Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.91 Calon pacar


__ADS_3

"Re, seriusan loe putus sama Rasyid?" tanya Safira.


"Eh, kok loe bisa tau?" tanya Rere sambil menyeruput jus mangganya.


"Ck ... berita loe putus udah viral seantero kampus tau nggak!"


"Hah! Serius loe? Kok bisa?" ujar Rere tak percaya.


"Lha, kan kamu pas di Kaepci itu nggak liat apa ada anak kampus kita rekam terus mereka share gitu jadinya viral deh!" ujar Safira sambil menyomot donat miliknya. "Banyak anak-anak ngebully tu pelakor sekarang." ujarnya lagi.


Rere mengedikkan bahunya acuh, toh bukan dia yang share video itu. Lagipula salah siapa yang jadi perusak hubungan orang walaupun hal tersebut tidak bisa dikatakan salahnya sepenuhnya sebab ada kesalahan Rasyid juga di dalamnya yang dengan mudahnya memasukkan orang ketiga dalam hubungan mereka berdua.


"Dah yuk Pi, sebentar lagi kelas pak Samsul. Tau sendiri beliau kayak gimana kalau kita telat walau cuma satu menit tetap harus out." ajak Rere pada Safira yang selalu dipanggil Rere sapi.


"Jadi gimana? Loe belum jawab pertanyaan gue tadi , kunyuk!" tanya Safira lagi seraya berdiri hendak meninggalkan kantin kampus.


"Ya iyalah, siapa juga masih jadian sama tukang selingkuh. Nyesel tau nggak gue kasi kesempatan sama dia." sahut Rere sambil berjalan melintasi koridor menuju ruang kelasnya.


"Ya sih, gue juga kalau jadi loe juga gitu, mending Loe-gue end deh." ujar Safira dengan wajah bersungut-sungut.


Baru saja Rere hendak melangkahkan kakinya naik ke tangga menuju lantai 2 tempat dimana ruang kelasnya berada, tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencekal lengannya kuat hingga membuatnya berbalik.


"Lepas!" desis Rere sambil menghempaskan cengkraman Rasyid di tangannya hingga terlepas.


"Re, please kasi kesempatan gue untuk bicara!" mohon Rasyid dengan wajah memelas.


"Gue nggak ada waktu." ketus Rere sambil membalikkan badannya hendak meninggalkan Rasyid.


"Please Re ... !" mohon Rasyid lagi.


"Re, pak Samsul tuh! Buruan!" seru Safira sambil menarik lengan Rere meninggalkan Rasyid sehingga Rere pun mengikuti langkah Safira yang setengah berlari itu.


Mereka pun berlarian menuju ruang kelas mereka sambil terengah-engah diakhiri cekikikan karena berhasil menghindar dari Rasyid si cowok nyebelin.


Lalu mereka pun masuk ke kelas yang telah tampak dipenuhi mahasiswa. Tak lama kemudian, pak Samsul pun masuk dan memulai mata kuliahnya.


Karena hari ini hanya ada satu mata kuliah, Rere pun bergegas pulang setelah menyelesaikan tugas kuliahnya. Kini Rere dan Safira telah berada di parkiran kampus. Safira pun segera memisahkan diri dengan masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Rere menuju mobilnya di sisi lain.

__ADS_1


"Bye Re, see you next time!" ujar Safira seraya melambaikan tangan.


"See you next time again, Sapi." ujar Rere seraya terkekeh geli melihat wajah Safira yang auto cemberut.


Baru saja Rere hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba tangannya dicekal dengan kuat membuat Rere sampai meringis.


"Lepas! Mau apa lagi sih loe!" seru Rere kesal melihat Rasyid lagi-lagi mengganggu dirinya.


"Please, Re, maafin gue! Gue nggak mau putus sama loe." ujar Rasyid dengan wajah memelas.


"Sorry Syid, nggak ada toleransi bagi perselingkuhan dalam kamus gue. Oke gue maafin loe, tapi kalau mau balik lagi, big no!" ujar Rere penuh ketegasan.


"Re, gue beneran sayang sama loe. Hubungan gue sama Antika nggak seperti yang loe bayangin. Gue nggak ada perasaan apa-apa sama dia. Gue ada alasan yang nggak bisa gue jelasin ke elo kenapa gue sampai dekat sama dia tapi gue janji setelah tujuan gue tercapai, gue bakal ninggalin dia karena hati gue cuma buat loe, Re. Gue cinta dan sayang banget sama loe." tukas Rasyid sendu. Rere menatap lekat mata Rasyid, tampak tiada kebohongan di dalamnya. Tapi apapun alasannya, kini Rasyid telah menduakannya dengan menjalin hubungan dengan gadis lain dan Rere tidak bisa terima itu.


"Apapun alasannya, loe udah menduakan gue Syid dan gue nggak bisa terima itu. Udahlah Syid, mending kita berteman kayak dulu aja. Gue juga sadar, gue nggak pernah cinta sama loe jadi mending kita berteman aja."


"Rasyid ... " panggil seseorang dari belakang Rasyid membuat kedua orang itu menoleh.


"Loe, ngapain loe di sini? Pergi sana! Jangan ganggu gue!" bentak Rasyid saat melihat Antika berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Nggak ada sesuatu yang penting di antara kita dan mulai sekarang gue minta loe jauhin gue karena gue mau balikan sama Rere."


"Tapi Syid ... "


"Pergi nggak!" bentak Rasyid lagi membuat mata Antika berkaca-kaca. Lalu ia segera membalik badan dan pergi dari sana dengan wajah yang tertunduk.


"Gila loe ya! Nggak nyangka gue loe bisa sekasar itu! Bagaimana pun dia itu perempuan, Syid. Loe nggak boleh kayak gitu. Jahat banget loe itu tau nggak!" desis Rere tak suka melihat sikap Rasyid itu. Entah mengapa ia justru iba melihat wajah sedih Antika tadi. Dia emang marah pada Antika karena sudah menikung dirinya, tapi ia juga tidak tau apa alasan Rasyid mendekati Antika sebab seperti yang dikatakan Rasyid, ia tidak bisa memberi tahu alasannya.


"Udah Re, nggak usah pikirin dia. Yang lebih penting sekarang itu kita. Re, gue yakin loe juga sayang sama gue. Mungkin saat ini loe belum cinta sama gue, tapi yakin seiring bergantinya waktu, loe pasti bakal cinta sama gue. Please, kita balikan ya?" pinta Rasyid dengan wajah memelas.


"Syid ... gue nggak bisa dan gue nggak mau." Rere hendak melangkah pergi tapi ia justru ditahan Rasyid dengan memeluknya dari belakang.


"Re ... gue nggak mau putus dari loe, gue sayang sama loe." ucapnya di tengkuk Rere membuat Rere tak nyaman.


"Lepas!" pekik Rere kesal.


Bugh ...

__ADS_1


"Dasar bajing*n! Rere kan udah bilang putus, ngapain lagi loe berkeras nggak mau putus, hah! Cinta? Sayang? Kalau loe beneran cinta dan sayang sama Rere, loe nggak bakal menduakannya." seru Radika yang kini telah berdiri menjulang menghadap Rasyid yang kini terduduk karena jatuh setelah mendapat bogem mentah dari Radika.


"Kurang ajar! Nggak usah ikut campur urusan gue, bangs*d!" bentak Rasyid tidak terima mendapat bogem mentah dari Radika.


"Kenapa kalau gue ikut campur?"


"Loe nggak berhak ikut campur urusan gue karena loe bukan siapa-siapa Rere."


"Kemarin gue emang bukan siapa-siapa Rere, tapi mulai sekarang gue yang akan menjadi pelindung Rere, mengerti."


Rasyid terkekeh, "Pelindung? Emang loe siapa? Dia itu pacar gue jadi yang lebih pantas jadi pelindung dia itu gue. Jadi mulai sekarang nggak usah ikut campur lagi urusan kami, brengs*k!"


"Ya, loe emang pacarnya tapi udah putus, kan! Sedangkan gue, calon pacarnya, jadi siapa yang lebih pantas jadi pelindung Rere sekarang?"


Calon pacar?


Rere dan Rasyid sontak melotot mendengar penuturan Radika.


Rasyid pun emosi dan hendak memukul Radika, tapi dengan sigap Radika menangkap tangan Rasyid dan memitingnya ke belakang lalu mendorongnya ke depan membuat Rasyid tersungkur kesakitan.


"Kak ... " Rere terkejut saat melihat Radika membuat Rasyid terjatuh.


"Ayo Re, kita pergi dari sini! tinggalkan saja si brengs*k itu." ajak Radika sambil mendorong tubuh Rere agar masuk ke dalam mobilnya.


Sesaat setelah Rere dan Radika pergi, Antika muncul kembali hendak membantu Rasyid. Tapi bukannya berterima kasih, Rasyid justru mendorong tubuh Antika hingga membentur mobil lain.


"Ngapain lagi loe muncul, hah!" bentak Rasyid.


"Syid, please jangan tinggalin gue! Gue ... gue hamil anak loe." ujar Antika sendu.


Rasyid bukannya terkejut, ia justru tertawa menyeringai seolah-olah ia begitu puas membuat Antika hamil.


"Loe pikir gue bakal tanggung jawab gitu? Itu pelajaran buat loe sama nyokap loe yang jal*ng itu! Mulai sekarang jangan temuin gue lagi." desis Rasyid sebelum meninggalkan Antika yang terdiam mematung di tempatnya.


...***...


...Happy reading 🥰🥰 🥰...

__ADS_1


__ADS_2