
"Ziko, sebenarnya gadis ini siapanya kamu?" tanya Cinta akhirnya, sorot mata Cinta begitu kesal pada Ayumi.
"Gadis ini....."
Ziko sekilas melirik wajah cantik Ayumi, diam-diam dia tersenyum memandangi wajah cantik istrinya itu.
"Dia adalah istriku," jelas Ziko seraya memancarkan senyum begitu manis pada Ayumi.
Ayumi tercengang tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Ziko mengakui dirinya dengan begitu jelas sebagai istrinya.
"Istri...!! Zik, kamu jangan mengarang lah, lagian kapan kamu menikah?" Cinta tidak percaya mendengar pengakuan Ziko.
"Cin, kapan aku menikah itu tidak ada urusannya denganmu, jadi aku tegaskan Ayumi memang istriku, istri sah ku." Terang Ziko dengan lebih tegas.
"Apa itu benar?" Cinta mengalihkan pandangan matanya ke arah Ayumi, tatapan matanya pada Ayumi terlihat semakin tidak suka.
Ayumi melihat ke arah Ziko, lalu Ziko tersenyum sambil memberikan isyarat pada Ayumi untuk mengakui hal yang sama.
__ADS_1
"Benar, saya memang istri sah Tuan Ziko," jawab Ayumi dengan tegas.
Cinta geleng-geleng kepala, pertama kali kembali bertemu dengan Ziko, tapi harus mendengar kenyataan pahit kalau Ziko sudah menikah dengan wanita lain.
"Tuan Ziko, apa pasangan suami-istri memanggil sebutan dengan sebutan yang tidak menyakinkan?" Cinta masih belum percaya, apalagi mendengar Ayumi memanggil Ziko dengan sebutan Tuan Ziko.
"Apa ada yang salah? Aku memanggil istriku juga dengan sebutan gadis oon atau aku harus memanggilnya dengan sebutan Nyonya Ziko?" jawab Ziko, dia tidak mau ambil pusing dengan sebutan yang biasa Ayumi lontarkan untuk dirinya.
"Terserah kalian, entah drama apa yang sedang kalian mainkan? Ziko, aku yakin dia bukanlah istrimu, gadis jelek seperti itu tidak mungkin menjadi tipemu kan," cibir Cinta sambil menatap Ziko kesal.
"Sayang, ayo kita lanjutkan jalan-jalan kita, Cinta, kamu kalau mau ke toko buku silahkan pergi sendiri saja! Aku mau melanjutkan jalan-jalan berdua dengan istriku," tanpa sadar Ziko memanggil Ayumi dengan sebutan sayang, Ziko meraih tangan Ayumi dengan lembut, lalu mengajak Ayumi pergi dari restoran tempat mereka makan.
Ayumi menurut saja, sekilas dia melihat Cinta lalu Ayumi tersenyum kecil penuh kemenangan. "Aku rasa, aku tidak perlu berbuat hal aneh-aneh untuk melindungi suamiku dari calon uler keket ini," batin Ayumi dalam hatinya.
Ziko dan Ayumi meninggalkan Cinta begitu saja, sungguh rasanya Cinta marah sekali.
"Ziko, berani sekali kamu membuat aku malu di hadapan gadis kecil seperti dia."
__ADS_1
"Kamu, sungguh tega padaku, kamu menikah tanpa memberitahu padaku."
"Aku datang kembali ke kota ini untuk mengejar cinta kamu, tapi kamu malah sudah menikah."
Cinta menarik nafasnya dengan kasar, rasanya masih belum bisa menerima dengan kenyataan yang dia dengar dari mulut Ziko, Cinta juga masih ingin terus berusaha mendapatkan hatinya Ziko, dan tentunya tidak percaya kalau Ziko dan Ayumi sudah menikah.
Cinta beranjak dari tempat duduknya, tidak lupa sebelum dia pergi meninggalkan meja tempat mereka makan tadi, Cinta menyisip kan uang di kertas bon yang ada di atas meja.
Dengan perasaan sulit di artikan, Cinta melangkahkan kakinya dengan malas dan entah dia mau pergi kemana?
Sedangkan Ziko dan Ayumi melanjutkan jalan-jalan mereka, Ziko hari ini benar-benar mengajarkan Ayumi cara untuk menghabiskan uang miliknya dengan baik.
Setelah lelah dengan jalan-jalan mereka berdua, akhirnya Ziko mengajak Ayumi untuk pulang ke rumahnya.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1