
Hari demi hari telah berlalu, kini meninggalnya Erina sudah satu minggu telah berlalu.
Sisil juga sekarang tinggal sendirian di rumahnya, kadang ia merasa kesepian dan hanya bisa melihat foto-foto yang berjejer di atas meja, iya itu foto-foto kenangan dirinya dan sang mama waktu masih ada.
"Mama, Sisil kangen mama..." tidak terasa Sisil meneteskan air matanya, ia biasanya manja pada mamanya, kini sudah tidak bisa ia lakukan lagi hal itu.
Sisil memeluk foto sang mama hingga ia terlelap di atas sofa dengan nyeyak.
*****
Di saat Ayumi masih merasakan kesedihan karena kepergian selamanya sang mama di sisi lain Monika dan Erika malah bahagia, mereka tidak memikirkan kesalahan mereka sama sekali.
Lihat saja jika Ziko sudah bertindak, akankah mereka sebahagia saat ini?
Mereka berdua malah asik minum di sebuah club malam, dasar wanita-wanita tidak punya hati.
"Tante, ternyata gadis kampung itu masih hidup," kata Monika yang sudah mulai mabuk.
"Kita harus berusaha lebih keras lagi, jangan biarkan keluarga Atdmaja mendapatkan keturunan dari gadis miskin," sambung Erika.
"Keluarga Atmadja itu keluarga terpandang, jika cucunya lahir dari rahim dari gadis yang miskin, entah akan seperti apa jadinya, itu tidak boleh terjadi," kata Erika sambil meneguk minuman yang memabukkan itu, ia tidak perduli biarpun dirinya sudah terbilang sudah tua tapi minum itu salah satu hobbynya.
"Hahaha...itu tidak boleh terjadi, kita harus singkirkan gadis itu dan anaknya," lanjut Monika dengan tawa bahagianya.
Kedua wanita yang tidak punya hati ini, sungguh keterlaluan, mereka belum tahu saja siapa Ayumi yang sebenarnya?
*****
Malam menunjukkan pukul 11 malam, Ayumi masih terjaga karena tidak bisa tidur, ia terus memikirkan bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan orang tua kandungnya?
"Sayang, kok belum tidur?" tanya Ziko, ia membenarkan posisinya menjadi duduk.
"Mas, dimana aku bisa bertemu dengan kedua orang tua kandungku?" tanya Ayumi pada suaminya.
"Nanti mas akan pertemukan kamu dengannya, Tuan Handoko itu salah satu rekan bisnis mas, beliau sudah tidak muda lagi tapi selalu bersemangat," jawab Ziko dan langsung memeluk istrinya.
__ADS_1
Ziko sudah memikirkan semuanya, bagaimana nanti Ayumi bisa bertemu dengan kedua orang tuanya? Apalagi ternyata Ziko sudah menyuruh Miko mencari tahu tentang kedua orang tua kandungnya Ayumi, dan ternyata setelah di selidiki oleh Miko, kedua orang tua kandung Ayumi adalah salah satu rekan bisnis Ziko, sungguh tidak di sangka.
Dan cerita bahwa anaknya hilang dari bayi itu memang benar, Miko beberapa hari lalu saat bertemu dengan Handoko mencoba mencari tahu secara langsung.
"Sungguh mas, besok jam 7 malam, mas ajak kamu pergi makan malam." Kata Ziko, dan Ayumi mengangguk bahagia.
Karena malam semakin larut, akhirnya Ziko dan Ayumi tidur, Ayumi tidur dengan posisi miring dan Ziko memeluk Ayumi dari belakang.
*****
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Erika sudah berada di meja makan, saat Ziko melihat mamanya berada di meja makan, amarahnya langsung melunjak begitu saja.
"Ziko, anak mama....."
"Mama, aku mau bicara sama mama! Kebetulan pagi ini kita bertemu, ayo kita bicara di ruang kerja Ziko!"
Erika mengangguk, ia beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti langkah kaki Ziko untuk pergi ke ruangan Ziko. "Ada apa sih? Tumben-tumbenan Ziko mengajak bicara," batin Erika dalam hatinya.
Erika tidak ada rasa curiga sama sekali, ia juga tidak tahu kalau Ziko sudah tahu kalau dirinya dan Monika yang hampir saja membunuh istrinya dan calon buah hatinya.
Sesampainya di ruangan kerjanya, Ziko berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya ke dada.
"Kenapa mama tega pada anak dan istriku? Apa salah mereka?" tanya Ziko, masih penuh ketenangan.
"Tega apa sih? kamu kalau bicara yang benar Zik!" jawab Erika, ia masih tenang karena mengira Ziko tidak akan tahu semua tentang perbuatan jahatnya.
"Mama, sudahlah akui saja! Aku tahu semuanya, aku juga punya buktinya," ujar Ziko dengan tegas.
"Bukti apa....?!!" Erika bertanya pada Ziko dengan lantang.
Ziko mengelidik malas, bahkan tatapan Ziko sudah berapi-api.
"Istri dan calon anakku hampir saja mati gara-gara hal bodoh yang mama lakukan, aku lihat semua di CCTV rumah ini ma," terang Ziko dengan lantang.
Seketika Erika terdiam, ia ingat sekali kalau dirinya dan Monika sudah mematikan semua CCTV yang ada di dalam rumah, tapi kok Ziko bisa tahu semuanya? Pikir Erika dalam otaknya.
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih, Ziko?" Erika mencoba mengelak.
Tanpa menunggu lama, Ziko memutarkan rekaman CCTV beberapa waktu lalu dan memperlihatkan pada mamanya.
"Lihat sendiri ma....!!" titah Ziko.
Erika menurut, ia melihat rekaman CCTV yang ada di laptop Ziko, betapa kagetnya Erika dan. tiba-tiba tubuhnya merasa gemetaran.
"Mau mengelak apalagi ma?" tanya Ziko dengan tegas, sorot matanya tampak berapi-api menahan amarahnya, ia ingin memukul wanita yang ada di hadapannya saat ini, tapi Ziko sadar kalau yang ada di hadapannya ini adalah mamanya.
Ziko masih berusaha tenang, ia berusaha menahan amarahnya.
"Baiklah, mama mengaku, mama dan Monika yang sudah melakukan semua ini, mama ingin gadis miskin itu mati, mama juga tidak sudih jika keturunan Atdmaja itu di lahirkan oleh gadis miskin seperti dia," ucap Erika dengan begitu sombongnya.
Ziko geleng-geleng kepala, mamanya ini memang keterlaluan sekali hanya karena masalah miskin, ia tega pada istri dan calon cucunya itu.
"Ziko tidak akan diam saja ma, mama akan menerima hukumannya, Monika juga akan mendapatkan hukumannya juga!" tegas Ziko dengan lantang.
"Yang penting kamu berpisah dengan gadis miskin itu!" sahut Erika dengan lantang juga.
Ziko tidak akan semudah itu meninggalkan Ayumi, apalagi dia sangat mencintai Ayumi, mau Ayumi kaya atau miskin Ziko tidak perduli, lagian harta itu Ziko itu sudah lebih dari cukup untuk satu istrinya dan keturunannya nanti.
"Tidak akan....!! Ingat itu ma, aku tidak berpisah dari istriku!" dengan tegas Ziko memberikan peringatan pada Erika, yang tidak lain adalah mamanya.
"Besok malam ikutlah denganku jam 7 malam, biar mama sadar," kata Ziko pada Erika.
Erika mengangguk, setelah selesai pembicaraan mereka, Ziko dan Erika sama-sama keluar dari dalam ruangan kerja Ziko.
Untuk saat ini Ziko masih belum memberikan hukuman pada mamanya, karena Ziko ingin memberikan kejutan terlebih dahulu pada mamanya.
Kita lanjutkan, akan seperti apa akhir dari cerita ini?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1
Bismillahirrahmanirrahim ini promo karya Author yang selanjutnya, kakak-kakak pada baca ya nanti 🙏, biar Author semakin semangat nulisnya 🙏😘