Gadis Bayaran Tuan Muda

Gadis Bayaran Tuan Muda
Kembali ke rumah


__ADS_3

Akhirnya Ziko dan Ayumi sampai dirumah mereka, sambutan hangat juga di lakukan oleh para Art yang kerja dirumah Ziko.


Ziko yang dulu cukup dingin saat bersama siapapun, kali ini jauh berbeda di saat para Art nya menyambut kedatangan mereka, tampak senyum senang dan hangat dari Ziko, Ayumi pun tersenyum senang.


"Selamat ya Tuan dan Nona, atas pernikahan kalian," kata seluruh Art dengan kompak.


"Terimakasih semuanya," jawab Ziko dan Ayumi dengan senang hati.


Ziko dan Ayumi saling melempar senyum, tiba-tiba Ziko merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya, lalu Ziko mengeluarkan beberapa lembar uang di tangannya.


"Ini untuk kalian semua, pergilah makan-makan! Tapi saya tidak bisa ikut, karena saya sangat lelah sekali, kalian pergilah dengan Pak Han dan jika ada kekurangan katakan saja pada Pak Han!" Ziko membagikan uang yang ada di tangannya untuk para Art nya, para Art nya terlihat bahagia menerima uang dari Ziko.


"Terimakasih Tuan Ziko," kata mereka dengan kompak lagi dan Ziko tersenyum senang. "Sama-sama, pergilah bersenang-senang!" jawab Ziko dengan senyum hangatnya.


Sebelum mereka pergi, Ziko memberikan kartu ATM miliknya pada Pak Han yang tidak lain adalah orang kepercayaan Ziko. "Pak, pergilah bersama mereka, bawalah kartu ini bersama bapak, jika ada yang mau membeli sesuatu gunakan saja kartu ini pak!" titah Ziko, Pak Han mengangguk dan menerima kartu ATM Ziko dari tangan Ziko dengan senang hati.


Jarang ada bos yang sebaik Ziko, ya biarpun Ziko cukup dingin pada para Art nya, tapi setelah bertemu dengan Ayumi semuanya berubah karena Ziko sekarang mudah tersenyum dan selalu bersikap ramah pada siapapun.


Pak Han dan para Art nya pun langsung bergegas siap-siap untuk pergi makan-makan dan jalan-jalan.

__ADS_1


Sebelum pergi juga mereka semua berpamitan pada Ziko dan Ayumi dengan sopan.


"Tuan Ziko sudah banyak berubah ya."


"Iya, setelah bertemu dengan Nona Ayumi, Tuan Ziko menjadi begitu hangat dan ramah sekali, kalau dulu kan lebih baik diam."


"Akhirnya Tuan Ziko bertemu dengan wanita ya tepat."


"Kita doakan, mudah-mudahan Tuan Ziko dan Nona Ayumi bahagia selamanya!"


Sambil berjalan menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap, mereka semua memuji-muji Ziko yang sekarang sudah banyak berubah.


"Mari kita lanjutkan ronde selanjutnya sayang...!" bisik Ziko ditelinga Ayumi, seketika Ayumi menggelidik geli, dasar suaminya ini setiap kali ada kesempatan pasti akan mengajaknya ehem-ehem.


"Mas, ini masih terlalu siang," kata Ayumi dengan suara pelan, membuat Ziko mencium pipinya dengan lembut. "Mas tidak perduli, siang atau malam, kamu tetap saja milik mas," tutur Ziko terdengar nada suaranya begitu menggoda, tatapan matanya juga begitu mesum.


Sesampainya di kamar, Ziko membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Sayang, semalam hanya satu ronde, siang ini mas minta lebih ya, kan besok mas sudah mulai masuk kerja," dengan nakal Ziko menindih tubuh mungil Ayumi, dan mengunakan kedua tangannya untuk menyangga tubuh kekarnya agar tidak menimpa perut Ayumi yang sedang hamil.

__ADS_1


Ayumi tersenyum malu-malu, dasar suaminya ini memang doyan aja ehem-ehem, dimana pun dan setiap ada kesempatan pasti akan memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.


"Dulu saja galak sama ketus, eh sekarang paling tidak tahan kan kalau lihat istri," cibir Ayumi dengan jail, mengingat masa lalu waktu awal-awal menjadi gadis bayaran sungguh nasib Ayumi itu begitu malang.


"Itukan dulu, waktu awal-awal, sekarang sudah tahu enaknya jadi nagih sayang," sahut Ziko dengan nada lembut, Ziko mulai membelai-belai manja pipi Ayumi dengan satu tangannya.


Ayumi tersenyum kecil, dasar suaminya ini, dan sekarang itu Ayumi sudah menjadi istri candunya Ziko Atdmaja.


Di saat Ziko hendak mendaratkan ciuman di bibir mungil Ayumi, tiba-tiba bell pintu rumahnya berbunyi, seketika Ziko langsung berdecak kesal.


" Aish, siapa sih yang datang?" gerutunya dengan kesal, Ziko menyesal sudah menyuruh para Art nya jalan-jalan, bahkan di saat dirinya mau ehem-ehem jadi gagal karena bell rumahnya berbunyi.


"Bukakan pintu rumah mas!" titah Ayumi, Ziko beranjak bangun dari atas tubuh Ayumi, lalu ia pergi keluar kamar untuk membukakan pintu rumahnya.


Entah siapa yang datang ke rumah?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2