Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.45 Kemarahan Adnan/Fakta


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu Adnan telah tiba. Setelah merampungkan semua pekerjaannya, Adnan pun segera bersiap-siap menuju ke salah satu cafe yang telah ditunjuk orang yang akan ditemuinya. Dengan mengendarai sedan hitam miliknya, Adnan membelah pun membelah padatnya jalanan dengan kecepatan normal. Hanya butuh waktu 25 menit, ia pun tiba di cafe yang bernuansa klasik tersebut.


Memasuki cafe, Adnan celingak-celinguk mencari seorang pria berjas abu-abu yang katanya telah menunggu sejak 10 menit yang lalu.


"Selamat siang, benar dengan tuan Aditya?" sapa Adnan pada seorang pria berjas abu-abu yang duduk di meja dekat jendela kaca.


"Tuan Adnan?" tanyanya balik lalu Adnan pun mengangguk dan mereka pun bersalaman setelah saling berkenalan. Kemudian, pria itu pun mempersilahkan Adnan untuk duduk di kursinya.


Tak lama kemudian, pelayan cafe datang untuk menanyakan pesanan kedua pria berjas tersebut. Setelah selesai, pelayan itu pergi dan hanya dalam hitungan detik, pelayan itu kembali lagi untuk menghidangkan pesanan kedua orang itu.


"Jadi kalau boleh tau, ada keperluan apa Anda meminta saya bertemu?" tanya pria bernama Aditya itu.


"Begini, maaf, apa benar Anda adalah mantan suami dari perempuan yang bernama Delima?" tanya Adnan to the point.


Wajah ramah Aditya tiba-tiba berubah jadi kelam setelah mendengar nama Delima disebut. Api amarah yang telah lama ia coba redam kembali membara setiap mengingat perbuatan Delima di masa lalu.


"Untuk apa kau sebut nama wanita ular itu kembali, hah? Atau jangan-jangan dia mengutusmu untuk menuntut harta gono-gini? Atau dia ingin kembali rujuk dengan ku?" sinis Aditya. Bahkan tangannya sudah mengepal hebat saat bayangan kecurangan Delima melintas di benaknya.


"Wanita ular? Mengapa kau menyebutkan seperti itu? Maaf, bukan maksud saya mau tau urusanmu, tapi ini penting buatku. Dan perlu kau tau, apa yang kau ucapkan tadi, semuanya salah. Sebenarnya aku adalah suami Delima saat ini. Namun, aku merasa masih buta akan masa lalu dia. Ada yang terasa janggal karena itu aku ingin mencari tahu kebenarannya." ungkap Adnan membuat Aditya mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Suami? Kau serius?" tanyanya tidak yakin.


"Ya, aku suaminya." jawab Adnan pasti.


Aditya tiba-tiba tergelak saat mendengarkan penuturan Adnan.


"Serius kamu mau menikahi wanita ular macam dia? Kamu mau menerima kedua anaknya yang nggak jelas itu? Maaf, aku sebenernya tidak membenci apalagi menyalahkan keberadaan anaknya. Hanya saja cara yang dilakukannya itu benar-benar keterlaluan. Licik, aku menyebutnya ular karena ia sangat-sangat licik." ucap Aditya dengan sorot mata penuh kebencian.


"Kedua anaknya? Tapi saat itu ia hanya membawa satu anak, lalu dimana anak satunya?" tanya Adnan bingung.


"Memang satu, sebab yang satunya masih di dalam kandungannya. Aku menceraikannya justru karena ia kembali hamil anak orang lain di saat ia sedang terikat tali pernikahan dengan ku." ucap Aditya. "Oke mungkin kau bingung dengan perkataanku. Aku akan menceritakannya secara singkat agar kau tau kebusukan wanita ular itu. Bagaimana ia menipuku sehingga berhasil menikahinya." Aditya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Sebenarnya malas kembali membahas bagaimana liciknya Delima agar dapat masuk ke dalam hidupnya, tapi sepertinya ia harus menceritakan ini agar tidak ada lagi lelaki yang tertipu wajah polosnya. Dan Adnan pun berusaha mendengarkan dengan seksama. "Malam itu, aku ada pertemuan dengan rekan bisnisku di sebuah klub malam. Sebenarnya aku tidak mau masuk ke sana, tapi karena terus didesak akupun terpaksa masuk ke tempat terkutuk itu. Hingga tiba-tiba entah bagaimana aku mabuk dan terjebak di satu kamar hotel dengan Delima tanpa mengenakan sehelai benang pun. Satu bulan kemudian, Delima datang kembali meminta pertanggungjawaban. Dia bilang dia hamil. Akupun menikahinya sebagai pertanggungjawaban. Aku pikir anak itu memang benar anakku. Tapi entah mengapa, ada ragu dalam benakku sebab aku yakin aku tidak melakukan apapun padanya. Hingga suatu hari, aku melakukan test DNA secara diam-diam dan dugaan ku benar, Nanda bukanlah anakku. Setelah tau kecurangannya, aku mencoba memaafkannya. Aku mencoba menerima keberadaan Nanda, tapi lagi-lagi aku dicurangi, tiba-tiba ia kembali hamil padahal semenjak menikahinya aku tidak pernah menyentuhnya. Bukan aku tak mau memberikan nafkah batin, tapi aku sedang berusaha berdamai dengan hati yang terlanjur terluka. Aku bertekad ingin menyentuhnya saat sudah ada rasa cinta di hati. Tapi apa yang aku dapat, pengkhianatan. Setelah tau ia kembali hamil entah anak siapa, aku pun langsung menceraikan dan mengusirnya." Aditya membeberkan aib nya dengan hati yang berkecamuk.


Adnan menelan ludahnya kasar kemudian kembali bertanya, "Kira-kira, saat kau menceraikannya, berapa usia kandungannya?" tanya Adnan dengan perasaan berkecamuk.


"Saat itu usia kandungannya sudah 3 Minggu, ah lebih tepatnya memasuki 1 bulan."


jeduar ...


Tiba-tiba jantung Adnan bagai disambar petir. Bila dihitung dari sejak pertemuannya hingga usia kandungannya saat ini, sudah dapat dipastikan itu bukan anaknya. Delima hamil bukan anaknya. Ia justru menjaga anak orang lain dan menelantarkan anaknya sendiri.

__ADS_1


Tangan Adnan mengepal kuat. Giginya bergemeletuk. Wajahnya sudah merah padam menahan emosi.


"Kurang ajar. Dasar wanita ular. Ternyata dia pun berhasil menipuku. Aku kira itu anakku, tapi ternyata ..." desisnya menahan gemuruh di dada.


"Kau harus menerima perhitungan dariku jal*ng!" desisnya lagi dengan sorot mata penuh dendam dan amarah.


Hati siapa yang tak sakit saat ditipu mentah-mentah seperti itu. Adnan bahkan sampai tega melepaskan bidadari surganya demi wanita ular seperti Delima. Karena perbuatannya ia jadi kehilangan kesempatan merasakan detik-detik menjadi calon ayah. Karena kelicikannya, Aileena dan calon buah hatinya harus hidup tanpa dirinya, dan dirinya hidup tanpa dua orang yang dicintainya. Karena wanita ular itu juga keluarganya membenci dirinya.


"Dasar brengs*k!" umpatnya dengan api amarah yang membara.


...***...


Akak-akak, mampir ya ke karyaku selanjutnya. Rencananya ini mau othor ikutin lomba. Mohon tap ❤️, like, dan komen ya! Lemparan hadiahnya juga ditunggu. 🤭


#Maafkanothoryangmaruk



...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2