Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Di pantai


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, Ziko sedang berusaha membangunkan Ayumi bangun dari tidurnya.


Ziko menggoyang-goyangkan tubuh mungil Ayumi, membuat Ayumi bergulat pelan karena masih mengantuk.


"Mas ada apa?" tanya Ayumi dengan suara masih mengantuk.


"Bersiaplah, mas mau mengajak kamu melihat matahari terbit di dekat pantai hotel ini," tutur Ziko dengan nada lembut.


Ayumi mengangguk, padahal matanya masih sangat mengantuk.


"Mas, apa sepagi ini?" tanya Ayumi, dia melihat jam beker yang ada di atas nakas meja baru menunjukkan jam 5 lewat.


"Cup..." Ziko mencium pipi Ayumi dengan lembut. "iya sayang sepagi ini, kamu tunggu aku di tepi pantai, oh iya kamu pergi dengan supir ya, aku mau pergi cari sesuatu dulu," sambung Ziko dan dia pergi begitu saja meninggalkan Ayumi yang masih di atas tempat tidur.


Setelah suaminya keluar dari kamar hotel, Ayumi membenarkan posisinya menjadi duduk. "Mas Ziko mau kemana? Sepagi ini dia sudah ninggalin aku begitu saja," gumam Ayumi dalam hatinya.


"Ke pantai, aku di suruh tunggu di pantai, padahal aku masih sangat mengantuk," kata Ayumi, biarpun merasa malas tapi Ayumi tetap turun dari tempat tidurnya dan dia pergi ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu.


Setelah selesai mandi, Ayumi bergegas menuju ke lemari untuk berganti baju dan di lemari itu ternyata Ziko sudah menyiapkan gaun pantai warna hijau dengan motif bunga-bunga untuk Ayumi pakai pagi ini.


"Mas, bahkan kamu sampai menyiapkan baju untuk aku."

__ADS_1


"Entah apa rencanamu mas?"


Ayumi mengambil baju itu, lalu dia memakainya, setelah memakai baju Ayumi berdandan senatural mungkin tapi terlihat sangat cantik.


Kini setelah sudah siap, Ayumi langsung keluar dari kamar hotelnya dan di depan kamar hotel sudah ada dua pengawal yang Ziko siapkan.


Ayumi agak terkejut tapi dia paham pasti ini adalah ulah suaminya.


"Nona Ayumi, mari silahkan ikut dengan kita! Kita di perintahkan oleh Tuan Ziko," kata salah satu pengawal suruhan Ziko itu.


"Baik pak," jawab Ayumi dengan nada lembut.


Ayumi berjalan di depan dua pengawal itu sedangkan kedua pengawal itu mengawal Ayumi dengan hati-hati dan tentunya tidak mau Ayumi sampai kenapa-kenapa atau Ziko akan mengamuk jika wanita kesayangannya itu lecet sedikit saja.


Sesampainya di pantai dekat hotel, Ayumi tersenyum lalu berlarian di tepi pantai dengan begitu bahagia.


Sedangkan kedua pengawal suruhan Ziko terus setia mengawasi Ayumi dari tempat yang tidak terlalu jauh.


"Indah sekali...."


"Udara di pagi hari, di tepi pantai sangatlah sejuk."

__ADS_1


"Tapi Mas Ziko mana?"


Ayumi melihat ke sekeliling pantai, matanya mencari-cari suaminya yang belum juga datang ke pantai untuk menemuinya.


Ayumi mengambil ponselnya di dalam tas selempang yang saat ini dia pakai, lalu dia menelpon Ziko tapi Ziko tidak mengangkat telepon dari dirinya. Ayumi tampak kesal sambil manyun. "Mas Ziko itu kemana?" batinnya dalam hati.


Ziko yang ternyata dari tadi sudah sampai di pantai tapi dia bersembunyi di dalam mobil miliknya sambil menyiapkan sesuatu yang sudah dia siapkan dari beberapa hari yang lalu untuk Ayumi.


"Aku sudah memesan ini khusus untukmu sayang," mata Ziko terlihat begitu bahagia seraya melihat kotak kecil yang berisi cincin berlian yang begitu indah dan bersinar.


"Miko, terimakasih bunganya...." Ziko meraih buket bunga yang ada di sebelahnya duduk, dia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Miko, karena bunga ini Miko yang mengantarkannya langsung di pagi-pagi buta seperti ini.


Dasar Ziko pagi-pagi buta menelpon Miko hanya untuk membelikan buket bunga khusus untuk Ayumi, Miko sempat kesal tapi dia sangat bersyukur karena temannya jualan bunga jadi pagi-pagi buta tadi Miko langsung pergi ke toko bunga temannya itu, lalu Miko sendiri juga yang langsung mengantarkan buket bunga itu ke Ziko.


Ziko turun dari dalam mobilnya, di satu tangannya dia membawa buket bunga lalu di satu tangannya dia membawa kotak cincin.


"Sebelum aku menikahinya secara resmi, aku akan melamarnya lebih dulu..." Ziko tersenyum dengan bahagia.


Dengan begitu yakin, Ziko melangkahkan kakinya untuk menemui Ayumi di tepi pantai.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2