Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Mimpi buruk Miko


__ADS_3

"Sayang......"


"Kamu panggil istriku apa?"


Suara Ziko terdengar kesal, membuat Miko dan Ayumi menoleh ke arah Ziko secara bersamaan.


"Panggil gadis cantik kak, kan memang kakak iparku ini cantik sekali." Miko ngeles karena tidak mau sampai kena semprot.


"Hey, kakak iparmu ini sudah bukan gadis lagi, dia adalah seorang wanita yang sudah bersuami, jadi jangan sekali-kali kamu memanggilnya dengan sebutan gadis cantik atau akan mencabik-cabik wajah tampanmu itu," sorot mata Ziko penuh dengan ancaman.


Ayumi berusaha menahan tawanya, sedangkan Miko geleng-geleng kepala karena merasa kakak sekaligus bosnya ini semakin hari semakin gila.


"Sudah-sudah, mas aku bawakan makan siang buat mas, oh iya Sekretaris Miko, ayo ikut makan bersama kita!" lerai Ayumi, nada suaranya terdengar begitu lembut saat bicara dengan Miko, membuat hati Miko semakin berdebar kencang. "Suaranya saja membuat hatiku cenat-cenut, entah dimana kakakku ini bisa menemukan gadis seperti kakak ipar ini?" batin Miko dalam hatinya.


"Kakak ipar...."


Belum sempat melanjutkan kata-katanya, sorot mata Ziko terlihat seperti singa yang ingin menerkam mangsanya, Miko yang paham akan sorot mata kakaknya itu, dia hanya tersenyum jail. "Dasar galak," gumam Miko dengan suara pelan.


"Ayo Sekertaris Miko....!" ajak Ayumi untuk kedua kalinya, melihat sorot mata Ayumi yang begitu lembut membuat hati Miko semakin berbinar senang.


"Tidak kakak ipar, aku makan diluar saja, aku takut ada singa mengamuk, lalu dia juga akan memotong gajianku, entah kapan aku akan menikah? Jika dia terus memotong gajianku kakak ipar?" Miko sengaja menyindir Ziko, dalam hatinya senyam-senyum berharap Ayumi bisa menyelamatkan gajiannya hari ini agar tidak di potong oleh kakaknya.

__ADS_1


"Dasar tukang sindir, sana pergi...!!" usir Ziko dengan sorot mata tajam pada Miko.


Ayumi lagi-lagi tersenyum, melihat suaminya dan sekretarisnya ini berdebat ternyata lucu juga mereka berdua ini.


Miko buru-buru keluar dari ruangan Ziko sebelum Ziko mengeluarkan ancaman yang lainnya lagi, bahkan Miko sangat kawatir akan di potong gajiannya oleh kakaknya itu.


Sambil komat-kamit Miko terus ngedumel sambil berjalan, hingga dia tidak sadar menabrak tubuh seseorang membuat Miko mengangkat kepalanya lalu perlahan-lahan menatap seseorang yang ada di hadapannya itu.


"Sekertaris Miko...." suara cempreng itu membuat Miko mengelus dada bidangnya dengan pelan. "Gadis baju kurang bahan, mimpi apa aku semalam, kenapa aku bisa bertemu dia?" batin Miko dalam hatinya.


Gadis di hadapannya adalah Selin, melihat Miko mata Selin langsung menatap Miko dengan tatapan begitu senang.


"Akhirnya kita bertemu lagi, waktu itu terakhir kita ketemu disebuah hotel..." Selin kembali mengingatkan kejadian beberapa waktu lalu.


"Aku sudah melupakan hal itu," sahut Miko dengan nada sedingin es batu yang baru saja keluar dari dalam kulkas.


"Aku tidak percaya," cibir Selin, padahal Miko begitu dingin tapi Selin malah bersikap begitu hangat pada Miko.


Tanpa meminta izin dari Miko, Selin tiba-tiba menarik tangan Miko. "Kamu mau menculik aku kemana?" tanya Miko dengan kesal, sambil meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya dari tangan Selin, tapi Selin tidak membiarkan Miko lepas begitu saja, dia malah memegang erat tangan Miko dengan kuat. "Sudahlah, kamu tidak akan bisa lepas dariku," tegas Selin dengan tatapan genitnya yang seperti biasanya.


Seketika Miko menatap Selin dengan tatapan jijik, tapi terpaksa mengikuti langkah kaki Selin, karena Selin terus menarik tangannya dengan kuat.

__ADS_1


Entah Selin ini mau mengajak Miko kemana? Miko juga hanya bisa pasrah, karena tidak enak banyak rekan-rekan kerjanya yang melihat dirinya sedang di tarik tangannya oleh Selin jadi hal satu-satunya yang bisa Miko lakukan ya pasrah saja.


"Lihat, Sekertaris Miko bersama dengan seorang gadis."


"Apa kesempatan aku sudah habis, padahal aku berharap menjadi kekasihnya."


"Lihat gadis yang mengandeng tangannya lebih cantik darimu."


"Sekertaris Miko yang tampan sudah tidak jomblo lagi."


Para rekan kerja Miko yang kebanyakan seorang perempuan, mereka terlihat sama-sama kecewa melihat Miko bersama seorang gadis cantik.


Di saat Miko sedang mendapatkan mimpi buruknya, dan di sisi lain ada pasangan yang begitu romantis dan begitu bahagia.


Ziko dan Ayumi yang sedang berada di ruangan kerjanya Ziko, mereka sedang main suap-suappan dengan mesra, mungkin jika Miko melihat pemandangan ini pasti Miko akan meronta-ronta.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


Mampir juga yuk kakak-kakak ke karya kakak onlinenya Asti, ceritanya seru kak 😊

__ADS_1



__ADS_2