
Di dapur minimalis yang begitu mewah ini, Ziko terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk di masak.
Sedangkan Ayumi hanya duduk sambil ngeliatin Ziko yang sedang masak.
"Sayang, biar aku bantuin ya," kata Ayumi dia hendak beranjak dari tempat duduknya tapi Ziko dengan cepat menahannya.
"Kamu duduk saja istriku! Aku tidak mau kamu terlalu lelah, jadi kamu tidak boleh melakukan apapun!" Ziko tersenyum begitu manis, Ayumi menghela nafas pelan. "Suamiku, kalau kamu seperti ini rasanya begitu aneh," gumam Ayumi dengan suara pelan.
Ayumi mengangguk, dia hanya menuruti apa kata suaminya daripada urusannya jadi panjang lebar lebih baik Ayumi cari aman.
Menikah dengan laki-laki yang tentunya usianya terpaut jauh, ternyata menyenangkan sekali, apalagi di saat sedang bucin seperti ini sungguh lucu-lucu menggemaskan gitu.
"Sayang....."
"Istriku, coba kamu panggil aku dengan sebutan Mas Ziko...!!" belum selesai Ayumi menyelesaikan kata-katanya, seperti biasa Ziko selalu saja memotong kata-kata Ayumi.
Ayumi tertawa, memanggil Ziko dengan sebutan Mas? Biasanya memanggilnya dengan sebutan Tuan, aish ini sudah naik pangkat.
"Ayumi katakan.....!" titah Ziko, tangannya sibuk menggoreng kentang.
__ADS_1
"Mas Zi....ko...." Ayumi terbata-bata memanggil Ziko dengan sebutan mas, bahkan dia terlihat malu dan gugup.
"Yang benar!" pinta Ziko, akhirnya kentangnya sudah matang dan Ziko sedang memiriskan kentang yang dia goreng, tapi mulutnya ini bawel sekali pada Ayumi.
"Mas Ziko...." Ayumi memanggil Ziko dengan nada begitu lembut.
Setelah selesai meniriskan kentang yang goreng untuk Ayumi, Ziko menaruhnya di piring lalu memberikan kentang goreng pada Ayumi.
"Ini sayang, kentang gorengnya, tidak usah beli di mall lagi," kata Ziko seraya menaruh kentang goreng itu di atas meja.
"Kamu mau di buatkan apalagi? Bukannya katanya kamu lapar, aku buatkan mie instan ya?" Ziko menawarkan makanan lain, padahal kentang gorengnya saja belum Ayumi makan.
"Mas, aku makan kentang dulu saja," jawab Ayumi dengan nada lembut.
Ziko tersenyum, lalu mengambil satu kentang goreng yang ada di piring itu, dengan begitu romantis Ziko menyuapkan kentang itu ke mulut Ayumi.
"Mas, aku makan sendiri saja," kata Ayumi dan hendak mengambil kentang yang ada di tangan Ziko tapi Ziko menggelengkan kepalanya. "Hush, nanti tangan kamu kotor sayang," cegah Ziko dengan begitu manis.
Lagi-lagi Ayumi hanya bisa menuruti apa kata suaminya.
__ADS_1
Setelah beberapa suap dan Ayumi merasa kenyang akhirnya Ayumi meminta udahan makannya.
"Karena kamu sudah kenyang, jadi sekarang giliran mas," kata Ziko dengan tatapan menggoda.
"Mas mau makan apa? Biar, aku buatin." Tanya Ayumi dengan nada lembut, tapi melihat tatapan mata Ziko seketika Ayumi menelan ludahnya dengan kasar. "Tatapan mata Mas Ziko bikin aku takut, entah apa yang akan terjadi gitu?" batin Ayumi dalam hatinya.
"Mas, memang lapar tapi mas mau makannya di kamar," lagi-lagi Ziko tatapan Ziko semakin menggoda.
"Aku buatkan makanannya...."
"Tidak usah sayang, cukup kamu saja yang mas makan malam ini," dengan senyum jail dan tatapan mata begitu dalam. "Cup..." Ziko mengecup bibir mungil Ayumi, kini ciuman Ziko semakin dalam, Ayumi sangat menikmati ciuman itu.
Ayumi mulai membalas ciuman Ziko dengan lembut, Ziko tersenyum kecil dalam hatinya.
"Sekarang, Ayumi sudah pandai berciuman," batin Ziko dalam hatinya.
"Kita lanjutkan ya sayang di kamar....."
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia