
Setelah beberapa lama Evelin keluar dari dapur sambil membawa satu gelas air putih, Evelin melihat kesana-kemari tapi tidak dia tidak melihat Ziko di tempat duduknya.
"Ziko, kemana?" tanya Evelin pada semua yang ada disitu.
"Ziko pergi bersama pelayannya," sahut Erik dengan malas.
"Tahu Ziko, padahal aku sangat ingin kenalan dengan pelayan cantiknya itu," timpal Rangga terlihat raut wajah Rangga begitu kecewa.
Evelin meremas satu tangannya dengan kuat. "Dasar pelayan m*r*h*n, aku tahu pasti kamu sudah menggoda Ziko. Tapi bukannya Ziko tidak suka di sentuh oleh wanita? Lalu, apa yang akan mereka lakukan?" batin Evelin dalam hatinya.
"Ziko kemana? Biar aku susul dia," kata Evelin dengan raut wajah kesal.
"Vell, sudahlah! Ziko tidak akan melirikmu sama sekali, percayalah Ziko itu tidak pernah tertarik padamu," jelas Riko dengan yakin.
"Diam kamu br*ngs*k!" sentak Evelin dengan begitu galak.
Erik, Rangga, Andre, saling melempar senyum senang karena Riko mendapatkan sentakan dari Evelin.
"Percuma Rik, wanita kalau sedang jatuh cinta itu ya semuanya buta," kata Andre dengan santai.
"Kalian ini sama saja....!!" Evelin yang merasa sangat kesal karena teman-temannya itu terus meledek dirinya, tiba-tiba Evelin membanting gelas yang ada di tangannya. "Prannggggg.....,kalian semua br*ngs*k," kata Evelin sambil berlalu pergi begitu saja dari dalam rumah Ziko.
__ADS_1
Betapa kesalnya Evelin malam ini, susah payah mengajak berpesta agar bisa menjebak Ziko, supaya Ziko tidur dengan dirinya, gini semuanya gagal dan tentunya Evelin sangat menyalakan Ayumi. "Semua ini gara-gara gadis m*r*h*n itu," gumam Evelin dengan kesal.
"Awas saja aku akan membalas semuanya nanti."
"Gadis m*r*h*n jangan harap kamu bisa merebut Ziko dariku."
Evelin menyalakan mesin mobilnya, lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Di saat Evelin memilih untuk pulang, Erik, Riko dan yang lainnya juga akhirnya pulang, tapi mereka malam ini tidak langsung pulang melainkan pergi melanjutkan pestanya ke club malam tempat mereka nongkrong biasanya.
Ziko membawa Ayumi masuk ke dalam kamar, seperti biasanya Ziko tidak lupa mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
"Kamu bilang kamu belum punya pacar..." sambung Ziko dengan tatapan yang begitu marah.
Ayumi malah tersenyum santai, lagian memang benar kalau dirinya tidak punya pacar.
"Apa saya salah mengatakan hal itu tuan?" tanya Ayumi dengan begitu berani, seketika Ziko mencengkeram tangan Ayumi dengan kuat.
"Gadis oon, kamu tahu aku ini siapa?" tanya Ziko dengan tegas.
"Suami saya, tapi hanya suami sementara saja kan," lawan Ayumi sambil tersenyum.
__ADS_1
Ziko menarik tangan Ayumi, hingga Ayumi jatuh tepat di pelukannya, Ziko memepetkan Ayumi ke tembok, sambil menatap m*s*m Ayumi.
"Setidaknya, jangan pernah mengatakan pada laki-laki lain kalau kamu ini belum punya pacar!!" kata Ziko, kini bibirnya semakin dekat dengan bibir Ayumi.
"Apa salahnya? Saya bicara benar, saya memang tidak punya pacar," lawan Ayumi, sungguh Ayumi tidak mau mengalah begitu saja pada Ziko.
Ziko mengangguk pertanda mengerti, dalam hatinya, gadis oon ini semakin menarik, aku rasa dia akan cocok menjadi mainanku untuk beberapa lama.
"Tapi kamu kan punya suami, oon....." tegas Ziko sambil membelai lembut pipi Ayumi dengan jari-jarinya.
Ayumi kembali tersenyum, dia berusaha tenang padahal jantung serasa ingin copot.
"Hanya suami sementara atau suami yang tidak pernah mengakui saya sebagai istrinya? Saya rasa, tuan pantas di sebut dengan sebutan manusia plin-plan," cibir Ayumi yang diiringi dengan tawa kecil di sudut bibirnya, membuat Ayumi terlihat semakin cantik.
"Gadis oon, kamu sudah terlalu berani, aku rasa aku harus memberikan sedikit hukuman agar kamu tidak terus melawan padaku," kata Ziko yang diiringi dengan tawa kemenangan, Ziko yakin hukuman ini pasti akan membuat Ayumi jerah.
Dalam hati Ayumi, hukuman apa yang akan diberikan oleh Tuan Ziko?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1