
Suasana sarapan pagi ini terasa begitu hangat dan sangat nyaman, namun di saat dua iblis itu datang suasana hangat ini menjadi panas dan tidak nyaman lagi.
"Pagi semuanya...." suara itu terdengar tidak asing, padahal masih jauh dari meja makan tapi suara Monika itu terdengar nyaring di telinga Ziko dan yang lainnya.
Erika dan Monika bergandengan tangan menuju ke meja makan, iya mereka mau ikut sarapan pagi bersama Ziko dan Ayumi pagi ini, tapi tentu saja di balik niat sarapan pagi ini pasti dua iblis ini akan membuat rusuh dan semuanya kacau.
Tatapan Monika yang tampak tidak suka pada Ayumi, apalagi melihat Ayumi duduk manis di sebelah Ziko, itu Monika malas dan ingin rasanya menarik Ayumi agar jauh-jauh dari dekat Ziko.
"Lihat Tante, mereka begitu mesra," kata Monika dengan nada manja.
"Biarkan saja! Kemesraan mereka pasti tidak akan lama lagi, bukankah kita sudah membuat rencana," sahut Erika dengan suara pelan.
Setelah mereka berdua sudah dekat, mereka langsung sama-sama diam, karena tidak ingin perbincangannya terdengar oleh Ziko dan yang lainnya.
Ziko, Ayumi, Miko dan Selin menoleh secara bersamaan ke sumber suara itu, Ziko tampak tidak suka melihat kedatangan Monika dan Mamanya.
"Pagi juga Monik, tante."
"Pagi juga ma."
Tanpa basa-basi Monika dan Erika langsung duduk begitu saja.
__ADS_1
"Zik, mama lihat kamu kurusan, mama rasa istrimu ini tidak bisa mengurusmu dengan baik," Sindir Erika dengan sengaja.
Ziko yang tadinya menikmati makanannya dengan nikmat, seketika rasa nikmat itu hilang begitu saja dan tiba-tiba menjadi kesal.
"Mama tahu apa tentang Ziko? Berat badan Ziko saja mama tidak pernah tahu, lalu bagaimana mama bisa bilang ini aku kurusan? Mama tahu setelah aku menikah dengan Ayumi, berat badanku naik 5 kg lebih, jadi kalau aku kurusan yang tidak mungkin," sahut Ziko dengan tegas.
Seketika Erika hanya bisa diam, lalu ia mengalihkan pandangannya ke Ayumi dan Ayumi tersenyum kecil, namun senyaman Ayumi justru di balas dendam tatapan jutek.
"Tidak usah senyam-senyum padaku, lagian siapa juga yang mau menerimamu menjadi menantuku, aduh haruskah aku mendapatkan menantu yang tidak sepadan? Sudah gitu dia sangat kampungan." Erika kembali berceloteh dengan bawel.
"Gadis kampung itu tidak akan cocok bersanding dengan seorang Ziko Atdmaja," sambung Monika dengan sombongnya.
"Lalu, Tuan Ziko akan cocok bersanding dengan gadis yang seperti apa Nona Monika?" tanya Selin dengan nada lembut, ia tahu Ayumi pasti sedang menahan tangisnya, tapi Selin tidak akan membiarkan jika Ayumi sampai menangis hanya karena dua manusia iblis yang ada di hadapannya ini.
Monika merasa tertarik dengan obrolan Selin, ia menoleh lalu tersenyum kecil pada Selin tapi Selin tidak membalas senyum Monika.
"Sepertiku, aku berpendidikan dan tentunya dari keluarga yang sepadan dengan Ziko, dan aku ini adalah putri satu-satunya dari keluarga yang sangat kaya raya," jawab Monika lagi-lagi dengan penuh kesombongan.
"Apakah seorang gadis dari keluarga kaya raya dan berpendidikan harus merendahkan dirinya, bahkan mengemis cinta dengan seorang mantan yang jelas-jelas sudah menikah dan bahagia dengan istrinya?" tanya Selin lagi, kali ini suara Selin terdengar menekan.
"Nona Selin benar, jika aku menjadi Nona Monika, aku juga pasti malu jika aku harus mengejar-ngejar suami dari wanita lain," dengan tegas Ayumi menyambungi pertanyaan Selin untuk Monika.
__ADS_1
"Kamu yang sudah merebut Ziko dariku! Jadi jangan kamu sok paling kasihan disini gadis kampung!" Monika menatap marah Ayumi.
Ayumi geleng-geleng kepala, kenapa harus bertemu dengan gadis seperti iblis seperti Monika ini?
"Jika kamu tidak hadir dalam hidup anakku, aku yakin Ziko itu akan menikah dengan Monika dan mereka akan hidup bahagia," dengan tegas Erika membela Monika di hadapan semuanya.
Ziko yang dari tadi berusaha bersikap tenang, ia tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya membuat semuanya menoleh ke arah Ziko dan mereka menatap Ziko dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Dan perlu mama tahu! Monika itu tidak sebaik yang mama kira!" tandas Ziko, ia menarik tangan Ayumi dengan lembut dan mengajak Ayumi pergi dari meja makan.
Miko dan Selin juga melakukan hal yang sama dan lagi-lagi Monika dan Erika di tinggalkan di meja makan restoran hanya berdua.
"Kita harus menjalankan rencana kita Tante! Jika tidak maka aku tidak akan bisa merebut Ziko dari gadis kampung itu," kata Monika pada Erika.
"Iya Tante tahu, kita harus jalankan rencana kita dengan baik!" jawab Erika dengan yakin.
Entah apa rencana Monika dan Erika agar bisa memisahkan Ayumi dan Ziko.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1