Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Kencan ganda


__ADS_3

Langit malam ini terlihat begitu cerah, rembulan dan bintang menghiasi langit malam ini, hingga langit malam ini terlihat sangat indah.


Dua sejoli yang sudah seperti sandal jepit ini terus bergandengan mesra berkeliling mall malam ini, bahkan mereka tidak sadar kalau di sampingnya mereka ada sepasang sejoli yang terus-terusan berdebat tidak jelas.


"Nona Selin, lepaskan tanganku...!" pinta Miko, raut wajahnya tampak tidak suka di saat Selin mengandeng tangannya dengan mesra.


Selin menoleh, lalu tersenyum dengan senyuman genitnya seperti biasanya.


"Apa salahnya? Aku mengandeng tangan laki-laki yang belum punya kekasih, jadi ya aku rasa tidak salah," sahut Selin, raut wajahnya terlihat begitu imut dan merasa tidak punya salah sama sekali pada Miko.


Dalam hati Miko, Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan gadis genit seperti gadis ini? Apa salahku Tuhan? Padahal aku tidak pernah neko-neko atau mempermainkan seorang gadis, Miko merasa kesal sekaligus ingin rasanya buru-buru pulang, lebih baik memeluk bantal guling kesayangannya daripada harus di gandeng-gandeng oleh Selin, rasanya sudah seperti tas belanjaan saja.


"Miko, benar kata Nona Selin tidak ada salahnya, lagian apa kamu mau menjadi jomblo berkarat?" celetuk Ziko, dalam hatinya Ziko merasa senang sekali karena Miko tidak lagi bisa menganggu istrinya.


"Apasih kak, kamu ikut-ikutan saja," omel Miko dengan sorot mata kesal, dan di balas senyum begitu manis oleh Ziko, sungguh Ziko ini suka sekali melihat Miko menderita.


Kini mereka berempat kembali melakukan perjalanan mereka, biarpun Miko terlihat tidak senang, Selin juga terus mengandeng tangan kekarnya dengan mesra, akhirnya Miko hanya bisa pasrah saja.


"Lihat, bagaimana jika kita bermain game?" Ayumi menunjuk tempat khusus untuk bermain game dengan antusias.


"Ide bagus, bagaimana kalau Sekertaris Miko dan Ziko berlomba mendapatkan boneka yang ada di dalam kotak boneka itu?" Selin juga sangat antusias, ia merasa kalau ini adalah ide bagus untuk bisa lebih dekat dengan Miko.


Miko dan Ziko saling menatap satu sama lain, Miko menatap Ziko dengan sengit sedangkan Ziko terlihat begitu senang.


"Sudahlah Mik, mau sampai kapan kamu menjadi jomblo terus dan menganggu istriku terus?" batin Ziko dalam hatinya.


"Kenapa? Kamu takut melawanku?" Ziko menatap remeh Miko, membuat Miko kesal.


"Siapa takut? Ayo kita bertarung, aku akan mendapatkan banyak boneka di dalam kotak itu," dengan yakin Miko menerima tantangan dari Ziko.


"Ayo.....!!" ajak Ayumi dan Selin dengan kompak.

__ADS_1


Kini Ayumi dan Selin mengandeng tangan pasangan masing-masing.


"Mas yakin bisa mendapatkan salah satu boneka itu untukku?" bisik Ayumi di telinga Ziko dan di anggukin oleh Ziko.


Sesampainya di tempat bermain game Miko dan Ziko siap bertarung, Ayumi dan Selin juga siap menjadi pendukung para lelaki mereka.


"Semangat Sekertaris tampan!" sorak Selin dengan penuh semangat.


"Semangat suamiku!" sorak Ayumi dengan penuh semangat juga.


Miko melirik kesal, tapi dia juga tidak mau kalau sampai kalah dari Ziko.


Kini Ziko dan Miko sudah mulai menarik salah boneka yang ada di dalam kotak boneka itu.


"Hampir.....saja.....!!" Miko berdecak kesal karena boneka yang sudah hampir dia dapat kan harus jatuh lagi ke dalam kotak boneka itu.


"Aish, kenapa harus jatuh...." Ziko juga berdecak kesal, apalagi ini sudah kedua kalinya boneka yang hampir dia dapatkan jatuh lagi ke dalam kotak boneka itu.


"Minggir....!!" Selin mengusir Miko yang masih sibuk dengan kotak boneka itu, lalu Miko bergeser dengan cepat karena malas jika sampai berdebat dengan Selin.


"Dasar, memangnya kamu bisa...?" gumam Miko dengan suara pelan, dia tidak percaya jika Selin bisa mendapatkan salah satu boneka yang ada di dalam kotak boneka itu.


Selin hanya tersenyum kecil, apalagi mendengar Miko meremehkan dirinya, rasanya ingin sekali menjambak rambut Miko tapi tidak Selin lakukan karena ini di tempat umum.


"Ayo Tuan Ziko, lawan saya!" kata Selin dengan tatapan menantang.


"Ayo Mas, kamu harus melawan Nona Selin, masa iya kamu dari tadi tidak bisa mengambil salah satu boneka yang ada di dalam kotak boneka itu," oceh Ayumi sambil memanyunkan bibirnya.


Kini Selin dan Ziko saling menatap satu sama lain, saat hitungan ketiga akhirnya Ziko dan Selin sama-sama berusaha mengambil boneka yang ada di dalam kotak itu.


"Lihat, kamu pasti tidak akan bisa...." Miko menatap remeh Selin, dia begitu yakin kalau Selin tidak akan bisa mendapatkan salah satu boneka yang ada di dalam kotak itu.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, Miko menatap Selin dengan tatapan tidak percaya, karena Selin berhasil mendapatkan salah satu dari dalam kotak boneka itu.


"Yes berhasil," kata Selin penuh bangga.


Sedangkan Ziko lagi-lagi gagal dan Ayumi hanya bisa diam saja menyaksikan kegagalan suaminya dari tadi.


"Ini untukmu Sekertaris tampan," senyum Selin begitu manis sambil memberikan boneka yang dia dapat dari dalam kotak boneka itu.


Miko terpaksa menerima boneka dari Selin itu, biarpun tatapan Miko begitu sinis tapi Selin malah tersenyum manis pada Miko.


Ziko hanya tersenyum kecil pada Ayumi, dia merasa bersalah karena tidak bisa mendapatkan salah boneka dari dalam kotak boneka itu, Ayumi juga hanya tersenyum kecil.


"Ternyata saya lebih hebat dari Sekertaris Tampan," cibir Selin dengan jail.


"Hanya kali ini, lain kali akan ku ambilkan boneka-boneka itu untukmu, biar kamu tidak sombong lagi," sahut Miko dengan ketus, dia tidak terima di cibir oleh Selin.


"Asik, berati masih ada kencan selanjutnya dong?" goda Senin dengan genit.


"Cie, sepertinya ada harapan untuk berjodoh," sambung Ziko dengan jail.


"Akhirnya jomblo berkarat ini akan segera melepaskan masa jomblonya," sambung Ziko lagi, lagi-lagi Ziko mencibir Miko dengan jail.


Kencan malam ini begitu lucu sekaligus seru, Miko benar-benar merasa malu apalagi di saat dia harus menerima boneka dari Selin, rasanya harga dirinya sebagai laki-laki hancurlah sudah, tapi dalam hati Miko lain kali dia harus bisa, kalau perlu dia harus berlatih agar mudah mengambil boneka di dalam kotak boneka itu.


Malam semakin larut, akhirnya Miko mengatarkan Selin pulang ke rumahnya, sedangkan Ziko dan Ayumi juga langsung pulang ke rumah mereka.


*Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


Maaf baru update, Author sakit beberapa hari ini 🙏*

__ADS_1


__ADS_2