Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Dua hari kemudian


__ADS_3

Kini dua hari telah berlalu, Ziko beranjak turun dari tempat tidurnya untuk mandi dan segera berangkat ke kantor.


"Pegal sekali badanku...." Ziko memijat bagian belakang lehernya dengan satu tangannya.


"Pinggang ini rasanya mau copot," tangan Ziko beralih memijat pinggangnya dengan hati-hati.


Bagaimana tidak pegal semua badannya, dua malam ini Ziko terus menggarap Ayumi di atas ranjang. Bukan tanpa alasan Ziko melakukan itu tapi karena rasa cemburu Ziko yang begitu dalam akhirnya Ziko melampiaskan rasa kesal dan marahnya pada Ayumi, Ziko tidak berbuat kasar Ziko hanya mengajak Ayumi bermain perang-perangan di atas ranjang dua malam ini.


Ziko melupakan rasa pegalnya, dia buru-buru bergegas untuk mandi karena ada meeting penting jam 10 pagi nanti. Sedangkan sekarang sudah jam 7 lewat jadi Ziko harus buru-buru berangkat ke kantor agar tidak sampai terlambat.


Setelah beberapa lama Ziko selesai mandi dan dia langsung siap-siap, setelah siap-siap buru-buru dia keluar dari dalam kamarnya dan meninggalkan Ayumi yang masih tidur nyenyak di dalam selimut tebal. Tidak lupa juga sebelum pergi Ziko mengusap pipi Ayumi dengan lembut lalu memberikan ciuman lembut di kening Ayumi.


Diam-diam Ziko sudah berani mencuri-curi kesempatan pada Ayumi.


*****


Ziko baru saja sampai di kantor, dia berjalan menuju ke ruangan kerjanya, saat membuka pintu ruangan kerjanya disana sudah ada Miko yang sedang duduk di sofa sambil memeriksa berkas-berkas buat meeting pagi ini.


"Tumben Kak telat....." tanya Miko, tanpa melihat Ziko yang kini sudah duduk di sebelah dirinya.


"Panggil aku Tuan Ziko! aku telat karena aku sangat kelelahan gara-gara istriku tadi malam begitu buas," jawab Ziko dengan ketus.


"Buas, sudah seperti srigala saja tuan." Miko malah mencibir kakaknya sekaligus bosnya itu.


"Ah kamu anak ingusan tahu apa? Belajar dulu saja sana! Kamu harus menonton film 21+!" Ziko tidak mau mengalah, dia juga mencibir Miko dengan jail.


Miko geleng-geleng kepala, kakaknya ini selalu saja menganggap dirinya sebagai anak ingusan.

__ADS_1


"Mungkin nanti kita bisa nonton berdua kak, belajar bareng bukankah lebih baik?" Miko jail sekali, bahkan dia senyam-senyum pada Ziko.


"Lama-lama aku bisa gila meladeni anak ingusan seperti kamu, cepatlah kita menuju ke ruang meeting!" ajak Ziko, karena enggan melanjutkan obrolan joroknya dengan Miko.


"Baiklah," jawab Miko.


Mereka berdua langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi ke ruang meeting.


Sesampainya di ruang meeting, kliennya ternyata sudah menunggu disana, Miko agak terkejut karena ternyata kliennya hari ini adalah gadis yang waktu itu ada di acara kantornya Ziko.


"Itukan sih pakaian kurang bahan," celetuk Miko dengan suara pelan.


"Kamu bicara apa?" tanya Ziko, karena mendengar Miko berbicara tapi kurang jelas.


"Tidak kak...ehh tuan," elak Miko dengan cepat.


"Nona Selin, duduklah.." Ziko menyambut Selin dengan baik, mereka juga saling berjabat tangan satu sama lain.


"Terimakasih Tuan Ziko, Sekertaris Tuan Ziko cukup tampan," jawab Selin, dia kembali duduk di kursinya, seraya menatap Miko dengan tatapan agak genit.


"Dia memang sangat tampan Nona Selin, sekertaris saya juga masih jomblo, mungkin Nona cocok dengan dia," dengan senang hati Ziko mengatakannya.


Dalam hati Miko, kenapa aku harus bertemu dengan gadis pakaian kurang bahan ini lagi?


"Tuan Ziko bisa saja, mari kita mulai meeting kita tuan!" Selin terlihat malu-malu, pipinya juga sudah merah merona.


Kini mereka langsung memulai meeting mereka, Miko juga langsung mempresentasikan meeting hari ini dengan begitu baik.

__ADS_1


Selin dengan genit diam-diam selalu saja mencuri-curi pandang pada Miko, Selin ini salah satu pengusaha termuda yang sukses, usianya juga baru 21 tahun, tapi Selin sangat pandai dalam bidang bisnis karena ajaran dari papanya.


Akhirnya setelah beberapa lama meeting pagi ini selesai, Selin juga langsung setuju dengan kerja sama di antara perusahaan dirinya dan perusahaan Ziko. Selin juga tidak berpikir dua kali untuk berkerja sama dengan perusahaan Ziko, karena ini pasti akan membuat dirinya akan sering bertemu dengan Miko dan menurut Selin akan bagus jika itu terjadi.


Kini Selin dan Ziko saling berjabat tangan untuk tanda persetujuan kerja sama di antara perusahaan mereka.


"Bagaimana, kalau malam ini kita makan malam bersama untuk merayakan kerja sama perusahaan kita tuan?" tanya Selin, seraya melepaskan jabat tangannya dari Ziko.


"Boleh Nona," jawab Ziko dengan nada lembut.


"Sekertaris Miko, kamu juga ikut ya!" ajak Selin antusias.


"Pasti Miko akan ikut Nona," belum sempat Miko menjawab ajakan Selin, Ziko dengan cepat menjawabnya.


"Daripada kamu gangguin istriku, mending kamu sama Selin saja," batin Ziko dalam hatinya.


"Tuan....tapi...."


"Miko, ini adalah makan malam dengan klien dan kamu tidak boleh tidak ikut," potong Ziko karena Ziko tahu pasti Miko akan membuat alasan untuk ikut makan malam nanti.


Miko garuk-garuk kepala, sungguh dia itu tidak suka dengan Selin, apalagi Selin terlihat begitu genit dan tentunya Miko masih saja memikirkan Ayumi, gadis kalem yang tidak lain adalah istri dari kakaknya.


Entah akan seperti apa makan malam nanti malam?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2