ponselnya di kamar.


"Ada apa, Bun?" tanya Fatur seraya menatap wajah cantik istrinya. Ya, Fatur mulai membiasakan memanggil Aileena bunda di hadapan putranya. Begitu pula Aileena, mulai membiasakan memanggil Fatur dengan sebutan ayah di hadapan Fareezky.


"Mas, liat nih, Ai baru dapat pesan dari Ussy di Palembang." Lalu Aileena menunjukkan beberapa foto yang baru saja dikirimkan Ussy.


"Ini ... " ucap Fatur terkejut.


"Iya, mas. Bunda juga nggak nyangka. " ucap Aileena dengan wajah berbinar. "Ternyata misi bunda berhasil." ujarnya sambil terkekeh geli.


Lalu Aileena menunjukkan sebuah pesan yang menyertai beberapa foto itu.


Mbak Ai .... makasih banyak ya! Berkat mbak Ai, si bos beneran lamar Ussy dan kini kami udah tunangan. Akhirnya, jodoh yang nyasar udah menemukan rumah sebenarnya. Rencananya, kami bakal nikah 3 bulan lagi. Doain semoga semuanya lancar ya! 🤩😘

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2