Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan
Ch.109 Baby girl


__ADS_3

Kehamilan Aileena sudah makin mendekati hari kelahiran. Sebagai suami siaga Fatur sengaja mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah. Mengingat pengalaman masa lalu saat Aileena ingin melahirkan tapi ia sedang tidak berada di sisi membuatnya khawatir hal serupa terulang lagi. Walaupun kelahiran Fareezky dahulu bukan serta merta karena ia sudah waktunya melahirkan, tetapi karena adanya peristiwa tak terduga yang terjadi di kala itu, namun tetap saja hal tersebut seakan menjadi momok bagi Fatur membuatnya selalu siaga.


Bahkan hampir satu bulan ini, Fatur tak mau kemana-mana. Dimana ada Aileena, di sana ada Fatur. Bahkan saat ke kamar mandi pun, Fatur menemani walaupun hanya menunggu dari luar. Aileena pernah menolaknya tegas karena ia merasa itu terlalu berlebihan, tapi Fatur justru mengultimatumnya dengan lebih tegas. Apalagi saat Aileena hampir saja terpleset di depan kamar mandi membuat Fatur kian overprotektif menjaganya. Akhirnya, Aileena pun pasrah menerima segala perlakuan Fatur padanya yang ia akui itu merupakan wujud rasa cinta suaminya pada dirinya.


"Mas, kira-kira anak kita cewek atau cowok ya mas?" tanya Aileena yang sedang bersandar di dada Fatur. Tangan kiri Fatur melingkari pinggang Aileena, sedangkan tangan kanannya sibuk mengusap perut buncit Aileena.


"Hmm ... apa yah? Mas nggak bisa nebak, sayang." sahut Fatur lalu mengecup puncak kepala Aileena. Ya, setiap melakukan pemeriksaan, Fatur dan Aileena memang menghindari untuk mengetahui jenis kelamin calon buah hati mereka. Mereka pasrah saja toh mau laki-laki ataupun perempuan, mereka menerimanya dengan hati riang gembira.


"Kayaknya perempuan deh, mas soalnya kehamilan kali ini beda banget saat Ai hamil Fareez." tukas Aileena.


Dugh ...


Perut Aileena bergerak. Mereka berdua tersenyum saat merasakan sebuah tendangan di dalam perut itu.


"Wah, dedeknya jawab, bukan bunda, katanya." sahut Fatur seraya tersenyum.


"Ikh, dedeknya bukan ngomong itu, tapi dedeknya bilang, bener banget bunda. Seratus buat bunda." tukas Aileena seraya terkekeh.


"Bisa ae Bu guru." sahut Fatur gemas seraya menggigit cuping telinga Aileena gemas.


...***...


"Yayah, Ayes mau cepeda kayak cepeda kakak Jaki, Yah." ujar Fareez tiba-tiba saat masuk ke dalam rumah. Dari tadi ia main di pekarangan rumah, namun saat melihat anak tetangga sebelah belajar bermain sepeda, Fareezky jadi juga menginginkannya.


Fatur yang sedang memeriksa pekerjaannya melalui laptop, lantas menoleh ke arah Fareezky. Fatur tampak berpikir, tidak ada salahnya pikirnya membelikan Fareezky sepeda.


"Hmm ... kita tanya bunda dulu, ya sayang." ujarnya memberikan pengertian. Walaupun ia merupakan kepala rumah tangga, tetap saja segala sesuatu harus ia diskusikan terlebih dahulu dengan sang istri untuk mencegah terjadinya pertentangan ataupun pertengkaran sesudahnya. Ia juga tidak mau menjadi seorang kepala keluarga yang seenaknya. Tentu pendapat seorang istri itu sangat penting apalagi ini menyangkut buah hati mereka.


"Siap Yayah." ujar Fareezky dengan telapak tangan di samping kepala membuat Fatur makin gemas setiap harinya.


Fatur pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan menemui Aileena yang tengah bersantai di balkon kamar seraya menyantap cemilannya.

__ADS_1


Lalu ia segera menyampaikan keinginan sang putra tercinta dan meminta pendapatnya. Setelah mendapatkan persetujuan, mereka pun segera pergi ke sebuah toko sepeda yang terletak di komplek pertokoan yang tidak terlalu jauh dari kediaman mereka.


Setibanya di sana, Fatur pun menggandeng Aileena dengan Fareezky di dalam gendongannya. Lalu ia menanyakan pada karyawan toko untuk menunjukkan sepeda yang cocok untuk anak seumuran Fareezky. Setelah mendapatkan yang cocok, Fatur pun berniat mengajak Aileena menuju ke sebuah restoran untuk makan siang. Mereka memilih restoran yang memiliki wahana permainan untuk anak-anak agar Fareezky bisa makan sembari bermain di sana.


Setibanya di restoran, seperti biasa, Fatur selalu merangkul pinggang Aileena sembari menggendong Fareezky. Banyak pasang mata khususnya wanita yang menatap kagum juga iri, bukan iri karena tidak suka, tapi iri karena sikap Fatur yang begitu kebapakan dan juga perhatian pada anak dan istrinya. Terlihat sekali cinta Fatur yang luar biasa besar untuk anak dan istrinya. Bukan hanya yang melihat saja yang merasa iri, bahkan yang membaca pun ikut iri berharap suami mereka pun berlaku demikian pada mereka. Ea ... ea ... ting ...


Mereka memilih meja yang berdekatan dengan wahana permainan anak jadi sembari makan mereka tetap bisa mengawasi Fareezky yang bermain. Fatur menarik kursi untuk Aileena, setelah Aileena duduk, barulah ia menyusul duduk tepat di samping Aileena.


Saat sedang makan, tiba-tiba Aileena meringis nyeri. Aileena sudah mencoba menutupi, tak ingin Fatur khawatir berlebih, tapi tetap saja Fatur dapat membaca ekspresi wajah istrinya yang tengah menahan sakit.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Fatur khawatir sambil menggenggam erat telapak tangan Aileena yang sudah terasa dingin.


"Akh, Ai nggak papa kok, mas!" dusta Aileena memaksakan tersenyum.


"Jangan bohong, sayang! Mas tau kamu sedang menahan sakit, jadi tolong jujur aja kenapa?" cecar Fatur takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada istri dan calon anaknya.


"Ah, itu mas ... sepertinya Ai udah ada tanda-tanda mau melahirkan." cicit Aileena pelan.


"Mas, please, tenang dulu! Jangan terburu-buru. Ini baru tanda-tanda awal. Kalau pergi ke rumah sakit sekarang, masih tetap harus menunggu juga jadi mending kita sabar aja. Ai nggak papa kok. Entar kalau kontraksinya makin sering , Ai pasti kasi tau mas kok. Mending kita pulang dulu, ambil perlengkapan bayi dan barang-barang yang dibutuhkan supaya nggak terlalu kelabakan apalagi sampai merepotkan orang." ujar Aileena mencoba menenangkan Fatur yang tengah panik.


Tentu sebagai seorang ibu, Aileena sudah cukup banyak tau tanda-tanda ingin melahirkan. Yang terpenting, kita tidak boleh panik. Harus tetap tenang.


Fatur pun menuruti saran Aileena. Walaupun hatinya didera rasa panik, tapi ia tetap mencoba untuk tenang. Ia juga sudah menyempatkan diri mengirim pesan pada Radika untuk meminta saran dan seperti yang Aileena katakan, ia harus tenang. Bila ia tidak tenang, bagaimana ia bisa menenangkan Aileena. Apalagi Aileena sedang merasakan kontraksi. Rasa sakit saat kontraksi itu sungguh tidak terbayangkan. Sekujur pinggang hingga perut nyeri tak tertahankan. Sebagai seorang suami siaga, Fatur harus bersikap tenang agar proses persalinan pun dapat berjalan lancar tanpa kendala.


Selama perjalanan pulang, Fatur tak melepaskan genggaman tangan kirinya di tangan kanan Aileena. Dapat ia rasakan dari remasan tangan Aileena, betapa istrinya itu merasakan nyeri tak tertahankan, tapi ia tetap berusaha tenang.


In hale ex hale ...


"Sabar ya, sayang. Sebentar lagi kita sampai." ujar Fatur.


"Unda napa? Unda cakit?" tanya Fareezky saat melihat wajah Aileena yang memucat dengan keringat sebesar biji jagung mengalir di dahi Aileena.

__ADS_1


"Bunda nggak papa, sayang. Nanti Fareez bunda tinggal sama Tante Nina ya,! Bunda sama ayah mau periksa dedek bayi ke dokter. Semoga aja besok Fareez udah bisa gendong dedek bayinya. Fareez nggak papa kan bunda dan ayah tinggal sebentar. Nanti bunda minta ayah telepon Oma dan opa supaya datang temani Fareez, mau?"


"Mau Unda, mau." sahut Fareezky semangat. "Unda, dedek bayi na udah mau kelual dali pelut Unda ya? Dedek bayi na kelual dali mana Unda?" cecar Fareezky penasaran.


Aileena yang sedang meringis kesakitan, tak bisa tidak tersenyum mendengar pertanyaan putranya itu. Tapi karena sedang kesakitan, otaknya sulit tuk mencari kata-kata yang dapat dimengerti anak seumuran Fareezky. Aileena melirik ke arah Fatur, tapi ia hanya mengedikkan bahunya acuh membuat Aileena sebal.


"Ayah, nanti telepon Oma dan Opa ya." ujar Aileena mengalihkan perhatian Fareezky agar tidak banyak tanya lagi.


"Siap bunda." ujar Fatur tersenyum karena sudah merasa lebih tenang.


Setibanya di rumah, Fatur segera menitipkan Fareezky dengan Nina dan Mbok Ningsih. Tak lupa Fatur menghubungi kedua orang tuanya agar segera datang ke rumahnya menemani Fareezky. Kemudian ia dan Aileena pergi lagi menuju rumah sakit sambil membawa perlengkapan bayi dan segala sesuatu yang akan dibutuhkannya nanti.


...***...


Hari yang dinanti-nantikan telah tiba. Tampak Fatur begitu siaga menemani Aileena di dalam kamar bersalin sambil menggenggam tangannya. Sebenarnya jantung Fatur berdegup dengan kencang merasakan gugup saat menantikan hari bersejarah ini. Fatur ikut merasakan ngilu dan nyeri saat melihat Aileena yang merintih kesakitan karena dorongan sang bayi yang tak sabar ingin keluar. Peluh tampak bercucuran membanjiri pelipis Aileena. Dikecupnya tangan dan dahi Aileena seraya memberikan kekuatan untuk berjuang dan bertahan. Dibisikinya Aileena dengan doa-doa dan kata-kata penguat sebagai penyemangat.


Detik berganti menit, hingga tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi seiring erangan yang keluar dari bibir Aileena saat bayi mungil Aileena berhasil lahir dengan selamat, sehat, dan sempurna tanpa satu kurang apapun.


Shalawat dan salam terucap dari bibir Aileena dan Fatur sebagai ungkapan rasa syukur saat melihat buah hati yang mereka tunggu-tunggu telah lahir ke dunia.


Fatur mengecup dalam dan lama dahi Aileena dengan mata berkaca-kaca. Dipandanginya wajah pucat Aileena dengan lekat. Terpancar jelas rasa haru dan bahagia dari mata Fatur. Rasa bahagia itu menyeruak hingga menular ke semua orang termasuk yang telah menunggu di luar ruangan.


"Terima kasih, sayang. Terima kasih atas baby girl nya yang sangat cantik secantik dirimu. I love you. Very love you." bisik Fatur tepat di depan wajah Aileena membuat Aileena menitikkan air mata haru.


...***...


...Oh ya kakak2 semua, cerita ini mungkin akan ending sekitar 2 atau 3 bab lagi. Sebenarnya rencana othor cerita Aileena itu masih agak panjang dan sedikit sad ending, tapi othor takut di demo netijen jadinya nggak jadi deh.😁...


...Nah, sebagai ungkapan terima kasih othor utk pembaca setia karya othor ini, rencananya Senin entar othor akan bagi pulsa masing-masing 20rb untuk 3 penggemar teratas. Tau dong gimana caranya jd penggemar teratas, cukup baca, kasi like, vote, dan hadiah. Makasih bgt buat para penggemar yg rutin like, vote, dan kasih hadiah. Semoga selalu sehat dan lancar rejekinya....


...Aamiin ......

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2