
Jam menunjukkan pukul 10 malam, Ziko, Ayumi, Miko dan Selin, mereka baru saja selesai makan malam bersama, selain asik mengobrol mereka juga cukup akrab dengan candaan di antara mereka sampai-sampai mereka lupa waktu.
Setelah selesai makan malam bersama, Ziko langsung mengajak Ayumi kembali ke kamar hotelnya, Miko dan Selin juga juga kembali ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat karena hari ini cukup melelahkan juga bagi mereka.
"Nona Selin, terimakasih untuk hari ini," kata Miko sebelum Selin masuk ke dalam kamar hotelnya.
"Sama-sama Mik, oh iya jangan lupa kunci pintunya! Takut malam-malam ada kucing cantik yang liar masuk ke dalam kamar hotelmu," jawab Selin yang diiringi dengan candaan.
"Saya berharap kunci cantik liar itu akan masuk Nona," sahut Miko dengan tawa manis di sudut bibirnya.
Lagi-lagi Selin ternganga kagum, sungguh ini entah ke berapa kalinya? Melihat Miko yang biasanya sedingin es yang baru keluar dari kulkas menjadi begitu hangat dan suka bercanda. "Kucing cantik liarnya itu aku Sekertaris Miko yang menggemaskan," batin Selin dalam hatinya.
"Jangan di kunci kalau seperti itu kamar hotelnya, biar kunci cantik liarnya bisa masuk kapan saja," canda Selin dan langsung masuk ke dalam kamar hotel, buru-buru Selin menutup pintu kamar hotelnya. "Aish, ada apa dengan detak jantungku? Selin, kamu sudah berani nakal pada Sekertaris Miko," gumam Selin sambil cengar-cengir sendirian.
Setelah Selin masuk, Miko tersenyum senang sambil geleng-geleng kepala. "Ternyata gadis pakaian kurang bahan itu menggemaskan sekali," batin Miko dalam hatinya.
Miko masuk ke dalam kamar hotelnya, lalu ia menutup pintu kamarnya dengan hati-hati dan sengaja tidak ia kunci dengan harapan mudah-mudahan kucing cantik liar itu akan masuk ke dalam kamarnya.
Miko merebahkan tubuhnya, ia senyam-senyum terus seperti orang gila. "Apa aku kembali jatuh cinta? Setelah sekian lama aku menutup pintu hatiku, karena kamu yang sudah pergi meninggalkan aku untuk selamanya, mudah-mudahan kamu tenang di surga sana," batin Miko dalam hatinya.
Malam semakin larut di saat Miko sedang kembali jatuh cinta, di sisi lain ada Ayumi dan Ziko yang masih sama-sama terjaga karena mereka belum tidur, karena memikirkan kejadian tadi saat makan malam bersama.
__ADS_1
"Mas, aku yakin pasti mama kamu tadi sangat marah, apa menurutmu aku salah aku mas? Aku hanya ingin bersikap tegas, karena aku tidak mau dihina," kata Ayumi terdengar suaranya begitu senduh, sorot matanya juga merasa bersalah karena membuat mama mertuanya sangat marah.
Ayumi merasa tidak enak, apalagi selama ini dia tidak pernah melawan orang tua sama sekali, biarpun dulu Erina sering sekali menyakiti hatinya tapi Ayumi selalu menerima semuanya dengan iklhas dan selalu pasrah. Apalagi dirinya hanya seorang anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mamanya.
"Kamu tidak salah istriku, apa yang kamu lakukan itu benar, orang yang menghina kita itu harus di lawan!" tutur Ziko dengan nada lembut, Ziko menarik Ayumi masuk ke dalam pelukannya. "Tidurlah, sudah malam! Tidak usah memikirkan apa-apa lagi!" pinta Ziko dengan pelukan hangat yang membuat Ayumi merasa begitu tenang dan sangat nyaman.
Dalam hati Ayumi, selama ini aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari siapapun dan sekarang aku mendapatkan suami yang begitu menyayangiku, walaupun awal pertemuan kita itu seperti neraka bagiku dan sekarang menjadi kebahagiaan yang nyata.
Malam yang semakin larut akhirnya Ayumi tertidur nyenyak di pelukan Ziko.
*****
Jam menunjukkan pukul 2 malam, Erika dan Monika masih belum tidur, mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membuat Ziko dan Ayumi berpisah.
"Nanti tante pikiran dulu," sahut Erika sambil memikirkan ide untuk memisahkan anaknya dan menantunya itu.
Monika mengangguk pelan, ia juga sedang memikirkan cara untuk memisahkan Ayumi dan Ziko.
"Oh tan, tante pulang lagi keluar negeri tidak?" tanya Monika, seraya meneguk minuman yang ada di gelas yang sedang di pegang oleh dirinya.
"Sepertinya tidak, tante tidak tenang jika meninggalkan Ziko dengan gadis kampung itu," sahut Erika sambil meneguk minuman yang ia pegang juga.
__ADS_1
Erika dan Monika sedang menikmati minuman yang memabukkan dan itu sudah biasa mereka lakukan dari dulu.
"Tante, tante harus membantuku!" Monika langsung memeluk manja Erika, lalu Erika juga membalas pelukan Monika. "Tentu nak, Tante pasti akan membantumu," ujar Erika.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Selin terbangun dari tidurnya, ia tampak gelisah karena tiba-tiba kepikiran dengan Miko.
"Sekertaris Miko kamu sedang apa?" tanya Selin pada dirinya sendiri.
Disisi lain Miko juga tidak bisa tidur karena gelisah memikirkan Selin terus.
"Gadis pakaian kurang bahan, kamu sedang apa?" tanya Miko pada dirinya sendiri.
Miko beranjak dari tempat tidurnya, Selin pun melakukan hal yang sama-sama, karena mereka sama-sama merasakan gelisah yang cukup dalam, akhirnya Miko melangkahkan kakinya menuju pintu kamar hotelnya, Selin pun melakukan hal yang sama.
"Buka pintu tidak ya...?" Selin ragu-ragu, ia memegang gagang pintu.
"Aku harus bertemu dengannya," kata Miko ia sudah memegang gagang pintu juga.
Akankah mereka membuka pintu kamar hotel mereka masing-masing secara bersamaan?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia