Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.78 Penyesalan


__ADS_3

Tak mau menanggapi ayahnya, Fatur justru berusaha turun sendiri. Kepala yang masih sakit, ditambah kaki yang berbalut gips, membuat Fatur yang baru saja hendak turun justru oleng dan hampir luruh ke lantai.


"Fatur ... " seru Malika dan Fatahillah bersamaan. dengan wajah panik


Beruntung tangannya cepat memegang pinggiran brankar jadi Fatur tidak langsung terjatuh begitu saja.


"Nak, kau mau kemana? Kau masih harus berobat. Kau juga harus CT scan ulang." ujar Malika seraya membantu Fatur berdiri.


"Fatur harus segera menemui Aileena, ma. Fatur nggak mau kehilangan Aileena." ujar Fatur lirih.


"Tapi kamu masih sakit, nak. Tunggu kamu sembuh dulu baru kamu lanjutkan pencarian Aileena." Fatahillah mencoba membujuk Fatur.


Fatur menggeleng, "Fatur baru akan berobat kalau Ai udah ketemu, ma, pa. Fatur nggak akan tenang kalau Ai belum juga ketemu. Fatur butuh Ai, ma. Fatur ... merindukan mereka." ucapnya pilu hingga setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya tanpa ia sadari.


Malika dan Fatahillah tak kuasa menahan perih di dada mereka. Akibat keegoisan mereka, putra mereka satu-satunya terluka hingga seperti itu.


"Nak, fokuskan dirimu dulu dengan pengobatan baru kau mencari Aileena. Bila kau sakit, bagaimana kau bisa mencarinya." ujar Fatahillah mencoba membujuk Fatur


Fatur mengusap wajahnya frustasi. Di benaknya kini hanya ada Aileena. Ia takut dan khawatir terjadi sesuatu pada pujaan hatinya itu. Ia pasti akan sangat menyesal bila terjadi sesuatu pada Aileena dan sang putra.

__ADS_1


"Papa tenang aja, sakit di tubuh Fatur tidak ada apa-apanya dibandingkan penyesalan Fatur nanti bila terjadi sesuatu pada Aileena dan Fareezky. Semakin cepat Fatur menemukan Aileena dan Fareezky, semakin cepat pula Fatur akan menjalani pengobatan. Percuma Fatur menjalani pengobatan kalau otak dan hati Fatur nggak tenang. Aileena dan putranya adalah prioritas Fatur saat ini." ucap Fatur penuh dengan kesungguhan. Tiada keraguan di dalam matanya.


"Baiklah kalau itu maumu." ucap Fatahillah pasrah.


"Pa ... " sergah Malika yang kurang setuju dengan niatan Fatur.


Bagaimana pun, menurutnya pengobatan harus diutamakan. Ia takut bila ditunda-tunda, justru membuat sakitnya makin parah. Apalagi Fatur belum melakukan CT scan, ia takut, benturan itu berakibat fatal. Ia sudah banyak mendengar cerita tentang akibat benturan yang terkadang bukan hanya bisa mengakibatkan seseorang amnesia, tapi ada yang lebih parah, yaitu pembekuan darah, penggumpalan darah di otak, pecahnya pembuluh darah di otak, hingga pembekuan darah yang berkembang menjadi kanker otak. Ia takut, sangat takut salah satu hal buruk itu terjadi pada putranya itu.


Penyesalan Malika kian menjadi. Sumpah, ia bukannya gagal move on seperti yang para readers katakan. Tapi, pernahkah kalian dihadapkan pada orang yang pernah menggoreskan luka atau seseorang yang begitu mirip dengan orang yang pernah menorehkan luka di dalam benak kalian? Bila pernah, pasti kalian tau bagaimana rasanya. Sekuat hatimu mencoba tuk menerima, tapi tetap saja, ada rasa sesak dan tak nyaman karena setiap bertatap muka, maka luka itu seakan kembali menganga. Perih yang pernah mengakar tiba-tiba menjalar dan mencengkram jiwa.


Memaafkan itu mudah, tapi melupakan .... itu sulit.


Malika tidak seperti gadis lain yang khawatir kekasihnya direbut sahabatnya sebab ia yakin dan percaya kedua orang itu takkan pernah mengkhianatinya. Karena itu, ia begitu terluka, sakit hati, dan kecewa saat tau kalau dua orang yang sangat dipercayainya itu justru menikah. Siapa yang tak terluka bila calon suaminya justru menikahi sahabatnya sendiri. Sebab saat itu, ia belum tau kebenarannya.


Dan kini, setelah ia mengetahui kebenarannya, hanya ada penyesalan yang mendera. Penyesalan mengapa ia baru tau saat ini. Penyesalan karena ia belum sempat meminta maaf karena salah paham pada kedua orang itu. Penyesalan karena perbuatan orang tuanya lah kehidupan kedua orang itu jadi sulit. Walaupun akhirnya mereka saling cinta, tapi tetap saja, pasti saat itu kedua orang itu merasakan kesakitan luar biasa. Bahkan Anne sampai merasa seperti istri yang tak diinginkan selama 2 tahun. Dan penyesalan karena ia telah membuat hati putri dari dua orang yang pernah membersamainya tersebut terluka hingga memilih undur diri.


Seandainya suaminya lebih cepat sedikit saja menceritakan kebenarannya, mungkin ia dapat mencegah hal buruk ini terjadi.


Fatahillah menoleh kepada istrinya.

__ADS_1


"Tenanglah, ma. Semua masalah yang terjadi pada anak kita karena ada andilku juga, ma. Maka papa akan bertanggung jawab dengan membantu mencarinya. Mama doakan saja, semoga calon menantu kita segera kita temukan." tukas Fatahillah berusaha menenangkan Malika.


"Papa mau bantu, Fatur?" tanya Fatur mencoba meyakinkan.


"Hmm ... kita cari di dalam kota dulu. Bila tidak kunjung di temukan, papa akan minta tolong teman papa di kementerian perhubungan. Semoga kita bisa menemukan jejak Aileena secepat."


"Terima kasih, pa. Semoga usaha kita berhasil."


"Mama dan papa mohon maaf ya, nak. Ini semua terjadi karena kami." ucap Malika dengan penuh penyesalan.


"Iya nak, mama benar. Papa juga bersalah. Andai papa lebih cepat menceritakan kebenarannya, pasti kau sudah bahagia dengan Aileena dan putranya." tukas Fatahillah.


"Ini juga salah Fatur, ma, pa. Andai Fatur cepat bertindak, pasti Aileena takkan pergi seperti ini. Waktu itu Fatur terlalu kalut. Fatur bingung bagaimana harus merangkai kata agar Aileena tidak merasa bersalah pada mama dan bagaimana supaya mama bisa benar-benar menerima Aileena tanpa ada rasa tak nyaman apalagi beban. Fatur ingin kita semua dapat menjadi keluarga bahagia, tanpa beban, tanpa dendam, tanpa memendam kesedihan. Tapi ternyata, tindakan Fatur yang memilih untuk mendiamkannya sementara waktu justru membuat Aileena pergi." desah Fatur frustasi.


"Ya sudah, sekarang istirahatlah dulu. Bagaimana pun kau masih sakit, nak. Jangan karena masalah ini, kau jadi abai pada kesehatanmu! Kita akan memulai pencarian Aileena esok hari." ucap Fatahillah yang diangguki oleh Fatur.


'Ai-yang, maafin mas yang sudah mengabaikanmu. Mas merindukanmu dan Fareezky, sayang. Semoga kamu dan Fareezky sehat dan baik-baik aja, dimana pun kalian berada.' batin Fatur dengan pandangan menerawang.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2