Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Aku bukan yang pertama


__ADS_3

Kini dua hari telah berlalu, Ziko semakin hari semakin lengket dengan Ayumi, bahkan Ziko tidak sedikitpun membiarkan Ayumi jauh-jauh dari dirinya.


Selama beberapa hari ini Ziko mengambil cutti kerja, kini Ziko hanya menghabiskan waktu cutti bersama dengan Ayumi.


Dua hari ini Ziko juga bersikap menyebalkan dan tentunya membuat Ayumi merasa risih, bagaimana tidak risih Ayumi pergi ke dapur, Ziko mengekor di belakang, Ayumi pergi ke taman belakang rumah di ikutin juga oleh Ziko, Ayumi duduk sambil menonton film kartun kesukaannya Ziko pun menemani Ayumi tanpa melakukan protes, Ziko terus berglendotan manja pada Ayumi. Sungguh Ayumi merasa suaminya ini sudah seperti sandal jepit yang kemana saja selalu ikut.


"Tuan, apa kamu menjadi ekorku? Tuan terus saja mengikutiku," oceh Ayumi, dia hendak ke kamar mandi tapi Ziko juga mengikutinya.


Siapa yang tidak kesal pada Ziko? Mungkin jika mengikuti ke dapur, nonton televisi dan film kartun itu tidak apa-apa, lah ini Ayumi mau ke kamar mandi mau bab saja Ziko tetap mau ikut, sungguh Ayumi hanya bisa geleng-geleng kepala. Sebucin inikah suaminya?


"Apa salahnya? Aku hanya takut istriku terpleset di kamar mandi, aku ingin menjaga istriku dengan baik," jelas Ziko sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Saya akan hati-hati, lagian saya sudah besar dan tidak perlu di jaga," tutur Ayumi dengan nada lembut.


"Tetap saja, aku tidak mau, aku mau menemanimu di dalam kamar mandi," bantah Ziko dengan tegas.


Karena sudah di ujung, akhirnya Ayumi mengalah dan membiarkan Ziko ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Di saat sedang bab Ayumi sebenarnya rasanya sangat malu, tapi mau bagaimana lagi? "Sudahlah Yum, tidak usah di tahan, lagian jika kamu menyuruh Tuan Ziko keluar, dia juga pasti tidak akan mau," batin Ayumi dalam hatinya.


"Apa tuan tidak apa-apa?" tanya Ayumi.


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja! Aku akan menunggumu," jawab Ziko masih berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya ke dada.


Setelah beberapa lama akhirnya Ayumi selesai dengan kegiatannya di dalam kamar mandi, kini Ziko dan Ayumi sama-sama keluar dari dalam kamar mandi dan mereka kembali melanjutkan menonton film kartunnya.

__ADS_1


Kini mereka duduk berdua, tapi tiba-tiba Ziko membaringkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pangkuan Ayumi.


Ayumi masih merasa canggung tapi dia mencoba terbiasa dengan sikap Ziko.


"Apa sebelumnya pernah ada laki-laki lain yang berbaring di pangkuanmu?" tanya Ziko, tangannya dengan lembut memegang satu tangan Ayumi sambil sekali-sekali Ziko ciumi.


"Ada, tapi itu waktu saya masih kelas 3 SMP, laki-laki itu berbaring di pangkuanku," jawab Ayumi dengan jujur.


Seketika Ziko langsung menjadi kesal, tangannya Ayumi saja di lepaskan secara tiba-tiba. "Apa aku salah bicara?" batin Ayumi dalam hatinya.


"Apa saja yang dia lakukan padamu?" tanya Ziko, membuat Ayumi tersenyum kecil. "Pasti, Tuan Ziko cemburu," gumam Ayumi dengan suara pelan.


"Tidak ada, lagian laki-laki itu berbaring di pangkuan saya, itu juga tidak sengaja, waktu dia sedang berdiri tiba-tiba pingsan dan saya pas sedang duduk, lalu dia pingsan tepat di pangkuan saya," jelas Ayumi berharap Ziko tidak cemburu berlebihan.


"Tetap saja, aku jadi bukan yang pertama." Celetuk Ziko, terlihat tatapan mata Ziko itu tidak rela sekali.


"Lah, kenapa jadi yang pertama....?" Ayumi bingung melihat Ziko.


"Karena laki-laki yang pingsan itu yang pertama," sahut Ziko malas.


"Tuan, tuan terlalu pencemburu," ledek Ayumi sambil tertawa kecil.


"Tidak ada yang cemburu, hanya saja aku tidak suka jika ada laki-laki lain menyentuh kamu," elak Ziko dengan gugup.


Terserah Ziko sajalah, mungkin dia masih malu-malu mengakui rasa cemburunya pada Ayumi.

__ADS_1


"Gadis oon...eh maksudnya istriku, kemarilah!" kata Ziko dengan nada lembut.


Ayumi menggeser duduknya agar mendekat ke Ziko.


"Ada apa tuan?" tanya Ayumi, kini posisi duduk mereka saling menempel satu sama lain.


Tiba-tiba Ziko meraih tangan Ayumi lalu menggenggamnya dengan erat.


"Jangan panggil aku tuan lagi!" pinta Ziko dengan nada lembut.


"Terus, saya harus memanggil Tuan Ziko dengan sebutan apa?" tanya Ayumi, mata lentik Ayumi menatap Ziko begitu dalam.


"Sayang.....!!" jawab Ziko.


"Sayang?!" Ayumi mengulangi kata-kata Ziko dan Ziko mengangguk.


"Coba katakan, sayang...!" titah Ziko, raut wajah Ziko terlihat berbinar senang.


"Sayang...." Ayumi tersenyum malu-malu, ini adalah pertama kalinya Ayumi memanggil Ziko dengan sebutan semesra ini.


"Iya sayangku?" jawab Ziko sambil senyam-senyum dengan begitu manis.


Bucinnya Ziko sungguh tidak ketulungan dan para ABG saja pasti kalah.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2