Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Obat apa ini?


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 malam, Ziko bergegas untuk segera pulang ke rumahnya.


Ziko melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan kerjanya, binar matanya terlihat begitu penuh semangat.


"Kak, tidak ke club malam? Aku temanin minum yuk!" ajak Miko, yang kini baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya.


Ruangan kerja Miko dan Ziko memang berdampingan jadi tidak sulit untuk mereka saling bertemu kapan saja.


"Tidak ada waktu untuk minum, karena ada hal yang lebih penting dari itu," jawab Ziko.


Miko tercengang, apa yang lebih penting dari minum? Biasanya Ziko paling semangat jika di ajak ke club malam, bahkan dulu hampir setiap hari Miko menemani Ziko ke club malam.


"Hal penting apa kak? Apa otak kakak sudah mulai waras?" cibir Miko dengan jail.


"Kamu itu anak ingusan, jadi percuma jika aku jelaskan kamu tidak bakal paham, sudahlah aku mau buru-buru pulang, karena istriku sudah menungguku di rumah," jawab Ziko dan buru-buru pergi meninggalkan Miko.


Miko mengangguk pelan, kakaknya ini benar-benar sedang jatuh cinta. Bahkan dia tidak tergoda sama sekali akan club malam.


Setelah Ziko tidak terlihat, Miko kembali melanjutkan jalannya keluar dari dalam kantor.


"Mungkin, kapan-kapan aku harus berkunjung ke rumah Kak Ziko, sudah lama aku tidak datang kesana," gumam Miko sambil berjalan.


Ziko masuk ke dalam mobil, dia hendak menyalakan mesin mobilnya tiba-tiba ponsel miliknya berdering.


"Erik...." gumam Ziko, lalu menganggat telpon dari Erik.


"Hallo Rik..."


"Zik, datanglah ke club malam! Kita sedang berkumpul disini, Evelin juga ada disini."


"Maaf Rik, aku malam ini ada urusan penting, aku tidak bisa ikut kumpul dengan kalian."


"Tapi Zik, Evelin sudah menunggumu dari tadi."


"Untuk apa dia menungguku, katakan padanya jangan pernah menungguku lagi!"


Ziko langsung mematikan saluran telponnya dengan kasar, lagian untuk apa Evelin itu terus menunggunya? Bukankah itu hanya buang-buang waktu saja.

__ADS_1


Erik menaruh ponselnya di atas meja, lalu melihat Evelin yang kini duduk di sebelahnya.


"Bagaimana, apakah Ziko datang?" tanya Evelin dengan semangat.


"Tidak Vel, Ziko ada urusan penting," jawab Erik dengan nada lembut.


Evelin terlihat begitu kecewa, raut wajahnya juga berubah menjadi murung. "Ziko, kamu itu berubah sekali sekarang bahkan kamu tidak mau mengangkat telpon dariku," batin Evelin dalam hatinya.


Sebelum Erik menelpon Ziko, sebenarnya dari tadi Evelin juga berulang kali menelpon Ziko hanya saja Ziko tidak mengangkat telpon dari Evelin, akhirnya Evelin menyuruh Erik untuk menelpon Ziko.


"Vel, apa tidak sebaiknya kamu itu melupakan Ziko dan jangan mengharapkan Ziko lagi, aku kasian padamu," ujar Erik dengan nada lembut, sebagai sahabat Evelin dan Ziko, Erik sangat tahu kalau Evelin itu menyukai Ziko dari dulu.


"Tapi aku mencintainya, aku ingin Ziko menjadi kekasihku." Evelin terlihat sedih, bahkan air matanya sampai menetes.


Riko dan Rangga yang sama-sama melihat pemandangan di hadapannya ini, mereka sama-sama menggelengkan kepalanya.


"Vel, masih banyak laki-laki yang mau mencintaimu, kamu tahu Ziko itu tidak ada apa-apanya." Riko mencoba menghibur Evelin.


"Tapi aku sangat mencintai Ziko, aku sudah lama menantikan cintanya," jelas Evelin mata Evelin sudah mulai berkaca-kaca.


"Vel, untuk apa kamu mencintai laki-laki yang tidak pernah sama sekali mencintaimu? Dan aku rasa itu hanya buang-buang waktu saja," timpal Rangga dengan begitu bijak.


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan yang lumayan lama dari kantornya, akhirnya Ziko sampai di rumah.


Ziko langsung masuk ke dalam rumah dan orang yang pertama dia cari adalah Ayumi yang tidak lain adalah istrinya.


"Gadis oon....aku pulang......!!"


"Kamu dimana? Apa, kamu sudah makan?"


Suara Ziko terdengar nyaring di telinga semua orang, para Art dan pekerja rumah lainnya, mereka sama-sama tertawa kecil mendengar Ziko memanggil istrinya itu dengan sebutan gadis oon.


"Tuan Ziko, itu ada-ada saja."


"Iya dia memanggil istrinya bahkan dengan sebutan gadis oon."


"Tunggu apa dia mereka sudah menikah?"

__ADS_1


"Pasti sudah, biarpun Tuan Ziko diluaran sana terkenal suka gonta-ganti wanita, tapi Nona Ayumi lah gadis yang pertama kali masuk ke dalam kamarnya dan bahkan mereka tidur satu kamar."


"Nona Ayumi sangat beruntung ya."


"Aku berharap Tuan Ziko dan Nona Ayumi sudah benar-benar menikah."


Para Art ini malah mengubah, untung saja Ziko tidak mendengar gibahan mereka jika mendengarnya, entah apa yang akan terjadi pada para Art itu?


"Gadis oon.. kemana sih?" Ziko berdecak kesal, karena Ayumi tak kunjung menjawab suaranya yang begitu nyaring.


"Tuan Ziko, Nona Ayumi sepertinya sudah tidur, dia tadi bilangnya sangat lelah sekali." Pak Han menjelaskan pada Ziko, dan Ziko mengangguk.


Ziko yang tadinya begitu semangat, karena berharap Ayumi sudah menunggunya di meja makan seperti di film-film drama gitu, tapi ternyata harapannya ini tidak sesuai harapan karena ternyata Ayumi sudah tidur dengan nyenyak di kamarnya.


Ziko melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, lalu membuka pintu kamarnya dan ternyata benar Ayumi sudah tidur dengan nyenyak.


"Bukannya menunggu suaminya pulang, ini malah tidur duluan," gumam Ziko dengan suara pelan.


Ziko menghela nafas pelan, lalu dia duduk di tepi ranjang, tatapan matanya begitu dalam pada Ayumi, lalu tangan kekarnya mengusap rambut Ayumi dengan lembut.


"Saat tidur, dia begitu cantik."


"Aku harus sadar, kalau ternyata istriku sangat cantik sekali."


Ziko tersenyum senang, seketika Ziko mengalihkan pandangannya pada obat yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya.


"Ini obat apa? Apa Ayumi sakit?" Ziko langsung kawatir, dia meraih obat yang ada di atas nakas meja itu.


"Sakit apa Ayumi, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa padaku?" Ziko terus berbicara sendiri.


Ziko membaca obat itu dengan teliti, tapi dia tahu obat apa itu? Akhirnya Ziko membuka internet dan mencari tahu kegunaan obat yang ada di atas nakas meja itu.


Setelah membaca kegunaan obat yang saat ini dia pegang, Ziko langsung merasa marah.


"Apa-apaan Ayumi ini.....!!!"


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2