Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Ketika uang tidak berguna


__ADS_3

Hari sudah semakin malam Ziko pun tak kunjung menemukan mangga muda yang di inginkan oleh istrinya itu.


Dengan raut wajah kecewa Ziko memukul-mukul setiran mobilnya dengan tangannya. "Hanya mangga muda saja tidak bisa aku dapatkan, aku ini calon ayah macam apa?" batin Ziko dalam hatinya, rasanya kesal dan marah, ia bisa membelikan calon anaknya hotel bintang lima dalam satu detik bahkan satu kedipan mata, dengan kekayaan yang Ziko miliki Ziko bisa melakukan apapun tapi mangga muda yang baginya cukup murah tidak bisa ia dapatkan di malam hari seperti ini.


Seketika Ziko bengong seraya menatap jalanan yang sudah semakin sepi karena hari sudah semakin larut malam.


"Ternyata di saat seperti ini uang aku pun tidak berguna sama sekali, hanya mangga muda pun tidak aku dapatkan, dimana-mana tidak ada," batin Ziko dalam hatinya.


Ziko pun mengabaikan kiriman pesan dari istrinya, bahkan tidak mengangkat telepon dari Ayumi juga karena dirinya merasa tidak berguna untuk saat ini.


Di saat Ziko sedang merasa dirinya tidak berguna.


Ayumi masih setia menanti mangga muda yang ia inginkan saat ini, Ayumi berulang kali melihat ke arah jendela kamarnya tapi mobil Ziko tidak kunjung muncul di teras rumahnya.


"Mas Ziko kemana? Hari semakin larut, tapi Mas Ziko kenapa tidak pulang-pulang?" Ayumi memasang raut wajah sedih, seketika dirinya ingin menangis tiba-tiba.


"Aku kirim pesan pun tidak di balas, bahkan aku telpon juga tidak di angkat," batin Ayumi makin menduga-duga, bahkan ia berpikir kalau suami tercintanya itu bukannya mencari mangga muda yang ia inginkan tapi suaminya itu pergi ke club malam dan bersenang-senang dengan banyak wanita disana. "Jika itu sungguh terjadi, maka aku akan membawa anaknya ini pergi dari rumah ini, biarkan saja Mas Ziko tidak akan melihat anaknya jika dia berani macam-macam di belakangku," batin Ayumi dalam hatinya.


Calon Mama muda satu ini sedang kawatir suaminya bermain api di belakangnya, padahal Ziko sedang marah pada dirinya sendiri karena merasa tidak berguna, tapi yang namanya bawaan ibu hamil itu ya wajar-wajar saja, kadang moodnya jelek, kadang manja, kadang juga tiba-tiba menangis ketika menginginkan sesuatu tapi tidak di dapatkan.


Di balik kenikmatan saat membuat adonan ternyata banyak cobaan juga di saat adonan yang di buatnya sudah jadi.


*****


Di sisi lain Miko tersenyum senang karena ia sudah melihat mangga muda yang bergelantungan manja di pohon mangga depan rumah Selin.


"Gajiku akan naik....." Miko senyam-senyum sendiri seperti orang gila.


"Tapi aku harus menemui gadis pakaian kurang bahan itu untuk meminta izin memetik beberapa mangga muda miliknya itu." Miko terlihat murung, kenapa pohon mangga muda itu harus ada di depan rumahnya Selin?


"Tring....tring......" ponsel milik Miko berdering dan ternyata itu telpon dari Ziko, buru-buru Miko mengangkat telpon dari kakak sekaligus bosnya itu.


"Hallo kak..."


"Kamu sudah menemukan mangga mudanya?"


"Sudah kak."


Seketika Ziko kembali bersemangat, akhirnya mangga muda yang di inginkan oleh istrinya akan segera ia dapatkan.


"Kamu dimana? Biar aku kesana."


"Aku di depan rumah gadis pakaian kurang bahan kak."

__ADS_1


Ziko memutar otaknya. "Bicara yang benar, gadis pakaian kurang bahan siapa?"


"Ehh maksud aku di depan rumah Nona Selin kak, disini banyak sekali mangga muda yang bergelantungan."


Tanpa menjawab kata-kata Miko, Ziko langsung mematikan saluran ponselnya dan segera pergi menuju ke rumah Selin.


Miko menghela nafas kesal, dasar kakaknya ini pasti main matiin saluran telponnya begitu saja.


Karena tidak mau berlama-lama berada di rumah Selin, Miko buru-buru bergegas turun dari dalam mobilnya, lalu berjalan menuju ke gerbang rumah Selin.


"Kenapa itu pohon mangga harus ada di dalam halamannya? Kenapa tidak diluar, jadikan aku bisa langsung memetiknya tanpa meminta izin dari gadis pakaian kurang bahan itu." Miko menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, entah ini cobaan apalagi?


"Tunggu, apakah aku ini mau menjadi calon Om yang bodoh?! Kenapa aku berpikir untuk mencuri mangga muda itu, nanti calon ponakan aku makan mangga muda haram dong. Dasar Miko kamu itu bodoh sekali." Miko mengetuki dirinya sendiri.


"Ting..tong....." akhirnya Miko menekan bell yang ada di hadapannya itu.


Satpam yang sedang berjaga ia langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membuka kan pintu gerbang rumah Selin.


"Maaf Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Satpam itu seraya melihat Miko yang saat ini berdiri di hadapannya.


"Gadis...eh maksudnya Nona Selin nya ada tidak pak?" tanya Miko dengan gugup.


"Siapa Pak Ali.....??" suara cempreng Selin terdengar nyaring dan tidak asing lagi di telinga Miko.


"Nona...ini..."


Selin berlari menuju ke dekat gerbang, lalu melihat ke arah Pak Ali. "Bapak kembalilah berjaga! Ini rekan kerja saya pak," jelas Selin dengan tutur kata lembut, sungguh bahasanya ini terdengar sangat berbeda saat bicara dengan Miko, kalau bicara dengan Miko pasti Selin begitu genit. Tapi di saat bicara dengan Satpam rumahnya Selin begitu ramah dan terlihat begitu sopan santun.


"Ada apa? Kenapa datang ke rumahku?" tanya Selin, matanya melirik Miko dengan genit.


"Nona, saya datang malam-malam hanya untuk meminta mangga muda, apakah boleh?" tanya Miko dengan hati yang ingin cepat-cepat pulang.


"Untuk apa?" tatapan Selin penuh curiga.


"Mangga muda di malam hari seperti ini, apakah Miko membuat wanita hamil? Lalu wanita itu mengidam?" pikir Selin di otaknya.


Miko menggaruk-garuk kepalanya, ia tahu pasti Selin sedang berpikir macam-macam tentang dirinya.


"Untuk istriku Nona....." suara Ziko terdengar penuh semangat.


Selin dan Miko sama-sama menoleh ke sumber suara, lalu Selin langsung tersenyum senang.


"Ternyata untuk istri Pak Ziko, aku kira untuk wanitanya Sekretaris Miko, ingat Sekretaris Miko itu adalah laki-laki incaran aku," batin Selin dalam hatinya.

__ADS_1


"Tuan Ziko, ambillah berapapun mangga muda yang tuan mau. Tapi ada syaratnya," tutur Selin dengan tatapan cerdik.


"Katakan Nona!" pinta Ziko.


"Suruh Sekertaris Miko menemani saya makan malam berdua!" pinta Selin dengan genit.


Aish Miko rasanya ingin buru-buru meninggalkan tempat ini, tapi ia selalu ingat dengan gajiannya yang akan di naikkan oleh Ziko.


"Dia akan pergi makan malam bersama Nona, telpon saya kapan saja! Jika anak bandel ini sampai menolak ajakan Nona," ujar Ziko sambil tersenyum senang.


"Baiklah, Tuan Ziko petik saja mangganya! Saya ambilkan kantong kresek dulu untuk tempat mangganya," kata Selin dan Selin berlalu masuk untuk mengambil kantong kresek.


Miko langsung menatap garang kakaknya itu, ia merasa sangat kesal tapi Ziko malah senyam-senyum senang.


"Kak, haruskah aku menemani gadis pakaian kurang bahan itu makan malam berdua?" tanya Miko dengan malas.


"Pergilah, ini demi calon ponakanmu!" jawab Ziko dengan tatapan tidak mau di bantah.


"Tapi kakak...."


"Miko, disini itu kita saling menguntungkan." Ziko memotong kata-kata Miko.


"Saling menguntungkan apanya?" tanya Miko dengan nada menggerutu.


"Ya aku dapat mangga mudanya, kamu juga mendapatkan calon jodohmu," jawab Ziko dan Miko menatap garang Ziko. "Dasar....kakak..."


"Nona Selin sudah keluar, ayo kita ambil mangganya lalu buru-buru pulang, istriku sudah tidak sabar memakan mangga mudanya," lagi-lagi Ziko memotong kata-kata Miko.


Selin memberikan kantong kresek yang ia bawah pada Ziko, lalu Ziko memberikan kantong kreseknya itu pada Miko.


"Kenapa diberikan padaku kak?" tanya Miko sambil menerima kantong kresek dari tangan Ziko.


"Temani aku panjat pohon!" kata Ziko dan Miko hanya menurut, lagi-lagi Ziko dapat enaknya saat ngadonnya, lah ini di saat susah ngajak bareng-bareng.


Akhirnya Miko menemani Ziko memanjat pohon mangga, dan Selin menunggu mereka di bawah pohon mangga.


"Mimpi apa aku semalam, lihat laki-laki incaran aku ada di rumahku, kapan kita bisa tinggal serumah ya Sekretaris Miko?" otak Selin sudah traveling kemana-mana dengan bayangannya yang begitu manis.


Setelah beberapa lama dan sudah mendapatkan beberapa banyak buah mangga mudanya, Ziko dan Miko turun dari pohon.


Sebelum pulang tidak lupa Ziko mengucapkan terimakasih pada Selin, lalu ia langsung pulang karena sudah tidak sabar bertemu dengan Ayumi.


Sedangkan Miko masih di tahan oleh Selin, entah apa yang akan terjadi pada Miko nanti?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2