Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Kemarahan Ziko


__ADS_3

"Dengarkan baik-baik Vin, dia adalah istriku, istri Ziko Atdmaja," terang Ziko dengan suara menekan di telinga Vin.


Vin tercengang tidak percaya, dia geleng-geleng kepala, dia merasa ini hanyalah akal-akalan Ziko agar Vin tidak bisa menghabiskan malam bersama Ayumi.


Mendengar pertanyaan dari Ziko, Vin malah tertawa tidak percaya.


"Zik, berhentilah bergurau! Jika kamu benar sudah menikahnya, mana cincin pernikahan kalian? Lalu kenapa pernikahan kalian tidak di umumkan di depan publik? Sudahlah Zik, aku tahu dia bukanlah istrimu," kata Vin yang lagi-lagi menatap Ayumi dengan tatapan menjijikkan.


"Gadis cantik, jika kamu sudah selesai bersama dengan Ziko, maka hubungi aku, aku janji akan membayar lebih mahal dari Ziko." Vin mengambil sebuah kartu nama dari dalam dompet miliknya, lalu dia hendak memberikan kartu nama itu pada Ayumi.


Belum sempat Ayumi menerimanya, tangan Ziko langsung menepis tangan Vin dengan kasar.


"Apa kamu tidak punya telinga Vin? Berani sekali kamu mengatakan hal seperti itu pada istriku," sorot mata Ziko begitu penuh dengan amarah, tangannya yang dari tadi sudah mengepal sempurna akhirnya melayangkan tonjokan di pipi mulus Vin.


Vin geleng-geleng kepala sambil memegangi pipi yang baru saja kena pukulan dari tangan Ziko.


"Tu....."


"Diamlah, aku harus membereskan laki-laki brengsek ini, dia sudah berani menghina kamu, tidak akan aku lepaskan!" Ziko dengan cepat memotong kata-kata Ayumi.


Ayumi menurut apa kata Ziko, dia langsung berlindung di belakang punggung Ziko.


"Ada apa?"


"Keliatannya Tuan Ziko begitu marah."


"Pasti Vin membuat masalah."

__ADS_1


"Palingan Vin menganggu gadis yang bersama Tuan Ziko, makanya dia begitu marah."


Para rekan-rekan bisnis Ziko yang lainnya akhirnya mata mereka semua tertuju pada Vin dan Ziko yang saat ini saling menatap sengit satu sama lain.


Vin hendak membalas pukulan dari Ziko, tapi dengan sigap Ziko menahan tangan Vin dan Ziko malah kembali memukul Vin dengan kuat hingga berulang kali.


Miko yang sedang menikmati makanan bersama para tamu yang datang, buru-buru dia meletakkan makannya dan langsung pergi menghampiri Vin dan Ziko.


"Apa yang terjadi?" gumam Miko dengan suara pelan.


"Kakak, apa yang terjadi?" Miko menahan tangan Ziko agar tidak memukul Vin untuk kesekian kalinya.


"Lepaskan Mik! Dia pantas mendapatkan pukulan dariku," kata Ziko yang berusaha meronta-ronta karena Miko menahan dirinya agar tidak lagi memukuli Vin.


Vin yang sudah babak belur, bahkan wajah tampannya juga memar dan sudut bibirnya berdarah karena pukulan dari Ziko, Vin terus memegangi sudut bibirnya.


"Kak, ini masih acara, jika ada masalah selesaikan baik-baik, pelayan tolong bawa Tuan Vin ke rumah sakit terdekat ya!" Miko memanggil salah satu pelayan, lalu pelayan yang Miko panggil langsung membawa Vin ke rumah sakit terdekat.


Kini tinggal Ziko, Miko dan Ayumi yang masih sama-sama berdiri.


"Untuk para tamu, maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini. Silahkan lanjutkan acaranya, saya permisi dulu." Miko meminta maaf pada semua tamu yang datang, lalu Miko segera membawa Ziko dan Ayumi masuk ke dalam kamar hotel pribadi milik Ziko.


Kini para tamu bubar dari kerumunan dan mereka kembali melanjutkan acara serta menikmati hidangan yang ada, karena Ziko dan Miko pergi meninggalkan acara, akhirnya para anak buah Ziko yang lainnya yang menemani para tamu pada malam ini, untung saja mereka semua di undang untuk hadir jadi para tamu ada yang mengurusnya.


Ziko duduk di sofa, Ayumi duduk di sebelahnya sedangkan Miko di sebelah Ayumi, kini Ayumi berada di tengah-tengah kedua laki-laki tampan itu.


Tiba-tiba Ziko beranjak dari tempat duduknya, membuat Miko menatapnya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Kenapa kak?" tanya Miko.


"Minggir kamu, jangan duduk di sebelah istriku!" Ziko mengusir Miko, sungguh ini membuat Miko tercengang tidak percaya.


Miko menggeser duduknya, kali ini dia sungguh bingung dengan bos yang sekaligus kakaknya ini.


"Istri?!"


"Kapan kakak menikah?"


"Lalu kapan pestanya? Bibi dan paman kenapa tidak pulang?"


Miko bertanya-tanya, jika memang ada sebuah pernikahan kenapa semua keluarga tidak ada yang tahu? Ya termasuk Miko.


"Miko, apa kamu sudah selesai dengan pertanyaanmu itu? Sekarang kamu keluarlah dari kamarku, aku mau menghabiskan waktu berdua dengan istriku." Ziko enggan menjawab berbagai pertanyaan Miko, biarkan saja Miko bingung sendirian.


"Tapi kak, aku butuh jawaban dari semua ini, kenapa kamu menikah tanpa memberitahuku dan keluarga?" Miko masih kekeh bertanya pada Ziko.


"Kau urus pesta malam ini, besok kita bicarakan di kantor," jawab Ziko sambil beranjak dari tempat duduknya dan menarik Miko untuk mengusir Miko dari dalam kamar hotel pribadinya.


Setelah mengusir Miko, Ziko langsung mengunci pintu kamar hotelnya agar Miko tidak terus-terusan menganggunya.


"Dasar kakakku yang menyebalkan," kata Miko seraya pergi meninggalkan kamar Ziko dan kembali ke acara pesta malam ini.


Kini hanya Ayumi dan Ziko hanya berduaan di dalam kamar hotel.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2