Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Dia milikku


__ADS_3

Hari demi hari berlalu Ziko dan Ayumi menjalanin hidup mereka dengan bahagia semakin hari juga hubungan mereka semakin lengket seperti premen karet.


Ayumi juga sudah berani manja pada Ziko padahal dulu suka melawan, tapi sekarang sudah tidak pernah melawan lagi.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Ziko sudah berangkat ke kantor dari tadi.


Ayumi sedang sibuk di dapur, iya dia sedang menyiapkan makan siang untuk Ziko, karena Ayumi tiba-tiba merindukan Ziko akhirnya Ayumi berinisiatif membuatkan makan siang untuk Ziko, kemudian pergi mengatarkan makan siang buatannya ke kantor Ziko.


"Mas Ziko, aku yakin kamu pasti suka dengan masakanku."


"Aku buatkan Mas Ziko, udang saos barbaque, naget ayam, tidak lupa telur ceplok setengah matang kesukaan kamu mas."


Sambil menyiapkan makan siang untuk suaminya, bibir mungil Ayumi terus mengukir senyum termanisnya.


Di saat Ayumi sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk Ziko.


Kali ini Ziko di kantor merasa sangat geram, bagaimana tidak geram? Telpon dan pesan singkat Ziko tidak di balas oleh Ayumi.


"Kemana Ayumi ini?" gumam Ziko, sambil melihat layar ponselnya karena tidak ada balasan pesan atau telpon balik dari istri tersayangnya itu.


Ziko menarik nafasnya dengan pelan, lalu dia kembali mengirim pesan ke ponsel milik Ayumi.


"Sayang....."


"Istriku....."


"Mas kangen, kamu kemana?"


"Kenapa tidak angkat telpon mas?"


"Kemana sih kamu ini?"

__ADS_1


"Apa mau mas makan? Kamu itu membuat Mas ingin cepat-cepat pulang."


"Yumi......!!!"


"Ayumi..... cantik.....!!"


"Istriku yang cantik sekali....."


Beberapa pesan sudah terkirim tapi lagi-lagi Ayumi tidak kunjung membalas pesannya.


Ziko mendengus kesal, lalu dia meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.


"Kakak kenapa sih? Perasaan gelisah sekali dari tadi?" tanya Miko, dari tadi Miko duduk di sofa sambil mengerjakan laporan.


"Percuma, biarpun aku ceritakan, kamu pasti tidak akan paham," sahut Ziko, dia menatap malas ke arah Miko. "Dasar sih kepo, mana tahu kamu tentang suami-istri?" gumam Ziko dalam hatinya.


"Dasar aneh, cerita saja belum sudah mengatakan aku tidak bakal paham, aku ini sangat pintar," jawab Miko dengan tatapan mata tidak mau mengalah pada Ziko.


"Sampai menemukan gadis yang tepat pastinya kak," sahut Miko dengan yakin.


"Bagaimana kamu menemukan gadis yang tepat? Kamu saja terlalu jual mahal pada para gadis," lagi-lagi Ziko mencibir Miko.


Miko menghela nafas berat, dia paham seperti apa kakaknya ini, mencibir adalah kebiasaan yang sering Ziko lakukan, jadi sebagai adik, Miko selalu sabar menghadapi kakak sekaligus bosnya ini.


"Aku lebih suka gadis yang kalem seperti kakak ipar, dia sangat cantik sekali," dengan sengaja Miko mengatakan hal ini supaya Ziko meronta-ronta.


"Dia milikku, jangan berani kamu macam-macam pada istriku!" tegas Ziko, tatapan matanya seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.


Miko hanya bisa menyembunyikan tawa kecilnya di sudut bibirnya. "Ternyata Kak Ziko sudah benar-benar jatuh cinta, baguslah daripada dia tidak move-on dari gadis jahat itu," batin Miko dalam hatinya.


"Tok....tok.....!!"

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu, Miko yang sedang duduk dia beranjak dari sofa untuk pergi membukakan pintu ruangan Ziko.


"Siapa kak, tumben jam segini ada mengetuk pintu ruangan kakak?" tanya Miko, sambil melihat Ziko yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Miko, mana aku tahu, sana buka dulu pintunya!" Ziko menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan Miko, kenapa bertanya pada dirinya, siapa yang datang?


"Ceklek....." suara gagang pintu.


Di saat pintu terbuka tidak terlalu lebar, Miko cukup terkejut karena melihat yang datang adalah kakak iparnya, siapa lagi kalau bukan Ayumi.


"Sekertaris Miko....." sapa Ayumi, suara Ayumi terdengar begitu lembut.


Seketika mata Miko tidak berkedip melihat kecantikan Ayumi yang saat ini ada di hadapannya, apakah ini mimpi? pikir Miko dalam hatinya.


"Gadis cantik," celetuk Miko dengan mulut yang ternganga.


Ziko yang mendengar celetukan Miko, dengan cepat dia beranjak dari tempat duduknya.


"Gadis cantik...." gumam Ziko, buru-buru Ziko berjalan menuju ke pintu ruangan kerjanya.


"Namaku Ayumi, bukan gadis cantik," dengan polosnya Ayumi menjawab celetukan Miko, seketika Miko tersenyum malu-malu dan tiba-tiba menjadi salah tingkah.


"Sayang......"


"Kamu panggil istriku apa?"


Suara Ziko terdengar kesal, membuat Miko dan Ayumi menoleh ke arah Ziko secara bersamaan.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2