
Tapi Ziko tidak peduli sama sekali, entah mengapa Ziko tiba-tiba berbuat kasar? Padahal dari tadi bermain dengan baik dan tentunya begitu lembut.
Setelah selesai dengan permainannya, Ziko menjatuhkan tubuhnya di samping Ayumi.
Ayumi hanya terdiam, dia menatap Ziko dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Apa, tuan muda ini begitu labil, tadi begitu lembut tiba-tiba kasar," batin Ayumi dalam hatinya.
"Tidurlah....!!" kata Ziko agak membentak.
Ayumi mengangguk, lalu dia tidur dengan posisi membelakangi Ziko. Ziko pun sama tidur dengan posisi membelakangi Ayumi.
Malam yang semakin larut, dingin yang begitu menyelimuti tubuhnya, Ayumi menarik selimut tebal lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal itu.
Sedangkan di sebuah club malam tempat biasa Ziko menongkrong bersama para teman-temannya, kini teman-temannya sedang berpesta dengan banyak j*l*ng.
"Rangga, kamu tumben sekali tidak tertarik dengan salah satu j*l*ng di club malam ini," cibir Erik sambil tertawa meledek.
"Aish, apasih Erik? Bukannya dari dulu aku tidak pernah tertarik dengan j*l*ng, kalian tahu, aku lebih tertarik dengan Ayumi gadis yang ada di dalam rumah Ziko," terang Rangga sambil tersenyum senang.
__ADS_1
Seketika Riko mendengus malas, dasar Rangga padahal banyak gadis cantik yang ada di hadapannya saat ini tapi dia masih saja memikirkan Ayumi, gadis kecil itu.
"Sudahlah Rang, kamu jangan terlalu berharap!" saran Riko dengan yakin.
"Apa salahnya jika Rangga mengharapkan gadis kampung itu?" celetuk Evelin, dengan malas, lagian bukannya bagus jika Rangga tertarik dengan Ayumi.
"Sudahlah, selama gadis itu ada di tangan Ziko percayalah, kamu tidak akan mudah mendapatkan gadis itu," kata Erik dengan yakin.
Seketika Rangga hanya terdiam, dia yakin jika suatu saat dirinya bisa mendapatkan hatinya Ayumi untuk selamanya.
"Kita lihat saja nanti," batin Rangga dalam hatinya.
Hingga malam semakin larut, akhirnya mereka pulang dengan keadaan mabuk kecuali Rangga, dia tidak mabuk sama sekali malam ini, mungkin Rangga sudah mulai taubat untuk mendapatkan hati Ayumi.
Pagi yang cerah kini menyusup masuk ke dalam kamar Ziko, tanpa sadar pagi ini Ziko sudah memeluk Ayumi dengan erat.
Ayumi yang merasakan berat pada tubuhnya, perlahan-lahan dia membuka matanya.
"Ahhh berat sekali," lirih Ayumi sambil membuka matanya lebar-lebar.
__ADS_1
Ayumi yang merasa kaget, reflek dia langsung mendorong tubuh Ziko, hingga Ziko terbangun dari tidurnya.
"Gadis oon, kamu itu kenapa? Pagi-pagi sudah mencari masalah?" oceh Ziko dengan kesal.
"Tuan yang apa-apaan? Pagi-pagi sudah main peluk-peluk aku?" Ayumi balik bertanya dengan begitu berani.
"Apa salahnya? Aku memeluk istriku sendiri, bukan istri orang lain," jelas Ziko dengan begitu entengnya.
"Istri yang tidak di akui," cibir Ayumi dan langsung berlalu pergi meninggalkan Ziko masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Ayumi masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya, seketika otak Ziko langsung traveling kemana-mana, entah apa yang sedang di pikirkan oleh Ziko?
Ziko buru-buru beranjak dari tempat tidurnya, sambil senyam-senyum seperti orang tidak waras, Ziko berjalan menuju ke kamar mandi, lalu tanpa meminta izin dari dari Ayumi, Ziko langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.
"Tuan, aku mau mandi..." kata Ayumi, dengan raut wajah bersungut-sungut penuh amarah.
"Salah kamu tidak mengunci pintu kamar mandinya, jadi ayok kita mandi bersama!" ajak Ziko yang diiringi tatapan m*s*m.
Ayumi meronta-ronta, dia berusaha menolak dengan kuat tapi ternyata tenaga dia di pagi hari tidak terlalu kuat, hingga akhirnya Ayumi jatuh di pelukan Ziko dan akhirnya mereka berdua mandi bersama, bahkan Ziko selalu saja jail pada Ayumi, karena merasa gemas.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia