
2 tahun kemudian
"Unda, mau Yayah." ucap Fareezky dengan gaya khas bayi.
"Fareez cari ayah? Tapi ayah sedang kerja, sayang."
"Yayah, Unda, Ayes mau Yayah." ucapnya lagi membuat Aileena tersenyum lebar.
"Ya udah, kita ke tempat kerja ayah yuk bawain kue." ucap Aileena seraya mengecup pipi Fareezky gemas.
"Yeay, macih Unda." serunya girang sambil melompat-lompat.
1 jam kemudian, Aileena dan Fareezky telah tiba di kantor milik Fatur. Aileena pun segera membantu Fareezky keluar dari dalam mobil lalu menuntunnya masuk ke dalam lobi kantor. Para karyawan yang telah mengetahui siapa Aileena pun memberikan salam sebagai bentuk penghormatan, Aileena pun membalas sapaan mereka dengan senyuman. Semua karyawan Fatur menyukai sifat ramah dan bersahaja Aileena.
tok tok tok ...
"Assalamu'alaikum." seru Aileena.
"Acalamuikum, Yayah." seru Fareezky saat pintu terbuka
Fatur yang tengah fokus di depan layar laptopnya lantas mendongakkan wajahnya kemudian tersenyum.
"Wa'alaikum salam, sayang. Wah, ada Bunda sama anak ganteng ayah! Sini sayang, salim dulu." sahut Fatur riang. Lalu ia menyodorkan tangannya yang akan dicium Fareezky dan Aileena bergantian.
"Kok nggak ngabarin sih mau kesini? Kebiasaan ya!" seru Fatur sambil mencubit gemas pipi Fareezky yang tembam.
"Fareez dari tadi ribut mau ketemu ayahnya Padahal baru berapa jam ditinggal, udah kangen aja." ujar Aileena sambil geleng-geleng kepala.
"Benarkah? Ayes kangen ayah, hm?" tanya Fatur seraya mengusap puncak kepala Fareezky.
"Ayes angen Yayah. Yayah, Ayes bawa kue. Yayah mau?"
Tawar Fareezky. Fatur pun menanggapinya dengan riang.
"Mau dong." sahut Fatur sumringah.
Lalu Fatur mengangkat Fareezky dan meletakkannya di atas pangkuannya. Dikecupnya puncak kepala Fareezky dengan penuh kasih sayang membuat Aileena pun tersenyum bahagia.
"Mau kemana, sayang?" tanya Fatur saat Aileena menyerahkan kotak bekal padanya kemudian hendak berlalu.
__ADS_1
"Mau ke kamar mandi sebentar. Mas buka sendiri bisa kan kotak bekalnya." ujar Aileena sambil mengulum senyum.
Fatur tersenyum sambil mengusap puncak kepala Aileena sebelum berlalu.
Lalu Fatur membuka kotak bekal berwarna biru yang ternyata isinya brownies. Lalu Fareezky mengambil sepotong dan menyuapkanmya pada Fatur. Fareezky berseru girang saat melihat Fatur melahap kue dengan lahapnya.
Lalu Fatur melihat di dalam paper bag masih ada sebuah kotak lagi berwarna merah muda. Dibukanya kotak itu dan seketika matanya membola saat melihat isi di dalam kotak itu.
"Fareez duduk di sini dulu, ya! Ayah mau ke kamar mandi sebentar."
"Kan ada Unda, yah?" Fareezky heran saat Fatur juga hendak ke kamar mandi.
"Ayah kebelet pipis." ujar Fatur terpaksa berbohong.
"Oh, oke." Fareezky ber'oh ria sambil mengacungkan jempolnya.
Tak sabar menemui wanita pujaannya yang sudah 2 tahun ini menemaninya, Fatur pun bergegas masuk ke kamar mandi yang ternyata tidak dikunci. Saat berada di dalam, tampak Aileena sedang berdiri menghadap cermin sambil tersenyum lebar.
"Ai-yang, itu .... yang di dalam kotak bekal itu ... " ucap Fatur terbata sendiri. "Ai-yang, kamu ... kamu ... kamu hamil yang? Kamu hamil anak kita?" ucap Fatur lirih dengan mata berkaca-kaca.
Senyum Aileena makin lebar lalu ia membalik tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.
"Masya Allah. Alhamdulillah. Makasih sayang, makasih. Terima kasih banyak. I love you. Very very love you. " ucapnya sambil terisak lalu ia memeluk erat tubuh Aileena dengan bahu yang bergetar.
Satu bulan yang lalu memang Aileena telah melepaskan alat kontrasepsinya. Ia sengaja tidak memberitahukan Fatur karena takut mengecewakannya. Berkaca dari masa lalu yang sulit hamil, membuat Aileena sedikit insecure. Ia takut ia kembali sulit hamil hingga mengecewakan Fatur. Ia pikir, kali ini pun ia akan kembali sulit hamil, tapi nyatanya, pagi tadi saat ia iseng-iseng memeriksakan diri menggunakan alat tes kehamilan yang pernah dibelinya, ternyata ada dua garis merah di sana. Untuk meyakinkan diri, Aileena pun mendatangi rumah sakit ibu dan anak yang tak jauh dari rumahnya dan ternyata hasilnya memang ia telah positif hamil. Tentu ia sangat bahagia. Ia amat sangat bersyukur kali ini tidak dipersulit untuk memiliki keturunan dari lelaki yang sangat ia cintai itu.
"I love you too, mas. Terima kasih telah selalu membersamaiku, bersabar menghadapi semua sikapku, dan terima kasih atas benih yang kini telah tumbuh subur di kandunganku." balas Aileena yang juga telah terisak haru.
"Unda, Yayah, kok eluk-elukan di cini cih?" seru Fareezky bingung saat melihat Aileena dan Fatur berpelukan di kamar mandi. "Katana kebelet pipis?" imbuhnya lagi.
Aileena dan Fatur tersentak saat melihat Fareezky telah berdiri di balik pintu sambil menatap heran kedua insan itu.
"Eh, itu, anu ... " Fatur lagi-lagi gelagapan karena tingkah Fareezky.
"Oh, tadi ada kecoak, sayang. Bunda takut terus peluk ayah. Bunda juga minta tolong ayah usirin kecoaknya." dusta Aileena membuat wajah polos Fareezky mengerutkan keningnya.
"Ana? Ini kan encih? Kok ica ada coak?" Mata Fareezky bergulir kesana-kemari mencari kecoak yang disebutkan Aileena tapi ia tidak menemukan sebab kamar mandi itu sangat bersih jadi tidak mungkin ada kecoak di dalam sana.
Fatur tertawa mengejek ke arah Aileena karena tidak bisa membohongi Fareezky yang sudah mulai pintar.
__ADS_1
Kesal ditertawakan, Aileena mencubit perut Fatur.
"Aduh aduh ampun, bunda. Ayah nggak nakal lagi kok." teriak Fatur berharap Fareezky menolongnya.
"Unda napa ubit Yayah Ayes? Unda akal." Fareezky mengerucutkan bibirnya gemas lalu Fatur segera menggendongnya keluar.
"Fareez sayang, Fareez mau nggak punya adik?" tanya Fatur sambil menatap lekat wajah Fareezky yang ada dalam gendongannya.
"Adik? Kayak dedek Ica ya Yayah?" tanya Fareezky balik.
"Iya, kayak dedek Aisah anak om Rama sama Tante Khanza. Fareez mau nggak?"
"Mau mau mau Yayah. Ayes mau adik kayak dedek Ica. Mana adiknya Yayah?" sahut Fareezky penuh semangat.
"Dedeknya sekarang ada di perut bunda. Karena itu mulai sekarang Fareez nggak boleh minta gendong bunda lagi ya kan di perut bunda ada adiknya Abang Fareez." Fatur mencoba memberi pengertian pada Fareezky. Aileena memperhatikan interaksi Fatur dan Fareezky yang layaknya ayah pada putra kandungnya. Ia tersenyum simpul sambil mengucap syukur dalam hati sebab Fatur benar-benar membuktikan ucapannya untuk bukan hanya menerima dirinya, tapi juga putranya seperti anak kandung sendiri.
Mata bulat Fareezky menatap lekat perut Aileena yang masih datar karena usia kandungan Aileena baru 3 Minggu.
"Eman dedek na muat Yah alam pelut Unda? Kok dedek na ada dalam pelut Unda? Dedek na Unda akan ya?" tanyanya polos membuat tawa Aileena dan Fatur meledak.
"Emangnya bunda kanibal." Aileena geli sendiri mendengarkan ocehan putranya itu yang kadang terlalu cerewet. Namum hal itu justru membuktikan kalau putranya itu cerdas dan kritis.
"Anibal itu apa Unda?" mendengar Aileena menyebut kata kanibal membuat Fareezky kembali bertanya.
Aileena dan Fatur menghela nafas panjang. Mulai kini mereka harus lebih banyak belajar lagi supaya tidak kebingungan menjelaskan sesuatu saat anaknya bertanya yang pastinya harus mudah dimengerti anak seumuran Fareezky.
...***...
Sementara Aileena dan Fatur tengah berbahagia, di balik jeruji besi, ada seorang pria yang tengah memendam kerinduan yang luar biasa besarnya pada siapa lagi selain Aileena dan Fareezky. Untuk mengobati kerinduannya, ia meminta bantuan Rere agar mengambil gambar duo kesayangannya itu secara diam-diam dan mencetaknya untuk dirinya.
Awalnya Rere menolak permintaan kakaknya itu sebab Aileena sudah menjadi istri orang. Tak pantas rasanya Adnan memandangi foto wanita yang telah menjadi istri orang lain walaupun wanita itu pernah menjadi bagian dari hidupnya. Tapi Adnan terus memohon membuat Rere tak tega. Akhirnya, Rere pun mengambil gambar Aileena yang sedang menggendong Fareezky secara candid lalu diberikannya foto itu pada Adnan.
Seperti saat ini, Adnan tengah memandangi foto dua orang kesayangannya itu dengan mata berkaca-kaca. Betapa besar rasa rindu yang ia pendam untuk kedua orang itu. Adnan sampai membatin, takkan pernah mencari wanita lain sebagai pengganti. Cukuplah cintanya hanya untuk kedua orang itu. Walaupun mereka takkan pernah bersatu lagi, ia tak mengapa. Asalkan kedua orang itu bahagia, ia pun cukup bahagia. Walaupun sesak di dada saat membayangkan orang yang dicintainya bahagia karena orang lain, bukan karena dirinya. Ia mencoba tuk ikhlas. Ia yakin, mungkin inilah yang terbaik.
"Ai, i will always love you. Now and forever." lirihnya dalam hati. "Fareez, ayah sayang Fareez. Jagain bunda ya, sayang! Maafkan ayah yang tak bisa menjadi superhero Fareez dan bunda." imbuhnya lagi.
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1