
"Jangan berani menyentuhnya sedikitpun atau aku akan......!!" dengan satu tangannya, dia menahan tangan Erina agar tidak mengenai pipi mulus milik Ayumi.
Mendengar suara itu, Erina menoleh ke sumber suara itu.
"Mas Ziko....." Ayumi tercengang, dia terkejut melihat suaminya tiba-tiba ada di belakang dirinya.
"Masih berani kamu menyentuhnya, dasar Nenek Sihir!" sentak Ziko, seraya mengibas kan tangannya Erina dengan kasar.
"Tuan Muda..." Erina juga terkejut melihat Ziko datang tiba-tiba.
"Sudah aku ingatkan jangan macam-macam pada Ayumi, tapi kamu tetap saja tidak berubah," sentak Ziko dengan tegas.
"Siapa yang macam-macam Tuan Muda, saya hanya ingin mengusap pipi Ayumi dengan penuh kasih sayang," elak Erina dengan gugup dan tatapan matanya takut pada Ziko.
"Kenapa, Tuan Ziko datang tiba-tiba seperti ini?" batin Erina dalam hatinya.
"Sudahlah tidak usah mengelak, aku sudah melihat semuanya," tegas Ziko pada Erina.
Ziko yang ternyata sudah datang dari tadi dan dia sengaja tidak mendekat ke Ayumi, tapi dia memperhatikan Ayumi dan Erina dari jauh. Hingga Ziko melihat semuanya apa yang di lakukan oleh Erina dan Sisil pada Ayumi tadi.
"Pergi dari sini....!!"
"Atau aku akan mengmanggil satpam untuk mengusir kalian dari sini...!!"
__ADS_1
Ziko menatap Erina dan Sisil dengan sorot mata tajam, yang membuat Erina dan Sisil ketakutan dan saling sikut menyikut satu sama lain agar buru-buru pergi dari tempat itu karena takut Ziko akan berbuat lebih.
"Mas..."
"Sayang kamu tenanglah, mas akan melindung kamu dari dua iblis ini, mas tahu mereka ini hanya menjadikanmu sapi perah saja selama ini dan mas tidak akan membiarkan itu terus terjadi, jika perlu mas akan melaporkan mereka ke kantor polisi."
Ziko terus menggenggam tangan Ayumi dengan erat, dia berusaha menyakinkan Ayumi kalau dia akan selalu menjadi pelindungnya di saat apapun yang terjadi pada Ayumi.
Mendengar perkataan Ziko, Erina dan Sisil langsung buru-buru pergi meninggalkan Ziko dan Ayumi.
"Sial ternyata ada Ziko brengsek itu.." gerutu Erina sambil berjalan. "Aturan hari ini aku bisa memaafkan Ayumi tapi semuanya gagal," batin Erina dalam hatinya.
"Entah kapan manusia itu datang ya ma?" tanya Sisil, dia begitu kesal dan ingin sekali menjambak rambut panjang Ayumi.
"Kenapa mama jadi mengoceh? Bukannya mama yang selama ini melarang Sisil untuk kerja," lawan Sisil dengan berani.
Sambil berjalan keluar dari Supermarket itu Erina dan Sisil terus berdebat, mereka bahkan tidak ada yang mau mengalah.
Di saat Erina dan Sisil saling berdebat satu sama lain, di sisi lain Ziko dan Ayumi saling berpelukan satu sama lain.
"Mas, kapan kamu datang...?"
"Terus, kamu tahu aku disini?"
__ADS_1
Ayumi melepaskan diri dari pelukan Ziko, lalu matanya menatap mata Ziko dengan tatapan begitu lembut.
"Sayang, mas tahu kamu di sini, karena mas selalu menyuruh orang-orang mas untuk mengikuti kamu kemana saja kamu pergi, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa," jelas Ziko sambil memegang kedua pipi Ayumi dengan kedua tangannya.
Ziko memang menugaskan dua orang suruhannya untuk menjaga Ayumi di saat Ayumi keluar dari rumah tanpa izin dari dirinya, ya biarpun hanya ke Supermarket dekat rumah tapi Ziko tetap memastikan dua orang suruhannya itu mengikuti istrinya.
Dan saat Ziko sedang di kantor tiba-tiba kedua orang suruhannya itu mengirimkan foto Ayumi sedang bersama Erina dan Sisil.
Melihat foto yang di kirimkan oleh kedua orang suruhannya itu, tanpa menunggu lama Ziko langsung bergegas dari kantor, bahkan dia meninggalkan pekerjaannya yang masih menumpuk di atas meja hanya demi Ayumi.
Ayumi tercengang, ini pertama kalinya dia pergi kemana saja diawasi oleh orang lain dan Ayumi tidak tahu sama sekali.
"Mas, apa ini tidak berlebihan?" tanya Ayumi dengan nada lembut.
"Tidak, mas hanya ingin kamu tidak ada kenapa-kenapa," jawab Ziko sambil tersenyum.
Selain bucinnya yang akut, Ziko juga mulai kawatir pada Ayumi hingga Ziko melakukan pengawasan ketat kemana pun Ayumi pergi.
"Ayo kita lanjutkan belanjanya, mas temenin...!" ajak Ziko dan Ayumi mengangguk dengan penuh semangat.
Kini akhirnya Ayumi belanja di temanin oleh Ziko, mereka terlihat bahagia menghabiskan waktu berdua.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia